Ke Dunia Lain Dengan Kitab Suci

Ke Dunia Lain Dengan Kitab Suci
Chapter 5 - Pahlawan Dari Dunia Lain


__ADS_3

Pagi hari disuatu kamar.


"Huaaa...!"


Seperti biasa aku bangun pagi berbarengan dengan terbitnya matahari.


"Ehh... Ini dimana?"


Aku ingat semalam sedang berada di kereta kuda. Aku sedikit takut dan merasa khawatir, tapi kelihatannya mereka memperlakukanku dengan baik.


Aku tidur bak seorang bangsawan. Ruangan ini besar, dua kali lebih besar jika dibandingkan dengan kos tempatku sebelumnya. Terlihat sebuah lemari dengan dua pintu dan satu meja kerja yang besar. Kasur tidur ini juga luar biasa, empuk, hangat dan nyaman.


"Tok... Tok... Tok! Permisi, Apakah tuan sudah bangun?"


Terdengar suara lelaki mengetuk pintu. Berbicara dengan formal, sepertinya seorang pelayan.


"Iya, aku sudah bangun... Masuklah."


Pria dengan seragam rapi mirip pegawai hotel dengan dasi kupu-kupu masuk ke dalam ruanganku. Terlihat ia sedang membawa troli berisi makanan, dilanjutkan rekannya dari belakang yang juga membawa troli tapi berisi pakaian, sepertinya untukku.


"Hmm... Luar biasa."


Hanya kata itu yang bisa terucap dari mulutku.


"Selamat pagi tuan... Ini sarapan untuk tuan, makanan terbaik di istana, silahkan dinikmati."


"Wah... Baunya lezat sekali."


"Dan ini pakaian untuk anda kenakan di upacara penyambutan nanti."


"Hah? Upacara penyambutan? Untukku?"


Dari perkataan pelayan itu bisa kupastikan kerajaan inilah yang memanggilku ke dunia ini. Dan quest pencarian orang asing yang kemarin menambah keyakinanku. Tapi, kalau memang benar kenapa aku tidak langsung berada di istana ini? Ada yang tidak beres?


"Dua jam lagi para ksatria akan kemari untuk membawa anda ke aula istana...."


"Boleh aku bertanya sesuatu?"

__ADS_1


"Tugas kami hanya mengantar makanan dan pakaian... Kami mohon permisi."


Mereka langsung pergi dan meninggalkanku sendirian di kamar ini dengan banyak pertanyaan dalam benakku.


***


Para ksatria sudah datang, aku yang sudah berpakaian rapi langsung keluar dari kamar. Aku berjalan melewati lorong yang terbuat dari batu bata, terlihat kuno, tapi sangat berkelas.


Dari lorong aku melirik keluar jendela, dan pemandangannya yang luar biasa membuatku tak bisa berkata-kata.


Aku melihat sebuah kota dengan rumah yang tersusun rapi. Tembok kokoh dan besar mengelilingi kota ini, menambah kesan yang kuat dari negeri ini.


Terlihat pintu besar yang antik, para ksatria yang tadi mengawalku bergegas maju dan membukanya.


"Astaga... Suasana macam apa ini, aku sangat gugup."


Di aula istana sudah banyak orang yang berkumpul. Ksatria dengan armor lengkap sudah berjajar melingkar dengan rapi. Dan dibelakangnya terlihat orang-orang berpakaian mewah, sepertinya para bangsawan negeri ini.


Aku hanya bisa berjalan lurus sambil sesekali melihat sekeliling.


Seorang laki-laki dengan mahkota di kepalanya berdiri dan mulai berbicara. Sepertinya orang penting di negeri ini.


"Namaku Arthur Whiteblood dan aku penguasa yang memerintah negeri ini. Mendekatlah kemari dan perkenalkan dirimu wahai Pahlawan Dari Dunia Lain."


"Namaku Kaysa Soesanto. 17 tahun, dan seorang pelajar.


