
SELAMAT MEMBACA π
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK (LIKE DAN KOMENTAR YANG BAIK2 YA BUAT AUTHOR α₯¬βΊα )
....Dan ternyata berdiri lah sesosok Pocong bertubuh besar dengan wajah hancur penuh belatung.
Kain kafan yang lusuh lengkap dengan kapas di hidungnya.
hhhhehhhh hehhhh
suara dengusan pocong itu membuat aku dan Diva berkeringat dingin.
pocong itu menyeringai kepada kami. Taring dari giginya sangat panjang-panjang seakan akan siap menyantap kita berdua.
Tiba-tiba tangan pocong keluar dari kain penutup badan nya. Rupanya Ia siap menyekik kita berdua.
arghhhhhh aaargggghhhh
Suara pocong itu bising sekali. Rasanya gendang telinga kami hampir mau copot.
"Ras aku ingin pulaaaaang, Ibukkkkk Diva takuttttt, tolooooong Diva ibukkkkkk " Diva nangis sesenggukan
Rasanya badan ku mati rasa. Jangan kan berlari untuk bernafas saja rasanya berat.
ya Allah kalo aku mati disini bagaimana?
haaaaaaa hatiku menjerit dengan ketakutan yang menyeruak dari dalam tubuh ku.
Mata pocong itu semakin membesar dengan lingkaran hitam di pinggir matanya.
aaaahhhhhh TIDAKKKKKKKK
mata pocong itu copot dan jatuh tepat dibawah kaki kami.
"Aaaaaaaah Risaaaa aku takutttttt, Ayo kita pulang" Tangisan Diva semakin menjadi jadi.
Aku langsung menarik Diva pergi dari sana untuk berlari meninggalkan pocong itu.
Aneh nya kami sudah berlari menuju pintu utama gudang Tapi, kenapa malah kembali lagi ditempat pocong itu.
3 kali kami berlari 3 kali juga kami tetap berada di tempat yang sama.
Mulut pocong itu semakin lebar melihat tingkah kami berdua, Dengan belatung yang berjatuhan dari wajahnya.
"Kita bisa menghadapi pocong ga laku ini dengan doa - Doa yang sudah diajari kyai khosim Div, dan ini aku lupa kalo kemana2 aku pasti bawa garam" ku bisik kan ditelinga Diva dan dia mengerti apa yang aku maksud
"Pocong ga laku? Kamu ini dalam situasi sperti ini masih saja ngelawak!!! " Tegur Diva
"Kan bener pocong ini sendirian ga ada suami atau istri nya , berarti pocong ga laku kan? " jawab ku sedikit terkekeh.
pocong itu mendekati kami Dengan sigap mencekik kami berdua.
"Aaaaghhhhhhh tolooooong tolooooooong" teriak kami berdua.
si pocong semakin girang karna mengira sudah mendapatkan kan mangsanya.
wajah si pocong semakin dekat dengan wajahkj dan juga diva. Bau busuk itu rasanya nempel ke hidung kami.
kami diangkat setinggi-tingginya kemudian di jatuhkan Bak membuang sampah ke pembuangan sampah.
Brukkkkkkkkkkkkkkkkk
"ya Allah astagfirullah sakittt ibukkkk " Aku terlempar ke bawah disana banyak sekali kardus-kardus bekas.
Sedangkan ku lihat Diva sedang berjalan gontai ke arahku.
kemana si pocong itu? hilang kemana dia?
oh tidak!!! ternyata si pocong tidak pergi melainkan menempel di balkon.
Darah busuk amis beserta belatung berjatuhan. Kami berpencar kesana kemari agar tidak terkena jatuhan belatung dan darah busuk sipocong.
Brukkkkkkkkkk
sipocong terjatuh dan merangkak kearah kami. aku dan diva semakin ketakutan.
Kaki ku di cengkram dengan tangan yang penuh belatung dan Darah busuk.
Diva tidak diam saja melihat kondisi ku seperti itu. dia mengambil balok yang ga terlalu besar tapi cukup kuat jika dipukul kan di tangan busuk sipocong itu.
Kaki kanan ku juga tak kalah aktif. ku injak-injak tangan sipocong. Tapi apalah daya kami tenaga perempuan ga sebegitu kuat beda dengan tenaga laki-laki.
bukkkkkk bukkkkkk bukkkkkkkk
kepala sipocong di pukul-pukul oleh balok milik Diva.
BYUUUUURRRRRRR
Darah busuk dan amis keluar dari kepala si pocong.
kami berlari tunggang langgung menjauhi sipocong.
Tiba tiba...
brukkkkkk
kami menabrak seseorang. siapa itu? apa sipocong kini berada didepan kami.
ya Allah tolong lindungi kami. Kami akan menjadi anak yang baik dan berbakti kepada orang tua.
tolong lindungi kami dari gangguan sipocong ya Allah.
