
Sore ini tim KKN desa N sedang free, mereka menghabiskan waktunya untuk berjalan-jalan mengitari desa.
Disepanjang jalan Sudirman ada beberapa gerobak yang menjual jajanan, Iqbal sudah berjanji pada Tasya untuk mentraktir semua timnya, dan hari ini Tasya menagih janji Iqbal.
"jangan lupa janjinya ya pak ketua" kata Tasya ketika mereka diatas motor.
"Siap komandan" jawabnya sambil meletakkan telapak tangan di dahi.
"Gaisss! kita ditraktir jajan sama pak ketua nih" teriak Tasya sambil menoleh kebelakang menatap tiga motor temannya.
"Gasssss!" Jawab Adam paling keras.
Mereka menghentikan motornya di pinggir jalan kemudian langsung pergi ke penjual jajan yang mereka inginkan. Sedangkan Tasya masih stay di motor, ia masih ingin mengabadikan kegiatan teman-temannya melalui kamera analog yang ia bawa. Sungguh teman-temannya terlihat seperti anak SD pulang sekolah, berebut jajan.
Tiba-tiba Iqbal muncul didepan kamera ketika Tasya tengah memotret, otomatis satu frame penuh terisi wajah Iqbal yang lucu. Tasya tertawa melihat hasil jepretannya.
"Mukamu semua nih" katanya, Iqbal mengambil posisi disamping Tasya dan melihatnya. Ia senang melihat gadis cantik itu tersenyum lebar meskipun ia harus menjadi badut percobaan Tasya.
"masih ganteng" Bangga pada dirinya sendiri. Tasya hanya menjulurkan lidahnya mengejek.
"Tasya, jangan asyik pacaran aja! Lo ga mau jajan?" teriak Rere ketika berdiri didepan penjual cilok.
Tasya tersenyum kemudian langsung menghampirinya dan meninggalkan Iqbal sendiri disana, pria itu menatap kepergian Tasya, hatinya senang melihat gadis berhijab itu terus tersenyum.
Setelah puas memesan jajan dan makan bersama di pinggir jalan. Mereka berencana pergi ke rumah pak kades. Sebagi ucapan terima kasih karena sudah dibantu memanen mangga, pak kades mengudang mereka makan malam bersama di kediamannya.
Sebelum benar-benar pergi ke rumah pak kades, mereka mampir ke masjid pinggir jalan untuk melaksanakan sholat magrib kemudian meluncur ke rumah pak kepala desa.
Sekitar pukul tujuh mereka telah tiba rumah pak kades. Rumah pak kades tampak lebih tinggi dari bangunan disekitarnya, didepan rumahnya juga ada halaman luas yang ditumbuhi beberapa tanaman bunga serta pohon yang sedang berbuah.
Mungkin bagi sebagian mereka rumah pak kades terlihat biasa saja, tapi Tasya langsung jatuh cinta pada rumah itu. Rumah yang tampak asri dan sejuk, ia berharap suatu hari nanti ketika menikah bisa memiliki rumah yang nyaman seperti rumah pak kades.
__ADS_1
"Mahasiswa KKN ya?" Tanya seseorang yang tiba-tiba muncul dari balik pintu utama rumah pak kades.
Mereka menganggukkan kepala serempak.
"Silahkan masuk, sudah ditunggu bapak di dalam!" Ujarnya, tampaknya ia adalah salah satu pegawai pak kades, mereka mengikuti langkah orang tersebut.
Sampailah mereka diruang tamu rumah tersebut, tampak luas dengan ornamen yang sangat otentik, khas rumah orang lawas.
"Tunggu sebentar, bapak sedang didalam" kemudian orang itu masuk kedalam melewati tirai yang tertutup.
"Estetik banget rumah pak kades ini" puji Ica. Ia juga tersanjung seperti Tasya.
"Assalamualaikum" ucap seseorang dari balik tirai, keluarlah pria baruh baya seusia papa Tasya. Tampak wajahnya yang tua tapi sangat damai.
