
Dilihat anak pertamanya berjongkok serta merangkul perutnya, sedangkan Tasya berdiri diujung dapur tepat didepan kulkas. Tampak Tasya ketakutan dan memeluk dirinya sendiri. Bu Naimah kebingungan, ia hanya meninggal Tasya tak sampai 5 menit untuk menerima panggilan suara dari sahabatnya di kota S. Tapi mengapa ketika kembali semuanya sudah terlihat aneh.
"Tasya kamu kenapa nak?" tanya Bu Naimah mendekati Tasya, gadis itu menjauh tanpa mengatakan sepatah kata pun, Bu Naimah semakin bingung. Ia menoleh ke arah Rezky yang masih di posisinya.
"Ada apa ini Rezky?" tanya nya, sungguh ia bingung melihat kejadian ini.
"bu siapa dia?" Rezky mulai membuka suara, rasa sakit yang ia rasakan lumayan mereda tapi tidak benar-benar hilang. Di kakinya tampak ada luka yang lumayan parah karena Tasya menginjaknya menggunakan tenaga ekstra.
"Dia Tasya, mahasiswa KKN di rumah posko" terang Bu Naimah, Rezky mendelik kaget. Sungguh ia tak bermaksud lancang pada seorang wanita, apalagi dia seorang polisi yang harusnya memberi kenyamanan dan ketenangan untuk masyarakat. Tapi hari ini sungguh ia sedang sial, bisa-bisanya ia memeluk wanita yang ia sangka Rizka, adiknya.
Di ujung sana Tasya masih diam, air matanya masih saja mengalir karena takut serta sedih. Baru kali ini ia merasa ditipu oleh orang yang beberapa jam tadi menangis di pelukannya. Apa ini termasuk cari Bu Naimah menjeratnya, menjadikannya bahan untuk dilecehkan. Otak Tasya tak berhenti dari pikiran buruk, ia tak mempedulikan panggilan bu Naimah, ia hanya berharap segera pergi dari rumah impiannya itu dan kembali ke rumah posko.
Rezky segera berdiri dan mendekati Tasya, ia tau jika gadis yang baru saja ia peluk masih syok. Ia akan menjelaskan kronologi itu pada Tasya, sungguh ia merasa sangat bersalah.
"Mbak, maaf saya gak sengaja" Jelasnya, Tasya masih diam dengan air mata yang masih menetes sesekali. Bu Naimah yang melihat itu bingung, ia tak tau mengapa Tasya menangis dan seperti ketakutan.
"Ada apa ini Rezky?" tanyanya lagi dengan ekspresi yang masih sama yaitu bingung. Rezky tetap saja tak menjawab, pria itu terlihat kebingungan.
"mbak" Rezky mendekat hendak menyentuh tangan Tasya yang memeluk tubuhnya sendiri, dengan segera Tasya mengibaskan tangannya dan menjauh dari Rezky.
Sungguh Rezky merasa bersalah, ia tak enak hati pada gadis itu. Apalagi ia terlihat masih syok.
" REZKY ATMAJA! ADA APA INI?" teriak Bu Naimah karena kesal melihat Tasya yang ketakutan dan Rezky tak kunjung menjelaskan penyebabnya.
__ADS_1
Rezky menoleh ke ibunya, ia bingung bagaimana menjelaskannya. Ia malu sekaligus takut jika ibunya marah.
"Bu, aku tadi tak sengaja memeluknya. Ku kira tadi dia Rizka karena dari belakang sangat mirip" ucap Rezky beberapa saat setelah diam.
Bu Naimah mendelikkan mata kaget, ia kaget karena Rezky memeluk wanita asing yang jelas-jelas itu bukan Rizka, adiknya yang sekarang sedang pendidikan di pesantren.
Bu Naimah menoleh kearah Tasya, ia mendekati gadis itu. Tapi Tasya menjauh lagi, ia tampaknya takut.
"Nak Tasya maafkan Rezky, dia mengira kamu adalah adiknya yang di pesantren" jelas Bu Naimah, Tasya menoleh ia melihat wajah Bu Naimah. Hatinya masih sedikit takut dan ragu, tapi setelah hatinya lumayan tenang, ia bisa berfikir jika memang itu semuanya mungkin hanya ketidaksengajaan.
"Di... dia anak ibu?" tanyanya ragu, dibalas anggukan oleh Bu Naimah. Wajahnya memang sama seperti di foto yang dipajang diruang tamu.
