Jodohku Di Tempat Kkn

Jodohku Di Tempat Kkn
6


__ADS_3

Hari yang ditunggu sudah tiba. Setelah persiapan beberapa hari kemarin. Kini saatnya mahasiswa semester 4 melaksanakan KKN di desa yang telah ditentukan.


Tasya berangkat ke kampus bersama Iqbal. Entah bagaimana awalnya, kedua anak muda itu terlihat sudah akrab, Iqbal lebih intens untuk menanyakan kabar pada Tasya sehingga mereka pun sering berbagi informasi.


Seperti lagi ini, Iqbal sudah menunggu Tasya di depan pintu pagar kosnya. Pria itu tengah berbincang dengan mas Budi, satpam kos. Usia mas Budi yang masih bisa dibilang muda jadi pembicaraan mereka cukup nyambung.


Dari pintu kamar kosnya, Tasya keluar sambil menyeret koper dan satu tas punggung. Tak lupa ia juga membawa sling bag untuk barang kecilnya. Saat melihat Tasya kesusahan membawa barang-barang tersebut, dengan sigap Iqbal mengambil alih koper beserta tasnya.


Ada perasaan senang ketika melihat Iqbal begitu tanggap saat dirinya tampak kesusahan. Iqbal berjalan didepan Tasya dengan menyeret koper dan diikuti Tasya dibelakangnya.


"Sudah siap berangkat mbak Tasya?" Tanya mas Budi. Pria itu menaik turunkan alisnya seperti menggoda. Tasya tertunduk malu, kemudian Iqbal yang menjawab pertanyaannya.


"Iya mas Budi, kita berangkat dulu. Mari mas"


Sebelum memasuki mobil, Iqbal meletakkan koper Tasya di bagasi belakang bersama barangnya, tak ketinggalan beberapa barang yang mereka beli beberapa hari lalu.


Iqbal berjalan kearah pintu penumpang sebelah driver, ia membukakan pintu untuk Tasya.


" Terima kasih bal" ucapnya sambil tersipu malu. Pria itu menganggukkan kepala sambil tersenyum.


Setelah dirasa siap, Iqbal membawa mobil ke arah kampus untuk melakukan pelepasan mahasiswa KKN.


Hanya membutuhkan waktu sekitar 30 menit mobil itu telah sampai tempat parkir mahasiswa. Iqbal meletakkan mobilnya tak jauh dari lapangan tempat apel. Ia tak ingin tanya terlalu jauh berjalan.


" Makasih tumpangannya bal." Kata Tasya sebelum benar-benar keluar. Pria itu lagi-lagi hanya menganggukkan kepala serta tersenyum manis.


" Biarkan barangmu tetap disini Tasya. jangan terlalu capek" Pesan Iqbal sebelum mereka keluar mobil, Tasya hanya menurut.


Setelah berinteraksi beberapa saat, kedua orang itu pergi ke tempat masing-masing. Iqbal menuju teman-temannya dan Tasya pun begitu.


" Sama siapa ke kampus tasy?" Tanya Arin kepo. Tasya hanya tersenyum, ia tak mau dikatakan cinlok karena KKN. Ehhh! Tapi ini akan belum KKN?.


" Iqbal" jawabnya dengan ekspresi biasa saja. Sungguh Tasya menahan senyumnya.


" Hah? Gak salah denger? Iqbal?" timpal Nina


Seakan Tasya lupa ingatan jika kemarin dia bilang tidak akan cinta lokasi dengan teman KKN, baru beberapa hari kemarin. Kenapa sekarang sudah dekat? Aneh kan?


" Kos kita deket dan nanti kita pergi ke desa N pakai mobilnya dia. Jadi bareng deh ke kampus" sangkalnya. Tasya benar-benar malu.


"Pulang KKN jadi nih kita liburan ke Bali" sahut Febi.

__ADS_1


Ingat dengan janji Tasya yang akan memberi tiket liburan ke Bali secara gratis pada teman-teman nya jika dia cinta lokasi di tempat KKN?


"Aku ga ada apa-apa sama Iqbal gais. Sumpah!" Tasya meyakinkan sahabatnya. Sungguh ia merasa tak ada apa-apa dengan Iqbal, meskipun mereka banyak interaksi tapi semua itu hanya perihal keperluan KKN.


"Oke, gue percaya deh" Jawab Febi sambil tersenyum menggoda. Tasya hanya menundukkan kepalanya, berusaha menyembunyikan rasa malunya.


Setelah acara pelepasan mahasiswa KKN. Tasya berpisah dengan ketiga sahabatnya. Sebelum benar-benar persegi, Tasya memeluk ketiga sahabatnya. Ia merasa sedih karena akan berpisah untuk beberapa Minggu kedepan dengan gadis-gadis yang selalu ada untuknya mulai awal menjadi mahasiswa baru hingga saat ini.


"See you guys" pamit Nina. Mereka berpencar menuju kelompok KKN masing-masing.


Tasya sudah lebih dulu pergi ke mobil Iqbal yang terparkir tak jauh dari lapangan. Disana sudah ada Iqbal dan rekan lainnya, Tasya datang paling akhir karena ketiga temannya tadi menahannya cukup lama.


"Sorry aku telat" kata Tasya.


" Oke! Semua udah kumpul. Sekarang kita masuk yuk!"


" Putra dan Adam bawa motor masing-masing. Rebeca akan ikut Putra, sedangkan Adam nanti sama Reza" jelas Iqbal.


Karena satu tim mereka ada 8 orang, empat laki-laki dan empat perempuan. Jadi secara otomatis, didalam mobil Iqbal akan ada empat orang juga.


