Karia loves

Karia loves
Pergi Kemah


__ADS_3

Dengan wajah masam, Karia memasukkan baju-bajunya kedalam ransel. Sungguh ia tak ada niat untuk ikut kemah bersama ketiga sahabatnya.


Namun para sahabatnya itu terus memaksa dirinya untuk ikut. Ia pun tak kuasa untuk menolak keinginan para sahabatnya. Lagi pula ini hanyalah sebuah refreshing sebelum mereka masuk bulan ujian kelulusan.


Ceklek


Karia menoleh kearah pintu begitu ia mendengar suara pintu dibuka. Seorang wanita masuk dengan senyum manisnya.


" Sudah selesai sayang?" tanya Rina.


" Udah kok mah. Baju-baju, obat-obatan udah aku bawa semua," jawab Karia tak bersemangat.


" Kok lemes gitu? Kalau kamu sakit nggak usah ikut aja."


" Aku nggak apa-apa kok mah. Cuma tadi malam aku tidurnya kemaleman banget. Aku langsung kerumah Sinta aja ya mah. Tadi dia udah nelfon." Pamit Karia sambil membawa tas ranselnya yang terlihat berat.


" Iya hati-hati. Pokoknya kalau udah sampai kamu langsung telfon mamah."


Karia mengangguk lalu mencium tangan ibunya sebelum ia pergi.

__ADS_1


Kini Karia sudah berada dirumah Sinta. Disana tampak Naya dan Alin yang ternyata sudah datang sejak pagi.


" Lama banget sih Kar? Gue kira loe nggak jadi ikut?" tanya Alin sambil mencomot kue nastar.


" Sorry...tadi gue bangunnya agak kesiangan terus gue mesti packing dulu karena semalem nggak sempet," ucap Karia beralsan.


" Yah niat loe aja setengah-setengah gitu makanya dateng telat. Ya udah yuk cabut sekarang aja sebelum tambah siang," ucap Sinta.


Keempat remaja putri itu pun segera bersiap- pergi dengan diantar seorang supir. Di dalam mobil, mereka tampak bernyanyi-nyanyi sambil menikmati pemandangan alam sekitar.


Karia menikmati pemandangan itu dalam diam. Entahlah, hanya saja kali ini ia merasa hatinya tidak tenang.


" Woi Kar! Kenapa sih dari tadi ngelamun?" Teriak Naya yang membuat Karia kaget.


Karia membenarkan duduknya yang merosot dengan menegakkan badannya.


" Tahu nih, dari kemarin perasaan gue nggak enak terus."


" Udahlah Kar jangan ngrusak suasana deh. Mending kita nyanyi-nyanyi dan sampai disana kita bikin acara yang seru," ucap Sinta.

__ADS_1


Karia pun akhirnya ikut bersenang-senang dengan teman-temannya. Ia tak ingin lebih merusak mood para sahabatnya yang sedang bergembira.


Setelah dua setengah jam menempuh perjalanan yang cukup melelahkan bagi Karia. Mereka pun akhirnya sampai di desa Lawang. Sebuah desa kecil yang terkenal dengan panoramanya.


Karia merentangkan kedua tangannya keatas sambil menghirup dalam-dalam udara yang masih terasa begitu segar.


Ia memejamkan matanya dan menikmati suara nyanyian burung yang begitu merdu. Sejenak Karia mampu mengusir keresahan dihatinya.


" Udah yuk. Kita segera pasang tenda biar bisa istirahat. Badan pegel banget kelamaan dimobil," ucap Sinta sambil menggeliatkan badannya.


Dengan sigap keempat remaja putri itu segera memasang tenda. Tak lama tenda itu sudah berdiri. Mereka memasuki tenda lalu rebahan dengan beralas matras.


" Kita tiduran aja dulu bentar baru nanti kita cari makan siang," ucap Karia.


Karia mengambil bantal kecil dari dalam ranselnya untuk tidur. Tak lama ia memejamkan matanya yang memang masih mengantuk.


Satu jam kemudian Karia bangun. Ia menoleh kearah tiga sahabatnya yang masih pulas tidur.


Krucuk krucuk

__ADS_1


Karia memegangi perutnya yang tiba-tiba merasa lapar. Ia pun keluar tenda bermaksud mencari makan siang untuk dirinya dan para sahabatnya.


Bersambung.....


__ADS_2