Ke Dunia Lain Dengan Kitab Suci

Ke Dunia Lain Dengan Kitab Suci
Chapter 4 - Archer dan Healer


__ADS_3

Di padang rumput dekat hutan.


Terlihat di langit, awan yang tadinya putih bersih sudah berubah warna menjadi kuning keemasan. Sudah sore nampaknya.


"Apakah ini menjadi hari pertama sekaligus yang terakhir aku di dunia ini ya? Padahal belum genap satu hari, tapi nyawaku sudah di ujung tanduk." aku pasrah.


Aku sedikit menoleh ke kiri.


"Gruduk... Gruduk... Gruduk!"


Sekelompok goblin menuju ke arahku dengan kompak. Membawa tombak, mungkin terbuat dari kayu yang diruncingkan ujungnya.


Para goblin sudah hampir sampai. Mereka berlari dengan pelan, mungkin sudah tahu kondisiku yang tidak mungkin lagi bisa melarikan diri.


"Ya sudahlah... Setidaknya aku tidak mati sia-sia." sambil sedikit tersenyum.


Kembali menikmati indahnya langit sore. Aku hanya bisa terdiam dengan tatapan kosong melihat langit, mungkin bukan cuma mata, tapi perut dan pikiranku juga.


"Light Arrow!" suara lelaki, terdengar gagah dan kuat.


Anak panah yang diselimuti cahaya putih keperakan meluncur tepat di atasku dengan cepat menghujam dada goblin-goblin itu. Mereka seketika mati, sepertinya tanpa tahu apa yang menyerang mereka.


"Heal!"


"Tuan, apa kau baik-baik saja?" tanya seorang wanita cantik dengan lembut.


Wajahnya terlihat ramah, dengan rambut indah berwarna hitam mengkilap terkena matahari sore dan hiasan rambut bermotif bunga. Dia memakai pakaian khas petualang yang biasa ada di game.


Telapak tangannya bercahaya, berwarna hijau muda dan mulai menyebar ke seluruh badanku.


Seperti ada energi positif masuk ke tubuhku, aku yang hampir hilang kesadaran mulai pulih kembali, dan luka akibat pertarungan juga sudah membaik, tidak sesakit tadi.


"Ya, terasa lebih baik." jawabku dengan pelan.


"Syukurlah." sambil tersenyum.

__ADS_1


Seorang lelaki yang dengan mudah membunuh goblin berjalan mendekati kami.


Dia terlihat baik, mungkin berusia dua puluh tahun, rambutnya sedikit berantakan tapi tetap keren.Tubuh tinggi tegap dengan senjata jenis panah dan pakaian petualang yang di lapisi armor.


"Bagaimana keadaannya?"


"Dia akan segera pulih, lukanya tidak terlalu fatal." jawabnya sambil mengobati.


*****


Lukaku sudah sembuh, benar-benar luar biasa. Perasaanku yang tadinya tidak karuan berangsur membaik, sekarang lebih dominan senang dan bahagia. Melihat petualang, sihir, dan makhluk aneh tadi sudah kupastikan ini adalah Dunia Lain.


"Apakah kalian petualang?"


"Benar... Namaku Vain, aku petualang dengan job Archer, dan dia anggota party ku." menunjuk gadis yang tadi mengobatiku.


"Hai... Namaku Sophia, aku juga seorang petualang, jobku Healer, salam kenal tuan...? maaf nama anda?"


( Note : Job/Kelas \= Jenis kemampuan/spesialisasi, contoh : Archer, Warrior, Healer, Tanker, Assassin, Mage dan lain-lain )


"Huh... Namaku Kaysa Soesanto panggil saja Kai, terima kasih sudah menolongku."


"Hehehe... Iya, sama-sama." jawab keduanya.


"Apakah anda berasal dari luar kota?" tanya Vain memastikan sesuatu.


"Eh!? Mereka sudah tahu?" bicara dalam hati.


"I... Iya." jawabku pelan dengan suara sedikit bergetar.


"Ah... Kami sudah menduganya." mereka terlihat senang.


"Baiklah tuan, kami akan memandu anda sampai di Kerajaan dengan selamat."


"Mari tuan, sebaiknya kita segera berangkat, hari sudah mulai gelap." sambil sedikit menundukkan kepala.

__ADS_1


Aku tak bisa berkata apapun lagi, hanya mengiyakan dan mengikuti mereka.


*****


Akhirnya kami bertiga berjalan menuju kota. Menyusuri tepi sungai, memasuki hutan dan melewati semak belukar. Kami hampir tiba di gerbang utama.


Di perjalanan aku mengajukan beberapa pertanyaan, tidak terlalu banyak hanya beberapa saja, karena takut dicurigai.


Dari pertanyaan tersebut aku mendapat beberapa informasi, seperti kedua perempuan yang dikejar goblin sudah selamat dan alasan kedua petualang ini bisa tahu posisiku lalu segera menolongku karena mereka bertemu ibu dan anak tadi.


Entah kebetulan atau tidak, ternyata Vain dan party nya juga sedang menjalankan quest dari kerajaan untuk mencari orang asing dan membawanya ke kota. Yah, orang asing itu kemungkinan besar aku.


( Note : Party \= Sebutan untuk team/grup dalam game. Quest \= Sebutan untuk suatu misi dalam game )


Tak lama kemudian gerbang utama kerajaan terlihat. Gerbang yang sangat besar dengan tembok di kanan kirinya terlihat kokoh dan kuat.


Banyak orang di sekitar situ. Kebanyakan ksatria, terlihat dari perlengkapan yang dipakai, armor besi menutupi hampir seluruh tubuh hanya menyisahkan bagian kepala, dengan membawa tombak, pedang, dan beberapa perisai.


Setelah sampai di depan gerbang, aku langsung di arahkan ke kereta kuda. Dengan interior mewah dan ukiran yang terlihat indah serta ditarik empat kuda, ini bisa dibilang kereta kencana.


Aku masuk kereta kuda.Tempat duduknya terasa nyaman dan empuk, bahkan aroma di dalam sangat harum dan hangat, lebih nyaman jika dibandingkan dengan tempat tidurku.


"Bagaimana dengan kalian berdua?" aku bertanya pada Vain dan Sophia.


"Quest kami sudah selesai, selanjutnya para ksatrialah yang akan mengantar anda ke istana." jawab Vain dengan jelas.


Kereta kuda mulai bergerak menuju istana.


"Vain... Sophia... Sekali lagi terima kasih sudah menolongku... Suatu saat aku pasti akan membalas budi kalian... Dadah!" teriakku sambil melabaikan tangan.


"Iyaa... Sampai jumpa lagi dan semoga beruntung Tuan Kai!"


"Dadah... Jaga dirimu baik-baik Tuan Kai!"


Teriak Vain dan Sophia sambil melambaikan tangan, terdengar sangat bahagia, senyum lebar juga menghiasi wajah mereka.

__ADS_1


Kereta kuda bergerak dengan cepat, mungkin sebentar lagi aku sampai di Istana. Dari jendela bisa kulihat kehidupan di kota, tidak ada kendaraan bermotor, listrik, ataupun alat modern lainnya. Hanya ada rumah/toko yang terlihat sederhana dengan jalanan seperti di eropa pada zaman abad pertengahan.


Aku yang sudah kelelahan jiwa dan raga akhirnya tertidur di dalam kereta kuda yang nyaman dan hangat.


__ADS_2