Karia loves

Karia loves
Terbongkar?


__ADS_3

Karia menunggu dokter yang sedang menangani Rinno dengan wajah gelisah. Dari tadi ia terus menatap pintu itu namun sang dokter belum juga keluar.


Ceklek


Karia langsung menoleh lagi kearah pintu begitu mendengar suara pintu terbuka.


" Dok gimana keadaan kakak saya?"


" Syukurlah kakak anda baik-baik saja. Luka diperutnya hanya menggores dan tidak sampai menusuk kedalam." Jelas dokter.


Karia menghela nafasnya dengan lega mengetahui keadaan Rinno yang tidak kritis.


" Boleh saya jenguk sekarang dok?"


" Boleh tapi biar pasien dipindah keruang perawatan dulu."


Karia memasuki ruang rawat Rinno. Tampak Rinno yang terbaring lemah dengan mata yang sudah terbuka.


" Loe udah sadar?"


" Hemm."


" Loe udah hubungin keluarga kalau loe dirawat disini?"


" Belum. Loe dari tadi nungguin gue?"

__ADS_1


" Gue bukan manusia jahat yang bakalan tega ninggalin orang yang lagi sekarat."


" Thanks kalau gitu. Ya udah loe pulang sja biar nanti gue hubungin keluarga gue."


" Yakin loe mau gue tinggal?"


" Ya, kasian loe dari tadi udah nungguin gue. Pasti loe capek."


" Ya udah kalau gitu gue pulang," ucap Karia lalu beranjak dirinya.


****


Sudah hampir seminggu Karia tidak bertemu dengan Rinno setelah kejadian itu. Karia merasa sedikit lega walaupun ia masih sedikit khawatir.


Disaat sedang melamun, tiba-tiba pandangan Karia jatuh pada seseorang yang baru saja masuk kedalam kelas dengan agak terpincang.


" Gue keserempet mobil sampai jatuh. Terus ya kaki gue jadi gini."


" Ya ampun Chan, sorry ya gue nggak tahu. Gue juga udah 4 hari nggak berangkat sekolah jadi gue nggak tahu. Emang siapa yang udah nyerempet loe?"


" Rinno."


" Apa! Rinno yang nyerempet loe sampai kayak gini? Tapi kenapa dia nglakuin itu sama loe Chan? Kalian nggak saling mengenal?"


" Rinno nggak mau kita dekat dan dia juga nggak mau kalau gue sampai nikahin loe. Dia bilang dia nggak ingin ada yang jadi bapak tiri dari anak yang loe kandung."

__ADS_1


Dari luar kelas, tampak seorang gadis yang begitu kaget mendengar pembicaraan Chandra dan Karia.


*Apa Karia hamil? Tapi sama siapa?


Hihihi...ini bisa jadi senjata gue buat menghancurkan Karia. Enak aja dia kalau masih jadi bintang disekolah ini dan gue juga nggak akan biarin Chandra nikahin Karia.


Chandra itu milik gue*!


Gadis yang ternyata Sinta itu segera mencari kesempatan untuk mencari bukti kehamilan Karia. Dia mengendap untuk membuka tas Karia. Ia mengobrak-abrik tas Karia hingga ia menemukan sesuatu yang membuatnya tersenyum.


*Mampus loe Kar! Berlaga aja terus jadi cewek pinter dan disukai banyak orang.


Tapi sebentar lagi semua orang bakal berbalik ngebenci loe*.


Dimata pelajaran matematik, tampak seorang guru BK masuk kedalam kelas Karia.


" Permisi, maaf jika Ibu menganggu waktu belajar kalian. Hari ini akan ada pengecekan jadi Ibu mohon untuk semuanya agar bisa keluar dari kelas ini."


Semua murid tampak mulai berdiri untuk meninggalkan kelas sedang Karia terlihat khawatir dengan isi dalam tasnya.


*Ah gue lupa kayaknya tespack yang dulu gue pakai masih ada didalem tas. Buku KIA juga ada.


Aduh gimana ini? Kenapa gue ceroboh begini*?


" Ayo Kar jangan ngelamun aja," ucap Sinta sambil menarik tangan Karia.

__ADS_1


Karia hanya bisa menutup mata dan pasrah. Mungkin sudah saat semuanya terbongkar meski dirinya takut menghadapi kenyataan ini.


Bersambung.....


__ADS_2