Kampung Horor

Kampung Horor
KUNTILANAK MERAH


__ADS_3

(JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK KAKโค)


like, vote dan komen kalian yang bikin author bersemangat untuk Up tiap hari๐Ÿ™๐Ÿฅฐ


Bapak tua itu mendekati ku. Senyum wajah yang tidak mengenak kan membuat ku menelan saliva berkali kali.


"Pak mahmud sudah lama disini? " tiba tiba Bapak muncul dari belakang Bapak tua itu.


Huhhhhh aku mengambil nafas sejenak.


Rupanya dia Pak mahmud suami Bu Ina yang menolong ku tadi pada saat di ganggu oleh kuntilanak. Pak mahmud ke sini dengan tujuan untuk membicarakan penebangan pohon di jalan bersama Pak kyai khosim dan Bapak ku.


Setelah mengetahui tujuan Pak Mahmud aku pun meminta maaf. Karna telah berpikiran yang kurang baik pada nya.


"Tidak apa apa nduk. Seharusnya Pak mahmud lah yang meminta maaf kepada nduk Laras karna tiba tiba saya datang dan mengagetkan nduk Laras," Ucap pak mahmud tersenyum kepadaku.


Pak mahmud juga menjelaskan bahwa dirinya tadi lewat dari pintu depan. Sudah memanggil manggil Bapak dan Ibu ku namun tidak ada yang menjawab. Ia juga melihat sendal istrinya didepan. Akhirnya pak mahmud mencoba masuk kedalam untuk mencari keberadaan Orang tuaku.


Setelah menjelaskan semua tujuan nya. Bapak mengajak Pak Mahmud untuk duduk diruang tamu agar ngobrol nya enak.


Suasana malam ini sungguh berbeda dengan malam malam biasanya. Malam ini terasa sunyi dan tidak terdengar suara binatang malam sama sekali. Biasanya suara jangkrik ,katak dan binatang lain nya akan bersahut sahutan menghiasi sunyi nya malam.


Aku dan nurul membantu ibu untuk masak buat makan malam. Karna Ibu sedang menjaga Mas Ahmad yang sedari tadi mengigau menyebut nama Gendhis berkali kali. Kami semua tidak mengerti siapa Gendhis itu. Mungkin Gendhis adalah nama teman mas Ahmad disekolahan nya. Aku dan nurul memasak sesuai seperti yang Ibu selalu ajarkan kepada kami.


"Kami sangat berterima kasih kepada Pak mahmud karna sudah mau untuk menebang salah satu pohon yang berada di pinggir jalan itu. " Ucap Bapak ku kepada Pak mahmud.


"Nak Faris tidak perlu berterima kasih seperti itu kepada saya. Saya hanya membantu penerangan Warga kampung kita ini. Agar anak anak sewaktu pergi pulang ngaji dan sekolah tidak takut lagi. " Tutur Pak mahmud.


Aku senang mendengar obrolan Bapak dan Pak mahmud yang akhirnya akan menebang salah satu pohon yang membuat anak anak takut kalo lewat disana. Dua gelas kopi ku bawa menuju ruang tamu. Sedangkan Nurul membawa singkong goreng untuk cemilan nya.


"Assalamu'alaikum.. "


"Wa'alaikumssalam wr. wb" jawab kami ketika mendengar suara seseorang yang datang dari balik pintu.


Pak kyai datang bersama istrinya.


kami semua bersalaman dengan pak kyai dan bu Tyas. Bapak mempersilahkan nya duduk. Namun Bu Tyas ingin menemui Ibu ku terlebih dahulu. Akupun meminta tolong kepada Nurul untuk mengantarkan nya ke kamar mas Ahmad. sedangkan aku ingin membuat kan kopi untuk pak kyai dan Teh hangat untuk Bu Tyas.


Kriiiiekkkkkkk


Nurul membuka pintu kamar mas Ahmad.


