Jodohku Di Tempat Kkn

Jodohku Di Tempat Kkn
7


__ADS_3

Tampaknya matahari sudah mulai naik dibalik awan. Burung-burung sibuk berkicau diatas pohon dan saling bersahutan.


Diujung desa terdapat sekelompok mahasiswa yang sudah seminggu ini meramaikan kegiatan warga. Mereka sudah menyiapkan beberapa program kerja untuk meningkatkan kinerja warga desa N.


Pagi ini mereka akan berkunjung ke kebun mangga milik pak kades. Hari ini tepat hari pertama musim panen mangga. Jadi mereka akan ikut proses pemanenan buah lezat itu.


Sebelum benar-benar berangkat, mereka terlebih dahulu mengerjakan tugas harian. Tim cowok membersihkan posko dan sekitarnya, sedangkan tim cewek memasak untuk makan sehari-hari.


Tasya terpilih sebagai chef di tempat mereka. Karena setiap Tasya memasak selalu mendapat pujian dari semua temannya. Seperti pagi ini Tasya menginterupsi tim ceweknya untuk memotong beberapa sayuran. Rencananya hari ini menu makan mereka adalah sayur sop, tempe goreng, serta sambal.


Lauk itu memang tampak sederhana, akan tetapi terasa nikmat karena mereka menikmati bersama-sama.


"Akhirnya masakan kita sudah matang" Ucap Rere senang. Dia sangat bangga pada dirinya sendiri karena sudah bisa memasak, meskipun hanya bisa menggoreng tempe.


"Makan yuk gais!" Ajak Rebeca. Tim cowok sudah lebih dahulu selesai dengan tugasnya. Jadi ketika masakan Tasya matang mereka langsung saja menyantapnya.


"Enak banget masakan kamu Tasya" Puji Iqbal. Setiap kali ia makan tak pernah ketinggalan pujian itu untuk Tasya.


Gadis itu hanya tersenyum senang.


"Tempenya aku yang buat loh Iqbal" sahut Rere, ia juga mau dipuji ketua timnya.


"Tempenya juga enak banget re. Kamu jago juga masaknya" Puji Iqbal berlebihan, ia tau kalau itu hanya dilebih-lebihkan oleh Iqbal. Rere cemberut dan semua temannya tertawa terbahak-bahak.


Setelah semua menyelesaikan sarapannya. Mereka bersiap untuk ke kebun. Tim cewek kembali ke rumah bu Susi untuk bersiap, sedangkan tim cowok tetap di posko dan bersiap disana.


Hanya membutuhkan waktu sekitar 30 menit mereka telah siap didepan rumah posko. Disana sudah terparkir 4 motor yang akan mereka gunakan untuk pergi ke kebun mangga.


Selama berada di desa N, delapan mahasiswa itu mendapat sarana transportasi berupa motor, tapi karena Adam dan Putra sudah membawa motor masing-masing, maka mereka mendapat pinjaman 2 motor lagi untuk mempermudah kegiatan mereka.


Semua telah siap, ketua tim yakni Iqbal memimpin doa supaya kegiatan mereka hari ini dilancarkan. Setelah siap, Tasya selalu sekretaris membacakan tugas setiap anggota.


Lagi-lagi Tasya bergandengan dengan Iqbal. Pria itu sungguh memanfaat jabatan supaya bisa berdua dengan Tasya. Pagi ini Tasya akan berboncengan dengan Iqbal.


Betul apa kata teman-temannya, jika KKN adalah praktik berumah tangga. Terdiri dari empat perempuan dan empat laki-laki sudah membuktikan jika mereka dipaksa menjadi pasangan.

__ADS_1


Hufttt....


"yuk naik!" perintah Iqbal, Tasya mendongakkan kepala menatap pria yang jauh lebih tinggi darinya itu. Kemudian Tasya menaiki motor yang dibawa Iqbal.


"Siap berangkat Tasya?" Tanya Iqbal. Pria itu sudah siap di kemudinya dan Tasya duduk dibelakang dirinya.


"Siap" Jawabnya sambil tersenyum, pria itu bisa melihat wajah Tasya dari pantulan spion, cantik sekali.


