
P R O L O G!!!
____________________________________________
Namaku Laras aku bertempat tinggal di jawa timur tepatnya Didesa RORO ASRI. Desa ku terkenal angker karna jauh dari jalan raya maupun rumah-rumah penduduk.
Akses jalan menuju rumahku terbilang cukup melelahkan karna harus melewati jalanan yang bebatuan karna belum ada aspal atau paving yang masuk di desaku.
jika naik sepeda ontel(mental-mental dalam bahasa madura nya) bokong rasanya gatal ketika dibonceng bapak mengayuh sepeda ontel nya.
Di sepanjang jalan banyak sekali pohon yang rimbun sehingga jalanan walaupun siang kelihatan gelap seperti sore hari.
Yang bikin merinding lagi dulu didepan rumah itu bekas kuburan. Jadi kami sekeluarga jarang kumpul di depan rumah di karenakan aura di depan rumah sangat ketara mistis nya.
Kami lebih memilih untuk diam didalam. Walaupun, kata ibuku semua Mayat yang ada di kuburan sudah di pindahkan ke kuburan umum yang tidak jauh dari rumah.
Rumahku masih menggunakan lampu pijar yang redup.Jadi nggak heran kalo rumahku terlihat singup dan sedikit angker.
Yah beginilah keadaan rumah ku jauh dari rumah penduduk dan dekat dengan jurang kecil yang ada dibelakang rumah.
Tapi aku sangat bersyukur mempunyai keluarga yang seperti keluarga ku ini. Aku tinggal bersama 2 orang kakak laki-laki, Adik 1 perempuan dan Ayah Ibuku.
Rumahku terbilang cukup luas terdiri dari Ruang tamu, 4 kamar tidur, mushola, Ruang makan, ruang tengah (biasanya kami sekeluarga ngumpul disini), Dapur yang sangat luas, 2 kamar mandi dan dibelakang rumah Adalah kebun yang bersebelahan dengan kandang sapi punya Orangtuaku.
Di kiri dan kanan rumahku hanya ada 2 3 rumah penduduk itu pun lumayan jauh jaraknya. Walaupun jarak rumah dengan penduduk lumayan jauh Tapi, mereka sering mengunjungi keluarga kami hanya untuk berbincang-bincang.
Keluarga ku pun tak kalah dengan mereka. Ibu Bapak juga sering mengunjungi mereka hanya untuk mengobrol. Tak jarang juga Bapak dan ibu mengajak aku untuk pergi ke rumah tetangga untuk bertamu.
Mereka bukan hanya saja tetangga Tapi mereka sudah dianggap kerabat sama orang tuaku.
Disini aku mau menceritakan Tentang kejadian-kejadian Mistis yang terjadi kepada keluarga ku dan juga penduduk di desa ini.
Aku mengalami kejadian-kejadian aneh saat berumur 12 tahun masih duduk di bangku sekolah SD. bukan aku saja yang sering mengalami kejadian-kejadian aneh.
Ibu dan kedua kakak laki2 ku pun sering mengalaminya.
...----------------...
poV Ibu Narsih (Ibuku)
Dari kecil Anak ku laras sudah mengalami kejadian-kejadian aneh. Mungkin karna hari lahirnya yang bertepat pada jumat kliwon dan tanggal lahirnya 13 .
Menurut orang tua zaman dulu kalo tanggal nya 13 itu angka setan dan harinya pun hari yang terkenal horor.
Aku sih percaya ga percaya ya karna omongan orang tua zaman dulu itu 90% ada benarnya.
Mbah Kong dan mbah uty Itu lah sebutan dari anak anak ku untuk Nenek dan kakek nya. Bapak ku juga sering ngalamin kejadian-kejadian aneh.
Mungkin turunan dari Ayah ku makanya bisa merasakan keberadaan dan melihat makhluk-makhluk gaib ini. Entah lah atau sudah garis Allah?
Malam itu, seperti biasanya Setelah sholat isyak aku Menemani mereka belajar setelah itu, ku temani Anak ganteng ku untuk tidur. Sebenarnya mereka tidak suka ditemani saat tidur Namun, Aku hanya memastikan kalo mereka benar-benar tidur dan tidak berpura-pura tidur seperti kemaren-kemaren.
Mereka kalau tidak ditemani pasti main sampai pagi. Anak-anak kan seperti itu kalo tidak diawasi apapun bisa terjadi.
