Jodohku, Sahabat Kekasihku

Jodohku, Sahabat Kekasihku
Bab 32


__ADS_3

"Aku membawakanmu makanan el, makanlah dulu tadi kita tidak jadi makan siang kan". Aileen membawakan makanan dan menaruhnya diatas meja tamu yang ada diruangannya


"Kau makan saja duluan, aku tidak lapar". Jawab Elvan yang sedang sibuk bermain dengan ponselnya


Aileen merebut ponsel itu "Makan dulu".


"Ay kenapa kau merebut ponselku, aku sedang bermain Ay nanti rank ku akan turun". Elvan bangun dari duduknya dan mencoba mengambil kembali ponselnya


"Kau juga sering memaksaku makan, jadi sekarang giliranku. Ayo makan dulu". Titah Aileen setelah memasukkan ponsel Elvan kedalam tas miliknya


Percuma juga Elvan mengambil ponselnya jika istrinya itu sudah mengeluarkannya dari room permainan, membuat dirinya pasrah dan duduk disamping Aileen untuk makan siang bersama


"Jangan diam saja ayo makan". Ucap Aileen yang salah tingkah karena sedari tadi Elvan hanya memandanginya dalam diam


"Kau tidak mau suapi aku?". Tanya Elvan melebarkan senyumannya


"Tidak!!". Jawab Aileen


"Yasudah biarkan aku begini saja terus". Ucap Elvan semakin mendekatkan kepalanya kearah Aileen


"El kau terlalu dekat". Mendorong kening Elvan dengan telunjuknya


"Dan yah, jangan memandangiku seperti itu". Ucap Aileen


"Kenapa ? Apa sekarang memandangi istri sendiri sudah tidak gratis ?". Tanya Elvan menaikkan kedua alisnya


"Iya tidak gratis, kau harus membayarnya". Ucap Aileen melebarkan kedua bola matanya pada Elvan


"Katakan berapa yang kau mau? Aku bisa membayar berapapun yang kau minta". Tanya Elvan


"Pergilah kencan dengan Bella, itu adalah bayaran termahal untukku. Karena dengan begitu perusahaan papa bisa kembali dipercaya dibawah pimpinanmu". Ucap Aileen melirik kearah Elvan yang langsung membuang muka ke jendela


"Baiklah". Jawab Elvan


"Dia langsung setuju? Tanpa perdebatan ? Kenapa aku rasanya tidak yakin yaa? Bukankah tadi dia menolak keras?". Aileen bertanya - tanya dalam hati tentang perubahan sikap Elvan. Bagaimana dia bisa menyetujui permintaan itu dengan mudah? Sedangkan baru beberapa jam yang lalu ia marah - marah karena permintaan syarat itu


"Aku akan kencan dengannya, asal kau mau menemaniku malam ini". Lanjut Elvan membuat Aileen terbatuk - batuk. Hampir saja ia mengeluarkan kembali isi perutnya yang baru saja ia isi


"El, kamu tau kita tidak sedekat itu. Mintalah yang lain". Ucap Aileen setelah meminum air putih yang diberikan Elvan


"Aku tidak akan memaksamu". Ucap Elvan kemudian bangkit dari duduknya dan kembali ke meja kerjanya

__ADS_1


Aileen tampak terdiam dikursinya, ia masih memikirkan permintaan Elvan. Apakah ia harus melakukannya malam ini ? Tidak dia belum siap. Tapi bagaimana dengan para kolega perusahaan, jika nona Bella menolak kerjasama maka bisa dipastikan semua kolega lain juga menolak kerjasama yang sudah dilakukan bertahun - tahun. Hanya karena Elvan bukan penerus Azkia maka mereka semua tidak percaya bahwa Elvan akan bisa mengembangkan Azkia Group dibawah kepemimpinannya seperti yang dilakukan Mr. Azkia sebelumnya


***


Malam harinya..


Aileen duduk ditepi ranjang. Sepulang dari kantor ia langsung masuk kedalam kamarnya, rasanya ia tidak sanggup bertemu Elvan malam ini. Makan malam pun ia lakukan dikamarnya setelah meminta Bi Ester membawakannya makanan.


Aileen mengacak - ngacak rambutnya "Arrrgghhh. Aku harus apa? Aku tidak bisa melakukannya tanpa rasa cinta. Pernikahan ini hanya perjodohan, bagaimana bisa el memintanya". Ia kembali merebahkan tubuhnya yang terasa begitu lelah, padahal ia tidak melakukan pekerjaan berat hari ini


Setelah berpikir panjang mengenai apa yang akan terjadi dan apa yang akan ia lakukan setelah semuanya terjadi ia akhirnya memutuskan untuk menemui Elvan dikamarnya


Tok tok tok...


"El...". Panggil Aileen


"El apa kamu sudah tidur?". Aileen terus mengetuk pintu dengan begitu keras


"Gak usah keras - keras juga ngetoknya, ini pintu mau bolong karena kamu ngetoknya kenceng banget". Ucap Elvan setelah membuka pintu kamarnya


"Abisanya daritadi ngetok kamu gak buka - buka pintunya". Jawab Aileen dengan mukanya yang begitu kusut


"Emm, itu el. Yang tadi... ". Aileen merasa lidahnya begitu keluh untuk mengatakan jika ia menyetujui permintaan Elvan


"Yang tadi apaan ? Ngomong yang bener. Lagian sejak kapan kamu ngomongnya jadi gagap gitu?". Ucap Elvan mengerutkan dahinya saat menunggu jawaban Aileen begitu lama