"Walaaikum salam" jawab mereka serempak.
Pak kades langsung duduk di kursi tunggal depan mereka. Beliau mengenakan baju koko seperti habis pulang dari masjid atau musholla, tak tertinggal kopiah diatas kepalanya.
Semuanya tersenyum menganggukkan kepala menyetujui, beliau tampak mengayomi.
"Terima kasih ya sudah mau membantu memajukan desa ini. Saya sangat senang dengan adanya mahasiswa KKN, jadi semangat anak muda di desa ini juga meningkat" ujarnya lagi.
"Iya pak, kita juga seneng tinggal disini. Orangnya baik, ramah dan saling membantu. Beda sama orang kota" Tutur Iqbal.
"Iya. Anak saya yang pertama juga sekolah kepolisian di kota. Ia juga bilang kalo di kota orangnya kurang ramah"
Setelah berbincang cukup lama, datang seorang wanita tua cantik dengan berpakaian gamis. Beliau langsung berdiri di samping pak kades, bisa ditebak jika itu adalah istri pak kades.
"Perkenalkan ini istri saya, namanya Bu Naima"
Mereka menganggukkan kepala menatap Bu Naimah. Wanita paruh baya itu juga tersenyum, tampaknya sabar.
__ADS_1
Tasya dan teman-teman wanitanya langsung menyalami ibu itu. Ketika Tasya menyalami, ia mencium tangan Bu Naima dengan khidmat seperti yang diajarkan orang tuanya jika bersalaman dengan orang tua harus dicium bukan ditempelkan di dahi.
Degggg......
Hati bu Naima berdesir, beliau merasa tersanjung dengan cara bersalaman Tasya. Jarang-jarang adalah anak jaman sekarang yang mencium tangan orang tua. Beliau terus mengamati Tasya, hatinya merasa condong dan cocok dengannya. Beliau merasa Tasya adalah gadis yang berbeda, dari cara berbusana hanya Tasya yang mengenakan pakaian tertutup dari kepala hingga kaki, benar-benar beliau menyukai Tasya sejak itu.
"Ayo pak masuk, makannya sudah matang" ajak Bu Naima. Pak kades atau yang namanya pak Qodir itu langsung mengakhiri obrolannya dengan para mahasiswa KKN dan mengajak mereka masuk ke dalam untuk makan malam.
"Maaf ya lauknya sederhana, khas orang desa."
Di meja makan tertata beraneka ragam lauk dan buah. Dari olahan ikan, ayam dan segala macam sayur, makanan itu tampak begitu lezat.
"Wahhh ini sangat istimewa pak" sahut Adam, air liurnya sudah berkumpul diujung lidah.
Yap! walaupun mereka semua berasal dari keluarga yang berkecukupan tapi mereka bukan anak sombong yang harus makan serba mewah, mereka sangat menghargai perbedaan dan juga kesederhanaan. Maka dari itu, selama mereka tinggal di desa N ini mereka tidak kesulitan dalam beradaptasi.
Setelah dipimpin doa oleh pak Qodir, mereka dipersilahkan untuk mengambil makanan yang telah dihidangkan. Tampaknya mereka begitu menikmati makanan khas desa itu. Tak dapat dibohongi, pak kades sangat senang dengan antusias mereka, beliau merasa dihargai.
"Pak terima kasih atas jamuan yang telah dihidangkan. Makanannya enak semua" Puji Adam, dia benar-benar terlihat sangat menyukai makanannya.
Pak Qodir dan Bu Naimah tersenyum senang.
Setalah acara jamuan makan mereka izin pamit pulang ke posko dan rumah Bu Susi, karena jam sudah menunjukan pukul 9. Susah waktunya bagi mereka istirahat karena besok masih ada kegiatan lain untuk mereka kerjakan.
"Terima kasih ya pak. Kami pamit pulang dulu, assalamualaikum"
*
*
*
__ADS_1
Maaf nih kalo jelekk🥲🥲 tapi plisss dukung author terus yaa