Setelah rasa cukup aku menemani mereka, dan meyakinkan diriku bahwa mereka benar-benar tertidur. Ku langkah kan lah kaki ku menuju kamar putriku.
Langkah ku terhenti karena melihat seseorang berbaju putih keluar dari mushola rumah. Laki-laki berbadan besar itu tiba-tiba menoleh kearah ku.
"Mau kemana mas, " Tanyaku kepada suami ku.
Dia terlihat sangat rapi menggenakan baju kokoh putih beserta setelan nya yaitu Sarung hitam favorit nya. Aaaah dia selalu terlihat sangat tampan.
"mas ada undangan dari mas eko dek, Acaranya ba'da isyak. Mas eko mau bangun rumah di sebelah utara rumah kita ini. Tau kan mas eko Bapak nya teman nya anak kita, " Ucap mas faris menjelaskan.
Mas faris juga minta maaf karena lupa bilang kalo ada undangan kenduri dari mas eko. Aku memaklumi lah namanya juga lupa. Kalo sudah ada kata lupa kita tidak bisa memarahinya secara berlebihan.
Yang jadi permasalahan sebenarnya ialah aku takut ditinggal sendiri di rumah. Memang benar sih ada anak-anak. walaupun ada anak-anak, Mereka kan masih kecil-kecil. Bukan nya mereka yang melindungi ku justru aku yang harus melindungi mereka dengan segenap jiwa dan raga ku kalo ada apa-apa.
"Mboten eco dek nek aku ga teko nang acara e mbak Ida, wong wingi mbak ida ambi bojone adoh-adoh Rene ngundang kene. mosok kene ga teko, lah sawange mbak ida kale mas eko piye? " Kata suamiku sambil mengelus kepalaku.
Tidak tau kenapa kalo ada di dekapan nya aku luluh seakan-akan bibirku terkunci sesaat.
(Ga enak dek kalo aku ga datang ke acara mbak ida , kan kemaren mbak ida dan suaminya jauh-jauh kesini ngundang kita. masak kita ga datang. lah dilihat mbak ida dan mas Eko bagaimana?)
Mas Faris menoel b*k*ng ku. "Udah ah mas nanti kalo mas noel-noel aku terus, mas nya minta yang lebih gimana? kan ujung-ujungnya Aku yang kena omel mbak ida, nyangka nya aku ga ngolehin kamu pergi ke acaranya. " aku mencoba melepaskan pelukan mas Faris yang sudah mulai tak terkontrol.
"Awas kamu ya kalo aku udah pulang ku habisi kamu, kalo bisa akan ku lahap hidup-hidup " ucap mas Faris seraya melepaskan pelukan nya yang sedari tadi memeluk ku.
__ADS_1
"Dek peci yang biasanya mas pake itu ditaruh dimana? "
hm mulai deh.
suamiku ini kalo cari baju atau barang apapun tidak pernah berhasil menemukan nya sendiri. Selalu istri yang jadi sasaran nya. Padahal ya tempat nya tidak pernah ku rubah. Tapi, tetap saja Selalu bertanya pada istri nya.
"di laci nomor 2 dari kanan mas , Tak taruh disitu peci kamu dan juga peci anak-anak" Kataku agak sedikit berteriak dari ruang tamu.
"Dimana dek, lah wong ga ada ini loh. Coba kamu cariin kesini dek. Mas bisa telat ini kalo lama begini belum lagi jalanan nya lumayan jauh" suamiku berteriak tak kalah nyaring dengan suaraku.
benar kan memang tidak ada beda nya Bapak dan Anak sama saja. Kalo mencari barang apapun tidak pernah berhasil sebelum aku sendiri yang turun tangan.
"Coba cari yang benar mas. awas saja ya kalo aku yang cari terus ketemu. Tak suruh makan mentah-mentah tuh peci " ucapku sudah tak tahan dengan ulahnya yang setiap hari seperti ini. seraya aku berjalan menghampiri nya.
Kulihat raut wajah suamiku ada ketakutan dan juga emosi karna sedari tadi dia belum juga menemukan pecinya.
"Awas minggir sebentar, " ucapku .
Aku memasang wajah emosi ketika menemukan barang yang susah dicari dari tadi.
"Wau sanjang yaknopo bojoku tercinta niki? mboten wonten nggih? nggeh ta? hilang kemana yo itu peci kok bisa-bisae ra enek nang panggene? Opo peci zaman saiki wis nduwe sikil ta yo. Buktine bojo tercinta ku ndolek i peci ket mau ora ketemu i? " kataku dengan mata melotot serta memonyong monyong kan bibirku kedepan.