Tasya melirik Rezky yang sedang menatapnya, pria itu tampak merasa bersalah pada Tasya. Tapi Tasya juga merasa bersalah karena sudah menginjak juga menyikut perutnya, sepertinya tindakannya tadi cukup berimbas pada Rezky sehingga membuat pria tinggi tegap ini mengeluh.
"Maafkan saya mbak, saya kira kamu adik saya" ucapnya, Rezky merasa tak punya muka lagi didepan Tasya, ia menunduk malu.
Tasya tak segera menjawab perkataan Rezky, ia hanya mengangguk sangat pelan hingga Bu Naimah dan Rezky tak dapat melihat anggukannya.
"Maafkan tindakannya saya tadi, itu hanya sebagai bentuk perlindungan pada diri saya" ujarnya juga meminta maaf, ia marah tapi juga kasihan.
Bu Naimah menatap mereka bergantian, ia masih bingung kejadian apa yang terjadi setelah Rezky memeluk Tasya. Kenapa tasya juga meminta maaf, apakah Tasya memukul putranya. Ahhhhh!
Bu Naimah mendekat ke arah Tasya, dari raut wajahnya tampak tasya sudah mulai membaik. Ia mendekatinya perlahan dan mulai memeluk Tasya, ia tak ingin membuat gadis ayu itu merasa terancam.
__ADS_1
"Maafkan putra saya ya nak Tasya, dia sungguh pria baik dan tak mungkin punya pikiran jahat pada nak Tasya" terangnya, Tasya hanya menganggukkan kepala, ia masih saja diam tak memiliki tenaga untuk menjawab.
Bu Naimah menggiring Tasya untuk pergi ke ruang makan, rencananya tadi setelah ia mengangkat telepon dari rekannya, Bu Naimah akan langsung mengajak makan. Tapi karena kejadian ini jam makan siang hampir saja terlewat.
Tasya didudukan disampingnya, sedangkan Rezky duduk didepan sang ibu. Mereka masih sama-masa diam, tak ada perbincangan dimeja makan itu. Bu Naimah hanya memperhatikan kelakuan keduanya, ia sudah menduga jika dua anak muda ini sedang canggung. Ia pun tak ingin menambah suasana menjadi tegang, maka ia selalu menawari Tasya dengan berbagai lauk yang baru saja mereka masak.
"Nak Tasya mau ayam? Atau ini?", Tawarnya sambil sibuk mengambil makanan yang ia tunjuk. Tasya menolak ia sungguh sungkan pada Bu Naimah karena memiliki pikiran buruk tadinya.
"Biar saya ambil sendiri Bu" katanya, Bu Naimah pun tak ingin memaksa Tasya karena takut gadis itu tak nyaman.
Mereka makan siang dengan hikmat, Tasya juga terlihat sudah lebih santai dan menikmati makanan didepannya. Sedangkan Rezky, pria itu sesekali masih mencuri padang pada Tasya. Ia sungguh malu pada gadis ayu itu, kenapa sampai bisa ia memeluk orang yang tak dikenal.
Ketika ditengah makan, Rezky menatap Tasya yang asyik menikmati makanannya. Bu Naimah menangkap pandangan putranya, ia mendelik kepada Rezky, seketika Rezky menunduk malu tertangkap basah ibunya. Sebenarnya Bu Naimah pun sebal pada putra satu-satunya itu, ia juga ikut malu sebagai orang tua atas tindakan putranya, apalagi Rezky salah satu abdi negara. Hilang sudah wibawa Rezky di depan Tasya.
Memang hubungan anak pertama dan ketiganya begitu dekat. Rezky dan Rizka adalah dua anak pak Qodir dan Bu Naimah yang paling akrab. Ketika mereka bercanda pasti Rezky akan menggelitik atau memeluk sang adik. Apalagi beberapa bulan ini mereka tak berjumpa, itulah yang menambah rasa rindu Rezky pada sang adik. Sehingga ketika melihat punggung seorang cewek yang sama persis seperti punggung adiknya yang di pesantren, Rezky langsung saja memeluk karena hendak mengagetinya, tapi ternyata semuanya zonk.
Sedangkan anak kedua mereka yang meninggal sekitar 6 tahun lalu, terkenal diam dan kurang terbuka. Dia tipe cewek pemalu, berbeda dengan adiknya yang periang dan ramai. Oleh sebab itu, hubungan anak kedua Bu Naimah dengan yang lainnya sedikit renggang.
*
*
*
__ADS_1
*
jangan lupa dukung author dengan like, komen dan vote yaaaa