Astagfirullahaladzim,,

__ADS_1


Bu Tyas terbelalak ketika hendak masuk kedalam kamar mas Ahmad. Ibu yang duduk bersandar di ranjang Tiba tiba kaget mendengar suara Bu Tyas. Ibu menyuruh bu Tyas untuk masuk kedalam kamar. Terlihat mas Wahyu menutup mata nya. Mungkin Ia kelelahan karna kejadian tadi sore.


Bu Tyas pun memasuki kamar Ahmad dan duduk sambil memegang tangan Mas ku. Aku yang tengah membuat minuman di belakang akhirnya berlari menuju ke kamar mas Ahmad penasaran dengan apa yang terjadi . Bu Tyas bertanya sejak kapan mas Ahmad mengigau menyebut nama Gendhis.


Ibu menjelaskan kan semua kejadian tadi sore kepada Bu Tyas. Sambil mendengarkan Ibuku bercerita Ku lihat bu Tyas sedang membaca sesuatu. "Nduk, tolong panggilkan Pak kyai untuk datang kesini, " Ucap Bu Tyas kepada ku.


Sementara di ruang tamu pak kyai sedang asyik berbincang bincang dengan Bapak ku dan juga pak mahmud. Bapak melihat kearah ku dan menanyakan kenapa kopi dan teh untuk pak kyai dan Bu Tyas belum ku buatkan. Namun ucapan bapak ku hiraukan dahulu. sementara aku melangkahkan kaki ku menuju tempat duduk pak kyai.


"Pak kyai, panjenengan di rantosi Bu Tyas dikengken teng kamare Mas Ahmad" Ucapku sopan kepada pak kyai.


(Pak kyai, kamu ditunggu Bu Tyas disuruh ke kamarnya Mas Ahmad)


Mendengar perkataan ku mereka bertiga berdiri dan langsung pergi menuju kamar Mas Ahmad dengan wajah yang serius. Aku yang tidak mengerti kenapa mereka bersikap demikian akhir nya mengikuti saja.


Pak kyai memasuki kamar mas Ahmad. Lalu Bu Tyas menjelaskan. jika yang berada disini hanyalah jasad kedua mas ku saja. sedangkan roh kedua Mas ku ini dibawa oleh kuntilanak merah yang tadi sore membawa mereka berdua ke jurang belakang rumah.


pak kyai menyarankan kalau Kedua Masku harus dingajikan layak nya Seperti orang meninggal. Namun beda nya kini kami berdoa memohon agar kuntilanak merah itu membawa kembali roh kedua Mas ku ini.


Mendengar ucapan pak kyai kami semua lemas dan tak bertenaga. Air mata kami semua jatuh seakan akan badai datang tengah menenggelamkan keluarga kami. pada malam itu aku tidak bisa berfikiran baik. Bagaiamana jika Kedua masku pergi meninggalkan kami semua. Pikiran ku berkecamuk.


Bapak dan pak mahmud pun menggelar tikar di ruang tamu. Kemudian mereka membopong kedua masku keatas tikar yang sudah digelar. kami semua ambil wudhu' bergantian. setelah itu kami membaca Al Qur'an sesuai anjuran pak kyai. semoga dengan cara ini lah Kedua masku bisa selamat dari jeratan kuntilanak merah.


Melihat Ibu ku menangis seperti itu aku tidak tega melihat nya. Bu Tyas memeluk nya sambil menyuruh Ibu untuk ikut membaca. Ditengah kami membaca Al-Qur'an tiba tiba aku melihat seseorang berbaju merah hendak masuk kedalam rumah ku. Kuntilanak merah itu berada di balik jendela depan rumah. Ia ingin masuk. Namun wanita itu terpental beberapa kali. Kuntilanak merah itu terlihat sangat marah kedua bola matanya nampak besar dan lingkaran hitam dimatanya melotot tajam kearah ku. Kuntilanak merah itu menangis. Namun airmata nya berubah menjadi darah. Ia tersenyum menyeringai ke arah ku. Gigi runcing dan panjang seakan siap menyantap mangsanya. Ia mencoba memanggil manggil nama ku.


hihihiiiiiiiiiiii hihihiiiiiiii haahahaaaaaaa haaaa


Astagfirullah Ia menakutkan sekali. Kenapa ia tak membawa kedua Mas ku untuk pulang. Lalu ada dimana kedua Mas ku.


