Kakak Miliarder Saya

Kakak Miliarder Saya
Dia Baru Saja Membunuh Orang


__ADS_3

Ketika Melvin memukul orang kelima, dia tidak bisa mengendalikan tangannya dan menghantam jakun orang itu.


Delapan Elemen Gerakan Telapak Tangan adalah seni bela diri tradisional yang di gunakan untuk membunuh orang. Jurus ini memang tidak terlihat bagus, namun sangat berguna.


Melvin menggunakan telapak tangannya, menambahkan energi tenaga dalam, dan menghajar orang kelima di jakunnya.


Jakun pria itu pun remuk.


Dia terkapar sambil memegangi tenggorokannya, mengerang dan megejang tanpa henti, tidak lama kemudian, pria itu tidak lagi bergerak.


Para polisi berlari membawa senjata, enam orang telas tersungkur, lima dia ataranya mengerang kesakitan.


Semua polisi tercengang. Mereka tidak percaya melihat satu orang bisa merebahkan enam gangster bersenjata sekaligus.


Ada dia manusia?


Lucia menatap Melvin penuh kebingungan. Dia menatap sotor mata kejam Melvin yang hanya bisa di temukan di mata para penjahat nekat.


Selama ini, Lucia telah melakukan banyak penangkapan dan berurusan dengan banyak pelanggar hukum. Dia sangat familiar dengan tatapan seperti itu.


Polisi memborgol kelima gangster yang sedang mengerang itu. Ketika memeriksa orang keenam yang tidak bergerak sama sekali, mereka menyadari kalau pupilnya telah membesar dan nafasnya telah berhenti.


"Dia .... Sudah mati." Seorang polisi tergagap.


Saat menyedarinya, Melvin tiba-tiba kembali tersadar, dan hawa kekejaman dalam dirinya sirna begitu saja.


Dia terduduk dengan wajah pucat.


Melvin tidak berniat membunuh orang itu.


Ini pertama kalinya Melvin menggunakan Delapan Elemen Gerakan Telapak Tangan sehingga dia tidak bisa mengendalikan kekuatannya dengan benar. Dia juga tidak mengira orang-orang itu sangat lemah.


"Mel."


Olivia berlutut, Memeluk Melvin sambil menangis. Dia sangat ketakutan dan mengira dia akan mati tadi.


Lucia menghampiri para polisi itu. "Bawa mereka untuk segera diselidiki. Hubungi kepala polisi dan dokter forensik. Kita harus mengetahui siapa mereka dan apa motif perbuatannya." Kata Lucia seraya nahan sakit di tangannya.


"Kapten Medison, tanganmu ... "


"Tidak masalah. Ini hanya bengkak."


Lucia sudah berpengalaman. Dia tahu tulangnya tidak retak.


Keenam gangster itu, termaksud yang tewas, telah dibawa pergi. Hanya Melvin dan Olivia yang masih tetap disana.


"Apa kalian baik-baik saja?" Lucia bertanya penuh kekhawatiran.


"Aku ... Aku membunuh orang." Melvin tergagap.


"Tidak apa-apa, itu pembelaan diri. Enam gangster bersenjata itu sangat bengis, dan kamu hanya melindungi diri agar tidak terbunuh.


"Kamu telah membantu polisi untuk menangkap mereka.


"Apa kamu bisa berjalan? Kami punya beberapa pertanyaan untukmu."

__ADS_1


Lucia tidak percaya Melvin yang sebelumnya dia lihat. Ekspresi mata dan kemampuan yang ditunjukkannya menandakan bahwa dia bukan orang biasa.


"Gawat, aku sudah membunuh orang."


Melvin berdiri dengan bantuan Olivia. Dia menggaruk rambutnya dengan satu tangan, merasa gelisah dan belum menenangkan diri.


Lucia menggelengkan kapalanya seraya berkata kepada seorang polisi, "Bawa mereka untuk menjawab beberapa pertanyaa."


"Baik."


Melvin dibawa masuk ke dalam kantor polisi lagi, tapi kali ini tanpa diborgol. Polisi itu tidak langsung menanyainya, namun memintanya untuk menenangkan diri terlebih dahulu.


Sekitar setengah jam kemudian, Melvin dan Olivia tampak lebih tenang.


Olivia duduk disebelah Melvin dengan mata merah dan bibir bungkam.


