Jodohku Di Tempat Kkn

Jodohku Di Tempat Kkn
5


__ADS_3

Setelah berbelanja cukup banyak sesuai list yang ditulis di grup, Tasya dan Iqbal berencana kembali ke kos mereka masing-masing. Tapi di tengah perjalanan sambil mendorong troli Iqbal melihat kearah tempat bermain. Ia tertarik untuk pergi kesana dan mengajak Tasya bermain beberapa games. Mungkin terlihat kekanak-kanakan tapi Iqbal ingin mengulur waktunya lebih lama.


"Kesana yuk tasy!" Ajak Iqbal sambil menunjuk arah tempat bermain menggunakan kepalanya.


"Main?" tanya Tasya heran, ia tak menyangka laki-laki seperti Iqbal mau bermain ke tempat seperti itu. Dia kira Iqbal hanya senang nongkrong di cafe-cafe fansy.


Iqbal menganggukkan kepala serta tersenyum manis.


" Boleh" jawab Tasya bersemangat.


Mereka berdua menyelesaikan perbelanjaan terlebih dahulu setelah itu pergi ke tempat tujuan selanjutnya.


Ada 3 kantong plastik besar yang mereka tenteng. Iqbal membawa semuanya, padahal Tasya sudah menawarkan untuk membawakan satu kantong. Iqbal menolak dan tetap kekeh membawanya sendiri.


"Sebaiknya kita letakkan ini dulu ke mobil. Setelah itu kita ke tempat bermain" saran Tasya, ia kasihan melihat Iqbal membawa semuanya sendiri meskipun ia tau Iqbal tak akan keberatan.


Kaki Iqbal yang panjang membuat langkahnya lebih lebar, Tasya bejalan sedikit lambat dibelakang Iqbal. Ia melihat Iqbal membawa barang belanja seperti suami tengah mengantar istri belanja bulanan apalagi sekarang memasuki tanggal muda.


Banyak mata yang memperhatikan dua orang itu, mereka terlihat serasi. Yang satu tampan dan yang satunya lagi cantik dan santun. Benar-benar layaknya pasangan ideal.


Setelah kembali dari mobil, mereka menuju tempat bermain. Iqbal membeli koin untuk digunakan bermain nantinya.


Mereka mencoba beberapa permainan. Iqbal beberapa kali mengalahkan Tasya, ia begitu lihai memainkan beberapa games itu. Setalah menyelesaikan satu games mereka mendapat rentengan kupon yang nantinya bisa ditukarkan hadiah.


Iqbal senang melihat Tasya tersenyum lebar. Gadis itu terlihat lebih relax berdekatan dengannya sekarang daripada beberapa hari kemarin yang terlihat tidak nyaman.


" Iqbal, kupon kita udah banyak nih" seru Tasya yang tengah mengumpulkan rentengan kupon.


" Udah selesai mainnya?" Tanyanya, ia masing betah bermain disini apalagi ia bisa melihat wajah bahagia gadis cantik itu.


Tasya mengangguk, ia juga merasa lumayan lelah setelah mencoba banyak permainan. Setelah tumpukkan kupon ia susun, mereka pergi menuju tempat penukaran. Disana banyak sekali hadiah yang bisa mereka pilih sesuai dengan jumlah kupon yang mereka miliki.


" Kamu mau yang mana Tasy?" Tanya Iqbal setelah kupon itu dihitung oleh pegawainya.


" Aku?"


"Iyalah. Hadiahnya buat kamu aja"


Tasya tersenyum senang, ia memilih sebuah boneka beruang berwarna coklat yang lucu. Setelah mendapatkannya Tasya tak henti-hentinya memeluk boneka itu, ia senang mendapat hadiah.

__ADS_1


"Kamu senang?" Tanya Iqbal.


Tasya baru sadar, walaupun itu hadiah berasal dari tempat bermain, tapi yang membelikan koinnya adalah Iqbal secara otomatis hadiah itu dari Iqbal.


Tasya tersenyum malu, ia seperti mendapat hadiah dari pacarnya hingga mbak-mbak yang melayaninya tersenyum melihat tingkat Tasya.


Tasya tersenyum malu, benar-benar Tasya malu pada Iqbal juga pelayan itu. Segera Tasya melepas rangkulannya pada boneka itu dan membawanya seperti membawa barang biasa.


Tasya berjalan mendahului Iqbal, ia masih malu. Dibelakang Iqbal tersenyum melihat tingkat konyol Tasya, benar-benar Tasya gadis yang menggemaskan.


"Kenapa jalannya cepet-cepet sih Tasya?" tanya Iqbal ketika persis disamping Tasya.


Gadis itu hanya tersenyum, ia masih malu berada di samping Iqbal, pria yang memberinya boneka beruang.


" Kita makan yuk. Laper ga?"


"Enggak. Aku masih belum lapar bal."


