
...Happy Reading...
“Hei, bagaimana jika aku memiliki kekasih?”
Kate maupun Sherlyn tersentak saat mendengar pertanyaan Angle. Angle mulai gugup kala Sherlyn dan Kate memandangnya dengan curiga. Ia cukup menyesal bertanya seperti itu. Angle berusaha memandang kearah lain kala Sherlyn dan Kate masih memandangnya.
“Kau mengkhianati kami?”
Tanya Sherlyn dengan nada tidak percaya, Angle semakin gugup. Ia meremas paha kecilnya yang tertutupi rok pendek. Angle menunduk dalam, seperti tersangka yang tertangkap basah tengah mencuri.
“Kau tahu mengapa aku menolak John Brookstein dan Jack Warner?”
Angle mengangkat kepalanya untuk menatap Sherlyn, namun sedetik kemudian ia kembali menunduk saat melihat Sherlyn menatapnya dengan tajam. Karena Angle tahu, ini adalah kesalahannya. Mereka bertiga sudah memiliki perjanjian untuk tidak memiliki kekasih sampai mereka wisuda dan yang membuat perjanjian tersebut adalah Angle. Dan kali ini ia juga yang melanggar. Perasaan tidak enak hati pada kedua sahabatnya itu seolah menjalar diseluruh tubuh Angle.
“Karena aku mengharapkan Oh Sehun hahaha.”
Angle melongo menatap Sherlyn yang terlihat tertawa keras seperti biasanya dengan mulut yang terbuka lebar. Sedangkan Kate? Ia tidak terlalu banyak bereaks.
Angle memejamkan matanya, mengapa Sherlyn sangat suka mengerjainya seperti ini? Apakah Sherlyn tidak tahu jika tadi jantungnya nyaris terhenti? Memang, Sherlyn adalah tipe manusia yang sangat jarang sekali marah, namun jika ia marah, serasa dunia akan runtuh. Bukan karena ia akan berteriak seperti orang gila dan bukan juga melemparkan segala macam barang. Namun ia akan diam, dan terkadang berbicara dengan kata-kata yang sangat menusuk. Dan Angle maupun Kate tidak pernah kuat untuk mendengar kata-kata menusuknya itu.
“Ayolah, itu lucu bagimu Sherlyn?”
Sedetik kemudian Sherlyn menghentikan tawanya. Namun sesekali masih tersenyum geli, ia sangat lucu melihat wajah Angle yang sangat ketakutan dan pucat. Sebenarnya ia selalu bertanya-tanya apa sangat menakutkan jika ia marah? Karena Kate juga akan bereaksi demikian.
“Apa kau sudah memiliki kekasih, Angle?”
Kali ini Kate yang bersuara, Angle manjadi kembali gugup saat mendengar pertanyaan Kate. Apakah Kate tidak bisa melupakan pertanyaannya tadi? Kali ini Sherlyn kembali menatapnya dengan curiga. Angle menghela napas berat.
“Tidak, aku hanya bertanya.”
Sherlyn terlihat mengangguk mengerti, tapi tidak dengan Kate. Gadis itu masih memandanya Angle dengan seksama, seakan mencari kebohongan dari mata gadis itu. Angle berusaha untuk tidak menatap mata Kate.
“Hari ini jadwal kita membeli buku!" Teriak Sherlyn dengan semangat.
Kate mengalihkan pandangan pada Sherlyn, membuat Angle bernapas lega. Namun Angle memandang Sherlyn dengan horror. Mengapa ia melupakan jadwal mereka membeli buku? Sherlyn yang membeli buku pengarang kesukaannya Sidney Sheldon dan Kate membeli komik kesukaannya. Ia sudah memiliki janji dengan Chris untuk jalan setelah pulang sekolah.
“Aku tidak bisa!”
__ADS_1
“Aku tidak bisa!”
