
Baru saja Karia ingin berdiri, tiba-tiba ada suara yang memanggil namanya dengan serak.
" Mau kemana Kar?" tanya Alin sambil mengucek kedua matanya.
" Gue mau cari makan Lin. Perut gue udah laper banget," jawab Karia sambil memegangi perutnya.
" Ya udah gue ikut tapi kita rapi-rapi dulu. Masak baru bangun mau langsung pergi aja!"
" Oh iya gue lupa Lin."
Setelah merapikan rambut dan membersihkan muka, Karia dan Alin segera keluar tenda. Mereka berjalan menyusuri jalan setapak menuju pasar yang tak jauh dari bumi perkemahan tersebut.
" Kar loe mau beli makan apa?" tanya Alin sambil memperhatikan beberapa warung yang menjajakan makanan.
Karia mengedarkan pandangannya untuk mencari sesuatu yang cocok dengan seleranya saat ini.
" Lin, kita beli nasi jagung aja yuk! Kan kita jarang banget makan itu!" ucap Karia bersemangat.
" Gue sih mau tapi Naya sama Sinta mau apa nggak kalau kita beliin itu?"
" Kita makan berdua aja disini ntar Sinta sama Naya kita beliin ayam goreng aja."
__ADS_1
" Oke deh. Ya udah yuk kita kesana."
Karia dan Alin berjalan menuju penjual nasi jagung. Mereka makan lesehan sambil duduk dibawah pohon.
Dari arah seberang, tampak seorang laki-laki yang sedang memperhatikan Karia dengan intens. Gadis berambut panjang itu cukup menarik perhatiaannya.
" No balik yuk, gue udah kenyang nih!"
Cowok yang ternyata bernama Rino itu segera menolak keinginan temannya tersebut karena dia masih sibuk memperhatikan Karia diam-diam.
" Kalian balik dulu aja ke vila. Gue mau beli sesuatu dulu buat pesta kita nanti malam," jawab Rino sambil mematikan rokok yang masih panjang itu.
" Oh loe mau cari minum. Emang loe mau nyari dimana No?"
Setelah kedua temannya pergi, Rino kembali menolehkan kepalanya kearah Karia namun dia begitu kaget karena gadis itu sudah tak berada ditempatnya tadi.
Rino segera menghampiri penjual nasi goreng tersebut untuk bertanya.
" Permisi Bu, saya mau tadi tadi dua teman saya yang makan disini pergi kemana ya ?"
" Oh tadi mereka nanyain kamar mandi mas. Arahnya kejalan sebelah kiri belakang persewaan sepeda."
__ADS_1
Setelah mengucapkan terima kasih, Rino segera pergi ketempat dimana gadis incarannya berada. Rino tersenyum saat melihat Karia sedang duduk sendiri sambil bermain ponsel.
Rino mendekati Karia lalu menjatuhkan sesuatu didepan Karia.
" Eh Kak, sapu tangannya jatuh nih," ucap Karia sambil menyodorkan sapu tangan yang baru saja dia ambil.
" Oh trims ya. Untung tadi loe nemuin. Soalnya ini sapu tangan hadiah dari mama gue. Oh ya kenalin gue Rino," ucap Rino sambil mengulurkan tangannya.
Karia hanya diam tak membalas jabat tangan Rino namun sesaat dia tersenyum sinis sambil menatap Rino.
" Lain kali kalau mau kenalan bilang aja! Nggak perlu pakai cara kampungan kayak gitu. Loe pikir gue nggak tahu kalau loe tadi sengaja jatuhin sapu tangan loe didepan gue!"
Telinga Rino langsung memanas mendengar perkataan Karia. Gadis yang terlihat manis itu ternyata angkuh dan bermulut pedas. Sungguh suatu penghinaan besar bagi seorang Rino Kalaindra.
Rino mengepalkan tangannya. Ingin sekali dia menampar mulut gadis itu hingga menangis dan berteriak meminta ampun padanya.
" Kenapa? Loe marah karna gue bisa tahu trik murahan loe?" tanya Karia menantang.
Rino sedikit mengubah ekspresi wajahnya hingga ia menampilkan senyum tipisnya yang membuat wajah tampannya sedikit menakutkan.
" Tadinya sih gue emang mau kenalan sama loe tapi mendadak gue berubah pikiran karna ternyata loe nggak semanis yang gue pikirkan."
__ADS_1
" Sorry, gue nggak mau kenalan sama cowok model berandalan kayak loe!" ucap Karia sambil pergi meninggalkan Rino dan Alin yang masih berada dikamar mandi.
Bersambung.....