
Ku buka pelan-pelan kamar anak ku. Alhamdulillah mereka aman-aman saja. Tidak terjadi sesuatu dengan mereka. Ku bangun kan pelan-pelan anak ku.
Wajah imut dengan bola mata yang kecoklatan Laras tersenyum melihat ku. Dia memang beda dengan adiknya. Dia begitu imut dan cantik kalo adeknya manis seperti gula aren. Walaupun mereka berbeda Tapi aku sangat menyayangi anak-anak ku tanpa membedakan nya.
"Ayo nduk tole tangi, Srengenge wis tangi mosok anak e ibuk sek turu ae. Ayo ndang siram trus sarapan, Di ngarep omah Bapak wis ngenteni ket mau " kataku seraya membuka selimut yang menutupi tubuh mereka.
(Ayo Nak bangun, matahari sudah bangun masak anaknya ibuk masih tidur. Ayo cepat mandi lalu sarapan, Didepan rumah Bapak sudah nunggu dari tadi)
Sambil membersihkan dapur ku lihat anak-anak ku makan sangat lahap. Alhamdulillah mereka menyukai makanan yang aku buat.
Melihat anak-anak ku yang sekarang tumbuh besar dan menjadi anak yang cerdas aku sangat bangga kepada suamiku. Teringat perjuangan nya dulu mendapatkan ku. Walaupun Dia sering ditolak mentah-mentah oleh Bapak namun mas Faris tidak pernah menyerah. Dia bekerja dengan keras untuk mendapatkan ku.
Tak terasa Bulir air mata menetes bercampur dengan keringat yang membasahi pipi. Asinnn. Iya terasa asin ketika Air mata bercampur keringat itu menjalar masuk ke dalam mulutku. Lekas ku usap dengan lengan bajuku agar anak-anak tidak mengetahui nya.
Beginilah perjuangan seorang ibu pekerjaan untuk keluarga nya tidak akan pernah selesai. Dari bangun tidur sampai akan tidur lagi. kata siapa menjadi seorang ibu rumah tangga hanya leha-leha. Melainkan menjadi seorang Ibu sangat amat melelahkan. Jadi tidak perlu lagi membedakan pekerjaan suami dengan seorang istri.
mempunyai suami yang pengertian seperti mas Faris membuatku sangat bersyukur karna ketika pulang bekerja di sawah Dia selalu membantuku dengan pekerjaan rumah lainnya
Aku sedikit lega melihat suami dan anak-anak sudah berangkat. Ahmad berboncengan dengan Bayu. Laras dan Nurul di bonceng Mas faris. Terlihat Mas faris mengikat kaki nurul kedepan sedangkan Laras duduk dibelakang nurul.
Anak-anak sudah berangkat. Waktunya sekarang aku membersihkan Rumah.
Aku ambil sapu lalu membersihkan Rumah dengan perasaan was-was. pertama tama kubersihkan kamar Laras terlebih dahulu. Karna Kamar Laras lah yang paling berada dibelakang.
Jendela ku buka lebar lebar sementara gorden nya mau aku cuci mungkin Kamar anak anak harus benar benar bersih biar makhluk mengerikan seperti semalam tidak datang menganggu kami lagi.
Belum selesai gerutu didalam hati. Tiba-tiba ketika aku menata bantal serta guling diatas kasur.....
Brrrrrrraaaaaaakkkkkkkkkkkk
Jendela kamar tertutup dengan sendirinya.
Brrrrrrraaaaaaaakkkkkkkkkkk
Pintu kamar tertutup dengan hebat nya sampai-sampai gantungan baju dibelakang pintu jatuh ke lantai. Baju-baju Laras yang digantung dibelakang pintu ikut tergeletak.
Astagfirullah
kini kamar Laras menjadi gelap gulita hanya terlihat biji mataku saja dan hhhhahhh suara nafasku sudah tak bisa dikontrol. Benar!!! Aku sulit bernafas. Doa-Doa ku lantunkan untuk mengusir rasa takut ku.
Pada saat akan menginjak kan kakiku ke lantai, Niat hati mau membuka pintu dan jendela yang tertutup. Tiba-tiba ada yang menyeret Kaki ku ke kolong ranjang.
Aaaaaaaagghhhhhhhh Lepasin Lepasin aku
"Diam dek ini mas, Ini mas mu suami mu" jawab Seseorang.
