Karia loves

Karia loves
Hilangnya mahkota


__ADS_3

Karia berjalan sendirian dengan tergesa. Bahkan ia lupa kalau dirinya sudah meninggalkan temannya yang masih dikamar mandi.


Cowok tadi sungguh menyebalkan bagi Karia. Walaupun berwajah tampan tapi penampilannya sungguh urakan.


" Kar, tungguin gue dong!" Teriak Alin yang menyusul Karia dengan berlari kecil.


" Sorry Lin tadi gue duluan. Ada sesuatu yang harus gue kerjain," ucap Karia beralasan.


" Emang mau ngapain sih? Capek tau ngejar loe!" ucap Alin dengan ngos-ngosan.


Tak ingin berlama-lama, Karia pun menggandeng tangan agar segera berjalan. Sampai ditenda, ternyata Sinta dan Naya sudah bangun. Karia segera memberikan ayam goreng pada mereka.


" Sin habis ini kita mau ngapain?" tanya Karia.


" Habis ini kita naik kebukit. Diatas ada taman bunga. Tempatnya nggak jauh kok jadi cukup bawa satu botol minuman aja," ucap Sinta menjelaskan.


Mendengar hal itu, Karia dan lainnya pun langsung bersiap-siap. Mereka berjalan selama setengah jam hingga akhirnya sampai ditaman bunga yang berada dibukit.


Senyum dibibir Karia langsung terbit begitu melihat hamparan tanaman bunga beraneka jenis dan warna. Karia dan para sahabatnya pun langsung berfoto selfi untuk diposting diakun medsos mereka.


Hampir satu jam mereka berada disana hingga tak terasa hari mulai sore. Mereka pun segera turun untuk kembali ke perkemahan.


****


Disebuah vila yang cukup mewah, tampak beberapa remaja lelaki sedang mengadakan pesta kecil-kecilan. Suara musik yang keras sudah berbunyi untuk menghidupkan suasana malam itu.


Beberapa hidangan makanan camilan dan minuman beralkohol sudah tertata rapi diatas meja. Para remaja lelaki itu terlihat asyik berjoget sambil berteriak- teriak tak jelas. Tampaknya mereka sudah mulai mabuk.

__ADS_1


Rinno membuka matanya perlahan. Bau alkohol yang menyengat langsung tercium dari nafasnya. Ia berusaha berdiri walau sedikit sempoyongan.


Rinno masuk kekamarnya. Ia membuka pintu dan keluar kebalkon. Melihat pemandangan dibawah membuat Rinno memutuskan untuk segera mandi agar tubuhnya kembali segar setelah pesta miras semalam bersama para temannya.


Usai mandi Rinno pergi keluar. Ia ingin jalan-jalan sebentar sebelum para temannya terbangun dan mencarinya.


Ditempat lain....


Karia meliukkan badannya sambil menghirup udara segar sebanyak-banyaknya. Karia menoleh kearah tenda dan melihat teman-temannya yang masih tidur pulas. Kemarin sore mereka pergi ke bukit bunga cukup lama hingga merasa lelah.


Tiba-tiba Karia teringat dengan sungai yang ia lihat kemarin saat perjalanan menuju bukit bunga. Ia ingin sekali mandi disana. Ia membayangkan air sungai yang begitu segar dan jernih.


Tanpa pikir panjang, Karia langsung mengambil peralatan mandinya. Ia berjalan menuju sungai. Setelah sampai, Karia duduk sebentar untuk mengistirahatkan diri.


Wah tempatnya sepi banget ya? Apa karna tempat ini cukup jauh dari perkemahan.


Batin Karia sambil matanya berkeliling memperhatikan keadaan. Karena sudah sangat gerah, Karia pun beranjak dari duduknya dan mencari tempat yang tepat untuk berenang.


Byur


Karia langsung menceburkan diri kesungai yang tak begitu dalam. Ia berenang kesana kemari tanpa takut terjadi sesuatu.


Sementara itu, Rinno yang sedang asyik berjalan didalam hutan tampak mendengar suara seperti orang yang sedang bermain air. Rinno segera memeriksanya karna ia sudah hafal daerah itu.


Dari atas, Rinno melihat seorang gadis yang tengah mandi disungai sendirian. Gadis itu tampak seksi dengan baju minimnya yang terlihat basah. Rinno dengan segera mendekat kearah sungai dan betapa kagetnya Rinno saat melihat rupa gadis itu.


Cewek itu

__ADS_1


Rinno menyunggingkan senyum miringnya sambil berjalan mendekati gadis incarannya itu.


" Hey, loe sendirian aja disini?" tanya Rinno yang membuat Karia kaget.


" Arrgghhh!" Teriak Karia yang langsung reflek menutupi area dada dengan kedua tangannya.


" Sepertinya hari ini semesta lagi baik ama gue sampai sepagi ini gue udah diketemuin bidadari SEKSI kayak loe," ucap Rinno dengan menekan kata seksi sambil menggigit bibir bawahnya.


Karia yang takut pun segera mengambil pakaiannya dan berniat pergi secepat mungkin. Rinno yang melihat hal itu hanya tertawa dan segera mencegat Karia.


" Gue mohon lepasin tangan gue. Gue benar- benar minta maaf kalau gue kemarin udah bikin loe marah," ucap Karia memohon sambil menangis.


" Tenang aja, pasti gue lepasin tapi kita seneng- seneng dulu. Gue bakal tunjukin ke loe bagaimana surga dunia itu."


Rinno segera membopong Karia layaknya karung beras. Ia sedikit menjauh dari sungai agar bisa lebih leluasa bermain. Sementara itu Karia terus berontak sambil memukuli punggung Rinno.


Rinno merebahkan Karia diatas rumput. Ia mengunci kaki Karia dengan kakinya.


" Lepasin gue brengsek! Jangan lakuin apa pun dan jangan nyentuh gue dengan tangam kotor loe itu!"


Plak


" Diem nggak loh!"


Dengan kasar, Rinno ******* bibir Karia yang belum pernah terjamah. Karia hanya bisa mengumpat dalam hati. Sejak tadi tenaganya sama sekali tak bisa mendorong Rinno yang berada diatas tubuhnya.


" Auwww sakit! Gue mohon berhenti ini sakit banget!" Karia meringis menahan sakit saat senjata Rinno berhasil menembus mahkotannya.

__ADS_1


Rinno yang merasa senang pun mulai mengayunkan pinggulnya maju mundur. ******* terus keluar dari bibir Rinno sementara Karia hanya bisa menangis menahan luka fisik dan batinnya.


Bersambung.....


__ADS_2