Jodohku, Sahabat Kekasihku

Jodohku, Sahabat Kekasihku
Bab 31


__ADS_3

Ruangan CEO Azkia group berada dilantai tertinggi gedung ini. Tidak sembarang orang bisa masuk kesana kecuali orang - orang tertentu atas seizin CEO. Jika dulu Aileen adalah sekertaris di perusahaan milik papanya sendiri, saat ini ia telah menjadi asisten pribadi sang CEO baru. Itu artinya mereka berada didalam ruangan yang sama. Elvan sengaja meminta Aileen menjadi asisten pribadinya agar ia bisa leluasa memandang istrinya itu setiap waktu. Tentunya ia juga tidak ingin istrinya menjadi sibuk mengurus semua perusahaan jika masih menjadi sekertarisnya. Karena menjadi seorang asisten pribadi tugas Aileen hanya perlu selalu berada disamping CEOnya yaitu suaminya sendiri.


"El. siang ini kita makan diluar ya. Kita akan sekalian bertemu dengan client". Aileen menoleh kearah Elvan yang tengah sibuk mempelajari berkas - berkas perusahaan


"Baiklah". Jawab Elvan dengan mata yang masih fokus ke berkas yang ada ditangannya


"Dia client penting el, aku harap kamu bisa membuatnya menyetujui kerjasama yang kita ajukan". Ucap Aileen memastikan Elvan akan melakukan yang terbaik


"Kamu tenang saja, aku pasti bisa mengurusnya". Jawab Elvan menoleh kearah Aileen sambil tersenyum tampan


"Semoga saja el". Aileen membuang napasnya dengan kasar kemudian bersandar pada sandaran kursinya. Ia tau client yang akan ditemuinya adalah seorang wanita yang sangat pandai berbisnis. Ia juga terkenal sulit diajak kerjasama jika tidak benar - benar menguntungkan untuknya


***


"Dimana client yang kamu maksud Ay?". Tanya Elvan saat masuk kedalam sebuah restoran mewah yang berada di dekat kantornya


"Kita tunggu saja el, mungkin dia masih diperjalanan". Jawab Aileen kemudian berjalan kesalah satu meja yang sudah mereka pesan sebelumnya


"Katanya pebisnis hebat, pertemuan pertama saja sudah terlambat. Dasar tidak profesional sama sekali!". Ucap Elvan yang sudah duduk di sebelah Aileen


"Siapa yang kau maksud tidak profesional?". Ucap seorang gadis yang Aileen ketahui adalah client yang akan mereka temui


"Ah Nona Bella, mohon maaf saya Aileen asisten CEO Azkia Group, dan ini adalah CEO saya tuan Elvan". Ucap Aileen berdiri dan menyapa Bella dengan sikap ramahnya

__ADS_1


"Oh hay el, rupanya kamu sekarang menjadi CEO Azkia Group?". Tanpa membalas sapaan Aileen, gadis bernama Bella itu langsung menyapa Elvan dan menarik kursinya agar duduk lebih dekat dengan Elvan


Elvan hanya diam manatap gadis dihadapannya memastikan bahwa gadis ini adalah gadis yang sama dengan gadis yang dulu pernah meninggalkannya demi sebuah popularitas. Cinta pertama seorang Elvan yang membuatnya gagal move on dan tidak bisa membuka hati untuk gadis lain sebelum Aileen datang dalam hidupnya


"Rupanya kalian sudah saling mengenal?". Tanya Aileen yang kembali duduk dikursinya. Ia sedikit merasa ada yang aneh dengan client nya kali ini


"Tentu saja, kami sudah mengenal sejak lama. Benarkan el ?". Jawab Bella dengan percaya diri


"Lebih baik kita langsung ke pembahasan saja, saya tidak punya banyak waktu untuk membahas hal yang tidak penting". Ucap Elvan dengan nada datar sambil menegakkan duduknya


"Santai saja el, kenapa kamu jadi kaku begini? Ah aku lupa kenapa kau mengurus perusahaan Azkia bukan perusahaan daddy mu sendiri Aksara Group ? Apa kamu ada hubungan dengan asistenmu ini?". Bella sengaja menanyakan ini untuk meremehkan Aileen, karena ia merasa dirinya adalah gadis yang hebat karena bisa mengurus perusahaannya sendiri


"Jika tidak ada yang perlu dibahas kami akan pergi dari sini Nona Bella". Ucap Elvan beranjak berdiri dan hendak pergi dari sana namun Aileen menahannya karena kerjasama ini sangat penting bagi perusahaannya