" Kamu disini betah kan Tasya?" tanya Iqbal di tengah perjalanan. Gadis itu menganggukkan kepala mengiyakan ucapan Iqbal.


Sungguh! Ia benar-benar betah di desa orang. meskipun banyak hal yang sulit ia dapatkan, seperti ketika ia butuh uang cash ia harus pergi jauh mencari ATM, ingin membeli makanan ia juga harus pergi sendiri tanpa bisa memesannya lewat driver online. Tapi suasana desa dan respon warganya yang ramah membuat hari-hari anak kota yang serba sendiri merasa mendapat perhatiaan.


" Aku juga nyaman di desa ini. Apalagi ada kamu" seloroh Iqbal. Tasya mendengarnya dengan jelas, tapi apa benar Iqbal mengatakan itu?


"Hah! Apa bal?" Ulangnya lagi.


"Enggak. Aku juga senang tinggal disini"


Apaan sih Iqbal ngomong nya beda-beda, batin Tasya.


Setelah menempuh beberapa meter, mereka telah sampai di kebun mangga milik pak kades. Mereka mendapat undangan untuk ikut serta memanen buah-buah yang sangat lezat itu, apalagi Adam adalah mahasiswa pertanian. Sudah pasti itu menjadi salah satu program kerjanya.


Tim cewek bergabung dengan Bu Susi menyiapkan beberapa cemilan untuk para pekerja. Ada minuman juga makanan berat.


Kebun yang luasnya hampir satu hektar itu terlihat begitu asri, disana juga ada beberapa gubuk untuk tempat beristirahat pekerjanya.


Tasya menumpukan beratnya pada salah satu gubuk, ia menikmati sejuknya udara disana sambil memejamkan mata, sungguh ini tempat yang nyaman untuk tidur siang.


"Hayooo!" Iqbal berjalan mengendap-endap mendekati Tasya kemudian mengagetkannya. Seketika Tasya membuka lebar matanya, detak jantungnya berdegup lima kali lebih cepat dari biasanya, sungguh ia begitu kaget.


"Iqbal! Aku kaget" ujarnya sambil cemberut, Iqbal langsung minta maaf dan duduk disampingnya.


"Sebagai bentuk permintaan maaf ku, ayo aku traktir jajan!" bujuk Iqbal. Dia tau kalau Tasya tak benar-benar marah padanya, tapi lumayan bukan ini kesempatan untuk menghabiskan waktu berdua.


"Enggak ah!" tolaknya pura-pura. Iqbal panik, ia menduga Tasya benar marah padanya.

__ADS_1


"Sungguh?" tanyanya lagi.


"Aku maunya kamu traktir kita semuaaa" saran Tasya menunjuk semua rekannya. Iqbal hanya menggaruk rambutnya yang tak gatal.


Bukan tak mau, ia sebenarnya ingin menghabiskan waktu berdua bukan berjamaah bersama yang lainnya.


"gimana?"


"Boleh deh tapi kamu harus foto berdua sama aku disana"


Ada saja persyaratan yang diajukan Iqbal, ia meminta foto berdua dengan Tasya, hanya berdua.


"Ahhh ga mau, entar penggemar kamu marah"


"Siapa? aku ga peduli dengan mereka"


"Adam tolong dong. Tasya minta foto sama aku"


Whatttt! Iqbal mengapa menyebalkan. Kenapa ia bisa bilang seperti itu pada Adam. Jelas-jelas tadi yang meminta foto bersama adalah dia, bukan gadis berhijab itu


Iqbal mengerlingkan satu matanya pada Tasya ketika Adam mengambil handphone dari tangannya, ia merasa puas menggoda Tasya.


"Yok mulai! satu... Dua... Tiga.... "


Cekrekkk......


Beberapa kali jepretan gambar diambil oleh Adam. Ada beberapa ekspresi yang kurang tepat, tapi terlihat begitu lucu. apalagi diawal foto saat Tasya masih jengkel kepada Iqbal, terlihat wajah Tasya yang cemberut.


"Cantik!" ucap Iqbal sambil mengamati foto di hp nya.


Tasya memilih pergi dari hadapan Iqbal karena ia masih sebal dengan kejahilan pria itu.


*


*

__ADS_1


*


dukung author. Semoga bisa membuat karya yang lebih baik lagi


__ADS_2