Kakak Miliarder Saya

Kakak Miliarder Saya
Rumah Megah 1


__ADS_3

"Tidak banyak pria muda seperti dirimu. Kamu tahu cara berbagi beban dengan keluargamu, itu luar biasa sekali," Kata sopir itu sambil tersenyum.


"Terima kasih, kamu membuatku tersanjung. Yang penting, aku di bayar," ucap Melvin santai.


"Dibayar? Berapa banyak uang saku semua saudaramu?"


Sopir bus itu mengira kalau imbalan Melvin berasal dari uang jajan adik-adiknya. Dia tidak tahu bahwa Melvin memiliki Sistem Pengasuh Adik Yang Menakjubkan, dimana dia akan diberi hadiah dengan merawat saudari-saudarinya.


"Duduk Tenang! Semuanya!"


Sopir bus tiba-tiba berteriak dengan cemas.


"Apa yang terjadi?" Tanya Melvin.


"Ada mobil didepan, mobil itu menyalakan sein kiri, tetapi malah condong ke kanan. Aku tidak mengerti apa maksudnya!"


Sopir bus berkata dengan serius.


Tiba-tiba, terdengar suara keras.


Sebab tabrakan mobil di belakang, mobil di depan meleset ke jalanan samping dan terbalik.


Bus pun segera berlalu. Mereka melihat seorang wanita merangkak keluar dari mobil. Wanita itu mengenakan hak tinggi, dia menunjuk sopir di belakang dan memarahinya, "Kamu bisa mengemudi tidak? Mengapa menabrakku? Apa-apaan kamu?"


Yang benar saja? Bagaimana bisa wanita itu berkata begitu? Justru dialah yang tidak berhati-hati!


Tanpa ragu, sopir itu menelpon polisi. Bener-bener wanita sombong!


Melihat kejadian itu, Melvin jadi bertanya-tanya apakah dia jadi membelikan Olivia mobil atau tidak.


"Olivia, kamu harus serius saat belajar mengendarai mobil. Kamu mengerti?"


Melvin mengingatkan.


"Apakah kamu akan membelikan aku mobil?" Olivia mengerjap dan bertanya.


"Aku akan membelikanmu saat kamu kuliah, tapi kamu harus menjadi pengemudi yang baik. Apa kamu melihat wanita itu? Kamu tidak boleh seperti dia!"


Ucap Melvin serius.


"Gampang aku tidak sebodoh itu!" Ucap Olivia.


Mereka naik bus ke Teluk Purnama. Hanya ada dua rumah megah disini, Rumah Megah 1 dan Rumah Megah 2.


Rumah Megah 1 Menempati area yang jauh lebih luas. Lagi pula, harganya lebih dari satu triliun dua ratus tujuh puluh lima miliar rupiah.


Ketika mereka sampai di gerbang rumah megah, dua petugas keamanan menghentikan mereka.


"Maaf. Ini adalah tempat tinggal pribadi. Pengunjung dilarang masuk!"


Salah satu petugas keamanan itu sangat sopan dan lebih berkualifikasi dari pada petugas keamanan lain yang bekerja di lingkungan biasa.


Melvin mengeluarkan kunci dan kartu tanda masuk yang di taruh di zona Sistem PAM.


"Boleh kami masuk sekarang?" Tanya Melvin.

__ADS_1


Melihat kunci dan kartu tanda masuk Melvin, petugas keamanan itu mengeluarkan mesin untuk memverifikasinya.


"Apakah kamu Melvin Reed? Tuan Reed, kami sudah mendapat pemberitahuannya. Silakan masuk!"


Para petugas keamanan itu telah di beri tahu bahwa Rumah Megah 1 di beli orang seorang pria bernama Melvin Reed.


Bahkan ada foto Melvin di pemberitahuan. Walau penampilan Melvin cukup berbeda dengan yang ada di foto, para petugas keamanan masih bisa mengenalinya.


"Terima kasih!"


Melvin berkata dengan sopan dan masuk ke Rumah Megah.


"Terima Kasih!"


"Terima Kasih!"


Adik-adik Melvin juga berterima kasih kepada para petugas keamanan dan memasuki rumah megah itu sambil melompat-lompat dengan gembira.


"Mel, disini luas! Udaranya segar!" Faye mengangkat kedua tangannya ke atas, seolah dia memeluk laut.


Saat ini, angin laut segar sedang bertiup melewati air laut yang berwarna biru.


Sissy dan Savana memetik bunga di pinggir jalan, bunga-bunga itu semua adalah hamparan bunga hias, yang akan di ganti setiap bulan untuk memastikan bahwa itu adalah bunga musiman.


Teresa yang menunjuk Vila yang tidak jauh dari sana dan bertanya, "Mel, apakah kamu membeli itu juga?"


"Iya. Baiklah, mari kita melihat Vila besar para putri!"


Melvin menuntun adik-adiknya menunu gerbang besi Villanya.


Kunci itu digunakan untuk membuka pintu besi, yang juga bisa di buka oleh sidik jari dan sidik suara.


Melvin membuka gerbang besi dan berkata pada saudari-saudarinya, "Baiklah, sekarang kalian bisa memulai petualangan kalian. Jika kalian menemukan sesuatu yang menarik, bari tahu aku!"


