Jodohku Di Tempat Kkn

Jodohku Di Tempat Kkn
10


__ADS_3

Tasya pov


Selama berada di warung bubur ayam hatiku berdetak tiga kali lebih cepat. Baru kali ini aku benar-benar duduk berhadapan dan sangat dekat dengan lawan jenis. Mungkin karena konsep warungnya yang menggunakan meja ukuran kecil sehingga spice untuk berhadapan dengan lawan lebih pendek, berbeda dengan restoran atau rumah makan di kota yang ukuran mejanya lebih normal sehingga ketika berhadapan tidak terlalu dekat.


Aku tau Iqbal mencari-cari kesempatan supaya bisa jalan berdua denganku. Entah siapa yang membangunkannya tadi, aku tau tadi ketika aku hendak berbelanja dia sedang merajuk mimpi di sofa ruang tamu. Tapi sekian detik dia sudah didepanku dan menawarkan diri untuk mengantar ke penjual sayur.


Kaget? Jelas dong


Awalnya aku menolak tapi dia kekeh ingin mengantarkan aku.


Hmmmm apa boleh buat....


Aku mengiyakan ajakannya. Dia mengendari motor menuju penjual sayur. Sepanjang perjalanan banyak tetangga yang menyapa kita.


Kenapa ini konsepnya seperti suami sedang mengantar istri berbelanja?


Perihal perasaanku pada pria itu, sungguh aku biasa saja. Mungkin di saat-saat tertentu aku terbuai dengan godaan Iqbal, tapi aku tau Iqbal laki-laki yang suka menggoda wanita. Dia hanya ingin aku terpesona kepadanya, terus kalau aku tergoda sama saja kan aku dengan wanita yang lainnya.


Aku sudah berjanji pada diriku untuk menjaga perasaanku pada suamiku kelak, siapa itu?


Aku tak tau, aku hanya berdoa semua dia laki-laki yang bertanggung jawab padaku.


Ahhhh! kenapa jadi membahas tentang suami.


Setalah Iqbal mengajakku untuk sarapan di warung bubur ayam, kita langsung kembali ke posko. Disana teman-teman yang lain sudah menunggu bahan masakan yang aku beli tadi.


"Hmmm malah pacaran" celetuk Rere. Aku menyangkal, aku tidak pacaran dengan pak ketua.


"Tadi dia sakit perut karena laper. Jadinya dia ikut aku belanja sekalian beli bubur ayam"


Ahhh Tasya kenapa jadi bohong sih, batinku.


Semua karena Iqbal, aku jadi merasa tak enak pada yang lainnya.

__ADS_1


Tak ingin berlarut dalam pikiran, aku dan yang lainnya langsung melanjutkan proses masak yang sempat terhambat. Nasi yang dimasak Rere sudah matang, tempe yang digoreng Rebeca juga sudah selesai. Tinggal memasak sayur saja, itu adalah bagianku.


Aku bergulat di dapur, teman-teman yang lain juga masih stay disana membantuku. Kami menyelesaikan masak dalam waktu 20 menit.


"Yukkk makanannya sudah matang!" teriak Ica menginterupsi semua tim cowok yang sedang asyik main hp.


Mereka semua mendekat kearah makanan dan mengambil piring masing-masing, begitu pun dengan Iqbal. cowok itu juga mendekat dan ikut makan.


Aku mendelikkan mata, ia baru saja menghabiskan satu mangkuk penuh bubur ayam spesial dan sekarang ia makan lagi. Aku hanya bisa menggelengkan kepala heran.


"Kamu ga makan tasy?" tanyanya.


"Masih kenyang bal. Kamu mau makan lagi?" tanya ku terheran, dia hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


Kemudian ia ikut mengambil makanan seperti yang lainnya. Aku hanya mengamati keseruan mereka yang sedang menikmati sarapan telat ini.


"Mau?" tawar Iqbal. Aku menoleh kearahnya, ternyata Iqbal duduk di sampingku. Aku tak menyadari karena aku asyik melihat yang lainnya makan.


Aku menggelengkan kepala kemudian menjauhkan kepalaku dari sendok yang ia dekatkan ke mulut.


