Karia loves

Karia loves
Hamil


__ADS_3

Karia memuntahkan makanan yang baru saja beberapa suap ia telan. Ia merasa tiba-tiba perutnya bergejolak dan kepalanya terasa pening.


Huek huek


Karia memuntahkan sisa-sisa makanan yang masih ingin keluar dari perutnya. Ia terduduk lemas didepan wastafel untuk mendudukkan dirinya sejenak yang merasa lelah.


Kenapa badanku rasanya nggak enak gini ya? Pusing, lemas , mual.


Karia pun memutuskan membereskan meja makan agar ia cepat beristirahat dikamar.


Tut tut tut


Tiba-tiba suara ponsel Karia berdering. Ia segera mengangkat panggilan telepon yang ternyata berasal dari Chandra.


" Malam Chan. Ada perlu apa malem-malem gini loe telfon gue?"


" Loe sibuk nggak Kar? Kalau nggak keberatan, temuin gue ditaman Puri. Gue lagi kacau nih."


" Oke, gue kesana. Tunggu bentar ya."


Sebenarnya Karia masih tak enak badan, namun ia tak enak jika menolak keinginan Chandra yang kelihatannya sedang butuh teman bicara.


Karia mengambil jaket dan memakai topi rajut untuk menghangatkan kepalanya.


Karia sudah sampai ditaman Puri. Ia menghampiri Chandra yang terlihat kusut.


" Hay Chan." Sapa Karia.


" Hay juga Kar. Makasih ya loe udah datang kesini."


" Nggak apa-apa mumpung mama gue belum pulang kerja. Oh ya loe ada perlu apa minta gue dateng kesini?"


Sejenak Chandra memperhatikan wajah Karia yang sedikit pucat.


" Loe sakit ya Kar?" tanya Chandra khawatir.


" Nggak kok, gue cuma kurang darah aja. Oh ya tadi loe belum jawab pertanyaan gue."


" Ohh...gue cuma lagi sedih aja Kar karna gue nggak bisa menang dipertandingan kemarin. Gue udah bikin kecewa sekolah kita."


" Loe jangan sedih Chan, buat gue loe dan tim udah hebat banget karna bisa tanding sama tim SMA Gantara. Wajar aja kalau mereka menang karna kita kan juga kalah kelas sama mereka. Ya yang seperti yang gue bilang kemarin, nggak peduli menang atau kalah yang penting loe dan tim udah berusaha semampu kalian."

__ADS_1


Chandra tersenyum dan begitu menikmati senyum tipis Karia yang membuat wajahnya semakin manis walau wajahnya sedikit pucat.


" Makasih ya Kar. Gimana kalau malam ini gue traktir loe mumpung kita lagi ada diluar."


" Ehmm...oke deh."


" Tapi jangan yang mahal ya, sesuai kantong pelajar aja."


Karia tersenyum menanggapi gurauan Chandra. Mereka pun memasuki warung tenda nasi goreng yang berada disekitar taman.


" Kar, kita makan disitu aja yuk."


" Oke."


Setelah menerima nasi goreng, Karia dan Chandra memilih duduk diluar tenda.


Chandra memperhartikan Karia yang makan dengan tidak bersemangat.


" Kenapa Kar, nasgornya nggak enak ya?"


" Enak kok Chan, cuma mulut gue rasanya pahit banget."


" Argghhh!" Erang Karia sambil memegang kepalanya.


Chandra yang panik langsung meletakkan piringnya dan menghampiri Karia.


" Kar, loe kenapa?"


" Gue pusing banget Chan. Tolong anterin gue pulang."


Chandra menganggukkan kepalanya lalu segera memapah Karia.


Bughh


Chandra semakin panik saat Karia pinsan dan ambruk didadanya.


Puk puk puk


" Kar bangun Kar! Loe kenapa Kar," ucap Chandra sambil menepuk pelan pipi Karia.


Chandra membawa Karia keklinik terdekat dengan menggunakan taxi online.

__ADS_1


Chandra tampak gugup saat menunggu dokter yang sedang memeriksa Karia. Chandra melihat dokter yang keluar dari ruangan dengan dahi berkerut.


" Gimana dok keadaan Karia? Dia sakit apa kok sampai pinsan gitu?"


" Anda siapanya nona Karia?"


" Saya teman sekolahnya dok. Memangnya kenapa dok?"


Dokter tersebut memijit pelipisnya sebelum menjawab pertanyaan Chandra.


" Berapa usia nona Karia?" tanya dokter yang membuat Chandra makin bingung.


" Sekitar 16 tahun dok."


" Oh astaga!"


" Sebenarnya teman saya sakit apa dok?" tanya Chandra sedikit kesal.


" Saya harus memberitahukan hal ini pada keluarga nona Karia."


" Karia cuma tinggal sama ibunya dok dan saat ini ibunya sedang ada pekerjaan diluar kota."


" Baiklah, tanda tangan disini dulu sebagai bukti."


Chandra hanya menurut meski rasa penasarannya makin besar.


" Sudah dok jadi tolong cepat katakan bagaimana kondisi Karia teman saya."


" Nona Karia saat ini sedang hamil dan usianya baru dua minggu."


" Apa dok! Karia hamil?" ucap Chandra tak percaya.


" Iya dan usianya kini masuk dua minggu. Tentu saja kandungan ini sangat rentan mengingat usia nona Karia yang masih sangat muda. Jadi tolong beritahukan hal ini pada orang tuanya dan nanti bisa langsung konsultasi pada dokter kandungan untuk lebih jelasnya."


" Lalu bagaimana kondisi Karia saat ini dok?"


" Kita tunggu saja sampai nona Karia siuman. Nanti bisa langsung pulang dan ini nanti resepnya bisa ditebus diapotik."


Chandra menerima resep itu dengan tatapan kosong. Ia membuka tirai dan melihat kondisi Karia yang masih belum sadar.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2