Seorang polisi duduk di hadapan mereka dan mulai mengajukan pertanyaan kepada Melvin.


"Apa yang ada di pikiranmu ketika menghadapi enam gangster bersenjata itu?"


"Mereka tidak boleh melukai adikku."


"Bagaimana caramu mengalahkan mereka?"


"Aku tidak tahu. Aku tidak ingat. Itu hanya refleks."


"Apa kamu mempelajari seni beladiri?"


"Tidak, aku hanya menonton beberapa video tentang hal itu di internet, kemudian ... Kutirukan."


Lucia duduk mendengarkan sambil mengoles salep, dia jadi penasaran.


Menurutnya Lucia yang bisa bertarung dan menahan rasa sakit sangatlah hebat. Terlebih lagi. Dia cantik.


Melvin dan Olivia di izinkan pergi setelah menjawab pertanyaan.


Usai menjawab pertanyaan yang di ajukan, Melvin mendekati Lucia dan berterima kasih, "Terima kasih sudah menyelamatkan adikku."


Tangan Lucia terluka karna menyelamatkan Olivia.


Lucia menjawab dengan acuh tak acuh, "Sama-sama. Itu adalah tugasku."


"Opsir Medison, Aku punya pertanyaan."


"Apa itu?"


"Apa kamu punya saudari bernama 'Medison Karen'?"


Lucia tercengang. Ketika dia baru menyadari maksudnya, Melvin dan Olivia sudah berlalu.


Sudut bibir Lucia terangkat membentuk seulas senyum.


"Menarik."


Melvin menarik perhatiannya. Dia punya uang triliunan dan kemampuan luar biasa. Seorang pria muda biasanya tidak mampu memiliki keduanya.

__ADS_1


Lucia berfikir, rahasia apa lagi yang kamu punya?.


Begitu Melvin dan Olivia keluar dari kantor polisi, mereka di kejutkan dengan kedatangan beberapa orang.


"Ayah, ibu, Aidyn ... Mengapa kalian disini?"


Melvin terkejut.


Ada Mathew, Linsey, Aidyn ...


"Mel kamu baik-baik saja?"


Linsey bertanya dengan cemas.


"Lumayan."


Melvin berkata, "Lihat. Aku tidak baik-baik saja."


"Thea mengatakan bahwa ... "


Linsey masih terus bertanya, jadi Olivia menjelaskan. "Itu sebuah kesalahpahaman. Mel tidak melakukan hal buruk. Uangnya sah."


"Dari mana kamu mendapatkan uang itu? Mana mungkin kamu bisa punya uang sebanyak itu?"


Mathew bertanya dengan soret keheranan yang tampak jelas dimatanya.


"Melvin, apa kamu melakukan sesuatu yang ilegal?"


"Tidak. Ayah, Aidyn, Uangku sah. Aku mendapatkannya dengan berbisnis."


Melvin menjelaskan semuanya. Kemudian, dia melihat Lucia keluar dari kantor polisi. "Silakan tanya pada Opris Madison kalau tidak percaya."


Linsey buru-buru bertanya, "Opris Madison, apakah anakku melanggar hukum."


Lucia menjawab, "Tidak, dia baru saja membunuh orang."


"Apa?"


Mathew segera memegangnya.


Melvin menjelaskan, "Bukan soal itu. Maksudku uangnya. Uangnya!"


Lucia baru menyadarinya dan menjelaskan, "Kami sudah melakukan penyelidikan. Sumber uangnya sah. Kalian tidak perlu khawatir."


Mathew bertanya, "Katamu Melvin baru saja membunuh orang. Apa maksudmu?"


Lucia segera menjelaskan, "Beberapa penjahat tadi menyerangku. Melvin dengan berani membantu dan tanya sengaja membunuh seseorang dari mereka.


"Kalian jangan khawatir, itu hanya pembelaan diri. Kalian bisa pulang sekarang."


Linsey masih belum pulih dari keterkejutannya.


Setelah mendengar penjelasan itu, dia tersentak lagi dan nyaris pingsan.


Melvin segera mengganti topik pembicaraan, "Kita harus berterima kasih kepada Opris Madison. Dia menyelamatkan Olivia, dan tangannya terluka karna itu. Benar 'kan, Olivia?"

__ADS_1


Olivia berkaya, "Ya, Opsir Medison menyelamatkanku. Kita harus berterima kasih kepadanya."


__ADS_2