
"Apakah aku sudah mati?"
"Belum. Kau masih hidup!"
"Ahhh. Syukurlah."
Pagi ini, aku terbangun di sebuah kamar tua ukuran sedang dengan dua kasur dan satu jendela. Terlihat kasur satunya yang berada di dekat jendela sudah tertata rapi dan bersih. 'Sepertinya dia sudah bangun dari tadi.' Ya. Ini adalah kamar tempat Aku dan Asia menginap.
"Tubuhku terasa biasa saja. Apa aku kemarin tidak kuat dan akhirnya gagal?"
"Tidak. Malah sebaliknya, kita berhasil melakukan Fusion dalam sekali coba. Jujur saja aku terkejut."
"Benarkah. Aku merasa, tidak ada yang berubah pada tubuhku!"
"Coba lihat status scrolls milikmu, pasti ada sesuatu yang menarik!"
".... Baik."
Aku mengambil status scrolls milikku lewat pemanggilan sihir atau teleportasi, cara kerjanya mirip saat aku memunculkan dan menghilangkan buku sihir aneh yang menyegel Sang Dewi. Seperti biasa, kertas ini masih terlihat tua dan agak dekil.
--- Status Scrolls ---
Nama : Kai
Kelas : Pahlawan Level 1
Job : -
Equipment :
- Legendary Magic Book : Rarity S++
bonus equip (Unlimited Mana Enhancement)
- Normal Dagger : Rarity D attack +5
- Normal Armor : Rarity D defense +5
- Potion Merah : 5 buah, Heal 5%
Mana : 100 up to ???
"H-HAAAAAAAAH!!! Apa-apaan statusku ini!"
"Pahlawan? Buku Sihir? Mana? Aku butuh penjelasanmu, Dewi!"
"Hehehe. Tenang-tenang, akan aku jelaskan dari awal. Seperti biasa, kau dengarkan baik-baik, oke?"
"Siap!"
"Satu hal lagi, apapun yang terjadi jangan marah padaku, ya!"
".... Ah, iya aku mengerti."
Sebenarnya aku tidak mengerti apapun sih. Tapi, statusku yang sekarang terlihat tidak asing, seperti sebuah permulaan atau... 'Bodo amatlah, yang penting aku merasa lebih baik dengan status ini.'
"Mmm... Sebenarnya, itu adalah status milikmu yang asli!"
".... Eh!?"
"Kita datang ke dunia ini adalah sebuah takdir. Tepat saat kau melakukan Pembangkitan di Kerajaan, seharusnya kita segera melakukan Fusion!"
"Bagaimana mungkin. Waktu itu aku belum mengenalmu."
"Yah... Um... Mungkin, karena sejak awal aku sudah tidak mempercayaimu."
"Maksudmu?"
Perbincangannya semakin rumit dan memusingkan. 'Haaaahhh!!! Pusing banget, sumpah.'
"Ada beberapa peristiwa yang membuatku salah paham dan semakin tidak mempercyai dirimu."
"Pertama, saat melawan goblin, kau terlihat sangat lemah dan tidak berdaya."
"Kedua, saat Pembangkitan di Kerajaan, mengetahui kau tidak punya mana sama sekali dan tidak berguna. Hal itu membuatku kecewa dan mengabaikanmu."
"Hhh. Aku ingat kejadian itu!"
__ADS_1
Kejadiannya saat Buku Sihir dengan kekuatan yang luar biasa muncul. Akan tetapi, setelah mendengar ucapan pendeta tentang kebenaran diriku, Buku Sihir itu tiba-tiba kehilangan kekuatan dan jatuh ke tanah, seolah tau pemiliknya tidak berguna.
"Huaah! Kau jahat sekali, Dewi! Kalau waktu itu kita melakukan Fusion, hidupku tidak akan terlalu menderita!"
"Aku mengaku salah. Aku benar-benar minta maaf, Kai."
