
Rinno mencoba mencari informasi tentang Karia namun ternyata Karia tidak berangkat sekolah karna sedang dirawat dirumah sakit.
Rinno segera melajukan mobilnya menuju rumah sakit Citra. Begitu sampai, ia langsung menanyakan keberadaan Karia pada customer servis.
" Siang sus, boleh saya tanya apa dirumah sakit ini ada pasien bernama Karia?"
Suster itu memeriksa komputernya lalu kembali menoleh kearah Rinno.
" Pasien atas nama Karia berada diruang flaminggo nomor 26."
" Iya sus, terima kasih untuk informasinya."
Rinno segera menuju ruang yang ditunjuk suster tadi.
Ceklek
Rinno menatap Karia yang tengah tertidur. Bagian perutnya yang tertutup selimut terlihat sedikit membuncit.
Rinno mendaratkan pantatnya dikursi yang berada disebelah Karia. Ia mengusap perut Karia dengan lembut hingga membuat Karia membuka matanya.
" Rinno! Ngapain loe disini?"
" Tadi gue ke sekolahan dan kata murid-murid disana loe dirawat disini. Loe sehat- sehat aja kan?"
__ADS_1
" Gue baik-baik aja jadi mendingan sekarang loe pulang."
" Loe kenapa sih Kar, ketus terus sama gue? Padahal gue udah berusaha bersikap lebih baik sama loe. Loe nggak lupa kan kalau kita bakal nikah."
" Gue nggak mau nikah sama loe dan ternyata loe juga yang udah bikin Chandra celaka."
Rinno berdiri lalu mencengkram bahu Karia.
" Gue tegasin sekali lagi Kar kalau gue bakal nikahin loe dan gue nggak akan membiarkan siapa pun menggantikan posisi gue. Janin dalam perut loe ini adalah anak gue."
Brak
Rinno dan Karia menoleh kearah pintu dan ternyata sudah ada Rina didepan pintu. Wanita itu membekap mulutnya tak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya.
Rina menarik tangan Rinno yang sedang memegang Karia.
" Jadi kamu laki-laki brengsek yang sudah berbuat jahat dengan anak saya!" Teriak Rina dengan mata memerah.
Tangannya mengepal memendam kemarahan pada orang yang telah merenggut mahkota putrinya.
" Pergi kamu dari sini! Atau saya panggilkan satpam buat ngusir kamu!" Ancam Rina.
Rinno mengelus pipinya yang panas. Ia menghebuskan nafasnya pelan mencoba sabar pada orang tua Karia.
__ADS_1
" Saya memang orang yang bertanggung jawab dengan apa yang dialami Karia. Saya kesini karna saya ingin meminta Karia menikah dengan saya dan saya tidak akan pergi dari sini."
Rina tersenyum kecut mendengar ucapan Rinno.
" Anak saya tidak akan menikah dengan pria brengsek seperti kamu. Saya masih mampu melindungi Karia dan bayinya. Cepat pergi dari sini sebelum kesabaran saya habis!"
Melihat Rinno yang tak juga beranjak pergi, Rina langsung menelfon bagian keamanan. Tak berapa, dua orang security datang dan langsung menarik Rinno dengan paksa.
" Lepasin saya! Kalian nggak berhak ngusir saya! Saya harus nungguin istri saya yang lagi sakit disini!" ucap Rinno berontak.
" Ini rumah sakit, jangan berteriak!"
Semakin lama suara Rinno makin menghilang. Rina mendekati Karia yang terlihat melamun.
" Karia, kamu nggak apa-apa kan?"
" Iya Mah, Karia baik-baik saja."
" Kamu tenang ya. Mama nggak akan melepaskan kamu untuk lelaki berandal macam dia."
Sementara itu diluar, terlihat Rinno yang menumpahkan kekesalannya dengan menendang-nendang tong yang berada didekatnya.
" Ingat ya, akan gue tunjukin seberapa menderitanya kalian karna udah berani nolak gue dan memperlakukan gue seperti ini! Ingat itu!" Teriak Rinno sambil melihat jendela ruangan Karia dari bawah.
__ADS_1
Rinno masuk kemobilnya. Ia harus membuat rencana agar Karia mau menikah dengannya.
Bersambung.....