Jodohku Di Tempat Kkn

Jodohku Di Tempat Kkn
14


__ADS_3

Mereka menikmati makanan diatas meja makan tanpa ada sepatah katapun, semuanya asyik dengan pikiran masing-masing. Hingga tak terasa makanan di piring mereka telah habis. Tasya dengan sigap langsung menata semua bekas makanan disana. Ia tau diri jika dirinya menumpang makan dirumah orang.


"Biarkan semuanya disitu nak Tasya, nanti ada mbak Lastri dan Dewi yang membersihkannya"


"Gapapa bu, saya sekalian ke dapur cuci tangan" Tasya segera berdiri dan membawa beberapa piring kotor itu.


Setelah dirasa Tasya hilang dibalik dapur, Bu Naimah langsung menatap putranya, ia mendelik kesal pada Rezky.


"Kenapa kamu menatap Tasya terus?" tanya Bu Naimah. Rezky yang sudah terlanjur ketahuan hanya tersenyum sambil mengusap tengkuknya menahan malu.


"Kamu suka ke dia?" tebak Bu Naimah dengan ekspresi wajah yang sama, menginterogasi.


Rezky mendelik, pikirannya masih pada kejadian tadi tapi mengapa ibunya sudah berfikiran jika anaknya menyukai gadis itu.


"Kamu harus benar-benar minta maaf pada Tasya, dia bukan wanita murahan yang kesenangan kamu peluk. Lihat dia tadi sampai menangis" hardik Bu Naimah, ia benar-benar marah pada Rezky, ia juga malu karena sudah membawa Tasya ke rumahnya tapi gadis itu merasa tak nyaman disini.


"i... Iya Bu" jawab Rezky lemas, ia juga masih berfikir bagaimana caranya meminta maaf pada gadis itu. Apa yang terjadi tadi terlihat jika Tasya adalah gadis baik-baik yang tak terbiasa bersentuhan dengan lawan jenis.


Rezky langsung berdiri, ia ingin segera mengobati kakinya agar tak infeksi karena kakinya lumayan terluka dengan darah yang mengembun. Rezky berjalan sedikit pincang ke arah ruang tengah tempat kotak obat berada. Saat ia tengah berjalan, dari arah dapur Tasya berjalan hendak kembali ke meja makan. Ia melihat Rezky duduk di sofa dan sibuk mengotak-atik kotak obat. Karena ia calon seorang dokter, maka ia mendatangi Rezky dan berusaha membantunya. Sejenak ia melupakan kejadian tadi.


"Biar saya bantu" tawar Tasya, Rezky yang duduk di sofa menoleh ke samping. Ia mendongakkan kepala ke arah suara itu. Dilihatnya gadis cantik yang baru saja ia peluk secara tak sengaja.


Tasya merebut dengan lembut kotak obat itu. Rezky yang masih terbengong melepas kotak obat di tangannya dan membiarkan Tasya mengambilnya.


Gadis itu segera duduk di karpet yang ada dibawah sofa Rezky, ia tampak duduk bersila disana didepan tubuh pria itu. Rezky masih tak mengucapakan sepatah kata, ia hanya menatap Tasya yang sibuk membuka kotak obat dan mencari alat-alat untuk mengobatinya. Disana ia mengeluarkan alkohol, obat merah, kain kasa dan plaster.


Gadis itu segera membersihkan luka di kaki Rezky, sedikit ada debu disana karena tak segera diobati. Saat cairan alkohol diusapkan ada rasa perih, kaki Rezky sedikit tegang.


Dengan telaten Tasya membersihkan, gadis itu tak mengucapkan sepatah katapun pada Rezky sehingga membuat keadaan disana sedikit canggung.


"Aku obati sendiri aja" ucap Rezky, ia tak enak melihat Tasya yang duduk dibawahnya.


Tasya menghentikan gerakan tangannya yang mengusap alkohol, ia menatap Rezky sejenak tanpa mengucapkan apapun, Rezky tertawa kikuk melihatnya.

__ADS_1


"Saya yang menginjak kaki kamu, saya harus tanggung jawab. Dan masalah kamu meluk saya tadi lupakan! saya tau kamu tidak sengaja" Rezky terdiam mendengar ucapan Tasya, ia tak lagi menolak semua yang dilakukan gadis itu, sungguh ia merasa bersalah padanya.


Tasya sedang sibuk mengobati luka Rezky dibawah sana, pria itu hanya mengamati Tasya atas. Terlihat gadis itu telaten mengobatinya walaupun kejadian sebelumnya sangat diluar nalar.


Sungguh dia sangat profesional, batin Rezky.


Kembali ke ruang makan, disana masih ada bu Naimah yang dari tadi hanya mengamati apa yang dilakukan mereka berdua. Mulai dari Tasya mendekati Rezky dan menawari untuk mengobati hingga Rezky menurut pada gadis itu, Bu Naimah tak lepas dari itu semua.