Kate dan Angle saling berpandangan. Mengapa mereka bisa berbarengan seperti itu? Inikah yang dinamakan chemistry? Sedangkan Sherlyn memandang keduanya cukup kecewa, ia sangat ingin membeli buku Sidney yang berjudul Tell Me Your Dreams dan ia menunggu-nunggu hari ini untuk membelinya bersama mereka. Namun tatapan kecewa Sherlyn menjadi tatapan hangat seperti biasanya saat Angle dan Kate menatapnya.
“Chemistry yang bagus.” Ujar Sherlyn dengan senyuman mengembang.
“Kalian tidak bisa? Memangnya kenapa?”
Sherlyn menatap Kate dan Angle bergantian, namun keduanya terlihat gugup saat mereka menatapnya. Kate yang berusaha sekuat mungkin memandang kearah lain dan Angle yang menunduk dalam.
Sebenarnya Sherlyn sangat tahu, ini adalah ciri-ciri mereka saat berbohong. Mereka sudah bersahabat kurang lebih lima tahun, namun Sherlyn merasa telah bersahabat dengan mereka seumur hidupnya.
“Aku ada acara keluarga.”
“Aku juga!”
Sherlyn memandang keduanya dengan curiga. Sedangkan Kate dan Angle memadangnya dengan senyuman, seolah meyakinkan dirinya bahwa mereka berkata dengan jujur, dan reaksi mereka seperti itu membuat Sherlyn menatapnya dengan curiga.
“Oh, baiklah.”
......................
Angle menoleh kala seseorang telah memanggil namanya, wajah yang berseri-seri itu kini terlihat gugup. Dengan langkah cepat Sherlyn menghampiri gadis cokelat yang terlihat sedang berjemur dibawah terik matahari itu, dan Sherlyn melihat dengan jelas keterkejutan Angle saat melihatnya.
“Sedang apa disini? Bukankah kau ada acara keluarga?"
Pertanyaan Sherlyn membuat Angle semakin gugup, kali ini ia sangat berharap pria yang sedang ditunggu olehnya tidak datang, setidaknya jangan saat ini. Sherlyn menatap Angle dengan teliti, mencari jawaban kenapa Angle begitu gugup dengan kehadirannya.
“Dan kau? Sedang apa disini? Menunggu Tyron?”
Angle berusaha sekuat tenaga mencari ide yang membuat Sherlyn menjadi tidak tertarik dengan keberadaannya disini. Wajah curiga milik Sherlyn itu kembali berubah menjadi cemberut dan Angle cukup lega, sepertinya ia dapat mengalihkan perhatian Sherlyn kali ini. Sangat beruntung ia tidak bertemu Kate, karena Kate akan menanyakan hal itu sampai pada akarnya.
“Kenapa harus pria pirang itu? Hei itu dia! Andrew!”
Angle menoleh kearah seseorang yang dipanggil oleh Sherlyn. Angle menatap pria dengan kulit pucat, bola mata biru menyala dan rambut hitam lebat itu dengan saksama. Siapa pria ini? Dan sejak kapan Sherlyn mengenalnya? Apa Sherlyn akan berkencan dengannya dan mendahuluinya? Jika memang begitu, Sherlyn dan juga Kate akan memperbolehkannya juga memiliki kekasih. Dan ia juga akan berkencan dengan Chris. Memikirkannya membuat ia tersenyum senang.
“Angle, kau baik-baik saja?”
__ADS_1
Angle tersentak dari lamunan bahagianya, ia cukup terkejut kala pria yang dipanggil Sherlyn dengan sebutan Andrew ini tepat berada dihadapannya. Angle menatap Andrew dengan teliti, ia cukup mirip dengan Chris. Jika Chris ada disini, mungkin mereka terlihat seperti kembar. Tingginya pasti sama dengan Chris, kulit pucatnya juga, dan gaya rambutnya pun sangat keren. Mungkin jika mereka berdua beriringan, sangat cocok menjadi boygrup, mungkin mengalahkan boygrup EXO yang sangat disukai Sherlyn itu.
“Oh ayolah Angle, tidak bisakah kau melamun di lain waktu? Kau terpesona melihat Andrew?”
