
"Motor udah pulang dari dua jam tadi, yang punya masih entah kemana" ucap Rebeca, ia tersenyum sambil menaik turunkan alisnya melihat Tasya. Gadis yang berjalan dari arah jalan itu tersenyum, ia malu tertangkap basah pulang bersama seorang pria.
Etsss! Kenapa malu? aku sama mas Rezky tak ada hubungan, batinnya.
"ini makanan buat kita dinner" Tasya mengalihkan pembicaraannya, ia tak ingin mereka semua semakin menggodanya karena memang tidak ada hubungan antara mereka berdua.
"Wahhh mantep tuh!" ucap Adam bersemangat, ia langsung berdiri dan mendekati Tasya.
Wajah semua temannya juga berseri, mereka rindu makanan enak yang biasanya ia nikmati di rumah atau warung dekat kampus, karena selama tinggal di desa ini mereka lebih banyak makan sayur dan tempe.
"Oh iya ini cemilan buat kalian" Tasya meletakkan dua kantong plastik berisi beberapa jajanan yang ia beli di pinggir jalan.
Adam pun mengambil plastik bengi itu dari tangan Tasya, ia paling seneng dengan gratisan.
Tasya pun tersenyum melihat teman-temannya menikmati jajanan itu, meskipun sederhana mereka tetap terlihat senang.
Tasya pun memutuskan untuk masuk ke rumah posko, ia meletakkan kantong plastik berisi makanan dari Bu Naimah di dapur. Tubuhnya terasa lelah dan lengket, ia ingin segera ke kamarnya di rumah Bu Susi untuk membersihkan diri dan beristirahat.
"mau kemana Tasya?" Tanya Ica, ia hanya menunjuk ke rumah disamping rumah posko. Ica pun mempersilahkan Tasya untuk pergi.
Di depan rumah posko teman-temanya asyik menikmati jajan yang ia bawa, merasa saling bercanda dan bermain. Tapi saat matanya mengedarkan pandangan, ia tak menemukan si ketua tim, padahal saat ia tiba tadi Iqbal ada disana.
Tak ingin ambil pusing, Tasya langsung pergi meninggalkan teman-temannya, ia berjalan ke arah jalan raya dan belok kearah rumah Bu Susi. Ketika hendak belok, Tasya terjingkat kaget. Iqbal duduk dengan melipat kedua tangannya diatas lututnya, pria itu sedang melihat langit sore yang akan menggelap.
"Kamu ngapain di sini bal?" tanyanya, pria itu menoleh sejenak kemudian menghadap ke atas langit lagi.
__ADS_1
"kemana kamu tadi?" Iqbal balik tanya dengan ekspresi datar tanpa menatap gadis itu.
"aku dari rumah Bu Naimah, tadi nganterin beliau setelah posyandu" jelas Tasya.
" Harus gitu pulang jam segini? Kamu tau kita semua khawatir?" Iqbal yang awalnya menghadap langit, kini menatap Tasya dengan tatapan seorang pemimpin yang tegas. Tasya hanya menundukkan kepala, ia mengaku salah sekarang karena lupa mengabari teman-temannya jika ia pulang terlampau telat.
"maaf bal, aku lupa ngabarin kalian" kata Tasya pelan, ia tak enak hati membuat Iqbal marah.
Pria itu tersenyum, Tasya mengernyitkan dahi menelaah senyuman Iqbal yang tidak seperti biasanya. Tampaknya Ia tersenyum marah.
"lupa ya? Terlalu seru bercanda dengan anak pak kades hingga lupa mengabari kita semua" lontar Iqbal, Tasya langsung kaget. Ia tak habis pikir Iqbal berkata demikian. Iqbal tidak tau apa saja yang terjadi tadi, tapi pria itu sudah menuduhnya asyik bercanda dengan anak pak kades, yang benar saja. Tasya tersinggung dengan ucapan pria itu.
"kamu ga bisa ya bal tanya baik-baik? Aku mengaku aku salah karena ga ngabarin kalian, tapi emang boleh kamu sok tau dengan semua yang aku lakukan?" Tasya pergi meninggalkan pria itu dan masuk ke rumah Bu Susi, dia kecewa dengan tuduhan Iqbal yang tidak masuk akal.