"Baik!"


Kedua belas gadis itu berpencar dan masing-masing berlari ke dalam Vila.


Vila itu sebesar kantin sekolah mereka, tidak hanya kamar tidur dan ruang tamu yang ada disana, tetapi juga berbagi tempat untuk bersantai dan berhibur.


Ada bar kecil, bioskop, ruang karaoke, ruang catur, ruang piano, ruang olahraga, ruang belajar, salon kecantikan, sauda dan sebagainya...


Vila ini memiliki fasilitas lengkap.


Ada juga kolom renang didalam, dan satu diluar Vila. Selain itu, Vila ini juga tidak jauh dari laut, cukup berlari melewati pantai untuk benerang dilaut.


Melvin mendatangi ruang tamu tertinggi, di mana terdapat jendela yang menjulang dari lantai sampai ke langit-langit yang menunjukkan panorama laut.


Melvin mengambil sebotol anggur dari gudang anggur. Tanpa melihat anggur apa itu, dia langsung menuangkan ke gelas, lalu meminumnya sambil menikmati pemandangan.


Gadis-gadis itu sedang menjelajahi vila. Elaine dan Teresa entah bagaimana menemukan dua pasang sepatu roda. Mereka berseluncur di vila dan tertawa bahagia.


Melvin bisa menengar suara keterkejutan para gadis itu saat mereka menemukan benda-benda kesayangan mereka.


Melvin melihat jam. Ini bukan waktunya makan siang, tapi waktunya seseorang untuk membuatkan makan siang bagi mereka.

__ADS_1


Melvin menelpon Chelsea dan memberi instruksi kepadanya, "Bawa dua orang koki dan bahan-bahan makanan kesini. Aku punya semua alam masaknya, jadi kamu tidak perlu membawa alat apapun. Oh, iya ... Alamat nya di Rumah Megah 1 di Teluk Purnama."


Melvin meminta mereka membawa bahan masakan untuk tiga hari, dan semua biaya di potong dari Kartu Naratama Berlian.


Beginilah cara kerja Kartu Naratama Berlian. Melvin meminta layanan eksklusif dari pintu ke pintu dan membeli bahan makanan dari Restoran Langit.


Setelah selesai menelpon, Melvin memberitahu para petugas keamanan kalau koki-koki suda boleh datang.


"Mel, ayo main ayunan!"


Esther dan Nina berlari turun dari langa atas dan menarik Melvin ke ayunan.


Asa hutan di sebelah Vila, yang berfungsi sebagai taman, tempat dimana orang bisa jalan-jalan setelah hujan.


Di dalam hutan, bahkan ada sebuah Paviliun yang elegan.


Beserta kabin, ayunan, air mancur, dan taman ...


Esther dan Nina menemukan surga kecil ini dan meminta Melvin untuk bermain ayunan bersama mereka.


Melihat Melvin, Esther dan Nina pergi kehutan, diikuti oleh Elaine dan Teresa.


Melvin dan gadis-gadis itu bersenang-senang didalam hutan.


"Mel, lihat! aku bisa terbang tinggi!" Terima Esther yang sedang berayun di udara.


Ada sabuk pengaman di ayunan itu, tapi Melvin masih takut kalau Esther terjatuh. "Jangan mengayun terlalu tinggi. Hati-hati!"


Esther terkekeh.


Esther menikmati kegembiraannya dan mengabaikan peringatan Melvin.


Dengan pasrah, Melvin hanya bisa menyaksikan Esther bermain di samping kalau-kalau terjadi hal tak terduga.


Kemudian, Olivia dan gadis-gadis lainnya juga datang kehutan.


Gadis-gadis itu mencoba-coba mainan yang ada disana, memanjat pohon, atau bermain perosotan ...


Melvin menemani mereka sampai Chelsea membawa para koki dan bahan-bahan masakannya ke sini.


Chelsea hari ini memakai gaun profesional dengan stocking sutra hitam dan sepatu hak tinggi. Saking seksinya, Melvin tidak bisa menahan diri untuk tidak memandanginya dari waktu ke waktu.


"Tuan Reed, keduanya adalah koki khusus restoran kami. Mereka akan melayanimu kali ini."


Melvin berkata sambil tersenyum, "Terima kasih. Saatnya menyiapkan makan siang. Ayo kita mulai."


"Baik, tuan."


Selain dua orang koki, ada juga tiga koki muda dan lima orang juru masak. Dengan begitu banya juru masak, suasananya persis seperti restoran pada umumnya.


Para juru masak memindahkan bahan-bahan ke dapur dan mulai menyiapkan makan siang.


Mereka mulai mengobral, "Aku telah banyak melayani pria kaya, tetapi rumah ini adalah rumah paling mewah yang pernah aku kunjungi."


"Aku juga. Batu bata ini semua terbuat dari obsidian. Lalu dekorasinya. Ini Giok!"

__ADS_1


"Aku itu sekali. Meskipun kita bayar tinggi, Kita tidak aka mampu membeli vila mewah seperti ini setelah bekerja bertahun-tahun."


"Sudahlah. Ayo mulai bekerja."


__ADS_2