Kekasih Vampir

Kekasih Vampir
BAB 16 : MAKAN MALAM (2)


__ADS_3

...Happy Reading...


“Dan apa kau mengenal Chris, Sherlyn? Kau belum menjawab pertanyaanku."


Pandangan Sherlyn beralih kepada Angle yang menatapnya, Sherlyn mulai panik. Sebenarnya Sherlyn memang tidak tahu menahu mengenai Chris, bahkan nama lengkap Chris ia juga tidak tahu. Dan Sherlyn sangat bingung, Angle dapat mengenal Chris dari mana.


Atau mungkin, Chris juga memperlakukan Angle sama seperti pria itu memperlakukannya? Selalu datang di setiap kamar hampir disetiap malam seperti pria mesum dan selalu berbicara omong kosong mengenai Mate dan miliknya. Tangan Sherlyn mengepal kuat. Ingin rasanya ia meninju wajah tampan milik Chris sekarang juga.


“Tidak, aku tidak mengenalnya."


“Kau menyebut nama Chris tadi.”


Angle berusaha menyangkal, namun kembali terdiam saat melihat tatapan datar Sherlyn. Dengan wajah seperti itu, Angle sangat tahu jika Sherlyn sedang marah. Namun marah dengan siapa? Marah kepadanya atau kepada Chris? Angle semakin yakin jika Sherlyn dan Chris memiliki suatu hubungan yang tidak ia ketahui.


Kali ini Sherlyn mulai berani menatap Chris yang juga sedang menatapnya dengan pandangan dingin. Chris dapat melihat dengan jelas, ada tatapan kemarahan yang besar dari tatapan Sherlyn.


“Bisakah kita mulai duduk dan mulai makan?”


Suara Tyron memecahkan keheningan dan Sherlyn harus berterima kasih banyak kepadanya. Semua orang mulai duduk melingkar. Sebelah kiri Sherlyn terdapat Kate dan sebelah kanan Kate terdapat Andrew yang masih menatap Sherlyn dengan senyuman mengembang walaupun Sherlyn sangat canggung dengan tatapan Andrew. Sedangkan disebelah kanan Sherlyn terdapat Tyron, sebelah Tyron terdapat Angle. Sedangkan Chris duduk diantara Angle dan juga Andrew.


“Kau sangat cantik hari ini Sherlyn.”


Sherlyn tersenyum canggung saat pujian itu terlontar dari mulut Andrew. Apa Andrew tidak sadar jika kekasihnya itu sedang berada tepat disebelahnya? Apa ia tidak bisa membaca situasi? Kate masih menunduk dalam, sedangkan Sherlyn juga ikut menunduk. Ia sangat tahu bagaimana perasaan Kate sekarang.


“Ayo kita pesan!”


Angle berkata dengan semangat. Sherlyn menatap menu makanan yang berada dihadapannya ini dengan ragu, sebenarnya ia tidak membawa uang terlalu banyak hari ini, ia hanya memiliki niat untuk bertemu kekasih Angle dan juga Kate tanpa berniat makan apapun, terlebih ditempat mahal seperti La Vautte.


Sherlyn menatap Angle dan Kate yang sedang memilih makanan, mereka terlihat sangat tenang. Mungkin karena mereka terlahir sebagai orang yang berada atau karena Andrew dan Chris yang akan membayar semua menu makanan mereka, karena status mereka yang sekarang adalah kekasihnya. Andrew dan Chris harus memiliki dompet tebal jika ingin memiliki kekasih seperti mereka. Sherlyn menatap Tyron, maukah pria itu membayarkan makanannya?


Seorang pelayan wanita entah dari mana menghampiri meja mereka, bagaimana rambut pirang waiter tersebut digelung dengan slyer hitam dan pita sebagai hiasannya dikepala. Sebuah note dan bolpoin digunakannya untuk mencatat semua pesanan mereka.

__ADS_1


“Kau tidak memilih Sherlyn?” Tanya Angle yang melihat sahabatnya itu hanya membulak - balikan menu.


“Kau tahu Angle, aku sedang diet. Haha.”


Sherlyn tertawa dengan sangat canggung. Sebenarnya tidak ada kata diet dalam kamus hidupnya, bahkan makan adalah salah satu hobi baginya, bukan suatu kebutuhan. Dan Angle maupun Kate sangat tahu dengan hal itu, Kate yang melihatnya terkikik geli. Sebenarnya ia sangat tahu mengapa Sherlyn mengatakan hal itu.


“Aku yang akan membayar.” Ucap Angle.


“Baiklah, ada menu spesial apa hari ini..”


Angle merotasikan bola matanya saat mendengar ucapan Sherlyn selanjutnya. Ia sudah sangat hafal dengan sikap Sherlyn seperti ini. Kate masih dengan terkikik geli, Tyron yang memandang Sherlyn tidak percaya, Chris yang masih memandangnya dengan dingin, dan Andrew yang masih memandangnya dengan senyuman mengembang. Seolah tidak terjadi apapun.


