Ke Dunia Lain Dengan Kitab Suci

Ke Dunia Lain Dengan Kitab Suci
Chapter 2 - Monster


__ADS_3

"Wooshh."


"Cuiit... cuiit... cuiit."


Angin dingin khas pedesaan serta nyanyian burung yang saling bersahutan membentuk irama indah nan menenangkan.


Sang surya sedikit demi sedikit menunjukkan dirinya, memberikan anugerahnya dan kehangatan ke seluruh dunia. Sinar kehidupan yang bersinar terang menembus rimbunan pepohonan dan dalam sekejap sampai ke padaku, tepat ke arah wajahku dan beberapa anggota tubuhku yang sedang tertidur pulas beralaskan rerumputan di tengah hutan.


"Ssreegg." (sfk : tubuhku bergerak bergesekkan dengan rumput )


"Huaah." menguap dengan puas.


Dengan tubuh terlentang dan kedua tangan berada disamping, aku bangun seperti biasa tidak merasakan hal yang aneh, setelah beberapa saat aku sadar ini bukanlah kamarku.


"Huh!? Ini dimana, kenapa aku bisa ada disini?" rasa panik, cemas, dan ketakutan memenuhi pikiranku.


Aku mencoba tenang dan melihat sekeliling, serta mengingat apa yang terjadi padaku. Aku akhirnya ingat, semalam saat membaca novel ada lingkaran sihir yang tiba-tiba muncul di lantai kamarku dan membawaku pergi ke tempat antah berantah seperti ini, Oh iya buku novelku dimana ya?


Mencari selama setengah jam tapi tak kunjung menemukannya, aku menyerah dan kembali duduk, bersandar di sebuah pohon berbatang besar sambil memikirkan apa yang harus kulakukan sekarang.


Bediam diri selama satu jam seperti orang bodoh dan terlalu lama berpikir tidak akan mendapatkan jawaban atau informasi apapun. Akhirnya aku memutuskan untuk bekeliling, tanpa alas kaki dan hanya mengenakan kaos serta celana jeans, aku berjalan sambil mencari orang lain atau penduduk setempat untuk bertanya tempat apa dan dimanakah ini.


"Hutan yang normal, tidak ada hal aneh disini." kataku pelan sambil terus berjalan.


Berjalan beberapa menit akhirnya aku berhasil keluar dari hutan itu, dan yang menyambutku adalah sungai kecil, mungkin lebarnya dua sampai tiga meter dengan air yang bersih dan jernih, aliran airnya tidak terlalu deras sangat cocok untuk bersantai.

__ADS_1


"Hhh! Sudah jelas ini bukan di Indonesia." ucapku dalam hati.


Aku mendekat ke tepi sungai dengan sedikit berjongkok dan mengambil air dengan kedua tanganku dan meminumnya, lalu dilanjutkan dengan membasahi wajah sampai ujung rambutku.


"Huaahh! Segar sekali." teriakku puas karena air yang luar biasa menyegarkan.


Sambil duduk dan memasukkan kedua kaki di sungai aku beristirahat, lalu memakan beberapa buah yang kutemukan saat berkeliling di hutan, kebanyakan jenis berry.


Dengan perut kenyang dan kaki yang terasa nyaman seakan di terapi oleh aliran air aku menjatuhkan tubuhku ke belakang, merentangkan tanganku sambil memikirkan cara untuk pulang ke tempat asalku.


"Aaaaah!" menguap sambil memandang langit.


Warna biru muda membentang dari ujung ke ujung, dihiasi dengan awan yang berbentuk abstrak.


Rasa kantuk mulai menyerangku, seakan diberi pemberat, kelopak mataku sulit untuk tetap terbuka. Tak lama kemudian akupun tertidur, masuk ke dunia mimpi dan menenangkan pikiranku yang dari tadi memikirkan hal-hal diluar nalar.


"Ibu, apakah ini sudah cukup?" tanya seorang anak perempuan berambut pirang dengan mata biru yang indah dan memakai pakaian sederhana masyarakat pedesaan, kedua tangannya terlihat sedang membawa kendi kecil berisi air.


"Iya Lia, itu sudah cukup." jawab perempuan dewasa berambut pendek sebahu dengan warna pirang, sepertinya ibu dari anak tersebut, yang juga sedang membawa kendi berisi air dengan ukuran agak besar.


"Lia, ayo cepat pulang!"


"Iya, ibu." Lia menjawab dengan cepat.


Setelah mengambil air di sungai, ibu dan anak itu bergegas untuk pulang. Sial bagi mereka, sesuatu yang menakutkan sedang mengintai mereka dari jauh, di dalam rimbunnya semak belukar suara aneh terdengar jelas.

__ADS_1


"Grr...Arrggh." geram mahkluk tersebut.


"Huh!?" kedua perempuan itu kaget dan berhenti berjalan.


Secara bersamaan mereka melihat ke belakang, ke arah rimbunnya semak belukar dan rumput liar yang menjulang tinggi.


"Ibu, itu suara apa?" bertanya pada ibunya sambil melihat ke arah suara tersebut muncul.


"Sekarang kita harus lari dan jangan berhenti apapun yang terjadi." perintah sang ibu, tanpa menjawab pertanyaan putrinya, sepertinya merasakan firasat buruk.


"Tapi!?"


"Cepat letakkan kendi air itu...sekarang ayo lari, cepat!"


Tanpa aba-aba mereka berdua lari menjauhi tempat tersebut, melihat buruannya kabur mahkluk itu langsung keluar dari semak-semak dan mulai mengejar mereka berdua dengan cepat.


Sambil berlari sang ibu melirik sedikit ke belakang dan melihat mahkluk itu.


Makhluk berbentuk anak kecil sedikit lebih besar dari putrinya, berwarna hijau tua, telinga lancip ke atas, mulut penuh taring dengan sorot mata tajam mengerikan dan berlari sangat cepat.


"Tolong...tolong!" teriak sang ibu sangat panik dan ketakutan.


"Tolong kami!" diikuti putrinya dengan suara kecil dan terengah-engah karena berlari.


Dengan pakaian lengan panjang dan rok panjang sampai ke pergelangan kaki, mereka berlari sekuat tenaga sambil beberapa kali berteriak meminta pertolongan, berharap ada orang lain sekitar sini.

__ADS_1


"Hah...hhh! siapapun tolong kami."


Terdengar kurang bertenaga, mungkin karena berlari kencang ditambah panik dan takut luar biasa.


__ADS_2