"Tasya, Lo duduk depan aja sama Iqbal. Aku sama Ica dibelakang" Ucap Rere.


"Aku?" tanyanya ragu


Setelah semua barang milik mereka masuk kedalam mobil, Iqbal menginterupsi supaya semua yang ikut bersamanya naik kedalam mobil.


Kuda besi itu mulai bergerak membelah jalanan. Iqbal fokus dengan kemudinya, sedangkan penumpang yang dibelakang asyik berceritakan sesekali Tasya menimpali.


" Kalian nanti tinggal disalah satu rumah warga dan kita para cowok tinggal di posko" ucap Iqbal ditengah-tengah perjalanan, mereka mengangguk paham.


Butuh sekitar dua setengah jam untuk mereka sampai desa tujuan. Di kursi penumpang, dua anak itu telah tidur pulang. Padahal tadinya mereka bercerita sambil tertawa hingga akhirnya mereka lelah dan tidur.


Sedangkan Tasya yang duduk disamping Iqbal masih setia menjaga kesadarannya. Ia tak tega meninggalkan Iqbal seorang diri dalam keadaan menyetir dan ikut teman-temannya pergi ke alam mimpi.


" Mau aku gantiin ga nyetirnya?" tawar Tasya. Ia tak tega melihat Iqbal menyetir sendiri.


" Laki-laki macam apa aku kalo ada cewek gantiin nyetir"


" Bisa-bisa aku dibilang cemen sama dua anak dibelakang itu" katanya sambil menunjuk dua gadis dibelakang menggunakan dagu. Tasya hanya tersenyum menanggapi ucapan Iqbal, Ia tau Iqbal dia hanya gengsi.


" Okelah "

__ADS_1


Tampak gapura bertuliskan selamat datang di desa N, pertanda hampir sampai posko tempat tinggal mereka.


Di sebuah rumah yang tak jauh dari mobil mereka, sudah ada dua motor milik Adam dan Putra. Mereka tiba lebih cepat dari mobil yang dibawa Iqbal.


"Alhamdulillah" ucap Tasya ketika melepas seatbeltnya.


Sebelum turun, tak lupa Tasya membangunkan kedua temannya yang asyik di dunia mimpi, benar-benar tak bergerak layaknya orang mati.


"Hey ayo kita sudah sampai" ucap Tasya yang kesekian kalinya, tak lupa tangannya juga menggoyangkan badan keduanya.


Iqbal turun lebih dulu, ia berjalan mengitari mobil dan membukakan pintu untuk Tasya.


Gadis itu tercenung, sedikit senang mendapat perhatian dari pria yang beberapa hari ini perhatian padanya.


"Thank Iqbal" kata Tasya sambil tersenyum, tak ada yang menyadari bagaimana perhatiannya Iqbal pada Tasya. Semua tampaknya sibuk dengan pekerjaan masing-masing.


Di pintu masuk rumah itu ada seorang bapak, namanya pak Kasmuri. Beliau adalah pengelolah rumah posko itu, terkadang rumah itu juga digunakan sebagai villa untuk orang-orang yang sedang berlibur ke desa tersebut. Bisa disebut rumah itu adalah aset desa.


"Assalamualaikum pak" Sapa mereka serempak.


Pak Kasmuri membalas dan tersenyum rumah. Tampak usianya yang tak lagi muda dengan kerutan diwajah, tetapi senyum beliau begitu menyejukkan.


Pak Kasmuri mempersilahkan mereka berdelapan untuk masuk ke rumah. Semua perlengkapan dan furnitur rumah itu sudah lengkap, mereka hanya tinggal menempati saja.


Meskipun rumah itu tampak sederhana, tapi suasananya tidak bisa mereka dapatkan dari rumah-rumah di kota. Pemandangan gunung dibalik rumah yang asri, pagar kayu yang sangat estetik dan masih banyak lagi keunikan-keunikan rumah di pedesaan.


Sekitar 20 menit mereka berbincang, pak Kasmuri pamit untuk pulang. Tim cewek mengikuti pak Kasmuri keluar dari rumah posko, karena mereka akan tinggal di rumah yang berbeda, yakni rumah bu Susi adek dari pak Kasmuri.


"Susi, ini mahasiswa yang akan tinggal disini" Ucap pak Kasmuri. Bu Susi sudah menunggu kedatang mereka di depan rumahnya.


Jarak rumah posko dan rumah bu Susi hanya berbeda 5 rumah, jadi tidak terlalu jauh.


"Assalamualaikum ibu" sapa mereka bergantian. Bu Susi tersenyum sambil menyalami mereka.


Mereka masuk ke rumah sederhana itu kemudian menuju kamar yang akan ditempati untuk beberapa minggu kedepan.


Kamarnya sangat sederhana, hanya ada dua kasur, satu lemari besar dan satu meja. Jauh bila dibandingkan kamar kos milik Tasya, tapi karena mereka hanya menumpang itu sudah lebih dari cukup.


"Ahhhh akhirnya biss istirahat juga" ucap Rere ketika mereka telah menata semua barang bawaan mereka.


Rebeca sedang ke kamar mandi dan disusul Ica. Kamar mandi di rumah itu hanya ada 2. Jadi mereka harus bergantian dengan sang pemilik rumah. Sedangkan Tasya masih merapikan barangnya.

__ADS_1


"Kita istirahat, nanti sore kita lanjut ke posko" interupsi dari Rere setelah membaca pesan grup di aplikasi ijo


Haiii teman-teman dukung author yaaa!!


__ADS_2