
...Happy Reading...
"Kau menyukainya, kan?”
Sherlyn tersentak ketika suara Andrew menggema di telinganya. Ingatannya terbang ke kejadian beberapa jam lalu. Saat dimana Chris melakukan hal yang diluar dugaannya, terlebih di kampus. Entah kemana kewarasan pria satu itu. Namun bukannya kesal, Sherlyn merasakan wajahnya kembali memanas. Lagi dan lagi ia blushing karena pria aneh itu.
"Lyn?"
"A.. Ah ya, aku menyukainya."
Sherlyn mengangguk semangat dengan masih menyuapkan ice cream yang berada digenggamannya, ini mungkin sudah ice cream ketiga yang Andrew belikan untuknya. Sedangkan Andrew hanya dapat melihat Sherlyn dengan menggelengkan kepalanya. Dari dulu Sherlyn sangat tergila-gila dengan ice cream, dan ia cukup cemburu.
"Kau tampak sering melamun, apa ada masalah?"
Andrew kini duduk di sebelah Sherlyn dengan pandangan lurus ke depan. Melihat gadis itu yang seolah tidak tertarik dengan kencan mereka membuat ia sedikit sedih. Bertahun-tahun ia tidak bertemu dengan cinta pertamanya ini, tapi perhatian Sherlyn seolah tersita karena sesuatu.
“Tidak Drew, aku hanya.. hanya sedikit tidak enak badan. Boleh aku tambah ice cream?"
Andrew memandang Sherlyn dengan bulatan matanya. Apa Sherlyn tidak merasa kenyang? Ia sudah menghabiskan tiga cup ice cream, sedangkan ia satu cup pun belum habis karena sedari tadi terus memandang Lyn. Andrew menelan salivanya dan menggelengkan kepalanya untuk menjawab permintaan Sherlyn.
“Tiga cup sudah lebih dari cukup. Kau yang bilang sendiri sedang tidak enak badan Lyn."
Sherlyn memandang Andrew dengan wajah cemberut. Ingin rasanya Andrew memeluk gadis mungil ini, saat melihat bagaimana lucunya wajah Sherlyn saat ini. Ia menyesal, menyesal mengapa tidak sedari dulu ia menemui Lyn.
“Tidak! Lebih baik kita makan siang saja sekarang.”
Sherlyn menggeleng keras dan menghentakkan tangannya yang digenggam Andrew. Andrew menghela napas berat, ia tidak dapat melawan keras kepalanya Sherlyn. Andrew melihat sekeliling, namun sedektik kemudian ia tersenyum dan menatap kearah Sherlyn yang masih cemberut melihat beberapa orang yang sedang membeli ice cream. Ia begitu menyukai Sherlyn yang merajuk seperti ini.
“Kau saja sana!” Ujar Sherlyn dan menatap sinis kearah Andrew, selanjutnya pria itu tersenyum tipis.
“Baiklah.”
Sherlyn melongo menatap Andrew yang kini sudah berjalan menjauhinya. Andrew berbalik dan dapat melihat wajah sedih Sherlyn yang menatapnya dan diam-diam Andrew tersenyum geli. Ia sangat yakin beberapa detik kemudian Sherlyn akan berlari kearahnya dan mengikutinya.
Sherlyn menatap sedih punggung Andrew yang semakin mejauh, Andrew sudah menyeberang jalan dan bahkan masuk kedalam resto kecil dipinggir jalan. Apa Andrew benar-benar meninggalkannya? Sedetik kemudian Sherlyn mengepalkan tangannya erat. Ia sudah tidak peduli lagi dengan Andrew, Andrew yang mengajaknya jalan dan ia juga yang meninggalkannya.
__ADS_1
Sungguh pria bernama Chris itu tidak bisa lepas dari pikirannya. Apa ia salah melampiaskan itu semua kepada Andrew? Selanjutnya Sherlyn kembali menatap resto yang beberapa detik lalu dimasuki Andrew. Apa ia terlalu egois?
Namun mata Sherlyn kini memandang sekeliling dan matanya terfokus pada beberapa remaja yang terlihat bermain basket di tengah lapangan. Matanya kini mulai kembali berbinar dan senyumannya mengembang, ia sangat menyukai pertandingan, pertandingan apapun. Pandangan Sherlyn kembali teralih pada orang yang sedang mengantri membeli ice cream. Sekarang ia tidak peduli lagi, ia benar-benar sangat menginginkan satu cup lagi. Namun saat Sherlyn akan beranjak dari kursinya, sebuah teriakan membuatnya tersentak.
“Awas Nona!”
Sherlyn menoleh kearah sumber suara, namun matanya langsung membelalak saat melihat satu bola basket yang mengarah tepat didepan wajahnya. Sherlyn memejamkan matanya kuat dan dengan spontan menutup wajahnya menggunakan telapak tangan. Terlebih lemparannya begitu keras.
Duk!
“Kau baik-baik saja?”
Sherlyn mendengar sayup-sayup suara seorang pria dari keramaian taman. Sherlyn mulai menurunkan tangannya dan ia cukup terkejut melihat siapa yang berada dihadapannya. Ia dapat melihat wajah pria yang telah menolongnya menunjukkan kepanikan yang begitu besar.