Raja itu hanya mengangguk tanpa berkata apapun. Dia tak tertarik pada kehidupanku dan bicara langsung ke intinya.


"Akan kuceritakan situasi yang ada dan kenapa kau bisa ada disini."


Cerita yang singkat, tapi aku paham apa yang sebenarnya terjadi.


"Ya ampun... Ternyata sesuai dengan tebakanku, itulah kenapa aku dipanggil, pasti ada sesuatu."


Jadi begini cerita singkatnya :


Dunia ini sedang dalam masa damai. Akan tetapi, sepuluh tahun lalu musuh yang kuat muncul dari selatan dan dengan cepat menghancurkan kerajaan-kerajaan disana. Memang benar kerajaan ini dan sekutunya dapat menahan serangan tersebut di bumi tengah, dan iya mereka hanya bisa bertahan sambil memukul mundur pasukan musuh. Perang yang sudah terlalu lama dengan intensitas tinggi membuat sumber daya alam dan manusia berkurang dengan cepat. Karena itulah kerajaan ini berinisiatif untuk melakukan pemanggilan orang dari dunia lain, dengan tujuan mendapatkan kekuatan besar secara instan dan menghentikan perang dengan cepat.

__ADS_1


Kira-kira begitulah cerita singkatnya.


"Yah itu adalah cara bagus yang patut untuk dicoba." kataku.


"Tapi, kenapa harus aku? Maksudku, berkelahi saja aku tidak bisa, bahkan aku hampir mati karena seekor goblin kecil. Aku juga tidak membawa atau diberkahi senjata legendaris apapun, lalu bagaimana bisa aku menghentikan perang besar di dunia ini?"


"Dan satu hal lagi, kenapa aku bisa bangun di tengah hutan? Padahal anda tadi bilang dengan jelas bahwa kerajaan inilah yang memanggilku, apakah aku sedang diuji?"


Setelah mendengar penjelasaanku semua orang seketika terdiam dan membisu, wajah mereka yang semula ceria dan penuh harapan tiba-tiba menjadi lesuh, mirip orang yang kalah berjudi, lalu para bangsawan pergi meninggalkan ruang aula, hanya menyisahkan Raja, Putri Raja, para ksatria dan beberapa orang berjubah. "Terserahlah, itu bukan urusanku." berkata dalam hati.


"Hmm... Sepertinya harus memakai cara kedua." sang raja melirik salah satu orang berjubah.


"Oi, setidaknya jawab dulu salah satu dari pertanyaanku."


Mereka tidak memperdulikanku, apa seperti ini sifat seorang bangsawan? Egois dan tak mau bertanggung jawab, sampai saat ini hanya hal itu yang bisa ku nilai dari orang-orang ini.


Kemudian orang berjubah lainnya bergerak dengan kompak berjalan mengelilingiku dan berhenti tepat di depan, belakang, dan kanan kiriku, mungkin berjarak sepuluh meter dariku.


Setelah itu mereka menjulurkan tangan ke depan dengan telapak tangan mengarah padaku dan terdengar merapalkan sesuatu, seketika lingkaran sihir muncul di bawahku.


"Huh!? Apa-apaan ini? Kalian ingin memulangkanku?" aku kaget.


"Tidak." jawab salah satu dari mereka.


"Kami akan melakukan PEMBANGKITAN!"


"Apa!?"


Lingkaran sihir ini mulai bercahaya, seperti saat pertama aku dipanggil. Kurasa yang ini sedikit berbeda.


Ada cahaya/aura berwarna putih keluar dari tubuhku. "inikah yang namanya energi sihir?"


Energi sihir itu mengambang dan mulai bersatu, membentuk sebuah gumpalan sihir tepat berada di depanku.


Setelah cahaya yang bersinar terang menghilang mulai nampak sesuatu, benda berbentuk persegi panjang dengan ukuran yang tak terlalu besar mengambang di depan mataku.


"Hah!? Itukan..."

__ADS_1


__ADS_2