Kakak Miliarder Saya

Kakak Miliarder Saya
Detektor tidak bisa dibuka


__ADS_3

"Siapa pelatihmu?"


Melvin hanya menggunakan beberapa keterampilan sederhana dan tidak menyangka Lucia akan melihatnya.


Dia berpikir bahwa pelatih Lucia bener-bener luar biasa!


"Pelatih kepala polisi bersenjata nasional, ahli gulat pasukan khusus, dan pemimpin Asosiasi taekwondo Moplad."


Lucia menyebabkan beberapa gelar.


Namun Melvin tidak menggubrisnya dan bertanya, "Kamu pernah menjadi polisi bersenjata? Juga tentara pasukan khusus, Luar biasa ... "


"Bukan!" Lucia mengerling. "Aku baru saja belajar dengannya selama beberapa hari ini. Aku bertanya kepada pelatihku dan dia mengatakan kepadaku bahwa apa yang telah kamu praktikkan adalah Delapan Elemen Gerakan Telapak Tangan dalam bentuk tertua namun yang paling murni. Dia mengatakan bahwa dia ingin bertemu gurumu!"


Melvin mengangkat bahu. "Aku tidak punya guru."


Lucia berhenti dan menatapnya, namun Melvin tersenyum tulus, "Yang aku katakan itu sungguhan."


Keterampilan itu diberikan oleh Sistem PAM.


Melvin pergi memetik bunga di pinggir jalan dan ingin menyelipkannya ke rambut Lucia.


Lucia reflek menghindarinya, namun Melvin lebih cepat.


Bunga itu diselipkan pas di rambut Lucia.


"Cantik," puji Melvin.


Lucia tidak tahu apakah Melvin membicarakan bunga itu atau dirinya.


Namun, dia melepas bunga itu dengan wajah merona.


Lampu jalanan redup dan Melvin tidak menyadari rona merah di wajah Lucia.


Mobil Lucia terparkir di luar pintu masuk. Melvin memperhatikan Lucia masuk ke dalam mobil. Dengan tangan menempel di mobil, Melvin berkata, "Kapan-kapan ayo makan bersama!"


Lucia menatapnya dan menjawab, "Aku tidak punya waktu."


Kemudian dia pergi.


Melvin mengusap jemarinya dan melihat mobil Bens melaju hingga hilang dari pandangannya.


Dia merasakan tekstur mobil itu saat meletakkan tangan di atasnya.


Jendela mobil itu tidak menggunakan kaca biasa, melainkan kaca anti peluru. Bisa di asumsikan bahwa badan mobilnya juga anti peluru.


"Keluarganya pasti keluarga berpengaruh." ucap Melvin.


Lucia menjadi kapten satreskrim di kantor pada usia muda. Dia mampu, tetapi sulit untuk mendapatkan posisi tersebut tanpa latar belakang keluarga yang bagus.


Lucia duduk di dalam mobil dan melihat bunga di tangannya, sambil tersenyum tipis.


Melvin kembali ke Vila dan berbaring di sofa, Gadis-gadis kecil duduk di sekitarnya dan menonton kartun.


Olivia dan gadis-gadis yang lebih tua memainkan ponsel, kecuali Faye, yang bermain gim di kamar sebelah.


Ada banyak pesan di ruang obrolan keluarga. Mereka sedang bertanya pada Olivia tentang wanita yang melakukan kontak mata dengan Melvin.

__ADS_1


Mereka berdua saling memandang dengan penuh perasaan dan mereka cocok menjadi pasangan!


Mathew dan Linsey bertemu Lucia tadi malam ...


Mereka ngirim pesan pada Melvin, namun dia tidak membalas pesan mereka.


"Mel, mereka menanyakan tentang kakak ipar kami!" goda Olivia.


"Astaga, kami belum pacaran," kata Melvin sambil meliriknya.


"Aku sudah bertanya padanya dan dia bilang dia sekarang sedang melajang!"


Olivia melambaikan ponselnya sambil tersenyum.


"Dimana kamu bertanya padanya?"


Melvin membungkuk untuk melihat ponsel Olivia dan mendapati bahwa dia telah berteman dengan Lucia di line melalui chat.


"Kapan kamu berteman dengannya?"


"Baru saja. Aku melihat nomor telponnya, jadi aku menambahkannya sebagai teman dan dia segera menerimanya."


Mendengar hal itu, Melvin mengeluarkan ponselnya dan juga ingin berteman dengan Lucia.


Dia mengirim permintaan pertemanan, namun butuh waktu lama bagi Lucia untuk menerimanya.