"Nduk Laras ayo konsentrasi. Bacakan Al-Qur'an ke kedua Mas mu. Konsentrasilah!! untuk yang lain juga harus konsentrasi jangan pernah terganggu dengan apapun yang terjadi nanti, " Aku kaget mendengar ucapan pak kyai. Mata pak kyai itu tertutup namun bisa tahu kalau aku sedang tidak khusyuk.


Aku pun khusyuk kembali membaca Al-Quran untuk kedua masku.


sementara di dunia lain......


____________________________________________


poV Mas Ahmad


"Kita ada dimana mas, kemana teman yang lain. Kenapa hanya ada kita berdua?" Tanya ku kepada Mas Wahyu.


Tempat ini tidak asing bagi ku. sepertinya ini rumah ku tapi kenapa didepan rumahku ada kuburan. Pohon bambu yang rimbun mengelilingi rumah ku. Kanan kiri sama sekali tidak ada rumah tetangga. Hanya ada rumah yang agak jauh dari rumah ku yakni rumah pak mahmud, Pak kyai khosim, rumah Mbah surya dan rumah mbah sofyan.


Terlihat kedua pasangan muda yang bertengkar hebat di tengah tengah rimbun nya pohon tebu. Aku dan mas Wahyu bersembunyi di rimbun nya pohon tebu itu. Kami berdua mendengarkan apa yang mereka ributkan.

__ADS_1


"Kamu sudah tidak jujur padaku, Kamu mencintai dia kan? tega tega nya kamu berduaan didalam rumah si Aksa. Sementara aku bekerja kepanasan kehujanan demi segera menghalalkan mu, " ucap lelaki itu dengan raut wajah yang menggebu gebu.


"Sumpah Demi Allah Aku tidak melakukan sesuatu yang macam macam dengan mas Aksa. Aku hanya mencintai mu mas. Aku pergi kerumah mas Aksa bersama Ibuku. Ibu nya mas Aksa sakit. Sedangkan Bapak nya kamu sendiri tau kan, kalo Bapak mas Aksa sudah meninggal dunia. Aku dan ibu hanya mengantarkan makanan saja untuk menjenguknya. " Wanita itu menjelaskan dengan air mata yang terus mengalir dari pipinya.


"Hm Apa benar begitu?" ucap lelaki itu terlihat penuh nafsu melihat ke arah wanita yang dihadapanya.


"Bbbbeeennnnarrr mas. Mmmm mmmass mau ngapaaaiiin?" kata wanita itu terbata bata saat melihat kekasih nya mendekati wajah nya dan mengelus pahanya yang berbalut rok panjang. Tiba tiba Lelaki itu menyingkap rok itu secara perlahan. Namun wanita itu segera mencegah nya.


"Kenapa kamu tidak suka dengan sentuhan ku heh? Apa sentuhan lelaki itu lebih nikmat dari pada sentuhan ku? " sarkas lelaki itu sambil memegang dagu wanita yang sedari tadi menangis tiada henti.


"Bbbbbuuuukaaannn bbbbeegggiiiittttuuu mas, Aku tidak pernah melakukan hal yang aneh aneh dengan mas Aksa. Aku hanya bertemu dengan nya kemaren saja. Lepas kan aku mas. Jika mas mau melakukan hal lebih kepadaku. Nikahi aku dulu mas" Jelas wanita itu sambil mengambil tangan sang kekasih kedalam genggaman nya. Namun lelaki itu melepas dengan kasar genggaman nya.