Aneh? kenapa mas Faris bisa pulang secepat ini? Dan kenapa Dia menarik kasar aku ke kolong kasur? Ga biasanya Dia meminta jatahnya dengat perlakuan Kasar seperti ini. Mas Faris sangat lembut. Oh tidak ini bukan suamiku!! Lalu ini siapa?
"Lepasin kamu bukan suamiku, Suamiku kerja disawah semua pintu sudah kututup mana mungkin suamiku bisa masuk tanpa permisi dulu kepada ku. Lepasin pembohong" kataku ku meronta-meronta ingin dilepaskan.
Karna posisiku sekarang didekap mahkluk yang ngaku-ngaku menjadi suamiku ini. dengan sekuat tenaga aku menjauhkan diri ku dari wajahnya. makhluk itu memonyong monyongkan bibir nya tandanya ingin m**c**m bibirku.
ku tendang dengan sekuat tenaga meja belajar Laras. Terjatuh lah semua alat tulis anakku ini. Ada sebuah pulpen jatuh menggelinding tepat di pinggir kakiku. kuambil perlahan dengan tanganku.
Ini bukan pulpen melainkan Spidol besar warna hitam. Ketika melihat makhluk itu memonyong monyongkan bibir nya. ku coret coret bibir suami palsu tapi sexy ini. ku masuk masukan spidol besar itu kedalam mulutnya.
Plaaaakkkkkkkkkkkk
__ADS_1
Tamparan mendarat di pipi kanan ku. Aku semakin yakin kalo yang di hadapan ku bukanlah suami ku. Melainkan Orang lain. Tapi siapa?
*Aaaghhhhh Aggghhhhhhhhhh
aaghhhhh Grrrrrrrrr*
Oh tidak orang itu mengaum. Dia marah. Tapi suaranya seperti bukan manusia seperti pada umumnya.
perlahan wajah ganteng suamiku berubah berbulu dan menakutkan dengan gigi yang menyeringai. Dia bukan suamiku melainkan genderuwo yang menyamar untuk menikmati tubuhku. Dia menakutkan sangat menakutkan. Badan nya sangat besar membuat ranjang Laras hancur berkeping-keping.
Aaaawwwwwww pecahan kayu melukai kaki ku. Darah segar mengalir dibawahnya. Nampak genderuwo itu senang melihat tubuh ku seperti tak berdaya.
Tubuhku semakin kencang dipeluk nya. sampai mau nafas saja susah. YA ALLAH
ASTAGFIRULLAH semua doa yang aku hafal ku baca semua......
Dengan sekuat tenaga aku mengambil balok yang berada di atas kepalaku. (balok ini biasanya dipergunakan Laras untuk penyangga pintu)
bughhhh bughhhhh
Sambil baca doa ku hantamkan balok ke kepala Genderuwo itu. kupikir genderuwo itu bakal kesakitan. makhluk itu malah menyeringai menakutkan.
genderuwo itu perlahan membuka kancing bajuku. Dia menarik hijab ku dengan buas nya. Aku meronta-meronta meminta dilepaskan namun, keinginan ku pupus genderuwo itu hanya menginginkan tubuhku.
Kini kancing bajuku tinggal 2 biji lagi. kini sentuhan dari genderuwo ini tidak menyakitkan lagi melainkan aku merasakan seperti sentuhan suamiku. TIDAK dia bukan genderuwo wajahnya perlahan berubah menjadi mas faris suamiku.
Wajah mas faris kelihatan sangat tampan beda dengan wajah keseharian nya. Sentuhan sentuhan mas faris membuatku terlena dan lupa diri bahwa yang di hadapan ku bukanlah suamiku.
aaahhhh tidak kenapa aku merasakan setiap sentuhan mas faris seakan akan membawa ku ke alam mimpi. Sentuhan nya membuat aku mabuk kepayang. Jika mimpinya seperti ini membuatku tak ingin untuk terbangun.
-----------------------------------------------------------
Sedangkan suasana disekolah Laras sedang sibuk dengan pelajaran menghitungnya. Dia dikelilingi teman-temannya yang mau menyalin jawaban yang sudah Laras isi di buku tulis nya itu. Laras memang Anak yang cerdas disekolah nya.
"Kalian ngapain seh Lhe ndok, kok pada di bangkunya Laras, Ayo kembali ke meja masing-masing" Tiba-tiba Bu wati datang setelah rapat dengan kepala sekolah selesai.
Anak-anak pun berhamburan kembali ke meja masing-masing. Setelah menyelesaikan tugas, Laras berpamitan untuk membuang hajatnya ke kamar mandi. Dia tidak sendirian melainkan bersama teman nya yaitu Diva.
