
...Happy Reading...
“Tidak bisakah kau berpenampilan selayaknya wanita Sherlyn? Kita itu akan kerestoran eropa yang terkenal, bukan untuk olahraga pagi. Bagaimana bisa kau berpakaian seperti tadi, dan sekarang kita sudah....”
Sherlyn menghela napas untuk kesekian kalinya, dan ini juga untuk kesekian kalinya Angle mengoceh didalam mobil. Sherlyn yang mendapat posisi duduk disamping driver pribadi Kate hanya dapat menulikan pendengarannya.
Lengan Sherlyn terangkat, bermaksud menatap jam tangan indah berwarna putih yang melingkari lengan kecilnya. Sekarang jam menunjukkan pukul setengah sembilan malam, itu bertanda mereka terlambat setengah jam dari waktu yang ditentukan. Sherlyn menatap pakaiannya, berusaha tidak memperdulikan Angle yang masih mengomel di kursi belakang. Sherlyn sangat tidak percaya apa yang tengah dipakainya kali ini, ia memakai gaun putih sebatas lutut dengan sangat ramai karena manik-manik entah itu apa.
Satu setengah jam yang lalu, tepatnya jam tujuh malam. Ia sudah sangat rapi dengan memakai celana trainning dan kaos hitam kesukaannya, dan jangan lupakan topi yang selalu dipakainya saat ia jogging bersama Kate dan Angle. Namun semua kerapihan itu musnah saat ia membuka pintu dan mendapati Angle dan Kate yang melongo menatapnya.
Entah dapat telepati dari mana, Angle membawakannya gaun putih yang sekarang dipakainya. Angle seperti memiliki firasat bahwa ia tidak akan memakai pakaian rapi. Ia berdebat dengan Angle sekitar setengah jam, dan belum lagi saat Angle dan Kate mendandaninya, membutuhkan waktu setengah jam. Namun saat Sherlyn menatap dirinya dicermin dengan memakai gaun putih ia bahkan sampai tidak mengenali wajahnya sendiri. Jika mengenai make up, Angle dan Kate tidak pernah diragukan lagi. Tapi entahlah, bagaimanapun ia tetap tidak percaya diri.
“...Apa yang dikatakan kekasihku nanti karena kita terlambat? Aku sangat susah payah mengajaknya dan aku malah terlambat karena dirimu Sherlyn dan juga-”
“Sudahlah Angle.”
“Dengarkanlah Kate! Penyihir.” Ujar Sherlyn.
Angle menatap Sherlyn dengan mata yang melotot, sedangkan Sherlyn hanya merotasikan bola matanya, terlalu malas berdebat dengan Angle. Mobil sedan hitam milik Kate berhenti disebuah restoran mewah dengan dua tingkat. Sangat jelas terlihat dinding restoran terbuat dari kayu ek yang terlihat mahal, jelas sekali ini adalah restoran dengan gaya khas eropa. Sherlyn turun dari mobil dan diikuti oleh Angle dan Kate. Sherlyn kembali menghembuskan napas, ia sangat takut Tyron akan menertawakannya didalam, karena ia benar-benar merasa seperti sangat tidak percaya diri sekarang.
“Apa aku terlihat aneh Kate? Jika kau berkata iya, aku tidak akan pernah masuk kesana.”
Kate menatap Sherlyn yang tengah menatap dengan pandangan memelas. Apakah Sherlyn tidak sadar jika ia sangat cantik seperti itu? Bagaimana wajah pucatnya yang terlihat merona karena blash on berwarna merah muda, dan tubuh mungilnya yang terlihat berisi namun tetap ramping karena gaun yang dipakainya, dan jangan lupakan tas tangan hitam yang dipakainya senada dengan high heels setinggi lima sentimeter yang dipakainya. Kate akui, Angle memang memiliki selera fashion yang sangat bagus, terutama yang sebagai modelnya adalah Sherlyn.
“Kau terlihat sangat cantik Sherlyn, percayalah!”
Sherlyn menatap Kate yang tersenyum lembut kearahnya membuat Sherlyn sedikit tenang. Dengan langkah berani Angle mulai memasuki restoran itu.
__ADS_1
Angle terlihat sangat cantik dengan gaun soft blue sebatas paha dan pita berwarna pastel disekeliling pinggang rampingnya, terlihat sangat sinkron dengan kulit cokelatnya. Disebelah kanannya terdapat Kate dengan langkah angun dengan memakai gaun kuning panjang, ia seperti Princess Bella namun dalam versi Cina, karena mata sipitnya. Dan disebelah kiri terdapat Sherlyn dengan langkah ragu-ragu.
“Princess!”
Sherlyn menoleh saat seseorang memanggilnya, Sherlyn membulatkan matanya saat melihat Tyron yang kini sudah dihadapannya. Ia terlihat sangat berbeda, bagaimana rambut pirangnya itu yang ia sisir rapi keatas, tidak tidur lemas seperti biasanya, dengan dipadukan hidung bengkok miliknya dan pipi tirusnya, Tyron sudah seperti model cover majalah terkenal, ditambah setelan jas putih.
Jika dilihat, mereka memiliki setelan yang sama dengan nuansa putih. Sherlyn melirik sinis kearah Angle, pasti Angle yang merancanakan busana ini. Ditambah memang ia yang membawakannya gaun putih yang dipakainya. Angle yang merasa dilirik sinis oleh Sherlyn berusaha untuk tidak melihatnya.
