Karia loves

Karia loves
Kembali pulang


__ADS_3

Rinno tersenyum senang setelah ia merasa puas. Ia bangkit dari atas tubuh Karia lalu memakai kembali celananya.


" Heh diem kenapa? Nggak capek apa nangis dari tadi?"


Karia langsung menoleh kearah Rinno dan menatapnya penuh amarah.


" Dasar cowok brengsek! Apa salah gue sampai loe jahatin gue?" Teriak Karia dengan mata yang penuh air mata.


" Kok loe malah marahin gue? Harusnya loe itu terima kasih sama gue karna barusan gue udah ngajak loe ngrasain yang namanya surga dunia," ucap Rinno dengan senyum mengejek.


" Gue doain kalau orang jahat kayak loe nggak akan bahagia dunia akhirat!"


Rinno beringsut mendekati Karia yang masih duduk dengan memeluk kedua lututnya. Tubuh Karia bergetar saat Rinno kembali mendekatinya seolah keberaniannya barusan tenggelam.


" Nggak usah takut. Gue cuma mau bilang makasih sama loe karna dari sekian wanita yang tidur sama gue, cuma loe yang masih virgin dan rasanya benar-benar beda," ucap Rinno berbisik

__ADS_1


****


Semenjak kembali ketenda, Karia tiba-tiba menjadi pendiam dan wajahnya begitu terlihat tertekan sehingga membuat teman-temanya menjadi khawatir.


" Kar loe kenapa sih sebenarnya? Perasaan dari kemarin gue lihat loe baik-baik aja," tanya Naya cemas.


" Gue cuma mau balik sekarang Nay. Tolong bilangin ke Alin sama Sinta tapi kalau kalian masih mau disini, gue nggak masalah kalau harus pulang sendirian," jawab Karia dengan tatapan kosong.


Walaupun Naya masih bingung dengan sikap Karia, tapi ia tetap menyampaikan keinginan Karia pada dua sahabatnya.


Naya keluar tenda lalu mendekati Alin dan Sinta yang sedang menikmati bubur ayam.


" Udah, cuma dia nggak mau bilang masalahnya apa. Dia cuma bilang kalau pengen pulang sekarang." Jelas Naya.


" Tapi kan kita masih ada satu hari lagi. Lagi pula setelah ini kita bakal out bond," ucap Sinta keberatan.

__ADS_1


" Tapi Sin, gue lihat Naya kayak ketimpa masalah berat gitu. Dan selama gue berteman sama dia, baru kali ini gue lihat wajah Karia yang seperti itu."


" Ah itu paling cuma karangan dia aja. Dari awal kan emang dia nggak mau ikut. Alin sama loe kan ngajakin Karia buat tetep ikut."


Alin yang merasa jengah pun berdiri lalu menghadap kedua temannya.


" Kita kesini bareng-bareng jadi pulang pun kita harus seperti itu. Sin, loe lihat sendiri kan keadaan Karia dari pagi kayak gimana? Jadi gue minta pengertian loe dan intinya kita pulang sekarang."


Akhirnya mereka pun membereskan barang-barang mereka untuk pulang. Sepanjang perjalanan pulang, Karia hanya diam sambil melamun memperhatikan jalanan.


***


Rinno merebahkan diri sambil tersenyum senang. Sungguh tak rugi liburannya kali ini. Ia tak menyangka bisa mendapatkan gadis sebening Karia walau Karia terlihat masih kecil. Jika keberuntungan masih berpihak padanya, mungkin ia akan bertemu lagi dengan gadis yang membuatnya serasa melayang tadi pagi.


Rinno membuka ponselnya begitu mendengar bunyi notifikasi. Ternyata ada chat dari Rinsa, adik perempuan satu-satunya yang sangat ia sayangi. Dari kecil mereka lebih sering menghabiskan waktu berdua karna kedua orang tuanya yang begitu sibuk mengelola bisnis yang tersebar diberbagai tempat.

__ADS_1


Rinno pun membalas chat dari Rinsa yang mengatakan kalau dirinya akan segera pulang dan mengakhiri liburannya. Rinno pun beranjak dari rebahannya dan mulai mempacking barang-barangnya.


Bersambung.....


__ADS_2