Memang kalo anak cewek tidak pernah sendirian ke kamar mandi. Dia selalu mengajak satu teman nya. Entah lah memang kebiasaan itu nyata sampai sekarang.
Memang jalan ke kamar mandi terbilang cukup jauh harus melewati Kelas 4 5 6, perpustakaan dan melewati Lorong lumayan panjang dan gelap. Kamar mandi nya berdekatan dengan kantin.
Saat melewati Lorong sekolah Laras merasakan ada yang mengikuti. Bau mayat busuk menganggu indra penciuman nya. Dia menutup hidung dengan kedua tangan nya. karna bau ini sangat menyengat.
"Kamu kenapa Ras kok hidungmu ditutup seperti itu, Lah wong nda bau apa-apa? " cerocos Diva karna melihat gelagat aneh Laras.
__ADS_1
"Memang kamu tidak terganggu dengan bau busuk ini Div, Baunya menyengat loh? Apa ada bangkai disekitar sini ya? " Jawab Laras sambil mencari disekitar lorong. Dia mencari kesana kesini namun hasilnya nihil.
"Bangkai tikus? Nggak ah paling hidung kamu tuh gatau dibersihkan" Justru Diva menggoda Laras karna dia sendiri tidak mencium apa-apa.
"Ah kamu ini ga percaya. memang Bener sih, ini nggak ada apa-apa Tapi kok bau nya nyengat kek gini ya. Udah lah kita ke kamar mandi dari pada bu wati Marah karena kita terlalu lama meninggalkan kelas" kata laras berlalu meninggalkan bau busuk itu
Setiba dikamar mandi Laras Langsung menuntaskan Panggilan Alamnya. Berbeda dengan Diva lebih memilih duduk di kursi panjang didepan warung ibu kantin.
Seketika hidung Diva mencium bau tak sedap.
Diva mencari bau itu di sekeliling Kamar mandi. Hasilnya nihil dia tidak menemukan apapun.
Diva pun coba memasuki gudang kosong dan gelap di belakang kamar mandi.
perlahan langkahnya memasuki gudang itu dengan was-was.
Tiba tiba ada tangan yang menepuk pundak Diva dari belakang.
Diva pun menoleh ke kearah yang baru saja menepuk nya. Tidak ada sama sekali orang disana.
Bau busuk itu semakin menyengat menganggu penciuman Diva.
Aaaagggghhhhhh Kaki Diva kesandung sesuatu dibawah sana.
Kakinya merasakan kalo yang diinjak itu bukan kayu ataupun barang yang ada digudang.
Melainkan sesuatu yang empuk dan besar. Dia menunduk dan mencoba meraba.
Aggggggghhhhhh Ini apa?
Tangan nya menyentuh sesuatu Dia pun mencium bau ditangan nya yang terdapat lumpur.
" Ini apa kok baunya seperti? Iyaaa ini sepertiiiiiiii , seperti tanah kuburaaaaannnnn" Diva menerka-nerka.
Diwaktu yang bersamaan tiba tiba dari belakang ada tangan yang menyentuh tengkuknya.
"Aaaaaaaaaaaah " Teriak Diva
anak cantik itu pun menoleh ke arah belakang.
"Ah ya Allah kamu ngaget2in saja Ras, Kamu ngapain disini? " dengan suara gemetar dan nafas yang ngos-ngosan Diva bertanya kenapa Laras bisa berada didalam sini.
" he harusnya aku yang tanya ngapain kamu masuk ke dalam gudang. Ayo kita balik. aku tuh bingung nyariin kamu. Melihat pintu gudang terbuka Aku pun masuk siapa tau kamu ke gudang. Eh ternyata benar" sambil menarik tangan Diva keluar.
"sebentar kenapa tangan kamu basah sih, Loh ini apa? Lumpur? iniiii iniiiii bauuuu tanahhh kuburaaaan Diiiiv? kamu ngapain? jangan aneh-aneh deh!! " cerocos Laras melotot kearah Diva.
Tadi itu......
Diva dan Laras terperangah karna mereka merasa ada seseorang bertubuh tinggi besar ada dibelakangnya. Bau busuk mulai memenuhi area gudang.
Diva dan Laras perlahan menoleh ke belakang dan ternyata.........
Bersambung....
Jangan lupa meninggalkan jejak kak. terimakasih like dan komentar yang positif.
__ADS_1
stay tune ya Author bakal menyajikan kejadian kejadian di desa Laras.
love banyak banyakᥬ😘᭄