Diva mempererat tangan nya yang sedari tadi memegangi tangan ku.
kulihat samar-samar wajah Diva sangat ketakutan. sebenar nya aku juga takut.
"Aaaaahhhhhhhh tolong jangan makan kami cong" kata ku memohon sambil merem.
__ADS_1
"iya cong daging kami pahit" lanjut Diva.
"Cong cong cong Memangnya saya bencong!! Kalian ngapain bisa ada disini?" kata bapak bapak tersebut.
mendengar suara seperti manusia kami pun mendongakkan wajah kami.
Dan membuka perlahan tangan yang menutupi wajah kami.
"Maa aaf ma af pak " jawab kami berdua terbata bata.
"Kan di luar gudang sudah ada tulisan nya. DILARANG MASUK kenapa kalian malah melanggar nya? " satpam itu memarahiku dan Diva.
kami hanya menunduk dan menyatukan tangan kami tanda meminta maaf.
"Ayo keluar, coba Jawab pertanyaan saya yang tadi kenapa kalian bisa berada di gudang ini?" lanjut pak satpam itu dengan wajah dan suara menyelidik kami.
pak satpam itu menggiring kami keluar gudang.
Alhamdulillah akhirnya bisa bernafas lega bisa selamat dari gangguang sipocong.
Ku cermati wajah pak satpam ini mirip-mirip dengan sipocong tadi. matanya yang besar hidungnya yang mancung . Iya mulutnya juga .
apa jangan jangan dia?
Aku dan Diva saling menatap seakan-akan kita satu pemikiran.
"malah bengong, kalian ini ya!! disuruh jawab kenapa bisa ada disini malah diam, Lihat lihatan lagi!! " tegur pak satpam itu.
"Maaf Pak tadi saya mencium bau busuk seperti bangkai tikus. Trus ga ngeh juga kalo bisa sampai masuk kedalam. Ternyata, Bau bangkai tikus itu dari dalam pak" Diva mencoba menjelaskan.
"Trus tadi kenapa manggil manggil Saya cong cong kalian lihat apa tadi di dalam?" terus pak satpam itu lanjut menyelidiki kami.
"Tidak apa-apa pak itu panggilan kesayangan aku dan teman ku ini cong cong cong pak. sekali lagi mohon maafin kami pak karna sudah lancang masuk ke dalam " kami berdua terus mohon maaf kepada pak satpam.
"Ya sudah kalian kembali lagi ke kelas, Bu wati sudah mencari kalian berdua" perintah pak satpam sudah mulai agak menurun intonasi suaranya.
"Inggih pak" sahut kami berdua sopan.
Diva berlalu meninggalkan ku. Namun aku masih berdiri melihat pak satpam yang masuk kedalam gudang lalu menutup nya.
tiba tiba ada tangan besar yang menyeret ku.
ssssttttttttt
"Diammm jangan berisik nanti ketahuan pak satpam lagi"
Oh rupanya dia Ibu Kantin, aku sedikit lega.
ibu kantin menanyakan tentang kejadian barusan. Aku mencoba menutupi apa yang terjadi kepada aku dan Diva. Namun, Ibu kantin hanya menyungging senyuman.
"awakmu isok goro nang pak satpam wau. Tapi, Goro nang aku Ora isok, awakmu mari ketok pocong kan di njero gudang wau? " sidik bu kantin tersebut.
(kamu bisa bohong kepada pak satpam tadi. Tapi, bohong kepada saya tidak bisa. Kamu tadi bertemu pocong kan didalam gudang tadi?)
Aku terperangah mendengar pernyataan bu kantin yang di lontarkan kepada ku.
bu kantin tidak menjawab pertanyaan ku. Justru bu kantin memperingatkan ku untuk hati-hati karna si pocong itu kemungkinan besar akan menganggu ku lagi dilain waktu.
mendengar peringatan dari bu kantin membuat perasaan ku menjadi tambah tidak tenang.
"Mbalek o wae timbang awakmu ketekan pocong maneh, nek Ambu batang maneh ndang tinggalen ojok mbok ndolek i. Mlakuo rodo banter yo, Akehno istighfare " lanjut bu kantin menasehati ku
(lebih baik kamu kembali saja dari pada didatangi pocong lagi, kalo ada bau bangkai lagi cepat pergi jangan kamu cari. Berjalan lah agak cepat. Perbanyak istighfar)
Setelah mendengar pernyataan bu kantin aku berpamitan kembali ke kelas. sesuai apa yang dikatakan bu kantin. akupun menuruti semua perkataan nya demi keselamatan ku juga.
perasaan ku tidak karuan. Bismillah Aku perlahan melewati lorong sekolah dengan sedikit berlari.
