Kampung Horor

Kampung Horor
MESIN WAKTU


__ADS_3

(JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK🙏❤)


Vote, like dan komentar pembaca akan sangat membantu Author untuk bisa UP tiap hari.


tambahkan ke favorit agar tidak ketinggalan Episode terbaru dari saya🤗.


Thanks Loyal readers 🙌🏻🥰


Kami berdua pun ingin kembali kerumah. "Mas ayo kita pulang aku mau ketemu sama Ibu." Rengek ku kepada mas Wahyu.


namun langkah kami terhenti karena mendengar salam dari seseorang.


"Assalamu'alaikum bu Gantari … pak Reksa…"


Kami pun mencari asal suara itu. Rupanya suara itu berasal dari rumah penduduk kampung yang aku dan masku tidak tahu rumah siapa itu. Rumah itu berada di tepi jalan yang sekarang sudah menjadi rumah yang bertetanggaan dengan pak mahmud.


Hahh


Kita sama sama terkejut saat melihat orang itu mirip sekali dengan pak mahmud dan bu Ina. Namun kenapa mereka tampak lebih muda. Benar apa yang dikatakan Mas Wahyu tadi kalo kita sedang berada di mesin waktu. Kita berdua bersembunyi di bawah pohon mangga besar di depan rumah itu.


"Waalaikumsalam wr. wb" jawab sesorang dari dalam rumah itu.


Sepasang suami istri keluar menemui pak mahmud dan istrinya. Bukan nya itu sekarang rumah nya mbah sofyan ya. Tapi kenapa bukan mbah sofyan yang keluar. Siapa orang itu.


Pemilik rumah itu menyuruh pak mahmud dan istri nya untuk masuk. "Maturnuwun pak Reksa" mereka berdua pun masuk. Aku dan mas Wahyu mendekati rumah itu. kami mengintip nya dari jendela depan. Anak perempuan itu seperti tidak asing bagi kami. Iya anak perempuan itu mirip seperti Ibu.


Jika yang digendong adalah Ibu maka Pak Reksa dan Bu Gantari ialah orang tua nya Ibu. Aku dan mas Wahyu semakin tidak mengerti apa maksud dari teka teki ini. kami memasang dengan benar telinga kami untuk mendengarkan obrolan mereka.


Pak mahmud dan bu Ina langsung menyampaikan maksud dan tujuan mereka bertamu ke rumah pak Reksa. Tujuan mereka ke sini ialah melamar Aji untuk ponakan nya yang bernama Anindita. Orang tua Anindita sudah lama meninggal dunia. kini Mereka berdua lah yang mengasuhnya. karena kerabat dari Orang tua Anindita tidak ada yang mau untuk mengasuhnya.


Anindita ialah seorang wanita cantik dan berbudi luhur. Orang tua Anindita meninggal dunia karna menjadi korban kebakaran pada saat mereka berdagang sayur dipasar. Nyawa mereka tak tertolong karna besarnya kobaran api yang memakan badan pasar. Setelah besar Anindita pisah rumah dengan Bu Ina karna Ia ingin hidup mandiri saja. Lagi pula rumah Bu Ina dan orang tua Anindita cuma beda gang saja.


Melihat Anindita pontang panting bekerja di pasar membuat pak mahmud dan Bu Ina tak tega. Mereka berdua sudah melarang nya. Namun Anindita bersikeras untuk tetap berjualan dipasar. Hingga akhirnya mereka berniat untuk menikah kan Anindita dengan anak dari juragan sayur dikampung itu.


Pak Reksa ialah juragan besar di kampung ini. Walaupun mereka saudagar yang kaya tetapi dermawan kepada tetangga dan orang sekitar. Pak Mahmud dan pak Reksa berteman baik. Jadi Ia berniat menjodohkan Anindita dengan Aji anak nya pak Reksa.


Mendengar tawaran dari pak Mahmud membuat pak Reksa mengukir senyuman. "Sebelumnya kami berterima kasih karna kalian berdua telah mengunjungi kami. Aji anak sulung kami memang tidak punya calon istri. karna saya tidak pernah melihat Aji membawa anak gadis kerumah kami. Ngapunten seng katah. Bukan nya kami menolak lamaran kalian. Kami berdua sangat senang jika berbesanan dengan orang baik seperti kalian. Namun pernikahan ialah ibadah yang paling lama dan di jalankan oleh dua orang yang saling mencintai. Kami selaku orang tua Aji tidak bisa menjawabnya sekarang. Nanti setelah Aji pulang akan saya sampaikan Niat baik kalian. Keputusan berada di tangan Aji. Jika Aji menyetujuinya atau tidak kami berdua akan mengunjungi rumah njenengan…"Jelas pak Reksa.


