Jodohku, Sahabat Kekasihku

Jodohku, Sahabat Kekasihku
Bab 34


__ADS_3

Aileen merasa ada yang aneh dengan Vano, selama ini apapun yang Aileen lakukan baik itu benar maupun salah Vano tidak pernah sekasar ini padanya. Apalagi sampai membentak dan menarik Aileen dengan kasar membuat pergelangan tangannya terasa begitu sakit


Aileen memegang pergelangan tangannya yang tadi ditarik paksa oleh Vano. Ia meringis kesakitan namun tetap diam di kursi samping kemudi


Aileen merasa ia sudah pergi terlalu jauh dan ia tidak tau Vano akan membawanya kemana "Van kita mau kemana ? ini udah jauh banget dari kota Van". Ucap Aileen melihat ke kiri dan ke kanan


Vano masih diam dan fokus mengemudi


"Van... Lo mau bawa gue kemana ?". Aileen kembali bertanya dan kali ini melirik kearah Vano


"Gak usah banyak tanya, lo diam aja gue lagi fokus nyetir". Jawab Vano tanpa mengalihkan pandangannya dari jalanan di depannya


Dalam hati Aileen merasa begitu takut melihat Vano yang seperti ini, ia tak henti - hentinya memanggil nama Elvan. "El kamu dimana hiks hiks tolong aku el, aku bener - bener takut sekarang." Ucap Aileen


Mereka sampai disebuah Villa yang terletak disebuah puncak. Tempat yang begitu mewah dengan pemandangan yang sangat indah. Siapapun pasti akan menyukai Villa ini, namun tidak dengan kondisi Aileen saat ini. Ia justru merasa Villa ini begitu menyeramkan untuknya. Ia tidak tau alasan Vano mengajaknya kesini untuk apa, lelaki itu hanya berkata ingin membahas masalah mereka.


Aileen memperhatikan sebuah villa dihadapannya dan mengucap dalam hatinya."Kenapa Vano ngajakin gue ke tempat ini yaa, rasanya gue takut banget liat dia yang begini."


"Van lo bilang mau bahas masalah kita, tapi kenapa kita ke villa dan ini tempatnya jauh banget Van". Aileen memberanikan diri untuk kembali bertanya, ia menghentikan langkahnya tepat didepan pintu masuk villa


"Gue udah bilang daritadi lo gak usah banyak tanya, lo ikutin aja gue kemana gak usah ribet gitu bisa gak ?" Vano membalikan badannya karena ia sudah masuk terlebih dulu kedalam villa


"Gak gue gak mau, gue mau pulang aja Van." Aileen hendak berlari keluar villa namun Vano dengan cepat menariknya kemudian mengangkatnya


Aileen terus meronta agar Vano mau menurunkannya, ia tidak suka dengan keadaan seperti ini. Namun ia hanya seorang wanita, tentu saja semua usahanya tidak akan ada gunanya jika melawan Vano


Vano membawa Aileen ke salah satu kamar yang ada disana, ia menurunkan Aileen diatas kasur dengan kasar. Lalu ia berjalan kearah pintu dan menguncinya dari dalam


Aileen yang melihat itu sontak kaget. "Pintunya, kenapa lo kunci pintunya ? Van tolong biarin gue pergi dari sini." Ucap Aileen dengan suara yang bergetar

__ADS_1


Vano perlahan berjalan mendekati Aileen dengan tatapan yang begitu tajam. "Lo cinta sama Elvan?" Tanya Vano


Aileen hanya diam dan sedetik kemudian cairan bening berhasil lolos dari pelupuk matanya. Ia sangat takut saat ini, ia selalu berdoa agar Elvan segera datang menyelamatkannya


"Jawab Ay jangan diam aja." Bentak Vano


"Lo beneran udah jatuh cinta sama Elvan?" Vano kembali bertanya dengan mengguncang kedua lengan Aileen membuat gadis itu semakin menumpahkan air matanya


"Gue takut Van gue mohon lepasin gue". Aileen terus memohon agar Vano mau melepaskannya, Ia sudah tidak tahan lagi, untuk pertama kalinya seseorang membentaknya begitu keras


"Lepasin lo? Cih gue gak akan pernah lepasin lo lagi." Vano berdecak karena Aileen terus memintanya melepaskan gadis itu


"Gue kekasih lo! Dan lo cinta sama gue kan ? Lo sendiri yang bilang gak akan lepasin gue, lo juga yang gak mau lepasin Elvan buat gue. Apa sekarang gue harus lepasin lo saat lo udah mulai jatuh cinta sama suami lo itu ? Haaaa ? Lo mimpi Ay. Lo mimpi. Gue gak akan pernah lepasin lo sampai kapanpun. Sampai kapanpun Ay, asal lo tau itu." Vano terus berteriak di depan Aileen membuat gadis itu semakin ketakutan


Aileen terus menangis, ia tidak tau apa yang akan Vano lakukan padanya setelah ini. Vano sudah kehilangan akal, ia tidak tau bagaimana caranya agar Vano mau melepaskannya


"Jangan menangis sayang." Vano berbicara lembut kemudian menghapus air mata Ay dengan ibu jarinya dan menyelipkan rambut Ay ke telinga.