" Beli es krim?" tawarnya lagi. Ia tak ingin Tasya menjadi diam sebab malu. Ia senang melihat Tasya riang seperti tadi saat di tempat bermain.


" Ayolah!" Iqbal menarik tangan Tasya tanpa menunggu persetujuannya, gadis itu hanya menurut mengikuti langkah Iqbal.


" Sama-sama, next kita main lagi yuk"


"Boleh"


"Emm Iqbal" panggilnya. Gadis itu ingin mengatakan isi hatinya selama ini, tapi ia sungguh malu.


Iya! Tasya malu karena sudah mengira Iqbal adalah laki-laki yang sombong dan suka bermain wanita. Nyatanya dia pria baik, dia mau makan di kedai pinggir jalan. Tasya kira Iqbal akan mengajaknya ke restoran fancy supaya Tasya menganggapnya laki-laki kaya raya seperti di film.


Ahhh terlalu banyak nonton drakor nih, batin Tasya.


"kenapa Tasy?" tanyanya setelah beberapa saat Tasya tak kunjung berucap.


"maaf ya, aku kira kamu kayak laki-laki fuckboy diluar sana" saat mengucapkan kata fuckboy, Tasya merendahkan suaranya. Ia merasa sanggup tak pantas mengucapakan itu, tapi Tasya tak ingin dihantui rasa bersalah dengan opini di kepalanya.


"fuckboy?" ulang Iqbal, kemudian ia tertawa lepas. Sangat lepas hingga tak mampu menghentikannya.


Iqbal sudah mengira jika Tasya berpikiran buruk tentangnya. Tidak heran, seorang pria yang tiba-tiba datang tak dikenal dan langsung mengakrabkan diri. Siapa yang tak mengira jika dia hanya laki-laki hidup belang?

__ADS_1


"Sorry... Sorry, bukan maksudnya menertawakan"


"Aku bisa tau perasaanmu, Tasya" Iqbal menyelesaikan tawanya, kemudiaan ia menjelaskan kenapa tiba-tiba ia mendekati Tasya.


" Kamu cantik Tasya, kamu juga baik. Terlihat sangat santun dan banyak yang melirik mu. Tidak ada salahnya kan jika aku salah satu dari mereka?"


Apakah ini ungkapan cinta


Apakah benar-benar Iqbal menembaknya?.


" bukanya aku memintamu menjadi pacarku tapi aku suka berteman dengan mu. Kamu seperti membawa dampak baik pada mood ku. Boleh kan kita berteman lebih dekat?"


Tasya termenung, ia masih sibuk mencerna semua ucapan Iqbal yang ia rasa itu termasuk ungkapan cinta.


" Berteman layaknya yang lain bukan?" Tanya Tasya meyakinkan Iqbal.


"Iya kita berteman seperti yang lainnya, hanya berteman" Iqbal mengalah, ia tak ingin Tasya berfikir yang aneh-aneh tentangnya. Ia juga merasa ini terlalu cepat untuk sebuah ungkapan cinta.


"Kita pulang yuk!" ajak Tasya ketika es krim yang mereka nikmati telah habis.


Didalam mobil mereka hening, Iqbal fokus pada kemudinya sedangkan Tasya masih terngiang ucapan Iqbal tadi. Entah itu disebut semua pujian atau sekedar gombalan, Tasya masih merasa samar.


Sesekali Iqbal bertanya padanya supaya suasana mobil tidak benar-benar senyap. Iqbal menanyakan asal kota Tasya, kegiatan Tasya sehari-hari. Ia bisa mendengar dari cara bicara Tasya jika gadis itu masih canggung.


"Jangan dipikir terlalu dalam ucapan aku tadi ya!"


"Aku cuma becanda aja " pesan Iqbal. Ia merasa tak enak sendiri pada Tasya.


Tasya mengangguk dan mengucap salam pada Iqbal kemudian masuk kedalam kosnya ketika mereka sudah sampai didepan pos satpam tempat kos Tasya.


Tasya melambaikan tangan sebelum ia benar-benar masuk ke dalam kos. Iqbal membalas lambaian tangan itu dan melajukan mobilnya menuju arah pulang.


"Cie... Cie... Dianter pacarnya ya mbak Tasya" goda mas Budi, satpam kos.


Tasya tersenyum tidak menjawab, dijawab pun tetap saja ia akan digoda oleh satpam tengil itu.


Gadis itu masuk kedalam kos dengan hati senang. Entah kenapa hatinya bisa cepat berubah. Sepertinya baru tadi pagi ia ilfeel pada Iqbal karena tiba-tiba datang ke kosnya. Sore ini setelah pulang belanja, hatinya sudah berubah.


Ahh benar-benar gila memang

__ADS_1


Tinggalkan jejak baik yaa! supaya author semangat 😍😍 luv semua


__ADS_2