Setelah Tasya hilang dibalik pintu rumah Bu Susi, Iqbal menoleh. Ia terus menatap jejak langkah sang gadis yang beberapa minggu ini telah mengganggu kinerja otak dan hatinya. Sungguh sejak tadi ia sangat khawatir dengan keadaan Tasya, karena gadis itu tak kunjung kembali setelah pulang dari posyandu. Iqbal tau jika Tasya masih mengantar Bu Naimah pulang ke rumahnya, Ica yang mengatakan tadi. Tapi setelah itu dia tak kunjung kembali ke base camp atau sekedar memberi kabar melewati grup wa. Iqbal benar-benar khawatir hingga ia menyusul ke rumah pak kades, tapi ia beralasan pada teman-temannya jika ada panggilan ke kantor desa, padahal pria itu hanya ingin tau keadaan Tasya.
Setelah itu mobil Honda HRV itu keluar dari rumah pak kades dan berjalan menuju arah rumah posko. Iqbal mengikutinya dari belakang dengan jarak lumayan jauh agar tidak dicurigai mereka.
Belum sampai 5 menit berjalan, mobil itu berhenti di pinggir jalan yang banyak penjualnya. Mereka berdua keluar dan pergi menuju beberapa penjual untuk memesan jajan. Iqbal yang tadinya mengikuti mereka juga berhenti di dekat pohon, ia mengamati dari jauh interaksi keduanya. Terlihat Tasya dan anak pak kades sudah mulai akrab, bahkan ia melihat pria tinggi tegap itu membayarkan jajanan yang dibeli Tasya. Iqbal sakit, ia kecewa dengan sikap Tasya yang terlihat mudah menerima pria baru.
Setelah membeli jajanan itu Tasya masuk ke dalam mobil dan melanjutkan perjalananya, Iqbal yang melihat semua adegan itu memilih untuk kembali ke rumah posko dulu, ia tak mau jika Tasya mengetahui dirinya sedang memantaunya dari jauh.
Iqbal masuk ke rumah posko dengan eskpresi wajah datar, ia benar-benar tak berselera melakukan apapun. Bahkan Adam menyapanya pun tak ia gubris. Iqbal masuk ke rumah posko langsung menuju kamar mandi, ia ingin menjernihkan pikirannya yang panas karena terbakar api cemburu.
Setalah dirasa pikirannya dingin, Iqbal keluar kamar mandi. Wajahnya tampak lebih tampan dan segar, ia pun menata rambut dan menggunakan parfum dulu sebelum menyambut kedatangan gadis yang membuatnya beberapa saat tadi panas.
__ADS_1
Iqbal keluar dari rumah posko, di teras teman-temannya asyik bermain dan bercanda. Ia mengedarkan pandangannya mencari keberadaan Tasya tapi nihil, gadis itu belum ada.
"Tasya masih belum pulang?" tanyanya, mereka semua menggelengkan kepala
Akhhhhhhhh!!!!!
Iqbal memilih masuk ke ruang tamu rumah posko, ia duduk disalah kursi disana dan menatap ponselnya. Ia bimbang ingin menghubungi Tasya tapi takut gadis itu merasa Iqbal terlalu ikut campur dengan urusannya.
Meskipun hatinya tak tenang, Iqbal memutuskan untuk menunggu saja, ia tak ingin Tasya menilainya sebagai pria yang suka ikut campur urusan pribadi orang lain.
30 menit
1 jam
Selama itulah hati Iqbal tak tenang menunggu kedatangan gadis itu. Tiba-tiba ia mendengar suara mobil berhenti didepan rumah posko. Matanya menoleh ke arah suara, benar saja Tasya keluar dari sana. Sebelum mobil itu benar-benar tertutup, Iqbal bisa melihat seseorang dibalik kemudi itu, benar saja dia adalah pria yang tadi menemani Tasya beli makanan di pinggir jalan.
Tasya berjalan memasuki rumah posko dengan wajah yang terlihat senang, hati Iqbal kembali dongkol, ia mengaku jika ia cemburu dengan pria itu. Pria yang baru saja berkenalan dengan Tasya beberapa jam lalu
*
*
*
*
__ADS_1
jangan lupa like, komen dan vote yaaaa