Mendengar jawaban dari pak Reksa membuat pak Mahmud dan Bu Ina bisa bernafas sedikit lega. Mereka pun berbincang bincang penuh dengan bahagia terlihat dari wajah mereka yang berseri.


Anak perempuan yang ada dipangkuan Bu Gantari itu keluar menuju ke pekarangan depan rumah. Aku dan mas Wahyu bersembunyi di pagar beluntas yang rimbun. Anak perempuan itu melihat kearah aku dan mas Wahyu. Anak yang berambut panjang itu tersenyum ke arah kami. Iya benar wajah anak Bu Gantari sangat mirip Ibuku.

__ADS_1


Melihat anak itu mendekat kami pun bersembunyi. Aku dan mas Wahyu takut ketahuan karna sudah berani menguping tanpa izin. "Nduk Narsih ayo sini jangan main jauh jauh nduk... " Ucap Bu Gantari sambil menarik pelan tangan anak perempuan itu.


Haahhhhh Aku dan Mas Wahyu saling berpandangan. Ternyata benar itu adalah Ibu. Berarti Bu Gantari dan pak Reksa itu kakek dan Nenek kami. Pada saat kami sedang sibuk dengan semua teka teki. Kami mendengar pak mahmud dan Bu Ina pamit untuk pulang.


Dari kejauhan terlihat seorang pria yang memaksa wanita untuk berhubungan terlarang di kebun tebu tadi memasuki rumah pak Reksa. Di hadapan orang tua nya pria itu nampak baik baik saja seperti tidak terjadi sesuatu.


Beberapa minggu kemudian.....


Kami masih di tempat yang sama. kami sedang asyik bermain di bawah pohon jambu air dibelakang rumah pak kyai. Kami tidak menemukan tempat tidur sehingga terpaksa tidur di gubuk yang berada di belakang rumah pak kyai.


"Aaaaaahhhhhhh tolong jangan seperti ini mas Aji. Aku tengah mengandung anak kita. Ini hasil buah cinta kita mas... " Wanita itu menangis terhisak.


Rambut wanita itu ditarik oleh Aji anak nya pak Reksa. Terlihat wajah Aji memerah menahan amarah. Matanya merah padam.


"Aku tidak percaya kalau itu hasil hubungan kita. Pasti kau juga melakukan nya dengan Aksa kan? Dasar wanita murahan.... "


Plaaaaaaaakkkkkkkk


Plaaaaaaaaakkkkk


Aji menampar pipi kanan dan kiri Wanita itu dengan tamparan yang hebat. Wajah Aji terlihat menyeramkan. Wanita itu memohon agar Aji percaya kalau bayi di kandungan nya ialah anak mereka berdua.


"Aku sudah bersumpah atas nama Allah padamu tapi kau masih tidak percaya. Sampai akhirnya aku mau berset*buh dengan mu agar kamu percaya kalau aku masih perawan. Tapi kamu tidak mempercayai ku maaaasssss. Aaaaakkkuuuu tidak pernah melakukan hubungan apapun dengan Mas Aksa masssss" Tangis wanita itu terus memohon ampun pada lelaki di hadapan nya.


Aaaaakhhhhhh Aku dan Mas Wahyu berteriak. Dengan cepat kami berdua menutup rapat rapat mulut kami. kedua insan itu mencari asal suara teriakan itu.


Gendhis diseret diatas bebatuan hingga badan nya mengeluarkan banyak darah. Gelang di tangan dan kaki nya terlepas saat Aji menarik paksa wanita itu.


"Aaammmpuuunnn Mas jangan lakukan ini pada ku masss. Ini anak kita Mas. ini anak kitaaaa... " Gendhis berulang kali mengucap kalimat itu. Namun apalah daya Aji sudah terhasut oleh rayuan keji setan.


Aji membawa Gendhis ke sebuah sungai yang tak jauh dari rumah pak kyai. Ia membersihkan darah di sekujur tubuh Gendhis. Aji menginginkan anak yang berada didalam kandungan Gendhis harus segera dilenyapkan. Mendengar perkataan Aji membuat Gendhis marah. Tangan nya yang mungil memukul mukul dada bidang Aji.