Dari kejauhan aku melihat Diva sedang berdiri mematung di pinggir lorong.
"Ngapain kamu disini? Maaf membuat kamu menunggu ku lama. tadi ke kantin sebentar div". ucapku kepada Diva.
ku ajak dia untuk kembali kesekolah. Namun dia menatap ku dengan tatapan yang kosong. suhu badan nya juga dingin.
aku tidak menaruh curiga sama sekali kepada Diva. Kuajak ngobrolpun , Dia hanya diam mengangguk dan menggeleng.
" Div, kamu marah ya sama aku. Maafin aku ya . Div Diva? Diva kamu ini kenapa sih!!!! " bentak ku kepada Diva karna diajak ngobrol malah tidak menjawab satu katapun. malah ngangguk dan geleng-geleng saja.
Dia melepaskan pegangan tanganku dan berlari ke arah kamar mandi. mungkin, diva dari tadi diam saja nahan PUP kali ya.
pikirku gitu. ya sudah lah Aku kembali lagi menuju kelas. ketika sampai diujung lorong.....
Raaaaassss Larassss Bu wati nungguin kamuuuuuu......
Degh jantung ku seakan berhenti sesaat.
Iiiiiitttuu ituuuu Diva?
Terus yang tadi bersamaku di lorong tadi itu siapa?
Anak itu berlari sambil berteriak dengan mulut nya yang cempreng. Dia mendekati ku.
aku menjauh sedikit demi sedikit.
"kamu ini kok lama banget sih, Tak kira tadi kamu dibelakang ku. pas aku nyampe kelas kamunya gaada? " cerocos Diva
Didalam otak ku sudah campur aduk. Siapa yang Asli dan siapa yang demit.
kubaca Ayat kursi dan ku tatap dari bawah sampai ke atas. Allhamdulilah ini yang Asli.
"hei kamu ini kenapa diam saja. kesambet baru tau rasa kamu ya!! emang kenapa sih Ras? " Anak itu menatapku dengan ekspresi detektif saat menanyakan tersangkanya.
"ini beneran kamu kan div. Diva ramadhani? " tanyaku sambil mencoel coel pipinya yang gembul.
"hngh iyaaaa ini akuuu, ada apa sih kamu kok dari tadi aneh kek gini Ras? ya udah ah jangan noel noel aku lagi, Ras berhenti ga? sakit tau.. " dengan wajah cemberut Dia melepas tangan ku yang sedari tadi menoel noel pipi bakpau nya.
Alhamdulillah yang dihadapkan adalah sahabat ku. Kupeluk dia dengan erat.
__ADS_1
"kenapa sih? ga biasanya kamu kek gini? " Tanya diva seraya membalas pelukan ku.
"nanti aku ceritakan. kita sebaiknya kembali ke kelas dulu ya" jawab ku sambil menggandeng tangan diva ke kelas.
akupun minta maaf ke bu wati dan teman-teman karna mereka sudah bingung nyariin aku.
mereka memaafkan ku dan kegiatan belajar mengajar dimulai kembali.
Bau bangkai itu datang lagi. Aku dan Diva saling berpandangan....
----------------------------------------------------------------------
**yang belum berumur 18+ skip saja ya...
poV bu narsih**
sentuhan demi sentuhan tangan jelmaan mas Faris sudah mulai merasuki seluruh tubuh ku. Kini tubuh ku mulai ditindihnya. kecu*an demi kecu*an dilakukan jelmaan mas faris Membuat darah ku mendesir.
Aaaahhhhh Masssss D*****n ku meracau seakan akan yang melakukan itu adalah suamiku.
sekarang mas faris ganti posisi dengan ku. Saat nya aku melaya** suami tercinta ku ini melebihi malam-malam biasanya.
kini mas faris hanya tinggal berpakaian d****m saja. Aku sudah tak tahan lagi untuk menggenj***t suami ku. Karna aku dalam posisi subur juga baru suci dari Menstruasi.
Namun, saat aku berada di atas perutnya aku terperangah karna di perut bagian kiri suamiku ada tanda lahir nya.
tapi ini kenapa tidak ada? ingatan ku perlahan kembali. ku lihat bulu di kaki suami ku sangat lebat. Aneh !!! padahal baru kemaren dicabutnya itu bulu kaki, tapi kenapa sekarang sudah lebat seperti tidak pernah di cabut? .
aku sendiri malah yang mencabuti.
Oh tidak ini bukan suamiku. melainkan genderuwo yang pernah menganggu ku pada malam itu.
kulihat jelmaan suamiku itu masih menikmati sentuhan yang kubuat-buat untuk mengelabuhi nya.
