Jodohku, Sahabat Kekasihku

Jodohku, Sahabat Kekasihku
Bab 28


__ADS_3

"Kenapa melamun?". Tanya Elvan ketika melihat Aileen diam dengan tatapan kosong kedepan


"Ah gak, aku mau keluar bentar ya". Jawab Aileen


"Kemana? biasa juga langsung pergi aja". Ucap Elvan


"Sama Vano". Jawab Aileen


"Oohh". Hanya itu yang keluar dari mulut Elvan kemudian berbalik dan hendak naik ke kamarnya


"El bentar...". Panggil Aileen


Aileen berlari mengejar Elvan membuat gadis itu hampir terjatuh, untung saja Elvan dengan cekatan menangkapnya. Sejenak mereka beradu pandang namun tiba - tiba mereka terkejut mendengar siapa yang berteriak


"Aileeen... Elvaaaaan...". Teriak Nesta saat masuk dan melihat adegan peluk - pelukan itu


"Elvan lo disini ? Ini maksudnya gimana ? Ay lo harus jelasin ke gue". Ucap Nesta


"Kepo banget sih lo, itu urusan mereka kalau mereka gak mau cerita ya lo jangan maksa lah". Ucap Radit yang tidak terkejut melihat adegan itu, karena Elvan memang sudah bercerita padanya


"Apaan sih lo, lo itu cuma nganter gue kesini yaudah lo sono pergi. Gak kerja lo ?". Ucap Nesta


"Gue emang mau mampir kok". Jawab Radit


"Berisik banget elaah dirumah orang pagi - pagi". Ucap Elvan yang tampak biasa saja sama seperti Radit sedangkan Aileen sudah sangat bingung harus seperti apa menjelaskan ke sahabatnya ini


"Nes, Dit duduk dulu yuk biar gue jelasin ke kalian". Ucap Aileen


Mereka duduk di ruang tamu saat sebelumnya Aileen meminta bi Ester membuatkan tamunya itu minuman dan cemilan


"Jangan diem aja dong Ay. Katanya mau jelasin". Ucap Nesta saat sudah beberapa menit mereka duduk namun tak ada satupun suara yang keluar dari Aileen maupun Elvan


"Kami udah nikah". Saut Elvan santai


Aileen melirik kedua orang di depannya untuk melihat reaksi mereka. Sedangkan Nesta langsung melototkan matanya seolah tak percaya kemudian melirik Radit yang hanya menaikkan kedua bahunya

__ADS_1


"Ay serius kalian udah nikah?". Tanya Nesta


"Iya Nes, kami dijodohin sebelum bokap gue meninggal". Jawab Aileen


"Pantes aja dia tiba - tiba muncul di pemakaman padahal sebelumnya ngilang gitu aja bertahun - tahun". Jawab Nesta


"Bukan ngilang, dia itu kuliah di Amerika. Lebay banget sih lo". Ucap Radit


"Apaan sih gue gak ngomong sama lo". Ucap Nesta


"Terus Vano gimana Ay?". Tanya Nesta


Pertanyaan itu tentu membuat Elvan melirik Aileen, namun gadis itu terdiam dan sedikit gugup. Ia kemudian menoleh pada Elvan dengan tatapan sendu tak tau harus menjawab pertanyaan Nesta bagaimana di depan Elvan


"Nes lo ya, banyak tanya banget sumpah dah". Ucap Radit saat melihat kecanggungan suami istri didepannya


"Kenapa sih Dit, eh bentar deh. Lo kok biasa aja ? lo sudah tau ya ?". Tanya Nesta


"Kalau iya kenapa?". Tanya Radit


"Wah curang ini namanya Ay kok lo gak cerita sama gue malah nih perangko tau duluan". Protes Nesta pada sahabatnya


"Elvan cerita ke gue kemaren pas club, gue juga baru tau". Jawab Radit


"Tetap aja harusnya gue duluan yang tau bukan lo". Ucap Nesta


"Ya terus lo mau apa toh sekarang juga lo udah tau kan". Jawab Radit


"Apa Rena dan Vano tau ini?". Tanya Nesta


"Vano udah tau, kalau Rena belum tau". Jawab Aileen


"Wah terus - terus gimana reaksi Vano Ay ? Apa dia bisa nerima ini semua ? Ya ampun udah kayak sinetron aja, judulnya Kekasihku Menikahi Sahabatku hahaa". Nesta langsung menghentikan tawanya saat ia sadar hanya dia sendiri yang tertawa


"Eh sorry, tapi kalau Rena tau gue yakin sih dia gak bakalan terima. Dia kan dari dulu suka sama Elvan". Ucap Nesta

__ADS_1


"Jangan asal bicara Nes". Ucap Radit


"Siapa yang asal, lo gak ingat waktu kita main truth or dare di Lombok? siapa yang berharap putus sama pacarnya siapa?". Jawab Nesta yang diiyakan oleh Radit


"Ah iya gue lupa, waktu itu bukannya Ay juga kena tantangan nelpon El ya ? kok bisa pas gitu?". Jawab Radit


"Yang Ay bilang sayang sama gue ?". Tanya Elvan


"Gue cuma nerima tantangan aja kok". Ucap Aileen


"Aku pikir beneran". Ucap Elvan


"Yaudah ini gue mau ke kantor. Nes lo ikut apa gak ?". Tanya Radit


"Gue mau disini dulu boleh gak Ay? masih banyak yang perlu lo jelasin ke gue". Jawab Nesta


"Ay mau keluar. Lo nanti aja balik sini lagi". Ucap Elvan


"Gitu ya? yaudah deh gue ikut lo lagi ya Dit". Ucap Nesta


"Gakpapa kok Nes, gue gak jadi pergi. Lo disini aja gue juga banyak yang mau gue ceritain ke lo". Ucap Aileen membuat Elvan menoleh


"Kalo gitu gue pamit ya". Pamit Radit


"Oke hatihati dit". Jawab Aileen


"Thanks ya Radit". Ucap Nesta


"Kalo pulang sore ntar gue jemput sekalian". Ucap Radit pada Nesta


"Iya nanti gue wa lo aja". Jawab Nesta


"Yaudah kerja sana, mentang - mentang bos seenaknya telat - telat". Ucap Elvan yang diangguki oleh Radit


"Iya iya ini gue pergi kerja, gue titip tuh bidadari gue. Jangan dinikahin juga". Ucap Radit membuat Elvan mengumpat

__ADS_1


"Sialan lo". Umpat Elvan


Elvan menutup pintu rumah saat dirasa Radit sudah meninggalkan halaman rumahnya, sedangkan kedua gadis tadi sudah naik ke atas kamar Aileen. Sepertinya mereka sedang curhat ala seorang gadis. Elvan memilih keruang kerjanya untuk mengecek laporan dari orang kepercayaannya di Amerika yang akan mengelola perusahaannya sementara disana


__ADS_2