Kakak Miliarder Saya

Kakak Miliarder Saya
Tangki Oli Mobilmu Bocor


__ADS_3

"Apa katamu?" tanya Raymond penuh kemarahan.


Joanna juga marah dan berkata,. "Melvin, apa katamu? Orang miskin sepertimu tidak akan mampu membeli sebuah mobil!"


"Bagaimana aku bisa menyukaimu sebelumnya? Aku pasti sudah gila. Kurasa aku harus pergi memrika otakku," sahut Melvin seraya menggelengkan kepalanya


Triston menanggapi, "Tuan Reed, aku bisa menunjukkan rumah sakit yang bagus untukmu."


"Bagus sekali!" Melvin pun tertawa.


"Melvin!"


Joanna berteriak, "Beraninya kamu berkata seperti itu padaku? Kamu bahkan lebih miskin dariku.


"Pacarku adalah seorang manajer disini dan gaji tahunannya mencapai satu miliar rupiah! Kamu tidak akan bisa menghasilkan setengah dari itu bahkan setelah kamu lulus!"


Jika Melvin bisa menghasilkan dua puluh lima juta rupiah selama sebulan, dalam setahun dia hanya bisa menghasilkan tiga ratus juta rupiah. Itu sangat jauh dari satu miliar.


Namun, itu hanya pemikiran Joanna.


Tiba-tiba, terdengar suara pengumuman.


Semua orang pun tertarik untuk mendengarnya.


Pengeras itu mengumumkan ketika seorang membeli mobil mahal dari pusat penjualan.


Seorang wanita berkata dengan suara lembut melalui pengumumannya.


"Selamat kepada Tuan Reed yang sudah membeli satu unit Audrey R8!


"Selamat kepada Tuan Reed yang sudah membeli delapan unit Audrey Q7!


"Selamat kepada Tuan Reed yang sudah membeli sepuluh unit Audrey A4L!


"Selamat kepada Tuan Reed yang sudah membeli sepuluh unit Audrey Q5!


Setelah mendengar pengumuman ini, semua orang di tim penjualan melihat kearah toko Audrey.


Mereka penasaran dengan orang yang memborong mobil itu.


Sementara itu, di gerbang toko Bens.


Joanna dan Raymond yang mendengar pengumuman itu pun merasa sangat malu.


Dengan bibir gemetar, Joanna mendesis, 'Bagaimana mungkin? Aku tidak bisa mempercayainya. Pasti ada kesalahan."


Bos toko Audrey keluar dengan membawa beberapa kontrak dan berlari menghampiri Melvin.


"Tuan Reed, ini kontraknya!"


Joanna sangat terkejut melihat kedatangannya.


Dia menatap Melvin dengan tidak percaya, "Melvin, dasar Bajingan! Kamu berbohong padaku!" Kutuknya marah.

__ADS_1


Melvin meliriknya dan berkata, "Kamu harus mencari seorang bos, bukan karyawan. Meskipun penghasilan tahunannya satu miliar rupiah. Dia masih bekerja untuk orang lain, benar-benar menyedihkan."


Setelah menyelesaikan ucapannya, Melvin berbalik dan keluar. Meskipun dia terlihat tenang, dia merasa sangat gembira di dalam hatinya.


Akhirnya dia berhasil membalas dendamnya!


Triston melangkah mengikuti Melvin.


Setelah merek pergi, seorang wanita di toko Bens berteriak.


"Aku butuh penjelasan! Katakan padaku mengapa tangki oli mobilnya bisa bocor.


...


Triston mengantar Melvin kembali ke Desa Reed.


Ketika mobilnya memasuki Desa itu, Triston berseru, "Tuan Reed kita sudah sampai!"


"Baik, terima kasih!" Melvin pun turun dari mobil.


"Semoga harimu menyenangkan!"


Triston menghela nafas saat melihat Melvin pergi. Dia berkata, "Meskipun dia tinggal di desa kumuh seperti ini, sebenarnya dia sangat kaya."


Desa di kota Kasau ini ternyata bukan Desa sembarangan.


Melvin berlari pulang kerumah dan melihat beberapa keluarganya sedang menonton televisi dan memakan cemilan di ruang tamu.