Dengan bacaan Ayat kursi aku berdiri pelan menjauhi jelmaan mas faris. ku taburkan garam sedikit demi sedikit mulai dari ujung kaki sampai bagian perut.
Tahap terakhir sambil berlari ku lempar garam tepat diwajahnya. Jelmaan mas Faris menarik tangan ku. Tapi dengan sekuat tenaga aku mencoba melepaskan pegangan itu namun, hasilnya nihil.
tolooong toloooong Toloooong
aku berteriak dengan sekeras kerasnya. walaupun aku tahu kemungkinan kecil ada yang menolongku.
tubuh jelmaan mas faris tetap tidak ada perubahan walaupun sudah dikasih garam.
sedangkan badanku masih berada di dekapan nya. Aku tetap teriak meminta tolong.
keringatku bercucuran membasahi badan ku yang semua kancing bajuku sudah di buka oleh jelmaan mas faris itu.
Tidak lama kemudian datanglah seseorang. seseorang itu mencoba mendobrak pintu kamar anak ku dari luar.
"siapapun yang ada diluar aku mohon tolong aku" Suaraku hampir habis karna dari tadi Teriak-teriak.
jelmaan mas faris malah meni*dih ku dan menyingkap Rok yang ku kenakan. dia hendak melepas pakaian dalam ku.
kelihatan sekali kalo dia memang benar bukan mas faris suamiku yang asli. wajahnya yang penuh birahi Terpampang nyata di depan wajahku.
aku merasa jijik dan muak dengan apa yang dilakukan. Ku tarik kaki ku pelan2 dan brakkkkkkkk ku tendang perut jelmaan itu dengan sekuat tenaga sampai terbentur pintu.
"kurang ajar kamu ya , aku ini suamimu malah kau lakukan aku seperti ini. Dasar permpuan gatau diri "
PLAKKKKKKK tamparan keras mendarat di bibir dan pipiku.
Aku sudah tidak menghiraukan apa yang dilakukan baj****n ini. perlahan aku berdiri sambil merapikan kembali baju dan rok ku yang sudah dibuka paksa oleh jelmaan itu.
kemudian dari belakang Dia meremas p*******a ku. Dengan sigap aku menyikut wajah jelmaan itu.
Brakkkkkkkkk Brakkkkkkkk
pintu itu kini terbuka Dan ternyata yang datang adalah....
"pak kyai tolong saya pak kyai" bergegas aku berlindung di belakang pak kyai khosim dan memeluk suamiku yang datang bersama pak kyai.
"Mas aku takut " Tangisku pecah di pelukan mas faris yang. ini suamiku aku yakin kalo yang datang sekarang ini adalah suami ku yang asli.
"tenang ada mas dan pak kyai disini yang akan bantu Adek dengan izin Allah SWT " mas faris mencoba menenangkan ku.
"Kamu tidak diapa-apain kan sama jelmaan itu dek? kenapa bajumu terbuka seperti ini? " lanjut mas faris terkejut melihat kondisi ku yang seperti ini.
"Aku tidak apa-apa mas nanti ku jelaskan semua nya sama mas" aku semakin erat memeluk suamiku.
"nduk cah ayu , Tolong ke belakang ambilkan 1 botol yang kosong" perintah pak kyai itu dengan lembut dan sikap berwibawa nya.
"Inggih pak kyai, Kulo mendhet aken" jawab ku sopan sambil berlalu pergi meninggalkan mereka bertiga.
(Iya Pak kyai, saya mau ambil dulu ")
Dengan berjalan cepat aku kedapur mengambil botol yang sudah tak terpakai lagi. sambil ku pasang kancing bajuku dan ku rapikan rok serta memasang hijab ku.
" niki pak kyai botolnya. " ku kasihkan botol sisa sirup itu ke pak kyai.
kemudian pak kyai mengajukan pertanyaan.
"Siapa diantara kalian berdua yang benar-benar Suami Nak Narsih?" tanya pak kyai dengan tegas dan berwibawa.
"Saya pak kyai. Saya adalah suami dari Narsih kalo ga percaya tanya aja sama Narsih" jawab jelmaan itu dengan penuh percaya diri.
"kulo pak kyai. kulo suaminya dek Narsih yang asli." jawab mas faris dengan penuh kesungguhan.
JADI BEGINI SAJA!! ...........
Bersambung....
kira kira apa yang akan dilakukan pak kyai khosim dengan botol kosong itu ya? Dan apa lagi misteri yang akan Laras dan Diva temukan ?
hm jangan lupa dukungan kalian like dan komentar nya ya. Dukungan dari kalian lah yang bisa Mendatangkan ide ide brilliant sehingga author bisa up tiap hari. Tambah kan ke Favorit agar ga ketinggalan episode nya.
Terimakasih sudah mampir π₯°π
__ADS_1