
Malam itu, Karia menyiapkan makan malam untuk ibunya yang baru saja pulang dari Surabaya.
" Mah, makannya udah siap. Yuk makan dulu," ajak Karia.
" Iya sayang, yuk kita ke ruang makan."
Ibu dan anak itu berjalan kearah ruang makan. Mereka menikmati mie goreng yang baru saja dibuat oleh Karia.
" Mah, habis ini Karia pengen bicara sesuatu."
" Bicara apa sayang? Kamu baik-baik aja kan? "
Karia tak menjawab dan memilih melanjutkan menyuap makanannya.
Selesai makan, Karia menyusul ibunya yang sedang duduk diruang TV.
" Sini nak, kamu mau bicara apa?" tanya sambil mengusap kepala Karia.
Mendapatkan perlakuan seperti itu langsung membuat Karia meneteskan air matanya.
" Sayang, kenapa kamu nangis? Jangan bikin mama khawatir nak."
Karia menatap ibunya dalam lalu mulai menggerakkan bibirnya dengan bergetar.
" Karia....Karia diperkosa Mah dan sekarang Karia hamil," ucap Karia makin terisak.
Rina begitu kaget setelah mendengar apa yang diucapkan oleh putrinya. Dunianya seakan runtuh mendapati putrinya yang mengalami kejahatan seksual hingga harus mengandung.
" Siapa nak? Katakan pada mama siapa yang sudah berbuat jahat sama kamu?"
Karia menggelengkan kepalanya. Ia tak mungkin membuka identitas Rinno yang belum ia ketahui secara jelas. Tapi Karia bisa merasakan jika pria yang telah memperkosannya itu bukan dari kalangan biasa seperti dirinya.
__ADS_1
" Katakan pada mama nak, kamu tidak perlu takut," ucap Rina lembut walaupun hatinya saat ini tak menentu.
Karia kembali menggelengkan kepalanya.
" Karia takut Mah. Karia nggak mau dikeluarin dari sekolah. Karia nggak mau masa depan Karia hancur Mah. Karia harus menggugurkan janin ini!"
" Istighfar nak, jangan kamu lenyapkan dia. Janin itu sama sekali tidak bersalah. Mama akan selalu mendampingi kamu. Kamu harus kuat nak," ucap Rina sambil memeluk Karia.
Ia tak menyangka jika putrinya harus mengalami ujian hidup yang berat disaat usianya yang masih muda.
****
Disebuah rumah mewah, tampak sekumpulan pemuda dan pemudi yang sedang berpesta. Bahkan rumah itu disulap layaknya club malam yang dilengkapi lampu kelap- kelip dan musik jedag jedug.
" Wah, keren banget bro partynya."
" Tenang aja. Selama ortu gue lebih sibuk dengan pekerjaannya, gue bebas bikin pesta apa pun dirumah gue."
" Hah barang gitu gue nggak minat. Udah bekas banyak orang!" ucap Rinno yang membuat teman-temannya tertawa.
" Eh No, minuman kita habis nih cuma tinggal sebotol."
" Tenang aja, loe semua jangan pada khawatir. Urusan minuman setan biar gue yang ngatasin," ucap Rinno lalu berdiri.
Rinno berjalan sempoyongan menuju mobilnya. Ia melajukan mobilnya kemini market yang sudah menjadi langganannya untuk membeli minuman.
Sampai disana, Rinno segera membeli beberapa botol minuman keras. Disaat keluar, dirinya langsung dikejutkan dengan kedatangan seorang gadis yang langsung bisa membuat hasratnya naik.
Rinno menanti gadis itu berjalan mendekat kearahnya dengan senyum kebahagiaan.
Bugg
__ADS_1
Lagi-lagi Karia menabrak seseorang yang membuatnya takut. Mata Karia langsung membelalak saat melihat Rinno.
Karia berbalik untuk pergi namun langkahnya terhenti saat tangannya dicekal Rinno.
" Lepasin gue! Gue mau pulang!"
" Hahaha...jangan takut sayang. Jangan-jangan kita memang berjodoh karna selalu tak sengaja bertemu."
Karia memaksa menarik tangannya namun pegangan tangan Rinno terlalu kuat. Ia menyesal kenapa dirinya tadi harus kemini market ini hanya untuk membeli biskuit.
Rinno menarik Karia masuk kedalam mobilnya. Ia mendorong Karia ke jok belakang hingga Karia terbaring.
" Cantik, gue kangen banget," ucap Rinno yang bau napasnya tercium oleh Karia.
" No, lepasin gue. Gue mohon jangan sakiti gue lagi."
Rinno tersenyum senang melihat ketakutan Karia. Ia memegang kedua tangan Karia dengan satu tangannya sedang tangan sebelahnya lagi ia gunakan untuk membuka kancing baju Karia.
Karia semakin menangis saat mendapati Rinno bisa melihat dadanya yang masih terbungkus bra. Karia berusaha mencari sesuatu yang bisa menyelamatkan dirinya.
Karia berusaha meraih botol minuman yang tadi dibawa Rinno.
Bugg
Dahi Rinno langsung meneteskan darah begitu terkena hantaman botol. Karia yang merasa takut segera mendorong Rinno dari atas tubuhnya.
" Arggggghhh! Dasar cewek brengsek! Awas loe nggak akan gue lepasin!" Teriak Rinno sambil memegang dahinya.
Karia segera berlari. Setelah agak jauh, Karia segera menelfon klinik untuk menolong Rinno. Bagaimana pun, Karia masih punya hati nurani. Ia tak ingin terjadi sesuatu yang buruk pada Rinno karna aksinya tadi.
Bersambung.....
__ADS_1