Karia loves

Karia loves
Siapa pelakunya


__ADS_3

Perlahan Karia membuka matanya. Tirai warna biru dan tembok putih menjadi pemandangan pertama yang ia lihat.


Chandra tampak merasa lega begitu melihat Karia membuka matanya.


" Syukurlah Kar akhirnya loe udah sadar."


" Gue kenapa Chan san kenapa gue ada dirumah sakit?" tanya Karia sambil memijat keningnya.


" Tadi loe pinsan makanya gue bawa loe kesini."


" Ohh...makasih ya karna loe udah bawa gue kesini. Gue pengen pulang Chan."


" Iya, tadi dokternya juga bilang kalau loe udah siuman loe boleh pulang. Gue ke admin sebentar ya."


Setelah membereskan urusan administrasi, Chandra pun mengantar Karia pulang kerumahnya. Tak lama mobil yang mereka tumpangi sudah berhenti didepan rumah Karia.


" Duduk dulu Chan. Gue bikinin minum bentar."


" Nggak usah Kar, gue udah minum tadi. Duduk disini aja, pasti loe masih lemas kan?"


Karia menganggukkan kepalanya lalu duduk disamping Chandra.


" Oh ya Kar, ini obat buat loe."


" Makasih. Oh ya Chan, dokter bilang gue sakit apa, Soalnya beberapa hari ini gue sering mual dan pusing."


Chandra tampak diam dan menatap Karia dengan seksama.


Apa Karia nggak tahu kalau dia lagi hamil? Tapi siapa cowok brengsek yang udah bikin Karia kayak gini sedangkan gue nggak pernah lihat Karia pacaran.


" Chan loe kok malah ngelamun?"

__ADS_1


" Ehmm sorry Kar. Oh ya gue mau tanya emang loe bulan ini belum datang bulan gitu?"


Karia mengerutkan dahinya mendengar pertanyaan Chandra yang menurutnya aneh.


" Maksud pertanyaan loe Chan?"


" Ehmmm....soalnya dokter bilang kalau loe...."


" Loe apa Chan? Loe ngomong yang jelas dong!"


" Dokter bilang kalau hamil Kar."


" Hamil?" ucap Karia pelan dengan wajah tak percaya.


Karia langsung tergugu sambil memukul perutnya yang masih datar.


" Gue nggak mau hamil! Gue nggak mau anak ini!" Teriak Karia histeris.


Karia semakin terisak saat Chandra mengusap punggungnya yang bergetar. Chandra menyandarkan kepala Karia didadanya.


Ia mengelus kepala Karia untuk menenangkannya.


" Kar, sebenarnya apa yang terjadi sama loe? Apa ini yang membuat loe belakangan ini menjadi pendiam dan sering melamun? Gue siap buat dengerin cerita loe Kar."


Karia masih hanyut dalam tangisannya hingga ia mulai mengeluarkan kata-kata dari mulutnya.


" Gue....gue diperkosa Chan," ucap Karia lirih sambil memejamkan matanya.


Chandra yang kaget langsung melepas pelukannya dan menatap wajah Karia tak percaya.


" Loe diperkosa Kar? Siapa Kar yang udah nglakuin hal bejat itu ke elo?"

__ADS_1


" Gue nggak tahu siapa dia Chan dan setelah gue ketemu dia lagi, gue baru tahu kalau ternyata dia adalah kapten tim basket SMA Gantara."


" Apa Kar? Maksud loe Kak Rinno yang udah nglakuin hal itu ke elo?"


Karia menganggukkan kepalanya pelan sambil menunduk.


Chandra tampak memerah sambil mengepalkan tangannya. Ia tak terima karna Karia telah dinodai secara paksa.


" Rinno benar-benar kurang ajar Kar! Loe tenang aja, gue bakal kasih perhitungan ke dia karna udah berbuat jahat sama loe. Gue bakal laporin dia ke polisi.


" Jangan Chan, gue mohon jangan perpanjang lagi masalah ini. Gue emang benci sama dia tapi gue nggak berniat buat balas dendam sama dia. Sekarang yang gue pikirin gimana caranya buat gue ngasih tahu semua ini ke mamah Chan. Gue takut kalau mama marah dan kecewa sama gue. Gue takut dengan apa yang akan terjadi kedepannya Chan."


Chandra menghembuskan napasnya pelan ke udara. Ia memejamkan matanya untuk berpikir sejenak. Dia menatap dalam Karia yang terlihat berantakan dan rapuh.


Chandra mengenggam tangan Karia lalu menarik kedadanya.


" Gue akan bertanggung jawab atas kehamilan loe Kar. Gue mau jadi ayah sambung dari bayi yang sedang loe kandung."


" Mak....maksud loe Chan?"


" Gue akan nikahin loe. Gue akan bilang ini kemama loe buat minta maaf sekaligus meminta restu."


" Nggak Chan. Loe nggak bersalah dalam hal ini jadi jangan libatin diri loe terlalu jauh."


Chandra membawa Karia kedalam pelukannya.


" Gue sayang banget sama loe Kar. Gue akan nglindungi loe dari hal apa pun jadi biarin gue melakukannya."


Karia hanya diam. Jujur saja dia begitu kagum dengan sikap Chandra tapi dia juga tak ingin menghancurkan masa depan Chandra dengan menikahinya.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2