Dia sudah meminta maaf dengan tulus, tidak baik juga memperpanjang masalah dengan orang yang sudah mau berkata jujur dan mengakui kesalahan. Lagi pula, dia juga sudah memberikan kekuatannya padaku.
"Iya, iya, aku memaafkanmu."
"Terima kasih, kaaaaaa-i!"
'Lebay baget. Sumpah.'
Setelah acara maaf-maafan selesai, aku bertanya beberapa hal pada Dewi Lala.
Dewi itu menjawab semua pertanyaanku dan menjelaskannya dengan sangat jelas.
Yang pertama, aku mendapatkan kelas jenis baru. Bukan kelas ksatria, mungkin hanya aku satu-satunya di dunia. Yaitu Kelas Pahlawan. 'Mantap. Berani beda, hehe.'
Saat Aku dan Dewi Lala melakukan Fusion atau penyatuan, itu hampir mirip seperti ritual menjadi petualang. Hal itu membuat status petualang terhapus dan digantikan atau ditumpuk dengan status baru milikku, yaitu Pahlawan.
Dan konsekuensinya adalah aku harus kembali menjadi pemula atau level satu, dan berjuang mati-matian lagi untuk naik ke level sepuluh. Agar bisa mengambil job dan mendapatkan skill.
Tapi kali ini berbeda, dengan status baru dan mana milikku yang bisa ditingkatkan sebanyak-banyaknya, pasti naik level akan terasa mudah.
Tak terasa perbincangan ini sudah memakan waktu hampir dua jam. Matahari pun mulai merangkak naik, seolah menuju puncak langit. Tanda hari sudah semakin siang.
"Dewi. Apakah Asia boleh tau tentang ini?"
"Itu terserah kau. Lagi pula, cepat atau melambat semua orang juga akan tau."
"Wah. Aku jadi gugup."
Walaupun aku yang sekarang merasa lebih bahagia, tetapi di dalam hati kecilku juga terselip sebuah ketakutan, yaitu tentang beban yang harus aku tanggung di masa depan.
Aku membereskan barang-barang sambil sesekali melihat keluar jendela.
Desa ini sudah mulai normal, terlihat beberapa toko sudah dibuka kembali dan beberapa lainnya sedang dibersihkan, mungkin terkena lendir monster. 'Aku senang quest kali ini berakhir baik.'
Hari ini aku akan mencari Asia. Sepertinya dia sedang jalan-jalan sambil wisata kuliner, atau mungkin sedang bernegosiasi dengan party Wall. Asia menghabisi banyak monster kemarin, pasti sekarang dia sedang minta bayaran yang banyak. 'Aku tidak sabar melihat Asia berdebat tentang uang. Hehe.... '
"Tuan Kai. Nona Asia dalam bahaya!"
"Apa!?"
Dia adalah Remi. Pelayan pemberani yang menerobos gerombolan monster tempo hari.
"Nona Asia sedang bertarung dengan party Tuan Wall!"
"Ada masalah apa?"
"Sebaiknya kita cepat kesana, saya akan jelaskan diperjalanan!"
Aku dan Remi segera ke tempat mereka bertarung. Sebenarnya, Remi sendiri diberitahu oleh salah satu penduduk desa yang habis pulang dari hutan, orang itu mendengar suara pertarungan. 'Jangan sembrono, As!'
"Jadi, apa yang sebenarnya terjadi?"
"Nona Asia. Dia berniat melaporkan kelalaian party Tuan Wall, tentang quest tingkat B kemarin kepada Guild Petualang di Scocery Kingdom."
"Tapi, karena tidak ingin kehilangan quest tahunan di sini yang menjanjikan, mereka tidak terima dan mengancam akan membunuh Nona Asia."