[ Melvin: Apa kamu sudah di tempat tidur? ]


[ Lucia: Belum. ]


[ Melvin: Kapan kamu mau tidur? ]


[ Melvin: Kamu sudah mandi? ]


[ Lucia: Sudah. ]


[ Melvin : Apa merek sampomu? ]


Lucia mengirimnya gambar simbol tanda bingung.


Melvin mengajukan pertanyaan silih berganti pada Lucia, namun dia menjawab dengan sabar. Merek mengobrol seperti ini selama beberapa waktu.


Tampaknya keduanya cukup menikmati obrolan itu.


Pada saat yang sama. Banyak ahli termaksut Jim sedang berapa di laboratorium institusi sains dan teknologi Kasau.


Mereka mencoba untuk membuka detektor itu.


"Kami sudah memindainya dan ada alat penghancur otomatis di dalamnya. Tanpa cara yang benar, kita tidak bisa membukanya."


"Bahkan denga alat terbaik?"


"Ini tidak ada hubungannya dengan alat apapun. Ini mengenai cara membuka detektor ini. Ada langkah-langkah tertentu dan jika kita melewatkan satu langkah saja, Detektor ini akan hancur.


"Kemudian langkah itu ... "


"Mungkin kita tidak bisa membukanya dalam waktu sesingkat ini, kita harus bersabar!"

__ADS_1


"Aku punya pertanyaan. Jika para mata-mata menerima kabar bahwa kita mendapatkan detektor dan berniat mengambilnya, kita tidak akan bisa menghentikan mereka, bukan?"


"Buat panggilan telepon dan minta para pemimpin tingkat tinggi untuk mengirim pasukan sebagai pelindungan. Benda ini bukan hanya sekedar detektor, benda ini berisi suatu yang sangat berharga."


"Aku akan menelpon mereka."


Jim pergi untuk membuat panggilan.


Seseorang di kantor Poshville mengangkat teleponnya dan segera menghubungi para pemimpin setelah mendengar berita itu.


Senat adalah lembaga administrasi teratas di Moplad.


Lima senator dan sepuluh pejabat eksekutif duduk bersama untuk rapat.


"Jim menelpon dan mengatakan bahwa mereka menemukan detektor. Menurut penelitian mereka, detektor itu berisikan teknologi terbaru Naplia."


"Selama kita mengetahui cara kerja detektor itu, kita bisa mencari tahu mengapa Naplia berkembang begitu cepat dalam beberapa tahun terakhir."


"Ini adalah hal penting. Setelah mereka tahu bahwa kita mendapatkan detektornya, mereka pasti akan mengutus orang untuk mengambilnya dari kira."


"Memindahkan detektor itu kesini akan memberi mereka kesempatan untuk mengambil tindakan. Mengapa kita tidak mengirim orang ke kota Kasau untuk melindungi detektor itu?"


"Aku rasa cara itu akan berhasil. Kalau begitu mari kita lakukan sekarang juga."


"Aku setuju!"


"Aku setuju!"


...


Setelah itu, Pasukan khusus pahlawan mendapatkan perintah. Lucas memimpin dua regu ke kota Kasau.


Mereka bergerak cepat dan tiba di sana malam itu juga. Keesokan paginya, mereka sudah bersiaga penuh.


Setengah dari polisi bersenjata di kota telah memasuki institut sains dan teknologi Kasau dan pasukan yang tersisa bersiap menunggu perintah.


Sementara itu, kantor polisi di Distrik yang berbeda juga mengirim pasukan polisi untuk berpatroli di jalan.


Namun, semua ini tidak menggangu Melvin yang sedang sibuk dengan hal lain.


Telma deman. Ini pasti karna dia menghabiskan waktu terlalu banyak di laut, kemudian terlalu lama terpapar sinar matahari dan angin.


[ Tugas baru: Bawa Telma ke rumah sakit dan dapatkan hadiah setelah menyelesaikannya. ]


Tanpa tugas pun, Melvin akan tetap membawanya ke rumah sakit!


"Olivia, jaga yang lain. Aku akan membawa Telma ke rumah sakit."


Melvin berkata, " Dengarkan apa kata Olivia selama aku tidak di rumah. Kalian tidak boleh bermain di pantai dan jika ada yang melanggar, aku tidak akan membawa yang melanggar keluar jalan-jalan lagi.


"Elaine, Teresa, kalian dengar aku? Jangan nakal!"


"Iya, jangan khawatir. Kami akan menunggumu di rumah!"


Savana berjanji.


Melvin mengangguk lalu keluar bersama Telma.

__ADS_1


Sambil memeluk Telma, Melvin naik taksi dan meninggalkan Teluk Purnama.


__ADS_2