Kakak Miliarder Saya

Kakak Miliarder Saya
Detektor dari Naplia


__ADS_3

"Mel, dengan siapa kamu berbicara?"


Teresa melompat ke pelukan Melvin dan mengambil ponselnya.


"Aku sedang berbicara dengan temanku. Jangan ambil ponselku."


Teresa berhasil mendapatkan telpon Melvin dan dia menjawab telpon, "Halo, kamu siapa?"


Lucia berkata, "Gadis kecil, aku teman kakakmu. Bagaimana kabar kakakmu hari ini?"


Teresa menyukai suara Lucia. Teresa berkata, "Mel baik-baik saja. Dia makan banyak sekali tadi siang!"


"Apa kamu pacarnya? Dia tersenyum saat berbicara denganmu!"


Teresa memang penolong terbaik!


Melvin meraih ponselnya kembali dengan tergesa-gesa dan berkata, "Opsir Medison, jangan dengarkan Teresa. Dia tidak tahu apa-apa. Aku pusing sekali hari ini."


"Apa karna kamu kebanyakan tidur siang?" Tanya Lucia dingin.


"Tidak. Sumpah aku tidak kebanyakan tidur," jelas Melvin.


"Aku rasa kamu baik-baik saja dari cara kamu berbicara. Aku akan menutup telpon."


Kemudian Lucia menutup telpon.


"Halo? Halo?"


Melvin tahu panggilan telpon sudah berakhir dan dia mencubit wajah Teresa. Melvin berkata, "Kamu memang anak nakal. Kamu sudah merusak rencanaku!"


Teresa menarik tangan Melvin dan berkata, "Mel, ayo kita bersenang-senang ke pantai!"


"Ayo!"


Melvin menemukan beberapa rompi pelampung dan ban renang. Anak-anak yang bertumbuh besar atau orang dewasa menggunakan ban renang dan anak-anak kecil mengenakan rompi pelampung.


Melvin mengajak Chelsea dan beberapa koki untuk pergi ke pantai. Makin ramai makin meriah.


Savana dan Esther mengambil ember-ember kecil. Mereka menaruh beberapa sekop kecil dalam ember itu dan mereka ingin membangun sebuah kastil.


Elaine langsung melompat ke laut.


Elaine tidak takut karna dia memakai rompi pelampung.


Telma kurang berani. Dia mengulurkan kakinya untuk menyentuh air laut tapi dia tidak berani untuk melangkah lebih jauh.


"Mel, kamu harus mengajariku berenang!"


Siss menyingkirkan rompi pelampungnya. Dia menggandeng Melvin dan berjalan ke laut.


[ Ada tugas jangka panjang. Ajarkan Sissy Berenang. Kamu akan mendapat hadiah! ]


Melvin bertanya-tanya, "Apa aku bisa melakukan tugas jangka panjang?"


Ini adalah tugas kedua di hari ini. Melvin mengira bahwa akan mudah saja baginya untuk mendapatkan tugas-tugas tersebut.


Melvin tidak berpikir banyak.


"Oke! Pelan-pelan saja!"

__ADS_1


Melvin pun mengikuti Sissy kebagian dangkal. Namun, Melvin pikir airnya tidak cukup dalam dan mereka terus berjalan ke depan.


Air laut mulai mendekati lutut dan menurut Melvin itu sempurna.


"Ayo kita ke depan!" Kata Sissy.


Melvin melangkah maju sedikit. Namun, Melvin terpeleset dan jatuh ke air laut ketika dia sedang berusaha untuk bergerak maju.


Melvin terbenam dalam air laut.


Sissy langsung mentertawakan Melvin.


Melvin bangkit dari air laut. Dia benar-benar basah kuyup. Lalu Melvin mengelap wajahnya dan melihat apa yang barusan di injaknya.


Melvin menginjak logam perak. Beberapa bagian logam itu terbuka dan sebagian logam itu terkubur di pasir.


Apa itu tadi?


Ketika Melvin melihat logam itu, dia teringat akan pesan yang di lihatnya. Pesan yang tentang hadiah dari Sistem PAM.


Melvin berjongkok dan menggali di pasir. Melvin tersenyum ketika melihat logam tersebut.


Logam itu lebih besar dari yang dia kira.


"Mel, apa itu?" Tanya Sissy.


