Karia loves

Karia loves
Calon teman curhat


__ADS_3

Karia duduk dibawah shower sambil terus menggosok tubuhnya yang meninggalkan jejak kemerahan yang dibuat Rinno. Apa yang harus ia perbuat nanti? Apa yang akan ia katakan nanti pada mamanya.


Berbagai pertanyaan dan bayangan Rinno saat memperkosa dirinya terus menari dalam otaknya.


Tok tok tok


" Kar, udah belum mandinya? Kok dari tadi nggak keluar dari kamar mandi?"


Karia yang kaget mendengar suara mamanya pun segera mematikan shower yang mengalir deras.


" Iya mah, bentar lagi selesai. Mama tunggu aja dulu dimeja makan." Teriak Karia dari dalam kamar mandi.


" Ya udah cepetan. Nanti kamu bisa masuk angin kalau kelamaan mandinya."


Karia segera mengeringkan tubuhnya dengan handuk lalu ia memakai setelan panjang untuk menutupi tubuhnya.


Karia duduk dimeja makan sambil menikmati mie goreng buatan mamahnya. Rina sedikit heran melihat Karia memakan mie goreng dengan hambar. Biasanya Karia akan antusias dan selalu meminta tambah.


" Kamu kenapa sayang? Kok tumben makan mie gorengnya males-malesan gitu?"


" Nggak apa-apa kok mah, mungkin Karia kecapekan aja habis camping. Setelah makan, Karia langsung tidur ya mah?"

__ADS_1


" Ya udah habisin dulu makannya nanti baru istirahat."


Karia segera beranjak dari duduknya setelah meneguk segelas air putih.


Sudah satu minggu sejak kejadian itu, Karia menjadi lebih pendiam dan jarang bercanda. Ia lebih sering melamun saat sedang sendirian. Tentu saja hal itu membuat Chandra menjadi heran dengan perubahan yang terjadi pada gadis yang sering beradu mulut dengannya.


" Ini,"


Karia mendongak keatas saat menyadari ada seseorang yang menawari minuman untuknya.


" Makasih," jawab Karia singkat sambil membuang pandangannya.


Chandra mendudukkan dirinya disamping Karia yang membuat Karia langsung sedikit menjauh.


" Maksud loe?" tanya Karia kaget.


" Gue tahu loe lagi ada masalah kan?" Gue siap jadi pendengar yang baik buat loe. Seenggaknya setelah loe cerita itu bisa sedikit mengurangi beban pikiran dalam diri loe."


Karia sedikit kaget mendengar kalimat yang keluar dari mulut Chandra.


" Gue oke Chan, loe nggak perlu khawatirin gue."

__ADS_1


Chandra menghembuskan nafas panjangnya karna Karia masih saja bersikap sok kuat. Ia pun berdiri lalu menghadap tepat didepan Karia.


" Cobalah percaya sama gue Kar. Nggak masalah kalau saat ini loe masih belum mau terbuka. Kapan pun loe butuh tempat bercerita, gue siap buat loe," ucap Chandra terdengar tegas dan tak main-main.


Setelah kepergian Chandra, Karia langsung meneteskan air matanya. Tentu saja hal itu dilihat Chandra yang ternyata bersembunyi dibelakang pohon.


*Sebenarnya apa yang terjadi sama loe Kar?


Gue harap loe mau terbuka sama gue dan gue janji akan bantuin loe semampu gue*.


****


Rinno tersenyum saat mendapati kabar kalau ada anak SMP yang ingin mengadakan pertandingan persahatan dengan tim basket sekolahnya.


" Gimana Rinno, loe mau terima undangan ini? Masak iya kita nglawan anak kecil?" tanya Dani.


" Nggak masalah kan kalau kita sekali-sekali main-main sama anak kecil? Itung-itung buat pemanasan," jawab Rinno santai.


" Oke deh, kalau loe terima gue bakal atur jadwalnya."


" Ya loe atur aja. Gue mau pulang dulu buat nganterin adek gue kontrol kedokter."

__ADS_1


Rinno langsung menyambar tasnya dan meninggalkan base camp tim basket yang diketuai olehnya.


Bersambung.....


__ADS_2