Karia loves

Karia loves
Menikahlah denganku


__ADS_3

Karia melangkahkan kakinya masuk kedalam rumah. Terlihat mamanya yang sedang menyiapkan makan siang.


" Mama kok tumben udah pulang?"


" Eh sayang kamu kok baru pulang? Mama tadi kurang enak badan makanya mama minta ijin pulang. Ya udah yuk makan."


Karia mendudukkan dirinya sambil mengambil piring. Karia mengambil setengah centong nasi keatas piringnya.


" Kok makannya dikit banget sayang? Tambah lagi dong."


" Karia masih kenyang kok Mah," ucap Karia lalu menyuapkan sendok kemulutnya.


" Gimana Kar kandungan kamu?" tanya Rina khawatir.


" Baik Mah," jawab Karia dengan wajah pasrah.


" Kar, kamu yakin nggak mau melaporkan kejahatan yang menimpa kamu?"


Karia menghapus air mata yang keluar dari sudut matanya.


" Karia nggak siap mah jika harus menerima hujatan dari banyak orang mah. Karia takut jika melaporkan hal ini akan membuat kita dibully mah. Lagi pula Karia tidak punya bukti."


Rina membawa Karia kedalam pelukannya lalu mengusap rambut halus anaknya.


" Kamu tenang ya nak. Mama akan selalu bersama kamu. Mama mendukung keputusan yang kamu buat."


****


Rinno mengambil botol minuman yang berada dilemari kamarnya. Ia menegak minuman itu hingga habis. Rinno menyugar rambutnya yang terlihat berantakan.


*Besok gue harus nemui Karia disekolahnya. Tapi....sekali pun Karia hamil , itu kan bukan urusan gue.


Hah tapi gue juga nggak mau kalau Karia nikah sama orang lain dan orang itu jadi ayah dari anak gue*.


Siang hari setelah pulang sekolah, Rinno segera melajukan mobilnya menuju sekolah Karia. Ia menunggu Karia diseberang jalan agar tak ketahuan.


Dari dalam mobilnya, Rinno melihat Karia yang keluar dari gerbang sekolah tak sendirian. Ia melihat Karia yang sedang berjalan dengan seorang lelaki. Mereka tampak tertawa bersama dan wajah Karia terlihat begitu ramah pada lelaki disampingnya itu.

__ADS_1


Rinno memukul stir mobilnya karna merasa kesal.


" Ahh sial! Gue harus segera nyingkirin cowok itu karna gue belum puas bermain dengan Karia."


Rinno kembali melajukan mobilnya dan menunggu disuatu tempat. Disaat yang tepat, Rinno segera melajukan mobilnya kembali setelah melihat seseorang yang diincarnya tadi lewat menggunakan sepeda motor.


Brakk


Bunyi motor yang terjatuh membuat Rinno menyunggingkan senyuman miringnya. Ia melihat korbannya terjatuh dan terlihat kesakitan.


Rinno segera keluar dari mobilnya lalu menghampiri Chandra yang sedang berusaha bangun.


Rinno mendekat lalu mencengkram kerah seragam Chandra.


" Rinno!" ucap Chandra kaget.


" Bagus kalau loe kenal gue. Ini peringatan pertama dari gue untuk loe. Jangan pernah loe deketin Karia lagi atau loe akan berakhir lebih dari ini!"


" Hehh...Loe cuma cowok pengecut yang hanya bisa menyakiti wanita. Loe nggak pantes buat Karia. Loe pantesnya jadi penghuni penjara. Gue cinta sama Karia dan gue nggak akan pernah ngebiarin loe menyentuh Karia lagi!"


Puk puk


Rinno menepuk pipi Chandra dua kali lalu meninggalkan Chandra begitu saja tanpa berniat menolongnya.


Rinno menyusul Karia yang tengah berjalan kaki sendirian.


" Kar tunggu!"


" Mau apa lagi loe?"


" Gue mau kita nikah!"


Karia membelalakkan matanya tak percaya dengan perkataan Rinno.


" Nikah? Gue udah bilang gue nggak mau nikah sama loe!"


" Tapi loe hamil dan gue akan mempertanggung jawabkannya!" Tegas Rinno.

__ADS_1


Karia tersenyum hambar mendengar perkataan Rinno.


" Tanggung jawab? Emang loe berani mengakui kesalahan didepan orang tua gue, didepan orang tua loe?"


" Bukan hanya orang tua kita tapi gue juga akan mengakuinya didepan semua teman-teman loe."


" Loe gila ya No! Udah loe pergi aja, gue bisa ngrawat bayi gue nantinya tanpa harus ada loe disamping gue!"


Rinno mengepalkan tangannya mendengar segala penolakan Karia.


" Loe kenapa sih Kar keras kepala banget! Kita cukup nikah dan semua masalah selesai!"


" Loe gampang banget No ngomong gitu! Loe udah ngancurin masa remaja gue. Kenapa gue harus dipertemukan dengan manusia kayak loe!"


Karia yang kesal segera meninggalkan Rinno. Rinno berusaha menyamakan langkahnya dengan Karia sambil memanggil nama gadis yang berada didepannya.


Dari seberang tampak segerombolan anak SMA yang sedang nongkrong. Mereka menertawakan Rinno dan Karia yang terlihat sebagai sepasang kekasih yang sedang bertengkar.


" Hey cantik, kalau loe nggak mau sama dia mending loe sama gue aja," ucap salah seorang yang langsung membuat Rinno emosi.


" Jangan sentuh cewek gue! Pergi loe dari sini. Ini urusan gue!"


Sontak saja perkataan Rinno membuat gerombolan itu merasa emosi. Mereka berenam segera mengeroyok Rinno yang hanya sendirian.


Melihat Rinno yang dikeroyok membuat Karia merasa ketakutan. Sedangkan Rinno yang memang jago bela diri segera melayani gerombolan itu.


Karia melihat seseorang dari mereka mengeluarkan pisau lipat dari tasnya dan berusaha menikam Rinno.


" Rinno awas!" Teriak Karia namun terlambat.


Perlahan tubuh Rinno merosot kebawah sambil memegang perutnya yang terkena tikaman. Darah merembes hingga membuat seragam osisnya menjadi merah.


Para gerombolan yang ketakutan itu segera meninggalkan Rinno. Karia menghampiri Rinno yang tak berdaya.


" Rinno bangun! Loe nggak pa pa kan? Tolong...tolong saya!" Teriak Karia mencari bantuan.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2