"Haaaaahaaaaaa kamu tega Mas. Kamu tidak kasihan sama aku dan bayi kita. Kamu tega masssss. Kamu dulu baik kenapa jadi seperti ini. Apa ada wanita lain yang membuat kamu mencampakkan aku seperti ini heh. Katakan Mas katakan.... " Tangisan wanita itu pecah seraya tangan nya menarik narik baju Aji.


"Kamu jangan membolak balik fakta. Aku tidak punya wanita lagi selain kamu. Kamu yang sudah kurang ajar selingkuh dibelakang aku.." Aji memegang dagu Gendhis kuat kuat.


Setelah pertengkaran nya dirasa selesai. Aji pun pergi meninggalkan Gendhis sendirian di sungai luas itu. Gendhis berkali kali berteriak nama Aji. Namun Aji tak mendengarkan panggilan Gendhis.


Keadaan wanita itu sangat menyedihkan. Ia wanita yang cantik bahkan lebih cantik dari Anindita. Cemburu buta lah yang membuat Aji gelap mata sampai bersikap seperti itu.


Sementara di rumah Aji. Pak Reksa meminta Aji untuk duduk di ruang tamu. Pak Reksa menyampaikan niat baik pak Mahmud dan keluarga. Setelah mendengar perkataan Bapak nya. Aji pun berpikir kalo dia menikahi Anindita maka ia tak perlu repot repot menjadi Bapak dari bayi yang dikandung Gendhis. Walaupun sebenarnya Ia tahu kalau Gendhis masih per*wan. Pada saat melakukan hubungan itu Ia merasakan kalo Gendhis belum terjamah siapapun.

__ADS_1


Namun demi menutupi aib nya maka Aji berpura pura. Jika bayi yang dikandung Gendhis bukan lah anak dirinya saja melainkan Anak Aksa juga. Dengan cara keji nya Aji pun menerima lamaran Anindita dan keluarga nya. Ia tidak memikirkan perasaan bagaimana hancurnya hati Gendhis. jika ia tahu kalo belahan jiwa nya menikah dengan wanita lain.


Mendengar jawaban anak nya mau nikah dengan Anindita. Sore harinya keluarga Pak Reksa datang ke kediaman Pak Mahmud untuk menyampaikan gambar gembira. Kedua keluarga tersebut memutuskan untuk menikahi mereka berdua minggu depan.


Kabar Aji dan Anindita yang segera menikah dalam waktu dekat. Menjadi ramai diperbincangkan di desa tersebut. Kabar itu sampai ke telinga Gendhis. Saat dirinya sedang berbelanja di tukang sayur di depan rumahnya. Tak terasa tangan Gendhis mengeluarkan banyak darah saat tangan nya ******* ***** pisau tajam milik Ibu tukang sayur itu. Ia tidak merasakan sakit ditangan nya akibat sayatan pisau. Hatinya jauh lebih sakit saat mendengar omongan Ibu Ibu yang mengatakan kalo pria yang dicintai nya akan menikahi Anindita.


Ibu Ibu yang melihat ke arah Gendhis panik saat darah bercucuran membanjiri semua sayur di gerobak itu. Gendhis tak merasakan kalo Ibu Ibu di depan nya panik akan dirinya. Ia tak menghiraukan perkataan Ibu Ibu itu. Ia akan pergi menemui pria baj*ngan itu.


Ibu Ibu menarik tangan Gendhis yang membawa pisau tajam dengan wajah murka. Namun Gendhis menghiraukan nya. Ia lebih memilih mencari kemana pun keberadaan pria brengs*k itu. waktu menunjukkan malam hari. Namun keberadaan Aji belum juga ditemukan.


Keadaan Gendhis sangat memilukan dengan wajah sendu nya, Baju nya yang Lusuh dan tangan nya yang bercucuran darah memegangi pisau. Rambutnya indahnya kini acak acakan tak karuan.


Di sebuah pos ronda ia menemukan pria itu dengan beberapa teman nya. Melihat Gendhis datang dengan keadaan seperti itu membuat Aji menarik tangan nya. Ia membawa Gendhis ke sebuah tempat yang sangat sepi. Aji menanyakan kenapa keadaan Gendhis memilukan seperti ini. Belum selesai Aji berbicara Tiba tiba ia menusuk tangan kanan Aji.