(Tadi bilang gimana bojoku tercinta ini? Tidak ada ya? iya ta? hilang kemana ya tuh peci kok bisa-bisanya ga ada ditempat nya? Apa jangan jangan peci zaman sekarang sudah punya kaki ya. Buktinya suami tercinta ku dari tadi mencari pecinya tidak ketemu.)
Mendengar perkataan ku. ku lihat mas Faris hanya nyengir nyengir sambil mengambil pelan peci yang aku pegang. Sambil mencium pipiku dia berlari seraya berterimakasih kepadaku.
Aku hanya berdecak melihat tingkah suamiku seperti itu.
Mas faris tidak terlihat lagi. Dia sudah pergi ke acara mas Eko dan Mbak Ida. Ada guratan sedih dan takut saat mas faris meninggalkan aku dan keempat anak-anak kami.
Ketika akan menutup pintu ....
wushhhhhhhhh brakkkkkkk....
angin dingin menutup pintu depan rumahku.
Aku mencoba tenang dan berpikiran positif agar tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.
Lalu, aku memindahkan Laras dan adiknya ke kamar kedua kakak laki-laki nya agar aku bisa leluasa menjaga anak-anak ku. Kalo tidur kamar terpisah aku sendiri yang kerepotan harus pindah-pindah kamar.
Lebih baik ku pindahkan saja anak wedok ku ke kamar anak lanang ku. Biar tenang aku tidur nya.
seakan-akan bukan anak kecil yang aku gendong. Melainkan badan orang dewasa. perlahan ku turunkan anak ku dan ku tatap perlahan wajah nya...
Astagfirullah.....
Astagfirullah ya Allah...
Tubuh ku terpental dengan sendirinya karna ternyata yang aku gendong bukan anak ku.
Melainkan sosok berbulu tubuhnya sangat besar dan matanya merah. Ia Menyeringai menunjukkan gigi nya yang runcing.
Melihat kejadian ini lutut ku lemas. keringat panas dingin sudah membasahi tubuh ku karna aku takut sekali.
keadaan seperti ini aku ingin melemparkan sesuatu. Aku mengambil barang apa saja untuk di lemparkan kearah wajah yang mengerikan itu.
Lemparan demi lemparan Wajah itu tak meringis kesakitan sama sekali. Malah aku melihat wajahnya sangat bahagia.
Doa doa ku lantun kan dari bibir serta tak ketinggalan cucuran keringat di wajahku.
pada situasi seperti ini aku bingung harus melakukan apa. Otak ku sudah tinggal beberapa watt lagi. Artinya otak ku sudah tak sanggup untuk berpikir.
Dengan badan gemetar aku lari ke dapur untuk mengambil sesuatu.
Lari dengan sisa tenaga ku. Ku lempar Garam yang barusan aku ambil dari dapur tepat di matanya.
Mahkluk mengerikan itu semakin meraung seakan-akan kesakitan kepanasan.
Aaaaarrrrrrgggggghhhhhhhhhhhh
Makhluk mengerikan itu perlahan mendekatkan dirinya padaku.
Ah tidak Aku harus melemparkan lagi sebanyak-banyaknya garam ke wajahnya.
Ku lempar lagi begitu banyak garam ke wajah serta badan nya.
Aaaarrrrrrrrrgggggggghhhhhhhhhhh
__ADS_1
Jangan senang dulu wahai pujaan hatiku. Aku akan segera datang menemui mu.
ini sisa garam yang ku punya. Ku pejamkan mata ku lalu ku baca Ayat kursi sambil melemparkan nya garam.
Aaaaaaarrrrrrrrgggggggggghhhhhhh
perlahan Makhluk mengerikan itu menjadi api dan lama kelamaan menghilang.
Di dalam hatiku sedikit lega syukurlah makhluk itu lenyap. Aku tak Menggubris apa yang tadi di bicarakan nya.
langsung ku gendong putriku ke kamar kakak-kakak nya.
lekas ku tutup pintu dan mematikan lampu agar makhluk mengerikan itu tidak tau keberadaan kami.
Kami tertidur sangat pulas sampe aku lupa dengan kebiasaan malam ku yang bertemu dengan Tuhan semesta Alam.
Adzan subuh berkumandang remang-remang terdengar karna mushola lumayan jauh dari rumah.
