Kakak Miliarder Saya

Kakak Miliarder Saya
Mobil Polisi Yang Di Rancang Khusus


__ADS_3

"Kamu ... "


Melvin mengabaikan Joanna yang masih ingin bicara. Dia berbalik dan pergi bersama sopirnya.


Sopir itu adalah pemimpin tin penjualan Audrey, Trestor Wheeler. Dia sudah berpengalaman dan saat ini sedang mengejar posisi sebagai manajer.


Namun, dia mempunyai saingan bernama Naylor Lowe, yang juga seorang pemimpin tim penjualan disana.


Nayler menatap Triston dan berkata sambil tersenyum, "Maaf, Triston. Aku menjual satu unit Q3 lagi hari ini. Itu adalah penjualanku yang kelima untuk bulan ini."


Wajah sombong Naylor memancing kemarahan Triston, namun dia tidak menunjukkannya.


"Benarkah? Selamat!"


Naylor diam-diam mencibir Triston yang berpura-pura bodoh.


"Apa dia ... Karyawan baru?" Tanya Naylor sambil tersenyum ketika melihat Melvin.


"Dia klienku!"


"Klien? Nikmatilah waktu kalian."


Naylor mengatakannya dengan nada menghina, kemudian dia berlalu.


Triston yang merasa bersalah pun berkata, "Maaf, Tuan Reed, dia bersikap seperti itu karna aku, bukan karna kamu. Mari, akan kutunjukan model Q7 terbarunya."


"Baik."


Melvin merasa perlu mengganti pakaiannya. Jika tidak, orang laik akan terus mendiskriminasinya.


Masih ada banyak orang yang berlagak angkuh belakangan ini. Mereka menila orang dari pakaian, bukan dari sifat mereka.


Triston memandu Melvin melihat mobil model Q7nya sambil menjelaskan fiturnya satu persatu.


Melvin masuk kedalam mobil untuk memeriksanya. Dia sangat puas dengan kenyamanan interior serta penanganannya yang baik.


Dia memutuskan untuk membeli model ini.


Melvin keluar dari mobilnya, lalu Naylor menghampiri mereka.


Sedari tadi Neylor terus memperhatikan Triston. Ketika Neylor melihat mereka datang untuk melihat-lihat Q7, dia sedikit terkejut.


Melvin berkaya sambil mengangguk, "Ini mobil yang bagus."


Triston sangat senang setelah mendengar ucapan Melvin. Dia berkata, "Jika kamu ingin membeli mobil ini, aku bisa memberimu diskon tiga puluh persen."


"Baiklah."


Melvin tidak mempermasalahkan diskonnya karna dia sangat menginginkan model ini.


"Aku bisa memberimu diskon lima puluh persen," sela Naylor secara tiba-tiba.


"Naylor!"


Triston berkata dengan marah, "Jangan keterlaluan. Tuan Reed adalah klienku."


"Omong kosong. Begitu dia memasuki toko ini, dia sudah menjadi klien kita," balas Naylor.


Naylor menghampiri Melvin dan berkata sambil tersenyum, "Tuan Reed, jika kamu membelinya dariku, aku bisa memberimu diskon lima puluh persen. Ini adalah penawaran terbaik dari toko kami."


Triston sangat murka dan ingin memukul Naylor.


Naylor telah melanggar aturan tokonya!

__ADS_1


"Tidak, aku akan mendaftar dengannya!"


Ucapan Melvin seketika membuat mereka tercengang.


"Terima kasih, Tuan Reed." sambut Triston gembira.


"Tidak. Mengapa? Dia hanya bisa memberimu diskon tiga puluh persen, sedangkan aku lima puluh persen."


Melvin melirik dan menjawab, "Sebab aku tidak menyukaimu."


Mengapa semua orang berusaha keras menghasilkan uang?


Sebab mereka ingin melakukan apa yang mereka sukai.


Melvin tidak menyukai Naylor, jadi dia rela membelinya dari Triston. "Jadi, mengapa jika harganya lebih mahal?


Uang tidak bisa membeli kebahagiaan."


"Aku ... "


Naylor tidak tahu harus berkata apa. Dia membatin, apa-apaan ini? Inikah alasannya?


"Naylor, menyingkirlah. Jangan mengganggu Tuan Reed disini," Cibir Triston.


"Baiklah."


Naylor mengendus ringan, lalu dia pergi.


Triston mengajak Melvin untuk duduk di sofa dan mengambil kontrak yang perlu di tandatangani.


"Oh, aku lupa memberitahumu. Aku ingin delapan unit mobil."


Melvin mengatakannya dengan tiba-tiba.


