Ke Dunia Lain Dengan Kitab Suci

Ke Dunia Lain Dengan Kitab Suci
Chapter 15 - Petualang Melawan Monster Serangga


__ADS_3

"Challenge Shield!"


Wall yang berada digaris depan mengeluarkan sebuah skill. Mengarahkan perisainya ke depan dalam posisi bertahan, lalu muncul aura merah tua yang menyelimuti perisai dan menjalar ke seluruh tubuhnya.


"Wuushh!"


Aura yang berwarna merah tua itu seperti meledak dan menyebar ke segala arah. Para monster serangga yang terkena serangan itu langsung menuju ke arah Wall, tidak memperdulikan yang lain seolah hanya ada dia yang bertempur di sini.


"Efek skillnya hanya bertahan selama tiga menit. Habisi monster sebanyak mungkin."


"Serang! Cepat serang!"


Itu adalah kemampuan khusus seorang Tanker. Menggunakan suatu skill untuk memaksa musuh menyerangmu dan membuat celah agar temanmu yang punya serangan kuat bisa menyerang dengan leluasa.


"Lightning Slash!"


"Hyaaa!"


Seperti nama skillnya, pedang milik Rec memancarkan sinar berwarna putih kebiruan dengan efek petir yang epik. Lalu dia bergerak dengan cepat, menyerang musuh yang berhasil lolos dari tim garis depan. Ya, itulah tugas tim di garis kedua.


"Semuanya, cepat menyebar! Jangan biarkan satu ekor monster melewati kalian!"


"Baik!"


Di bawah komando Rec, pasukan garis kedua bertempur dengan rapi dan disiplin. Mereka menyebar, berjarak kurang lebih sepuluh meter dari satu sama lain.


Karena jarak yang cukup jauh antar satu dengan yang lain, pasukan garis kedua seolah bertarung sendirian. Akan tetapi, mereka terlihat sangat santai dan percaya diri. Selain memang pengalaman dan kemampuan yang banyak, mereka juga terbantu dengan adanya serangan jarak jauh dari para Archer dan Mage digaris ketiga.


"Fire Ball... "


"Lighting Strike... "


Sihir api yang terpusat dan membentuk sebuah bola melesat dengan cepat, lalu menghantam gerombolan monster serangga dan membakar mereka.


Mengetahui tidak bisa menerobos pertahanan yang solid dan berlapis tiga. Para monster serangga menyebar ke segala arah dan berbagai sudut, mencoba memasuki desa dengan paksa.


Akan tetapi...


Cahaya berwarna biru terang dengan suara yang menggelegar muncul dari pasukan garis ketiga. Sebuah petir tercipta, lalu merambat di udara dan membelah menjadi beberapa cabang yang lebih kecil. Dengan cepat dan akurat, cabang-cabang petir yang terlihat seperti akar tumbuhan itu menyambar puluhan monster dan menghancurkan mereka, seketika hanya ada potongan tubuh monster yang berhamburan di tanah.


"Kekuatan yang luar biasa. Dipertempuran ini merekalah bintangnya, kita tidak akan mendapat giliran beraksi. Benarkan, Asia?"


"Entahlah... "


Aku dan Asia berada digaris terakhir, tepat di depan gerbang masuk Desa Mine. Kami melihat pertempuran ini dari jarak jauh sambil berharap ada monster yang lolos sampai kesini, hanya dengan cara menghabisi monsterlah kami bisa mendapat exp lebih banyak.


Tapi, melihat kekompakan dan kekuatan yang dimiliki party ini, aku sudah pasrah mendapat monster yang bisa kuhabisi.

__ADS_1


Sebaliknya Asia, mana dalam dirinya sudah terasa bergejolak, dia sudah dalam posisi sangat siap untuk bertarung. Berdiri tegak dengan kedua tangan menggenggam pedang yang ditancapkan ke tanah, dia terlihat sangat elegan.


Pertempuran sudah berlangsung cukup lama, kira-kira hampir satu setengah jam. Tetapi, monster-monster itu masih terus berdatangan. Mereka datang secara bergerombol, mungkin sekitar tiga puluh sampai empat puluh monster di setiap klaster. Dan ini sudah klaster yang ke tiga, artinya setiap setengah jam kelompok baru muncul, dan jumlahnya tidak menentu.


Satu setengah jam bukanlah waktu yang singkat. Dalam jangka waktu tersebut aku sudah mengamati berbagai monster yang datang disetiap klaster.


Dari pengamatanku, ada yang aneh dari monster-monster tipe serangga ini. Serangga adalah hewan yang unik, kebanyakan dari jenisnya punya kerangka luar keras yang melindungi tubuh mereka bernama eksoskeleton.


Entah itu serangga sesungguhnya ataupun monster serangga, pasti punya tahapan atau waktu yang hampir sama dalam pembentukan eksoskeleton.