"Yang tadi el, yang itu. Aku akan temenin kamu malam ini". Ucap Aileen sedikit ragu


"Temenin kemana ? Emang aku mau kemana ?". Tanya Elvan pura - pura tidak tau maksud Aileen


"Iss bukan itu maksud aku el, tentang penawaran kamu tadi siang. Aku temenin kamu malam ini dan kamu akan kencan dengan Bella selama 1 minggu, setelah itu kita bisa melakukan kerjasama dengan perusahaan Bella". Tutur Aileen


"Kamu mau melakukannya denganku hanya karena itu Ay? Aku bahkan tidak berharap kamu menyetujuinya". Ucap Elvan dalam hati yang sebenarnya sengaja meminta itu, karena ia pikir Aileen tidak akan mungkin menyetujuinya


"Kok diam el ?". Tanya Aileen yang melihat Elvan hanya diam dengan tatapan kosong kesembarang arah


"Tidak, ayo". Elvan langsung mengangkat Aileen ala bridal style kedalam kamarnya


"Aku harap kamu tidak menyesal setelah ini Ay". Ucap Elvan kemudian menidurkan Aileen dengan perlahan diatas ranjangnya


"Jantungku. Ah rasanya kayak lagi lari marathon". Aileen hanya diam dan mengatur napasnya yang terasa begitu susah dikendalikan

__ADS_1


Elvan menatap dalam mata istrinya dengan penuh cinta, ia sudah menantikan malam ini sejak lama. Namun rasanya hatinya begitu sakit melakukan hal ini karena sebuah penawaran


Ia mulai memejamkan matanya dan memiringkan kepalanya, mencoba menempelkan bibirnya pada gadis yang sedang ia tindih


Rasanya begitu manis, ia mulai mengecap bibir istrinya, melakukannya dengan penuh kelembutan namun rasanya jantungnya berdegup lebih kencang


Ia sudah tidak sangat sabar, namun ia tidak bisa menyakiti istrinya. Ini adalah yang pertama bagi mereka


Elvan terus mengecap bibir istrinya mencoba lebih memperdalam ciumannya ia menyesapkan lidahnya memberontak pertahanan bibir istrinya yang tertutup rapat.


Ah istrinya itu terlalu kaku, ia tidak tau caranya membalas ciuman suaminya. Namun itu bukan masalah bagi Elvan. Ia terus menikmati bibir istrinya yang terasa begitu manis


Saat dirasa napasnya hampir habis ia melepaskan pangutannya kemudian beralih pada leher jenjang istrinya. Aileen hanya diam dan sesekali mendesah saat Elvan menyentuh tubuhnya. Ia seperti merasa sedikit pusing namun ia tetap menikmati setiap sentuhan lembut yang diberikan suaminya


Elvan mulai memainkan jarinya, menyentuh pipi sang istri kemudian turun kebawah dengan perlahan dan lembut, hingga ia membuka satu persatu kancing piyama yang dikenakan istrinya


Saat kancing terakhir terbuka dan memperlihatkan branya yang berwarna hitam, tiba - tiba Aileen menahannya


"Tidak el, aku tidak bisa melakukannya". Aileen menepis tangan Elvan kemudian mendorongnya dari atas tubuhnya


"Maafkan aku el". Aileen berlari keluar dari kamar Elvan dengan air mata yang mengalir dikedua pipinya kemudian ia masuk kedalam kamarnya dan nangis sesenggukan


"Maaf el, maafkan aku. Aku tidak bisa melakukannya, aku tidak bisa el"


"Aku tidak mencintaimu. Aku tidak bisa melakukannya dengan orang yang tidak aku cintai"


Aileen terus menangis dan tangisannya semakin pecah saat mendengar suara pecahan begitu keras dari kamar Elvan


Elvan melemparkan semua barang yang ada diatas meja. Menjatuhkannya kelantai hingga membuat semua bingkai foto Aileen dan Vas yang ada disana pecah berserakan


Ia melemparkan vas ditangannya ke bingkai foto yang paling besar. Foto Aileen sedang tersenyum memeluk boneka yang dulu ia berikan saat bermain Pump it Up


"Kenapa Ay ? Kenapa kau melakukan ini padaku ? Aku tidak pernah memaksamu melakukannya. Kau yang datang padaku dan sekarang kau sendiri yang pergi !" Elvan terus berteriak menghancurkan semua benda yang ada dikamarnya


"Apa begitu sulit kau menerima cintaku Ay ? Apa aku terlalu buruk hingga kamu tidak bisa sedikit saja mencintaiku ? Aku benci ay.. aku benci dengan semua ini. Aku lelah!!".


Setelah menghancurkan seluruh isi kamarnya Elvan mengambil jaket di dalam lemari, ia kemudian mengambil kunci mobil dan pergi dari sana


Saat Aileen mencoba berpikir positif saat mendengarkan suara pecahan - pecahan dari dalam kamar suaminya, Elvan tidak akan melakukan hal melebihi batas pikirnya. Namun saat mendengar suara mobil dari balik jendela ia melihat mobil suaminya keluar dari halaman rumah tangisannya kembali pecah


"Kamu kemana el. Maafkan aku. hiks hiks". Aileen terus menangis memikirkan kemana suaminya itu pergi. Apakah Elvan akan benar - benar pergi meninggalkannya ?. Harusnya ia senang jika Elvan benar akan meninggalkannya tapi kenapa rasanya hatinya begitu hancur melihat kepergian suaminya. Ia merasa ada sesuatu tak kasat mata yang memukul dadanya begitu kencang hingga membuat dirinya begitu sesak

__ADS_1


__ADS_2