Jodohku Di Tempat Kkn

Jodohku Di Tempat Kkn
3


__ADS_3

Pov Iqbal


" chat enggak.. Chat enggak" Iqbal menggerutu sebal. Ia ingin sekali menghubungi tasya, gadis yang benar-benar menggangu pikirannya. Tapi ia gengsi, Tasya terlihat ogah-ogahan terhadapnya.


"gue emang gilak. Banyak cewek antri jadi pacar gue, ini malah ngejar cewek yang cuek banget"


" tapi dia cantik, muslimah, sopan dan ga suka tebar pesona. Tipe gue banget tuh!" lanjutnya.


Iqbal menjambak rambutnya frustasi. Ia berguling-guling di kasur sambil menggenggam ponselnya. Iqbal merasa kali ini dipusingkan seorang wanita, bukan pusing yang bagaimana. Hanya untuk chat saja ia tak punya keberanian.


Ahhhhhh.........


"Chat aja lah, daripada gue tidur gak nyenyak"


Diraih ponselnya yang ia letakkan disamping tempat tidurnya. Ia cari nomer yang bernama Tasya di aplikasi ijo. Tampak wajah ayu berhijab disana, ia mengenakan kerudung berwarna biru baby dengan ekspresi wajah sangat imut, Iqbal mengerang gemas.


Ia mengetikkan beberapa huruf untuk membentuk sebuah kata. Sekian detik, kata-kata itu ia hapus. Ia merasa kurang pede dengan chat nya, kesannya ia seperti laki-laki yang tak punya harga diri.


"ahhh bodo amat masalah harga diri yang penting gue chat dulu si Tasya daripada gue penasaran" lagi-lagi Iqbal berperang dengan perasaannya, ia terlihat seperti laki-laki pengecut.


Hai tasya


lagi apa?ganggu ya? (19.34) iqbal


Akhirnya terkirim juga setelah sekian waktu ia menghapus dan menulis kata-kata yang dirasa pas.


Iqbal tak sabar menunggu balasan dari Tasya. Waktu terasa lama saat ia menunggu balasan chat dari Tasya. Iqbal merasa dirinya seperti anak smp labil yang sedang jatuh cinta.

__ADS_1


Cinta memang benar-benar tak kenal usia.


Ia menghapus segala gengsi yang pada dirinya. Ia merasa Tasya gadis yang berbeda dari yang lain, gadis yang lumayan sulit didekati. Baginya ini adalah tantangan baru.


^^^Hai Iqbal.^^^


^^^Enggak kok, aku lagi santai aja. Ada apa ya?^^^


^^^apa ada masalah perihal KKN^^^


(19.45) Tasya


BOM.....


Iqbal bingung, ia bingung harus menjawab apa. Tapi ada juga perasaan senang dihatinya. Sumpah! Ia merasa seperti anak remaja yang sedang jatuh cinta. Harusnya ia bisa bersikap dewasa ketika melihat balasan chat dari cewek tersebut layaknya pada cewek lainnya. Tapi entahlah pada Tasya, Iqbal merasa menjadi cowok paling bego.


^^^Gak ada kok bal. Tapi sorry banget aku mau istirahat ini. Tasya^^^


Oh mau tidur ya? Yaudah, selamat malam tasya. Jangan lupa doa dan mimpi indah. Iqbal


gemes gue sama nih cewek,sombong amat! Gerutu Iqbal.


Fix! Benar-benar Tasya adalah wanita yang harus ia dapatkan. Bukan, Iqbal tak ada niat buruk pada gadis ayu itu. Iqbal hanya penasaran kenapa cewek itu tak tertarik pada Iqbal yang sudah merendahkan harga diri untuk mendekatinya, padahal jelas-jelas ia tau jika Iqbal ada salah satu mahasiswa pria tampan yang lumayan terkenal di kampus, jadi tak mungkin kalau Iqbal berusaha dekat dengannya kalau hanya untuk bermain-main.


Iqbal berfikir ulang, ia memikirkan rencana apa yang bisa membuat mereka berdua berinteraksi lama dan hanya mereka berdua. Tidakp seperti waktu rapat tadi Iqbal merasa tidak nyaman dan masih sedikit malu jika tiba-tiba Tasya menolak tawarnya.


"Ahhhhh gue ada ide" teriak Iqbal.

__ADS_1


Ia menaikkan ujung bibinya membetuk senyuman ketika tiba-tiba otaknya mengeluarkan sebuah ide yang dirasa cukup logis untuk mengajak Tasya keluar. Tanpa perlu ia merendahkan diri, secara otomatis Tasya mau karena mereka dituntun profesional.


Iqbal segera mencari kontak orang yang bisa ia ajak berdiskusi. Teman satu tim KKN nya yang pasti sangat mendukung rencananya itu.


"Putra... Mana nih nomernya si Putra gerutunya sambil men-scroll kontak yang ada di ponselnya. Setelah mendapat nomer yang ia cari , segera Iqbal menghubunginya. Tak perlu waktu lama, Putra menerima panggilan darinya.


"Loh beneran mau bantu gue kan?" ucap Iqbal ditengah pembicaraan mereka. Iqbal sangat senang Karena orang di seberang sama tau isi hatinya.


"Aman! gue pendukung nomer satu Lo" Jawab Putra.


" Bener-bener deh Lo men! Gue suka! Btw thank ya"


Iqbal mengakhiri panggilannya. Ia segera menjalankannya misinya, sebelum benar-benar menjalankan misi utama terlebih dahulu ia mengecek nomer Tasya masih aktif atau sudah benar-benar terlelap.


Ia mencoba menghubungi gadis itu, dari seberang ada suara operator jika nomer yang dituju sedang diluar jangkauan. Itu artinya Tasya sudah mematikan ponselnya.


" Yesss! Kita mulai misi ini" ucapnya semangat.


Dia udah tidur, buruan Lo chat di grup! Iqbal


^^^ Siap,bal putra^^^


"Beres deh" Iqbal tersenyum puas. Ia tinggal menunggu hingga esok pagi dan menjalankan misinya. Tak bisa dibohongi hatinya tengah senang malam ini.


Segera Iqbal meletakkan ponselnya dan pergi ke tempat tidurnya. Ia tak ingin besok pagi bangun terlambat dan misinya gagal.


"Ahhh gue ga sabar besok deh" katanya seperti akan mendapatkan door prize. Iqbal segera menutup matanya meskipun kedua benda itu tak bisa benar-benar terpejam karena pikiran Iqbal masih melayang membayangkan hari esok.

__ADS_1


__ADS_2