Angle memandang Sherlyn dengan gugup, kali ini pipinya merona. Sherlyn yang melihatnya hanya merotasikan kedua bola matanya. Sejak kapan Angle menyukai sosok pria seperti Andrew? Setahunya, selera Angle seperti atlet tinju yang memiliki badan berotot. Angle hanya menatap kosong kearah Sherlyn.
“Baiklah Angle. Kurasa kau sedang sakit sekarang, aku pergi sayang.”
Sherlyn menampar pipi kanan Angle dengan pelan, namun tamparan tersebut seperti menyadarkannya dari hipnotis. Angle melihat dengan jelas kedua manusia itu pergi menjauh dengan suara tawa yang sangat romantis ditelinga Angle. Angle menatap keduanya dengan sangat iri, kapan ia dapat tertawa seperti itu dengan Chris? Ia rasa itu tidak mungkin, bahkan Angle sangat ragu jika Chris bisa tertawa.
Buk!
“Maaf.”
Angle kini terjatuh diatas trotoar saat seseorang telah menabrak tubuhnya. Dengan kemarahan yang sudah diubun-ubun Angle bangkit dan menatap tajam seseorang yang menabraknya.
Namun kemarahan itu digantikan dengan tatapan bingung saat melihat siapa yang menabraknya. Ia melihat Chris yang kali ini telah berada dihadapannya. Chris terlihat sangat berantakan, terbukti dari bajunya yang sudah tidak beraturan, peluhnya yang berada dihampir sekujur tubuhnya, rambutnya yang basah seperti dikejar sesuatu dan jangan lupakan kulit pucatnya yang memerah. Tapi melihat Chris seperti ini membuatnya terlihat semakin tampan. Ia seperti atlet tinju yang habis berlari dimata Angle.
“Chris!”
Angle memanggil Chris yang hanya melewatinya tanpa berniat menolongnya, bahkan menyapanya. Apa pria tinggi itu tidak tahu jika ia sudah menunggu lama disini karena dirinya? Angle dapat melihat Chris berhenti dan menoleh kearahnya.
Perlahan senyuman Angle mengembang, ia berharap Chris akan berjalan kearahnya dengan pelan dan memegang tangannya untuk membantunya berdiri. Diam-diam Angle tersenyum kecil.
“Maaf, aku harus pergi Angle.”
Angle hanya dapat melongo melihat Chris yang semakin menjauh. Angle mengepalkan lengannya erat, pria macam apa dia yang meninggalkan gadis yang disukainya terjatuh seperti ini. Gadis yang disukainya? Sejak kapan Chris menyukainya? Chris mengajaknya untuk jalan setelah pulang mata kuliah dan itu bukan berarti mereka akan kencan? Dan kata-katanya waktu itu?
‘Bisakah kau tunjukan semua ruangan di kampus ini? Aku benar-benar ingin kau yang menunjukkannya padaku’. Positif thinking Angle, mungkin ia hanya sedang terburu-buru.
Kerutan dikening Angle terbentuk saat ia melihat Chris semakin menjauh. Mata bulat milik Angle melihat dengan jelas Chris yang sedang mengendap-endap mengikuti Sherlyn dan pria bernama Andrew itu. Angle mengepalkan tangannya, sebenarnya ada hubungan apa antara Sherlyn dan Chris? Memikirkannya selalu membuatnya kesal.
“Tidak cukupkah kau duduk di kelas Miss Cameron? Kenapa harus ditrotoar? Tidak punya kursi dirumah?”
“T..Tyron? Yak!”
Angle mendengus sebal melihat Tyron yang sudah menjauh dengan motor besarnya. Tatapan Angle kini beralih kepada Chris yang masih terlihat sembunyi-sembunyi mengikuti Sherlyn dan juga Andrew. Angle menggeleng, menepis semua perasaan negatifnya tentang Chris dan juga Sherlyn, Angle mengepalkan tangannya, berusaha menahan semua rasa kesalnya. Namun deringan ponsel miliknya membuatnya terkejut. Ia kembali mendengus sebal dan mengambil ponsel didalam tas miliknya.
__ADS_1
“Hallo Kate, ada apa?”
To be continue...