“Aku memesan foie gras dan segelas cheval blanc 1947. Bagaimana dengan dessert?”


Pelayan tersebut mencatat semua pesanan Sherlyn dengan cepat. Sherlyn menatap Angle dengan penuh harapan, sedangkan Tyron masih memandangnya tidak percaya. Ia melihat sisi lain dari seorang Sherlyn Villegas, dan Tyron malah semakin menyukainya.


Sedangkan Kate masih terkikik geli karena tingkah Sherlyn, ia dapat melihat bagaimana Sherlyn memanfaatkan Angle saat dihadapan Chris. Angle adalah seseorang yang selalu menjaga image, terutama dihadapan seseorang yang disukainya. Dan itu pasti membuatnya tidak akan berkata tidak untuk sekarang, image baiknya akan hancur dihadapan Chris.


Sherlyn maupun Kate cukup terkejut dengan jawaban itu, ya walaupun Angle tidak berkata ‘tidak’ secara langsung, ia tetap menolak permintaan Sherlyn dan itu tepat dihadapan Chris.


“Biar aku yang membayar untuk dessert.”


Ujar Chris datar namun tetap menatap dingin kearah Sherlyn. Wajah Angle berubah merah, ia tidak menyangka Chris akan melakukan itu. Bahkan Sherlyn maupun Kate nampak terkejut dengan reaksi Chris. Angle menunduk dalam, ia cukup malu karena tidak mengiyakan permintaan Sherlyn, Angle merasa seperti orang yang cukup pelit.


“Mungkin untuk dessert, bisa lain waktu.”


Sherlyn berujar canggung, dan suasana kembali canggung. Sherlyn memandang marah kearah Chris karena kembali membuat suasana kembali canggung, namun sedetik kemudian Sherlyn kembali menunduk kala Chris juga menatapnya dengan pandangan marah. Kate menatap mereka dengan curiga.


“Giliran aku untuk memesan, aku ingin-”


“Ladies First!”

__ADS_1


Andrew berusaha sekuat tenaga untuk menahan tawanya saat omelan itu keluar dari bibir Sherlyn. Sedangkan Tyron yang mendapat omelan tersebut hanya cemberut. Ia kesal, namun memilih untuk tetap diam, sedangkan tatapan tajam sudah ia layangkan kepada Andrew yang menatapnya dengan tatapan mengejek.


“Baiklah, aku hanya ingin memesan nikoise salad dan segelas lemon juice.”


Sherlyn menatap Angle seolah Angle baru saja mengatakan hal yang sangat kotor, Kate hanya menggelengkan kepalanya, itu adalah sifat asli Angle, terlalu menjaga image. Sedangkan Angle menatap Sherlyn dan Kate dengan senyuman mengembang.


“Aku ingin Spaghetti Cheese, Salad and potato cheese dan mango milk cheese.”


Sherlyn dan Angle nyaris menyemburkan air liurnya setelah mendengar apa yang dipesan Kate. Mereka sangat tahu jika Kate sangat tergila-gila dengan keju, namun tidak bisakah tidak semuanya berkaitan dengan keju? Beberapa bulan yang lalu Sherlyn dan Angle mencoba apa yang dipesan Kate dan berakhir dengan kepala Angle yang pening dan Sherlyn yang memuntahkan isi perutnya.


“Sekarang giliranku, aku ingin-”


“Aku ingin memesan apa yang dia pesan.”


Chris memotong ucapan Tyron, dan Tyron memandangnya dengan tajam. Chris menunjuk kearah Sherlyn dan membuat Sherlyn kembali canggung. Pelayan wanita tersebut mengangguk dan mencatat apa yang tidak bisa dilihat keenam orang dihadapannya. Tyron mengepalkan tangannya erat.


“Aku juga ingin memesan apa yang Sherlyn pesan."


Kali ini tatapan dingin Chris beralih menatap Andrew yang masih memberikan senyuman mengembang kepada Sherlyn. Sherlyn menggaruk tengkuknya, suasana semakin canggung. Tatapan tajam Tyron beralih menatap Andrew, tangannya semakin mengepal erat.


“Aku juga ingin memesan apa yang ‘Kekasihku’ pesan.”


Tyron tersenyum menyeringai dan lengannya merangkul mesra bahu Sherlyn. Sherlyn hanya dapat tersenyum canggung. Sedangkan Andrew maupun Chris menatap tajam kearah lengan Tyron yang jelas-jelas menyentuh bahu polos Sherlyn. Karena gaun putih Sherlyn yang mengekspos bahu putihnya.


“Kekasih? Apa kau sedang melamun ‘pria pirang’?”


Andrew tersenyum mengejek dan memberikan penekanan pada akhir kalimatnya. Tyron yang melihatnya semakin mengembangkan senyumannya, lengan Tyron semakin erat dibahu Sherlyn dan itu melunturkan senyuman ejekan Andrew. Tanpa disadari Tyron, Chris sudah memandangnya dengan pandangan membunuh.


“Bisa kau turunkan tanganmu?!"


To be continue...

__ADS_1


__ADS_2