"Apaan sih bal orang Tasya ga mau" sergap Rere, aku menyetujuinya. Akhirnya dia menjauhkan sendok itu dariku.


Pria itu kembali menikmati makanannya sedangkan aku masih asyik melihat teman-temanku yang juga sedang makan. sepersekian detik aku menoleh, menatap Iqbal yang sedang makan. Apakah dia tersinggung dengan ucapan Rere, aku pun juga menyetujui perkataan Rere yang lumayan pedas.


Ahhhh kenapa aku jadi memikirkan perasaan Iqbal, harusnya aku sebal karena dia selalu memaksaku.


"Mau minum?" aku mencoba menawarinya segelas air, ingin tes mood dia. Dia menolak sambil mendorong air minum itu.


Fix dia marah sih! hmmmmm....


"Siap-siap yuk tasy!" ajak Rebeca, aku yang awalnya memikirkan perlakuan Iqbal barusan, segera berdiri dan kembali ke rumah bu Susi. Kurasa apa yang Iqbal lakukan bukan hal yang harus aku pikirkan terlalu dalam, harusnya Rere yang meminta maaf karena Rere yang membentaknya.


Ahhhh! Pusing jadinya.

__ADS_1


Kami tim cewek kembali ke rumah bu Susi, kami akan bersiap untuk kunjungan ke posyandu bertemu dengan para balita dan ibu hamil. Untuk tim cowok rencananya akan membuat tong sampah dari bahan bekas bersama anak karangtaruna desa N. Jadi hari ini kita akan berpencar dalam bertugas.


"Tasy" ketika aku sedang memoles wajahku dengan beberapa skincare, Rebeca datang dari belakang. Terlihat dia sudah siap untuk berangkat.


Aku menoleh dan menjawab panggilannya.


"Kamu ngerasa gak sih kalau Iqbal suka ke kamu?"


Aku yang awalnya memutar wajah dengan beberapa krim, tiba-tiba terhenti sejenak. Sempat berfikir dan akhirnya aku memijat wajahku lagi.


"Apa itu bisa dikatakan suka?" tanyaku balik.


Rebeca langsung mengambil posisi disampingku. Ia ingin berbicara intensif denganku dan menatap wajahku.


"kamu ga merasakan dia begitu perhatian padamu? Lagi-lagi Rebeca mengucapkan itu seolah-olah aku orang tidak peka. Ia terheran melihatku yang tampak santai.


Hahahah santai? Aku sebenarnya bukan santai, aku hanya tak ingin terlalu terbawa dengan perlakuan baiknya. Dia mahasiswa terkenal, tak mungkin dia tidak punya pacar atau gebetan. Bisa saja di tempat ini, tempat KKN dia bilang sebagai spesies jomblo. Tapi kita tidak tau ketika kita kembali ke kampus ternyata pacarannya satu lusin.


Apa aku akan menjadi korban seperti yang lain? Oh Noooo...


"Dia kan ketua kita, jelas dong dia perhatian kepadaku sebagai anggotanya" aku ngeles. Rebeca hanya menghela napas pasrah dengan jawabanku yang tidak sinkron. Kemudian Rebeca pergi meninggalkanku yang masih sibuk dengan skincare, aku tersenyum melihat kepergiannya. Akhirnya aku terhindar dari pertanyaan yang menurutku tak perlu dijawab.


Segera ku selesaikan urutan skincare ku dan menggunakan sedikit lipcream supaya bibirku tidak pucat.


"Yukkk berangkat!" ajakku pada mereka. Kami pergi kembali ke rumah posko untuk mengambil motor. Disana tim cowok juga sudah siap untuk berkumpul di pos ronda yang ada diujung sana. Rencananya mereka akan membuat tong sampah di dekat pos ronda. Bahan untuk membuat tong sampah juga sudah disiapkan. Jadi mereka segera pergi ke pos ronda dengan berjalan kaki karena jarak antara rumah posko dan pos ronda hanya beberapa rumah. Sedangkan kami tim cewek menggunakan motor untuk pergi ke posyandu yang jaraknya lumayan jauh.


*


*


*


*

__ADS_1


wahhh habis ini konflik yang lumayan rumit akan kita mulai. Jangan lupa dukung author yaaaa


__ADS_2