Ada perasaan malu dan marah pada Rezky, tapi ia juga merasa gembira melihat kejadian didepannya, sudah layaknya istri mengobati suami. Bu Naimah tak henti-hentinya tersenyum melihat adegan didepannya. Tak lupa ia mengambil ponselnya dan mengabadikan kejadian didepannya, kemudian ia kirim ke suaminya yang sedang dinas di kantor desa.


"aku berharap mereka berjodoh" gumam Bu Naimah, entah mengapa ia sudah jatuh hati sejak awal pada gadis ayu itu.


"auuuwwwhhh" Rezky mengeluh, ia sedikit menarik kakinya keatas, rasanya sedikit ngilu.


"Sabar ya, sebentar lagi selesai" ucap Tasya seperti menenangkan pasiennya. Pria itu malu, dia seorang abdi negara tapi hanya luka kecil saja ia kesakitan.


Tapi sungguh, ini luka lumayan sakit baginya karena tadi Tasya menginjaknya dengan kuat dan diakhirnya dia memutar sepatunya diatas kaki Rezky yang hanya beralaskan sandal jepit, kebayangkan bagaimana kulit itu tergesek dengan begitu kerasnya.


"Sudah selesai" ucap Tasya, ia meletakkan kaki yang sudah ia bungkus perban itu keatas karpet, ia mengemasi kembali obat-obat yang baru saja ia gunakan untuk mengobati Rezky.


"iya sama-sama mas. Lupakan semuanya, saya sudah ikhlas"


BUUUUGGGHHHH......


Rezky merasa bersalah saat Tasya mengatakan jika ia sudah ikhlas, ikhlas dalam artian ia memaafkan aksi lancang Rezky tadi. Terbukti bukan jika gadis ayu itu sangat menjaga hubungannya dengan lawan jenis.


Tasya berdiri dari duduknya, ia meletakkan kotak obat itu diatas meja yang berada didepan Rezky, ia berdiri dan hendak pergi karena ia merasa tugasnya telah selesai.


"Mbak Tasya" panggil Rezky, Tasya yang awalnya sudah berbalik, kembali lagi menghadap Rezky.


"Maaf atas apa yang saya lakukan tadi. Jika mbak Tasya berkenan saya ingin membalas semua kemurahan hati mbak Tasya"


"Tasya, panggil saya Tasya saja. Usia saya masih sangat muda jika dibandingkan dengan mas???"

__ADS_1


"Rezky. Nama saya Rezky Atmaja"


" iya mas Rezky, anggap saja tidak ada yang terjadi"


Ahhhh Rezky sungguh tak enak hati, tapi ia juga tak bisa memaksa Tasya untuk menerima tawarannya. Mungkin next time ketika suasana tak lagi canggung Rezky akan memberinya sebuah hadiah sebagai bentuk permintaan maaf.


"Nanti kalau mau sholat perbannya di ganti yaa. Jangan dibiarkan begitu terus nanti takutnya infeksi" pesan Tasya, Rezky merasa dinasehati Bu dokter hanya mengangguk.


Gadis itu kembali kebelakang, ia ingin menemui Bu Naimah dan berpamitan untuk pulang. Saat ia jalan ke arah meja makan ia melihat Bu Naimah sibuk membungkus makanan bersama pembantunya.


"Bu, saya pamit mau kembali ke rumah posko" Bu Naimah menoleh, ia menyuruh bu Ida meneruskan.


"Tunggu dulu nak! Ini ada makanan untuk teman-teman di rumah posko" Bu Naimah memberikan satu kantong penuh makanan yang telah ia bungkus, Tasya merasa tak enak hati.


"Terima kasih ya Bu" ucapnya, Bu Naimah tersenyum dan mengusap tangannya. Sungguh ibu itu sayang sekali pada Tasya.


Setelah acara berpamitan selesai, Tasya hendak keluar rumah. Ia berjalan ke arah motornya, tapi dia ditahan Rezky.


"Biar aku antar"


Tasya menatapnya aneh, maksudnya dia membawa kendaraan sendiri tapi mengapa dia repot-repot ingin mengantar.


"Sebagai ucapan maaf, saya akan mengantarkan mbak... Eh Tasya. Nanti motor kamu biar diantar pak mad ke posko" jelasnya, Tasya masih diam tak menjawab.


"iya nak Tasya biar diantar Rezky ya"


Tasya pun tak bisa menolak, ia mengiyakan saja karena ada dua orang yang memaksanya. Tasya menyerahkan kunci motor ke Bu Naimah dan ia menunggu Rezky mengeluarkan mobilnya.


*


*


*

__ADS_1


*


dukung author yaa! jangan lupa like, komen dan votee


__ADS_2