"Aaaaaakkkkhhhh kamu gila apa ? Kenapa kamu berbuat seperti ini? sadar Gendhis sadaarrr.... " Teriak Aji mencoba mengajak Wanita itu untuk berpikir tenang.


"Apa kamu bilang? kamu bilang aku harus sadar!! Apa kamu tidak sadar dengan apa yang kamu lakukan. Kamu akan menikahi perempuan sedangkan aku sedang mengandung anak kamu. Kamu jahat. kamu brengs*k Ajiiiii. Rasakan ini hiyaaaaaaaaaaaa...... " Gendhis murka seraya tangan nya ingin menusuk nusuk tubuh Aji dengan pisau yang ia bawa.


"Gendhis tolong jangan lakukan ini. Aku sayang sama kamu. Tapi keadaan lah yang membuat kita harus berpisah. Bayi dikandung mu bukan lah bayi ku. Namun bayi Aksa. Kamu minta lah Aksa untuk menikahimu jangan Aku. Aku masih belum siap punya anak Gendhis. tolong Gendhis jangan lakukan ini. Maaf kan kesalahan ku. Maaf kan aku yang telah memaksamu untuk berhubungan. Maaf kan aku Gendhis... " Laki laki itu mencoba menenangkan Gendhis. Namun disisi lain Ia juga menyalahkan Gendhis atas semuanya.


"Tega kamu Mas.. Aku sudah melakukan apa yang kamu inginkan. sedikit pun badan ku tidak pernah menyentuh Mas Aksa. Namun berkali kali kau menuduhku. Aku mencintaimu Mas. Aku sayang kamu Mas. Aku tidak pernah mengingkari janji kita Mas. Kenapa kamu malah seperti ini... " Tangisan wanita itu sekarang menjadi parau.


"Jika Aku tidak bisa memiliki mu maka tidak ada satupun wanita yang akan menjadi pendampingmu. Aku akan membunuh mu Ajiiiiiiiii hiyaaaaaaaaaaa " Wanita itu berteriak sambil menghunus kan pisau tajam itu kearah Aji.


Aji yang mendapat serangan tiba tiba dari Gendhis malah justru membalik kan pisau yang dipegang Gendhis.


Gadis itu tergeletak di tanah setelah Aji menghunus kan pisau tajam kearahnya.


"Aaaaaaaakkkkkkhhhhhhhhh Aku tidak akan tinggal diam Aji. Aku akan menganggu hidup mu. Hidupmu tidak akan tenang... " Teriak wanita itu saat Aji berhasil dengan aksinya.


"Aaaaaakkkkhhhhhh..." wanita itu mencabut pisau yang ada di perutnya. Kini Gendhis terkapar tak sadarkan diri. Wanita itu mati ditangan pria yang telah lama dicintai nya.


Tubuh Aji gemetar saat melihat wanita yang selalu ada bersama nya kini mati. Mati terbunuh karena ulahnya. Aji bingung harus melakukan apa. Diseret lah wanita itu masuk kedalam hutan yang sangat gelap. Topi yang dikenakan Aji jatuh. Namun pria itu tak menghiraukan nya. Ia menyeret Gendhis sampai ke dalam hutan. Cahaya rembulan menjadi penerangan di malam itu. Aji teringat kalo disekitar sini ada jurang. Ia berpikir Orang orang tidak akan tau dan tidak akan menemukan mayat yang dibuang kesini. Akhirnya Mayat gadis cantik itu dilempar ke jurang. Dengan terburu buru Aji meninggalkan mayat gadis cantik itu.


Lekas lah Aji pulang kerumah nya dan menyimpan baju beserta celananya di sebuah peti yang berada di bawah ranjang kamarnya. Aji merasa gagal jadi seorang laki laki. Ia tak menyangka dirinya bisa melakukan hal keji terhadap wanita yang sudah 9 tahun menemaninya. Malam ini begitu panjang bagi Aji. Ia tak bisa melupakan sedetikpun kejadian tadi.


Keesokan harinya Aji benar benar menikahi Anindita. Namun perasaan Aji sangat tidak mendukung dengan hari bahagia nya.


Aku dan Mas Wahyu menyaksikan pernikahan ini dengan perasaan tak enak.


Tiba tiba ada yang menyiram kami dari atas. siapa dia siapa yang berhasil menemukan kami disini.....?

__ADS_1


BERSAMBUNG dulu ya.....


__ADS_2