"Tentu saja Nona Aileen". Jawab Bella


Karena Elvan enggan untuk berbicara maka kali ini Aileen yang berbicara dan menjelaskan detail kerjasama yang akan mereka sepakati bersama untuk kemajuan perusahaan masing - masing terutama perusahaan Aileen. Karena semenjak sepeninggalan papanya ia harus berusaha meyakinkan kembali perusahaan yang sudah bekerjasama dengannya mau mempertahankan kepercayaannya pada Azkia Group dibawah pimpinan Adelio Elvan Aksara


Setelah Aileen selesai menjelaskan semua yang perlu ia jelaskan, Bella kemudian berkata "Baiklah saya memiliki syarat sebelum saya menyetujui kerjasama ini". Bella melirik pada Elvan dan tersenyum miring


"Katakan apa syaratnya". Jawab Aileen


"CEO anda harus mau kencan dengan saya selama 1 minggu". Ucap Bella

__ADS_1


"Syarat macam apa itu!! Anda pikir saya seorang lelaki bayaran? Saya tidak butuh kerjasama ini. Permisi!". Mendengar syarat yang diajukan mantan kekasihnya itu membuat Elvan begitu murka hingga akhirnya ia pergi meninggalkan 2 gadis yang sebelumnya bersamanya


"Saya akan membicarakan ini dengan tuan Elvan nona Bella. Saya permisi dulu". Pamit Aileen kemudian meninggalkan Bella dan berlari mengejar Elvan


"Lihatlah el. Kamu belum bisa melupakanku, kamu masih bisa semarah itu saat aku mengajakmu kencan. Kamu akan menjadi milikku lagi el. Kita lihat saja nanti". Seorang Bella tidak pernah main - main dengan ucapannya, dia akan selalu mengabulkan sendiri apa yang ia ucapkan walau semua itu harus ia lakukan dengan cara yang tidak baik


"El kenapa kamu pergi begitu saja?". Ucap Aileen saat sudah masuk kedalam mobil Elvan dan duduk disamping kemudi


"Kamu pikir syarat semacam itu bisa masuk dalam kategori yang waras Ay? Dasar wanita gila". Ucap Elvan masih dipenuhi dengan emosi. Ia menggenggam erat kemudi dengan matanya yang terlihat begitu merah. Terlihat jelas bahwa dia sedang menahan amarahnya


"Tapi el kerjasama ini sangat penting, jika Bella tidak mau melanjutkan kerjasama dengan perusahaan kita maka perusahaan lain akan melakukan hal yang sama el. Dia sangat berpengaruh pada perusahaan kita". Aileen berusaha meyakinkan Elvan agar mau menerima syarat yang diajukan mantan kekasihnya itu


"Sungguh konyol Ay, jika kamu mau aku bisa meminta daddy agar mau bekerjasama dengan Azkia Group. Kau sangat tau bagaimana pengaruh Aksara Group di negara ini". Jawab Elvan sambil mengatur napasnya karena terlalu emosi membuatnya kehabisan energi


"Tidak el, aku tidak bisa melakukan itu. Kita harus bisa mengembangkan perusahaan ini sendiri. Kita tidak bisa meminta bantuan pada daddy". Ucap Aileen yang sudah mengatur posisi duduknya menghadap kedepan


"Aku tidak bisa Ay". Jawab Elvan kemudian melajukan mobilnya kembali ke kantor


"Apa kamu tidak merasa kesal sama sekali Ay saat gadis lain meminta suamimu berkencan dengannya langsung dihadapanmu?". Ucap Elvan dalam hati dan sedikit melirik Aileen yang sepertinya merasa biasa saja


"Bahkan kamu sendiri yang memintaku menyetujuinya. Aku tidak ingin kencan dengan gadis selain kamu Ay". Saat ini Elvan sepertinya sadar bahwa Aileen memang benar tidak pernah mengharapkan dirinya


"Kenapa dia semarah itu ya? Dia kan bisa mengatakan tidak jika tidak mau. Tidak perlu sampai semarah inikan? Apa mereka pernah punya hubungan yaa sampai Elvan terlihat begitu membenci Bella" . Ucap Aileen dalam hati kemudian melirik kearah Elvan yang fokus menyetir tapi sepertinya suaminya itu sedang sangat marah

__ADS_1


"Aku tidak bisa bertanya padanya sekarang, aku juga tidak bisa membujuknya sekarang. Dia sedang sangat marah sepertinya, Nanti akan kubujuk lagi jika dia sudah lupa dengan kemarahannya". Akhirnya Aileen menyerah untuk saat ini. Tapi hanya saat ini saja, nanti dia akan mencoba lagi membujuk Elvan agar mau mengikuti kemauan Bella


__ADS_2