Lalu mencium pipi Ay dengan lembut. "Aku tidak akan menyakitimu, jadilah gadis yang penurut"


Vano meraih tengkuk Aileen dan ingin mencium bibirnya, namun Ay memalingkan wajahnya membuat Vano merasa geram


Ia membalikan wajah Aileen dengan kasar. "Jangan berontak sebelum gue berbuat kasar sama lo, kalau lo nurut gue janji bakalan berbuat lembut ke lo."


"Tidak Van, tolong jangan lakuin ini. Gue minta maaf kalau gue nyakitin lo, tapi gue mohon jangan lakuin ini sama gue Van." Aileen menatap dalam mata Vano yang sudah memerah karena amarah


"Maaf lo bilang ? Lo itu munafik Ay, lo gak mau lepasin gue saat lo nikah sama Elvan, lo juga gak mau ninggalin Elvan buat gue. Tapi sekarang apa ? Lo minta maaf sama gue ? Lo mau gue lepasin lo sekarang ? Munafik lo". Ucap Vano


Vano begitu kesal dengan Aileen, ia tidak mau melepaskan gadis itu saat ini

__ADS_1


"Lo pasti udah sering ngelakuin ini sama Elvan kan? Cih dasar murahan." Vano mencoba membuka baju Aileen namun gadis itu berusaha untuk lari membuat bajunya yang ditarik oleh Vano jadi robek, memperlihatkan dada mulusnya


Aileen menutupi dadanya dengan tangan, ia berlari kearah pintu namun sial, pintunya terkunci.


"Ay lo di dalam ? Buka pintunya Ay ini gue". Terdengar suara Nesta dibalik pintu mengetuk - ngetuk pintu dan meneriaki namanya


"Nes itu lo ? tolong gue Nes, gue mohon keluarin gue dari sini." Teriak Aileen yang juga menggedor - gedor pintu. Ia tidak bisa membuka pintunya karena Vano yang memegang kuncinya


"Gue gak bisa dobrak pintunya Ay, lo gak apa - apa kan ? Lo bertahan yaa Ay, Elvan akan segera datang nolongin lo". Teriak Nesta padahal ia juga tidak tau apakah Radit berhasil menemui suami sahabatnya itu atau tidak


Mendengar nama Elvan membuat Vano semakin marah, ia semakin brutal pada Aileen. Menarik Aileen dan melemparkannya ke ranjang


"Suami lo mau kesini ? Cih. Biar saja biar dia bisa melihat dengan jelas bagaimana istri kesayangannya ini melayaniku. Ayo kita mulai sayang." Vano melepas baju yang ia kenakan kemudian menindih Aileen.


Ia mengunci kedua tangan Aileen diatas kepala gadis itu hanya dengan satu tangannya, lalu tangan satunya lagi bergerak bebas merobek kain yang menutupi tubuh gadis itu


Ingin sekali Aileen menendang milik kekasihnya itu, namun ia tidak bisa karena Vano menindih tubuhnya membuatnya tak bisa bergerak


Mendengar Nesta mengatakan bahwa Elvan akan datang membuatnya jadi berharap, dengan sekuat tenaga ia menahan diri agar Vano tak bisa melecehkannya


Ia terus meronta membuat Vano kewalahan menghadapinya. Walau saat ini tubuhnya hanya tertutupi bra dan celana dalam miliknya, namun Vano tetap kesusahan untuk menyetubuhinya


Vano menampar Aileen agar dia bisa diam dan membiarkan Vano melakukannya


"Gue sudah bilang jadilah gadis penurut Ay, lo sendiri yang bikin gue kasar sama lo. Lo gak perlu melakukan apapun dan membuat lo jadi lelah sendiri, lo cukup diam dan biarkan gue yang bekerja."


Air mata Aileen semakin tumpah, ia merasa pipinya begitu sakit akibat tamparan keras yang diberikan Vano. Bahkan ujung bibirnya terlihat bercak darah. Ia merasa begitu lemas dan sangat lelah melawan Vano, hingga akhirnya ia pasrah dan terdiam tanpa perlawanan lagi


"El kamu dimana ? Aku sudah tidak sanggup el, tolong maafkan aku el hiks aku sudah tidak tahan lagi. Tubuhku terasa sakit semua, Vano benar - benar sudah gila."

__ADS_1


__ADS_2