Aku Menatap sekeliling ku syukurlah anak-anak ku Baik-baik saja. Saat aku hendak bangun .....
kriekkkkkkkkk.....
ku lempar kuat kuat sapu yang sudah ku siapkan. Untuk menghajar makhluk yang sudah menganggu keluarga ku tadi malam itu ke pintu yang sudah terbuka lebar.
Dengan mataku yang di tutup rapat-rapat. karna trauma melihat wajah makhluk yang semalam.
Aduhhhhhh ....
"Dek kenapa mas di lempar sapu? " meringis wajah suami ku karna batang sapu terkena pas di hidungnya.
"Adek masih marah ta sama mas gegara masalah peci tadi malam hm? " lanjut mas Faris. Aku yang salah malah sekarang mas Faris yang meminta maaf Ia teringat kejadian semalam soal peci.
"ya Allah mas Adek gatau kalo mas yang datang Ku kira makhluk tadi malam. lah mas ga Assalamu'alaikum kalo masuk kamar.. " aku turun dari ranjang anak ku. Memeluk suamiku agar marahnya hilang.
"iya mas gapapa, Kenapa kalian tidur berlima di kamarnya bayu dan ahmad? " Kata mas Faris sembari berdiri mengajak ku keruang tamu.
Aku menceritakan semua yang terjadi tadi malam ke mas faris. Wajah nya ber antusias mendengar kan cerita ku.
Mas faris pun berjanji tidak akan meninggalkan kami berlima lagi saat malam hari. Ia mengecup kening ku beberapa kali. Hingga datang lah nafsu nya yang mulai liar. Ia mencumbu dengan sentuhan sentuhan yang memabukkan.
kami berdua menuju ke kamar kami. Aku yang tidak tahan dengan sentuhan mas Faris pun langsung melucuti semua pakaian suamiku. Sampai akhirnya kami berdua bergulat melakukan adegan panas suami istri.
Untuk pagi ini Mas Faris hanya 2 ronde saja. Sebelum anak anak bangun aku dan suami ku menuntaskan kegiatan panas ini. Kami pun pergi menuju kamar mandi. Mandi dan sholat subuh berjamaah berdua.
setelah sholat aku memasak dan menyiapkan keperluan anak-anak untuk berangkat sekolah dan bekal suamiku untuk pergi ke sawah.
sedangkan, suamiku menyiapkan sepeda beserta sepatu anak-anak nya. kami dari dulu sudah berbagi tugas.
Bayu kelas 6 SD. Ahmad kelas 4 SD. Laras kelas 3 SD. nurul adeknya Laras masih kelas 2 SD.
...----------------...
FLASHBACK ON
mereka aku sekolahkan karna kemauan nya sendiri karna terbilang usia Nurul masih kecil tidak diperbolehkan sekolah SD karna nanti ribet kalo ngompol di dalam kelas kata kepala sekolah.
Tapi aku sangat memohon ke kepala sekolah agar menerima nurul. karna nurul rengek-rengek minta sekolah. tidak diturutin yah gimana. sudah di nasehatin baik-baik sama Aku dan suamiku tapi tetap juga nurul kekeh pada pendiriannya kalo mau sekolah.
Alhamdulillah kepala sekolah mengizinkan nurul sekolah dengan syarat kalo ngompol atau pup di dalam kelas itu aku yang membersihkan sendiri tanpa bantuan guru.
beruntung pada hari pertama sekolah pada saat aku mengantar nurul sekolah. aku berbincang-bincang dengan guru kelasnya itu. Aku bercerita dengan guru tersebut dan guru itu mau membantu kalo nurul ngompol dan PUP dikelas.
FLASHBACK OFF
...----------------...
Setelah sarapan dan seragam anak-anak sudah siap. Aku beranjak pergi ke kamar Ahmad dan bayu.
Pada saat memasuki kamarnya Ahmad dan bayu tiba-tiba saja aku merinding. Ku buka pelan-pelan pintu kamar mereka dannnn
kriekkkkkkkkk...
bersambung....
wah kenapa lagi dengan ibunya Laras ya. stay tune ya teman-teman. jangan lupa like dan komen nya yang positif ya ini Cerita horor pertamaku di Novell toon.
thank you sudah membaca dan dukungan nya..
__ADS_1
love banyak-banyak ᥬ😘᭄ ᥬ😘᭄ ᥬ😘᭄