Teresa yang sebelumnya sedih,sekarang sedang duduk disofa dan menikmati coklat dalam pelukan Olivia.


"Teresa, kamu berbohong padaku!"


Tangan Teresa bergetar saat mendengar suara Melvin dan coklat yang di pegang nya pun jatuh ke kontaknya.


Dia berbalik melihat Melvin dan berkata dengan mata bergelimang, "Mel, akhirnya kamu pulang ... "


"Lupakan saja. Kalian berdua berbohong padaku! Olivia, apa itu idemu?" Melvin menghampiri Olivia dan menjewer nya.


"Mel, sakit!" Kata Olivia.


"Yah, kamu harus mengajak kami!" Kata Esther dengan marah.


Melvin membantah, "Itu karna kalian malas! Kalian masih tidur waktu kubangunkan!"


"Aku tidak peduli! Kamu harus mengajak kami setiap kamu keluar!" Komentar Savana sambil memakan keripik.


"Mel, apa kamu pergi menemui wanita itu lagi?" Tanya Thea.


"Siapa?"


"Wanita yang menghancurkan hatimu ... "


"Diam! Aku tidak melakukannya!"

__ADS_1


Elaine menatap Thea dengan dan bertanya dengan bingung, "Thea, siapa wanita itu? Apa dia pacar Mel?"


"Bukan, aku tidak bilang seperti itu," jelas Thea.


"Kalau begitu Mel masih perjaka!" Ucap Faye


Tonia berkata sambil tersenyum, "Olivia sudah punya pacar!"


"Apa?"


Melvin sangat terkejut, lalu dia berkata, "Olivia!"


"Tidak! Aku tidak punya pacar. Tonia, jangan bicara sembarangan!" Bantah Olivia.


Tonia membantah, "Olivia sangat populer di sekolah kita dan banyak pria menyukainya. Mereka bahkan menulis surat cinta untuknya!" Berhubung Tonia dan Olivia bersekolah di SMA yang sama, Tonia mengetahui sesuatu tentang Olivia.


Melvin juga lulusan dari sekolah itu. Sekarang dia adalah mahasiswa tahun kedua dan Olivia masih di SMA tahun pertama.


"Olivia, tugasmu adalah belajar dan lulus ujian. Kamu bisa mencari pacar setelah kamu memasuki perguruan tinggi .... "


"Mel!"


Olivia menyela, "Aku tidak punya pacar, oke? Para pria itu mereka menyebalkan! Mereka menulis surat cinta dan memberiku hadiah, tetapi aku menolak semuanya!"


"Kamu melakukan hal yang benar, jika ada yang berani menggangumu lagi, katakan padaku. Akan ku beri mereka pelajaran!"


Melvin berkata dengan penuh keyakinan.


Dia tidak akan membiarkan saudara perempuannya terluka.


"Aku setuju!" dukung Teresa sambil menggenggam tinjunya.


"Baik, bersiap-siaplah. Aku akan mengajak kalian keluar!"


Melvin memutuskan untuk membawa mereka ke Teluk Purnama untuk melihat-lihat Villanya.


"Asyik!"


Kedua belas gadis itu segera bersiap-siap dan mengikuti Melvin.


Tidak ada mobil yang bisa menampung orang sebanyak ini dan Melvin pun tidak ingin mereka menaiki taksi.


[ Pemindaian Selesai ... ]


[ Pemindaian Selesai ... ]


Setelah semua adiknya masuk ke dalam mobil, Melvin pun memindai kartunya.


Si sopir tidak merara terkejut karna dua telah melihat hal seperti ini sebelumnya.


"Mohon tunggu. Kita akan menuju ke Teluk Purnama sekarang!"


Sopir itu memiliki keterampilan mengemudi yang baik, Jadi dia bisa berbicara dengan Melvin sambil mengemudi.

__ADS_1


"Nak, tidak mudah mengurus begitu banyak saudara perempuan. Apa kamu lelah?"


Melvin menjawab sambil tersenyum, "Mereka sangat patuh, Aku tidak perlu terlalu memperhatikan mereka."


__ADS_2