“Se..Sejak kapan kau disini?”
“Apa itu penting sekarang?!”
Sherlyn terkejut saat mendengar bentakan Chris. Ya, tepat dihadapannya telah berdiri Chris yang memandangnya dengan tatapan panik sekaligus khawatir. Mereka menatap satu sama lain selama beberapa detik. Chris terlihat begitu emosi dan itu entah karena apa. Bahkan tatapan pria itu berubah menjadi tatapan marah. Sebenarnya ada apa dengan pria ini?
“Ka.. Kami minta maaf, kau baik-baik saja Nona?"
“Ten-”
“Apa kalian tidak bisa bermain dengan benar?!”
Kedua remaja sekaligus Sherlyn begitu tersentak saat mendengar bentakan Chris. Kedua remaja tersebut semakin menundukkan kepala mereka. sedangkan Sherlyn menatap bingung kearah Chris. Mengapa Chris menjadi sangat sensitif sekarang? Jelas-jelas yang nyaris celaka adalah dirinya, namun Chris yang terlihat begitu emosi.
“Sudahlah, aku juga sedang lengah tadi. Kalian pergilah.”
Sherlyn berujar lembut, membuat kedua remaja tersebut menaikkan sedikit kepalanya dan mulai melangkah menjauh dengan berlari. Chris memandang Sherlyn dengan pandangan tidak terima, seolah sesuatu yang sangat berharga miliknya telah diambil olah Sherlyn.
“Kau baik-baik saja Sherlyn?”
Sherlyn dan Chris mengalihkan pandangan kearah sumber suara, dan mereka melihat Andrew yang tampak mengambil oksigen sebanyak mungkin dengan membawa dua kotak makan di tangan kanannya.
__ADS_1
Sherlyn menatap Andrew dengan senyuman cerah, ternyata Andrew tidak meninggalkannya, Andrew hanya ingin membeli makanan untuk mereka berdua. Sedangkan Chris terlihat memandang Andrew dengan sangat tajam.
“Kau tidak dapat menjaga Sherlyn dengan baik."
Ujar Chris dingin, pandangan Andrew beralih menatap Chris dengan tatapan tidak suka. Sedangkan Sherlyn menatap keduanya dengan waspada. Mengapa semua menjadi seperti ini? Chris dan Andrew masih perang tatapan tajam tanpa berbicara sepatah katapun. Apa mereka akan bertengkar karena hal sepele ini?
"Chris? Drew?"
Ujar Sherlyn dan menatap keduanya. Keduanya tetap tidak bergeming dan saling menatap. Seolah mereka sedang saling mengeluarkan ilmu melalui tatapan.
"Hei, kalian berdua."
Ujar Sherlyn lagi, dan menatap keduanya. Lagi dan lagi ucapannya tidak di gubris. Sherlyn menghela napas kesal, ia sudah cukup bosan. Jelas-jelas mereka perang tatapan sejak satu menit yang lalu, mereka seolah bicara melalui tatapan. Dan ia tidak dapat membaca tatapan keduanya.
Sherlyn hanya menggelengkan kepalanya dan mulai meninggalkan Chris dan Andrew yang masih saling menatap. Bahkan mereka masih saling menatap saat Sherlyn meninggalkan tempatnya dan itu semakin membuatnya kesal.
...****************...
Sebuah istana dengan dominan warna merah itu terasa hening. Dalam salah satu ruangan besarnya, terdapat seorang wanita yang masih terlihat muda dengan memakai gaun hitam panjang berlengan pendek dengan beberapa manik ruby ditengahnya.
Wanita tersebut terlihat sedang duduk tenang dengan memejamkan matanya, seolah jiwanya sedang terbang kesuatu tempat. Sedangkan dua pria berbadan besar dengan memakai pakaian terbuat dari besi berdiri gagah dikedua sisinya.
Wanita itu secara tiba-tiba membuka matanya, menampilkan bola mata merah pada kedua matanya. Namun secara berangsur-angsur berubah menjadi hijau menyala. Senyuman wanita tersebut mengembang dan selanjutnya ia mulai tertawa keras.
“Tangan kananku akan menjalankan tugasnya, Chris. Nyawa gadis itu sudah terancam."
To be continue...
My Note :
Sebelumnya author minta maaf bagi readers yang udah baca episode sebelumnya. Jadi sebelum author revisi, cerita ini diambil pas masa High School, tapi karena author pikir lagi, itu terlalu muda bagi tokoh. Apalg author tambah smut 17+ dikit - dikit. Jadi author revisi jadi masa perkuliahan.
Dan author minta maaf jika masih banyak kata - kata kaya 'sekolah' ataupun 'seragam' yang belum author revisi yaa. Author info karena takut membingungkan kalian. Jadi tetap pemeran sudah 20+ yaa seperti diawal cerita. Karena sampai eps 20 ini author baru sadar juga kata - kata itu belum diganti hehe..
Dan author minta maaf kalau dari segi cerita masih ada yang kosong, dan membingungkan. Itu semua akan terbahas di Chapter - Chapter selanjutnya kok.
__ADS_1
Sebelumnya terimakasih banyak atas supportnyaa yaaa~
So, See you next Chapter~