Melvin berpikir sejenak dan berkata, "Ini adalah detektor bawah air multifungsi."


"Oh, begitu. Ini namanya sonar! Aku melihatnya di televisi!" Sissy mengingat-ingat apa yang di lihatnya di saluran anak-anak.


"Luar biasa! Kamu bisa tahu apa itu sonar! Detektor ini meliputi sonar dan hal lainnya."


Melvin berteriak pada para koki yang berada di sebrang laut, "Tolong kemari dan bantu aku!"


"Apa itu torpedo!"


"Kelihatannya itu cangkang!"


"Ini adalah detektor. Bantu aku membawanya ke pantai."


Melvin dan beberapa koki membawa detektor itu ke atas pantai. Melvin melihat detektor itu dan mengingat pesan-pesan sebelumnya.


"Ayo kembali ke ruang fungsi dan ambilkan kotak peralatan," kata Olivia.


Olivia bergegas kembali ke rumah.


Thea menyentuh kerak detektor itu dan bertanya, "Mel, apa itu?"


"Ini adalah detektor. Namun alat ini seharusnya berada di laut dalam. Mengapa bisa di darat?" Melvin berusaha membuka detektor itu.


"Mungkin tersapu arus laut," kata Chelsea.


"Apa kita perlu menelpon polisi?" Tanya seorang koki.


"Tunggu. Mari kita lihat-lihat dulu."


Melvin melihat-lihat keseluruhan detektor iu dan berbicara dengan Sissy, "Pakai rompi pelampungmu. Aku akan mengajarimu berenang nanti. Tonia, jaga mereka baik-baik."


"Oke!" Jawab Sissy dan Tonia.

__ADS_1


Olivia kembali dengan kotak peralatan.


Melvin membuka kotak peralatan itu dan mengeluarkan obeng. Dia mulai memutar skrupnya.


Melvin pandai memutar skrup. Dia membongkar detektor itu perlahan. Yang lain mengira detektor itu adalah mainan Melvin.


"Bagaimana?" Olivia bertanya.


Olivia sangat bersemangat melihat detektor itu. Dia mengira benda itu hanya ada di film.


Olivia tahu bahwa ada beberapa negara yang memasang banyak detektor untuk mendeteksi wilayah lauh di Molpad. Beberapa nelayan biasanya mengangkat detektor itu.


Beberapa slogan mengatakan, [ Tidak ada tembaga sonar. Percuma sama mengangkatnya. ]


[ Detektor itu untuk keperluan militer. Bukan milik kita. ]


Melvin melihat-lihat setiap bagian detektor itu dan kemudian meletakkannya kembali.


Melvin membereskan peralatan dan mengeluarkan ponselnya dari laci. Melvin menelpon Lucia.


Lucia menjawab telpon lima menit kemudian.


"Bicara saja," ucap Lucia acuh.


"Aku punya sesuatu untukmu!"


Kata Melvin.


Namun, Lucia menutup telpon.


Melvin terbengong.


Sialan! Aku bukan ingin mengganggumu. Kamu saja tidak peduli dengan perasaanku, batin Melvin.


"Kamu hubungi Opsir Medison. Ini nomernya, 13512345678."


Olivia menelpon Lucia. Lucia menjawab telpon, "Halo?"


"Opsir Medison, aku Olivia. Kami menemukan detektor dari laut," kata Olivia terus terang.


Lucia terdiam sebentar dan berkata, "Berikan ponselmu pada Melvin."


Melvin menjawab, "Halo?"


"Lain kali jangan katakan sesuatu yang membuat salah paham."


Lucia bertanya, "Detektor apa yang di maksud Olivia?"


Melvin berkata, "Kami mendapatkannya dari laut. Seharusnya ini detektor dari Naplia. Kalihatannya masih baru. Apa kamu ingin datang kesini?"


"Dimana?"


"Bila Teluk Purnama Nomer 1."


Lucia tahu betul tempatnya.


Dia menutup telpon.


Melvin meihat ponsel itu dan mengembalikannya pada Olivia. Melvin berkata, "Lucia itu pemarah!"

__ADS_1


Olivia mengambil ponselnya kembali dan berkata, "Menurutku Opsir Medison itu baik."


"Ya, memang. Dia menyelamatkanmu kemarin. Kami harus mengundangnya makan malam dan menghargainya."


__ADS_2