Asia yang sudah mencium kebusukan party Wall, tidak akan membiarkan mereka menangani quest ini lagi tahun depan. Pasti Asia bepikir, mereka cuma ingin uang saja tanpa memikirkan tanggung jawabnya. Asia seorang Idealis, dia juga orang yang jujur, hal-hal seperti ini sangat bertentangan dengan dirinya. 'Karena hal inilah, Asia selalu dapat masalah. Sial!'
"Kita hampir sampai, tinggal melewati hutan yang ada di depan!"
"Oke. Ayo lebih cepat!"
"Baik. Tuan Kai."
Aku sudah memasuki hutan, ada beberapa bekas pertarungan di sini. Walaupun tidak terlalu parah, tapi mereka bertarung menggunakan skill. Terlihat beberapa pohon berwarna gosong, mungkin sihir api. 'Orang-orang sialan, bahkan sampai menggunakan skill. Kurang Ajar!'
"Sring... "
"Sring... "
"Ah. Sudah hampir sampai. Kau tunggu di sini saja, kau tidak ada kaitannya dengan ini!"
__ADS_1
"Baik. Tuan Kai."
Terdengar suara mereka bertarung, sepertinya lebih dari satu orang.
"Dasar pengecut. Mereka pasti mengeroyok Asia!"
'Jika terjadi sesuatu pada Asia... '
"AKAN KUBUNUH MEREKA SEMUA!!!"
"Jangan terbawa emosi, Kai."
"Kai... "
"Aku mengerti."
Akhirnya ketemu, beberapa meter lagi aku bisa keluar dari hutan ini. 'Yang terpenting, aku harus segera melerai mereka, kemudian coba untuk bicara baik-baik. Lalu... '
"JEEEZZTT... DUAAAAR!"
"Mati kau, perempuan j4lang!!!"
"Ahahaha... "
"Hahaha... "
Mereka benar-benar ingin membunuh Asia. Bahkan hanya untuk melawan satu gadis kecil, mereka sampai menggunakan skill semengerikan itu. 'Mereka bukan manusia, mereka semua bahkan lebih buruk dari MONSTER.'
Asia terpental belasan meter ke belakang, karena serangan Lighting Strike. Rambutnya berantakan, tubuhnya terluka parah, dari jauh terlihat darah mengucur dari tubuhnya. Pedangnya pun sampai hancur, mungkin tidak kuat menahan skill mematikan milik mereka.
"DUMB... DUMB... DUMB... "
"DUMB... DUMB... DUMB... "
"DUMB... DUMB... DUMB... "
Jantungku... berdetak sangat kencang. Tidak terluka, tapi sakit sekali.
"Apa ini. Gelap sekali... Sangat gelap."
"Aku tidak bisa menjangkaunya. Kegelapan ini memisahkan Aku dan Kai."
Kemarahan, kebencian, kegelapan, semuanya menyatu. Seakan mengendalikanku, aku tidak bisa berpikir jernih lagi. Bahkan suara Dewi yang selalu mengingatkan juga sudah tidak terdengar.
Hanya ada kegelapan dipikiran maupun pandanganku.
"AKAN KUBUAT MEREKA MENYESAL!!!"
"AKAN KUBUNUH MEREKA SEMUA!!!"
"Legendary Magic Book : Enhancement Activated."
"WOOOSSSHHH!!!"
Tubuhku serasa penuh oleh mana yang luar biasa. Karena daya tampung tubuhku yang belum mencukupi, mana itu akhirnya keluar.
Membuat daerah sekitar, kurang lebih sepuluh meter dariku hancur lebur. Tubuhku seolah mengeluarkan angin dan petir yang saling berbenturan, menimbulkan suara gemuruh yang mengerikan.
.........
Mana : 100 up to 200
..........
Mana : 200 up to 300
..........
Mana : 300 up to 400
"AAAAAARRRGGHHH!!!"
Mana : 400 up to ????
"Hahaha... "
"Kekuatan yang luar biasa!"
__ADS_1
"Sekarang giliranku... PEMBANTAIAN DIMULAI!"