“Kau sangat cantik Princess! Kenapa tidak sedari dulu kau seperti ini?”
Entah mengapa Sherlyn merasa tersinggung dengan pernyataan sekaligus pertanyaan itu, karena menurut Sherlyn, Tyron sedang menghina jika biasanya dia itu tidak cantik. Secantik apapun orang bilang kepadanya dengan pakaian seperti ini, ia tetap tidak suka karena ini bukan fashionnya, ini bukan gayanya.
“Hei!”
Angle berteriak dengan cukup nyaring dan melambaikan tangan kearah sudut ruangan yang terdapat dua pria yang sedang duduk rapi. Sherlyn menatap Angle, sejak kapan Angle mulai berani berteriak seperti itu ditempat umum? Mana image yang harus dijaganya? Ia kira, semangat Angle untuk Triple Date kali ini mengalahkan segalanya.
Sherlyn menatap ragu lengan Tyron yang kini sudah berada dihadapannya namun sedetik kemudian dengan ragu Sherlyn mulai memasukkan lengannya diantara lengan Tyron dan pinggang pria itu. Tyron cukup terkejut dengan reaksi Sherlyn yang diluar dugaannya, ia kira Sherlyn akan menolaknya mentah-mentah. Mereka mulai berjalan pelan menuju dua pria yang tidak dikenalnya, beserta Kate dan Angle yang sudah duduk.
Sherlyn dan Tyron kini terlihat seperti sepasang kekasih yang sedang berjalan menuju altar pernikahan. Tyron menoleh kearah samping, disana ia melihat Sherlyn menunduk dalam. Jika Tyron tidak salah lihat, wajah Sherlyn tengah merah padam. Diam-diam Tyron terkikik geli.
“Sudah sampai, Princess.”
Bisik Tyron dengan suara lembut, membuat Sherlyn mengangkat kepalanya. Wajah merah padam milik Sherlyn terangkat, namun matanya itu harus membulat saat melihat siapa yang berada dihadapannya.
“C..Chris? A..Andrew? sedang apa kalian disini?”
Keadaan mulai hening, untuk apa Chris dan Andrew berada ditempat seperti ini? Apa Kate dan Angle salah memilih meja atau apa? Sherlyn terlalu shock sebelum menyadari Angel dan Kate yang memandangnya. Mata Sherlyn kini menatap kearah Chris dan Andrew secara bergantian.
__ADS_1
“Kau mengenal Chris, Sherlyn?”
Mata Sherlyn mulai beralih kepada Angle yang sedari tadi berada disamping Chris. Sherlyn mulai mengerti saat ia melihat Angle menggandeng lengan Chris. Jadi kekasih para sahabatnya ini adalah seseorang yang selama ini ia kenal?
Sherlyn kini menatap lengan Chris dan Angle yang saling bergandengan, tangan Sherlyn mengepal erat, entah mengapa ia sangat kesal menatapnya. Matanya kini beralih menatap Andrew dan Kate. Mereka tidak bergandengan tangan, namun Sherlyn dapat melihat tatapan malu-malu Kate, sedangkan Andrew yang sedang menatapnya dengan senyuman mengembang.
“Dan kau mengenal Andrew?”
Kali ini Kate membuka suara. Sherlyn menatap wajah Angle dan Kate secara bergantian, ia sangat tidak tega setelah apa yang ia lakukan pada mereka. Bagaimana Chris hampir setiap malam mengunjungi kamarnya, dan bagaimana ia masih mengharapkan Andrew beberapa tahun terakhir. Jadi, selama ini ia sudah mengkhianati sahabatnya sendiri.
“Aku dan Andrew adalah teman masa kecil.”
Sherlyn tersenyum kepada Kate, meyakinkan kepada Kate jika mereka tidak ada apapun. Walaupun ada guncangan besar dihati Sherlyn. Kate mengangguk mengerti, dan setelah itu mulai kembali melirik Andrew dengan malu-malu. Memang sangat tidak diragukan lagi, Andrew terlihat sangat tampan sekarang dengan setelan jas rapi seperti itu.
“Bukankah kita lebih dari itu Sherlyn?”
Andrew menatapnya dengan senyuman menggoda, tatapan Sherlyn beralih menatap Kate yang senyumannya telah luntur saat mendengar pertanyaan Andrew.
Sherlyn mulai panik, Andrew memang cinta pertamanya, dan juga ia sudah berjanji dengan Andrew akan menikah dengannya suatu saat nanti. Namun ia tidak mungkin menjelaskan semuanya dihadapan Kate, yang jelas-jelas adalah kekasihnya.
“Kau ini bicara apa Andrew? Haha."
Sherlyn tertawa dengan canggung, Kate tetap terdiam dan kali ini menunduk dalam. Sherlyn merasa sangat bersalah kepada Kate, dan matanya beralih menatap Andrew yang juga masih menatapnya dengan senyuman mengembang.
Selanjutnya Sherlyn mulai melotot kearah Andrew membuat pria itu menatap bingung kearahnya. Angle dan Tyron yang melihat kejadian itu hanya menatap mereka bingung, sedangkan Chris masih menatap Sherlyn dengan pandangan sangat dingin.
“Dan apa kau mengenal Chris, Sherlyn? Kau belum menjawab pertanyaanku."
__ADS_1
To be continue...