Monster yang sedang dilawan party Wall sedikit mencurigakan. Ukuran mereka memang kecil seperti bayi kumbang atau semut, namun tubuhnya sudah cukup keras dan mulai terbentuk rangka. Sangat aneh mengingat monster ini baru menetas saat hujan pertama atau tadi malam. Tidak mungkin eksoskeleton atau rangka keras di tubuh mereka terbentuk dalam beberapa jam atau pagi harinya, bukankah itu terlalu cepat.


"Ah, sial. Tidak mungkinkan hal yang aku khawatikan bisa terjadi, bukankah mereka party yang sudah profesional manangani quest ini selama bertahun-tahun." pikirku mulai cemas.


Monster yang sedang mereka lawan bukanlah bayinya, mereka monster serangga remaja yang sudah menetas beberapa hari sebelum waktunya. Mungkin sebuah fenomena alam atau dalam kasus manusia disebut lahir prematur.


"Hah!? Ini sebuah pengalih perhatian!" bicara dalam hati, aku semakin cemas dan gelisah.


Kalau memang tebakanku benar, lalu dimana bayi-bayi monster yang menetas malam tadi, dimana meraka akan muncul.


"As! Apakah kau menyadarinya, monster-monster yang menyerang ini cuma pengalihan saja! Bayi-bayinya belum muncul!"


"Iya, aku sudah tahu. Aku tidak menyangka kau juga sadar."


"Huh, ternyata benar! Aku akan memberi tahu mereka."


Aku yang ingin berlari langsung terdiam.


".... Kenapa?"


"Mereka terlalu serakah dan hanya mementingkan diri serta kelompoknya saja. Bahkan sampai lupa mengidentifikasi musuh yang akan dilawan. Sejak awal, alasan kita diajak bergabung karena mereka kekurangan dua orang."


"Misi ini butuh dua puluh orang, mungkin setelah mendengar kabar bahwa ada pemula yang hebat, mereka meminta Lucy yang akrab denganmu untuk mengenalkan pada kita."


"Lucy yang malang, sepertinya mereka memanfaatkannya agar bisa merekrutmu dan Aku."


"Oh, jadi begitu. Aku bahkan tidak menyadari maksud tersembunyi mereka. Kau benar-benar hebat Asia."


Lagi dan lagi.


Disamping sifatnya yang agak nekat dan kelakuannya yang terkadang kekanak-kanakan, dia sebenarnya adalah sosok pahlawan dicerita ini. Anjay.


Asia selalu menyadari dan mengetahui banyak hal lebih dahulu dari pada aku. Dia selalu membantuku, menyelesaikan dan mengeluarkan kami dari masalah.


Asia adalah wanita impian semua pria di dunia.


Benar-benar wanita yang bisa diandalkan.

__ADS_1


"Sudah cukup memandangi diriku. Kau membuatku ingin muntah!"


"Woi, memangnya aku semenjijikan itu!"


Asia hanya tertawa tipis, tapi tetap terlihat manis. Aku tau dia hanya bercanda, tapi kenapa rasanya ngena banget ya, hhh...


"Kai. Sebaiknya kau pemanasan, bersiap-siap, atau apalah. Daripada cuma melamun sambil memikirkan hal jorok."


"Tenang saja, aku akan pemanasan. Tapi, apa-apaan katamu yang barusan, aku tidak seburuk itu, Oiii!"


"Hehehe... "


Sepertinya Asia hanya ingin aku lebih serius atau lebih tepatnya menyiapkan diri. Tapi, karena merasa tidak enak kalau menyuruh-nyuruh, dia akhirnya pakai sedikit candaan. Yah, aku bisa terima itu.


Sudah hampir setengah jam, klaster keempat akan segera datang.


Tiba-tiba dari arah desa datang seseorang berteriak...


Dengan tubuh penuh luka dan basah kuyup karena sesuatu semacam lendir, dia menjelaskan situasi yang terjadi pada kami.


"Tuan Petualang! Tolong...!!!"


"Huh!?"


"Ada apa!?"


"Monster-monster sudah ada di pusat desa!"


"Bagaimana mungkin, kami saja masih belum melihat monster yang berhasil menerobos sampai sini!?"


"Mereka! Monster-monster itu masuk lewat saluran air dan sumur yang ada di desa!"


Hah! Walaupun serangga mereka bisa secerdik ini.


"Sekarang ada dimana monster serangga itu?"


"Ada dipusat desa, mereka mengepung balai kota, semua orang sedang mengungsi disana. Tolong, cepatlah kesana!"


Pelayan ini sangat pemberani, dia rela menerobos gerombolan monster demi menyampaikan informasi, walaupun nyawa taruhannya.


"Kai. Ayo segera kesana!"


"Baik!"


Aku dan Asia berlari cepat menuju Balai Desa.


Sebelum itu, aku menyuruh pelayan tadi beristirahat dan segera memberitahu petualang yang lain, jika ada monster yang berhasil masuk ke desa.

__ADS_1


Akhirnya kami akan segera beraksi... !!!


__ADS_2