"cihhh semua wanita sama saja. semua pendusta. semua penghianat. Kamu dan Ibuku sama saja. sama sama doyan laki laki hidung belang. Dimana ada lelaki kaya maka kamu akan mengincar nya. Kalo laki laki bajingan itu sudah menyentuh mu maka aku harus menghabisimu." Murka lelaki itu.


Aku yang melihat pemandangan seperti itu ingin sekali untuk menyelamatkan nya. sungguh kasihan wanita itu seakan tersiksa. Ketika aku hendak menolong nya namun Mas Wahyu menarik tangan ku.


"ssssssttttt kamu ingin mati apa? kita ini masih kecil lihat saja dia. laki laki itu berbadan besar dan menakutkan. Sedangkan kita apa cuma seekor semut yang akan dimatikan kapan saja. Sudah lah kita tidak akan bisa melakukan apa apa disini. Aku juga yakin kalo sekarang kita berada di masa lalu seseorang dek, " Jelas Mas wahyu


mendengar perkataan terakhir mas Wahyu aku tidak mengerti apa yang dimaksud. Sudah lah aku hanya terdiam dan menurut apa yang dikatakan mas ku ini.


"Mas kamu kenapa bisa seperti ini sih? Kemana mas ku yang dulu ku kenal yang baik dan lemah lembut. Tolong jangan bersikap seperti ini mas. Aku takut. " kata wanita itu memohon.


Melihat wanita itu memohon justru membuat lelaki itu berniat melakukan yang tidak tidak kepada nya. Ia mendekati badan nya ke wanita itu.


"Jika laki laki itu sudah membuatmu terlena. Aku juga bisa membuatmu bertambah suka sama aku" Tatapan lelaki itu membara.


"Mmmaaaasss jangan seperti ini. Aku akan melakukan apapun yang mas mau. Tapi jangan memaksa ku seperti ini. Mas mau aku melakukan hubungan terlarang kan?. Ya sudah akan ku buktikan kalo aku tidak pernah bersetubuh dengan mas Aksa. sekarang lakukan apa yang mau kamu lakukan, " jawab wanita itu pasrah.


Wanita itu menyerah kan tubuhnya kepada lelaki yang dicintai nya untuk membuktikan kalo dirinya tidak pernah berhubungan dengan pria lain.


Lelaki itu sudah terhasut bujukan setan. Ia menuruti hawa nafsunya. Dua insan itupun saling mel***t bib*r suara kec***n terdengar sangat jelas karna disini sangat sepi hanya mereka berdua serta aku dan mas Wahyu yang bersembunyi di rimbun nya pohon tebu.


Pergulatan panas akan terjadi. Terlihat wanita itu mengeluarkan air mata. Wanita itu masih tidak rela melakukan hubungan terlarang sebelum mereka menikah. namun apa mau dikata demi menjaga kepercayaan lelaki nya. Ia akan melakukan apa saja.


"Mungkin dengan cara ini Mas akan mempercayai ku lagi" kata wanita itu berbicara dalam hatinya.


Dua insan itu melakukan hubungan badan dengan penuh nafsu dan gairah. Kami berdua menutup mata karna tak seharusnya kami berada disini. Kami menundukkan pandangan ketika mereka sibuk dengan kegiatan bercintanya.


"Mas percaya sama aku kan kalau aku tidak pernah melakukan hubungan badan dengan mas Aksa" Ucap wanita itu ketika kegiatan nya sudah selesai.


Lelaki itu mengecup kening wanita itu dan meminta maaf kepada nya. Karna sudah bersikap kasar kepada wanita nya. Mereka pun melanjutkan adegan panas tak melihat waktu dan keadaan.


Kami berdua pun ingin kembali kerumah namun langkah kami terhenti karena....

__ADS_1


BERSAMBUNG,,,


UPNYA segini dulu ya kak๐Ÿ™ Besok InsyaAllah Up lagi. terimakasih ๐Ÿ™Œ๐Ÿป๐Ÿ™


__ADS_2