"Apa?"


"Tidak. Bukannya sudah kubilang aku ingin beli banyak mobil? Aku ingin membeli mobil untuk ayahku, pamanku, dan keluargaku yang lain."


Melvin terlihat santai saat menjelaskan itu.


Triston sangat terkejut larna Melvin bertingkah seperti orang pemborong.


"Apakah kamu akan membayarnya dengan uang tunai atau ... "


"Semuanya kubayar dengan uang tunai."


"Mohon tunggu sebentar, aku akan memanggil bosnya dan segera memprosesnya untukmu."


Sewaktu Triston pergi, dia berpapasan dengan Naylor yang menghinanya, "Triston, kamu hanya bisa menjual tiga unit mobil di bulan ini jika terhitung dengan Q7 itu. Kamu masih tetap kalah dariku.


"Dasar gila!"


Triston miriknya sebentar, lalu dia pergi.


Naylor sangat murka hingga dia mengepalkan tinjunya dan bergumam, "Lihat betapa sombongnya dirimu ketika kamu bisa menjual satu unit mobil hari ini. Aku pasti akan mendapatkan jabatan manajernya."


"Apa yang kamu lakukan disini?"


Bosnya menghampiri Naylor dan berkata dengan cemberut.


"Bos, aku baru saja menjual satu unit Q3!" Kata Naylor dengan bangga.


Bosnya menjawab dengan dingin," itu biasa saja, Triston baru saja menjual Q7!"

__ADS_1


"Namun, aku telah menjual lima unit mobil bulan ini." Naylor bosnya dan merasa tidak percaya.


"Lima? Dia sudah menjual delapan unit hari ini, sedangkan kamu membutuhkan satu bulan untuk menjual lima unit movilt."


"Apa? Itu tidak mungkin!"


Bosnya mencibir Naylor lalu pergi.


Sang bos segera menghampiri Melvin yang duduk disofa sambil tersenyum.


"Tuan Reed, terima kasih atas dukunganmu. Aku adalah pemilik toko ini. Apa ada lagi yang bisa kulakukan untukmu?"


Melvin menggelengkan kepalanya. "Tidak. Kapan mobilmobil ini akan tiba?"


Bos itu berkata, " Kami adalah pusat penjualan terbesar di kota Kasau. Dengan banyaknya persediaan yang kami miliki, mobil-mobil yang kamu inginkan bisa langsung dikirimkan kepadamu hari ini."


"Baguslah."


Melvin segera menandatangi kontraknya dan membayar.


Harga satu unit Q7 Model kelas atas senilai satu setengah miliar rupiah, jadi totalnya ada dua belas miliar untuk delapan unit mobil.


Melvin membayar lunas dengan uang tunai.


Ketika pemberitahuan pemberitahuan berbunyi, semua orang yang ada di pusat penjualan mobil itu pun tercengang.


"Mohon tunggu sebentar. Aku akan segera menyelesaikannya."


Sang bos pergi dengan membawa semua kontrak itu untuk diproses.


Sementara itu, Triston menyuguhkan kopi dan cemilan untuk Melvin.


Disebrang tempat mereka, diletakan sebuah layar lebar yang sedang memutar sebuah film. Dalam film yang di sponsori oleh Audrey itu, terlihat beberapa mobil polisi yang menggunakan merek mobil mereka.


"Tunggu sebentar ... "


Melvin tiba-tiba angkat bicara.


"Tuan Reed, apa yang bisa kubantu?" Tanya Triston.


Melvin bertanya, "Apa Audrey juga memproduksi mobil posili?'


"Oh model itu ada di luar negri. Polisi tidak akan menggunakannya untuk bekerja dan warga mungkin tidak akan menyukainya.


Triston menjelaskannya dengan sabar.


"Berarti kalian juga bisa mendapatkan mobil pisau itu?" Tanya Melvin.


"Tuan Reed, maksudmu ... "


Triston meneken ludahnya sambil melihat Melvin dengan tatapan tidak percaya.


Melvin bertanya sambil tersenyum, "Apa mobil model ini?


"A6L!"


"Bagaimana dengan orang itu!"


"Q5l!"


"Aku mau sepuluh dari setiap model mobil polisi yang di rancang khusus itu. Kapan ini semua bisa dikirimkan?"


"Ini ... Ini ... Ini ... Aku harus menanyakannya terlebih dahulu.

__ADS_1


Triston buru-buru masuk kedalam kantor.


Bosnya yang baru saja keluar pun melihat tatapan linglung Triston dan bertanya, "Triston, kamu baik-baik saja?"


__ADS_2