Kekasih Vampir

Kekasih Vampir
BAB 26 : ALASAN


__ADS_3

...Happy Reading ...


Tiga orang gadis kini terlihat berkumpul di cafe kampus. Waktu sudah menunjukkan pukul sembilan pagi. Angle dan Kate kini terlihat mengobrol dengan diselingi tawa. Berbeda dengan sahabat mereka yang kini terlihat melamun, seolah tidak tertarik pada dunia.


Kate dan Angle yang melihat perubahan Sherlyn pagi ini kini saling memandang. Jika Sherlyn sudah berubah seperti ini, sudah jelas ada yang tidak beres dengannya.


“Kau baik-baik saja Sherlyn?”


Kate kini bertanya dan membuat Sherlyn tersentak dari lamunannya, entah apa yang berada di pikiran gadis itu. Sherlyn yang mendengar pertanyaan itu hanya tersenyum tipis.


‘Tidak, aku tidak baik-baik saja. Seseorang nyaris membunuhku kemarin.'


"Ya, tentu. Aku baik."


Sherlyn menatap Kate dan Angle yang juga tengah menatapnya dengan khawatir. Kemarin malam ia tidak bisa tidur dengan nyenyak, sesekali terbangun karena begitu was-was dengan pria bertopeng itu. Seharusnya kemarin ia tidak mengusir Chris, setidaknya ia mungkin bisa tidur dengan nyenyak jika Chris berada disisinya.


“Aku baik.”


Ulang Sherlyn singkat dan kembali menyandarkan kepalanya pada meja cafe. Sebenarnya ia begitu panas menggunakan syal di musim panas ini. Namun ia begitu bingung, untuk menutupi beberapa tanda ungu dilehernya yang dibuat oleh si sialan Chris.


“Apa kau sedang sakit? Kau memakai syal, wajahmu pucat dan juga kantung matamu begitu hitam Sherlyn.”


Angle berucap, ia begitu mengkhawatirkan Sherlyn. Dari pertama kali Sherlyn datang ke kampus ia merasa ada yang salah dari sahabatnya ini.


“Hmm.. Ya, aku baik. Jangan khawatir."


Jawab Sherlyn singkat. Haruskah ia menceritakan seseorang yang ingin membunuhnya itu kepada mereka? Sejujurnya ia begitu penasaran dengan respon mereka. Mungkin benar ia harus menceritakan kepada mereka, setidaknya mungkin beban pikirannya bisa jauh sedikit berkurang.


“Itu Chris, apa ia baik-baik saja?”


Sebelum Sherlyn mengatakan lebih lanjut, ucapan dan jari telunjuk Kate mampu membuat mereka bertiga menoleh. Dari kejauhan mereka dapat melihat Chris yang tampak memegangi perutnya. Pikiran Sherlyn kini beralih pada penusukan kemarin siang. Apa Chris baik-baik saja? Terlebih ia begitu keras kepala tidak mau di antarkan ke rumah sakit.

__ADS_1


“Apa Chris baik-baik saja? Ia tampak kesakitan.” Tanya Kate dan menatap kearah Chris yang kini sudah memasuki toilet pria.


"Tidak, ia tidak baik-baik saja. Kurasa Chris berkelahi semalam." Ujaran Angle kini mampu membuat Kate dan Sherlyn menatapnya. Sherlyn menelan saliva, Apa Angle tahu mengenai kejadian kemarin?


"Berkelahi?" Tanya Kate penasaran.


"Ya, sepertinya seseorang telah menusuk perutnya."


Ujar Angle. Kate dan Sherlyn kini menatapnya dengan penuh penasaran. Kate yang begitu penasaran dengan ceritanya, dan Sherlyn yang penasaran dari mana Angle tahu informasi itu.


“Hari ini kelasku adalah Mrs. Amelia, dan Chris telat datang. Mrs. Amelia menyuruhnya untuk skuat jam, karena ia rasa Chris terlalu lama. Secara tidak sengaja dosen killer itu memukul perut Chris menggunakan penggaris, Chris mengeluh sakit dan saat ia mengangkat bajunya sedikit.."


Kate dan Sherlyn menahan napas mendengar cerita Angle.


"Diperutnya ada sebuah jahitan yang masih basah. Kurasa robekannya cukup dalam."


Sherlyn menatap Chris yang kini sudah keluar dari toilet, ada perasaan bersalah yang besar pada pria dingin itu. Seharusnya kemarin ia tidak pergi begitu saja dari apartment Chris.


Tapi yang membuatnya begitu bingung setelah ia sampai dirumahnya, yang ia kira kemejanya akan penuh dengan darah karena Chris yang memeluknya tiba-tiba, namun dengan ajaibnya kemejanya bersih. Benar-benar bersih, bahkan dengan mata kepalanya sendiri ia melihat Chris mencabut pisau diperutnya dan langsung memeluknya.


“Sherlyn!”


Sherlyn tersentak dari lamunannya, ia pasti sudah cukup lama menatap Chris. Saat kepalanya menoleh kearah kiri, ia kembali tersentak melihat Tyron tepat didepan wajahnya dengan sebuah senyuman lebar.


“Yak!”


Sherlyn berteriak dan menampar pipi kanan Tyron cukup kuat. Angle dan Kate tersentak, bahkan Sherlyn pun tersentak dengan reaksinya. Tyron hanya menatapnya dingin. Sherlyn menelan salivanya, sungguh ia tidak bermaksud menampar Tyron, Apa Tyron marah padanya? Kate, Angle dan Sherlyn menahan napas.


“Apa aku mengejutkanmu Princess?” Tyron tersenyum. Kate, Angle maupun Sherlyn membuang napas lega.


“Ah...ya.”

__ADS_1


“Ada apa dengan tangamu Princess?”


Tyron kini memegang telapak tangan Sherlyn. Kate, Angle maupun Tyron kini dapat melihat sebuah goresan yang begitu lebar pada telapak tangannya. Sherlyn yang melihat reaksi Tyron kini tampak panik dan menarik tangannya. Mengapa Tyron melakukan hal ini? Ia berusaha menyembunyikannya dari dua sahabatnya. Sherlyn kini menatap sekitar dan dapat melihat tatapan khawatir dari Kate, Angle dan juga Tyron padanya.


“Ah.. En..Entahlah, aku tidak sengaja mengenai tanganku saat memotong sayuran."


Sherlyn terlihat gugup dan hanya jawaban itu yang terlintas dipikirannya. Kate dan Angle saling berpandangan, mereka sangat tahu jika Sherlyn sedang berbohong, itu bisa tertebak dari cara bicaranya. Sherlyn yang terbiasa tegas tapi kali ini ia terlihat begitu gugup. Namun karena apapun itu, mungkin Sherlyn butuh waktu untuk membicarakannya kepada mereka, dan mereka mengerti.


“Apa ada yang menyakitimu Princess? Katakan! Katakan padaku!”


Ujar Tyron tegas. Tyron kini terlihat bersikeras, ia terlihat begitu khawatir menatap Sherlyn. Sherlyn yang mendapat pertanyaan dari Tyron semakin gugup.


“Bagaimana jika kita belanja hari ini? Kurasa sudah cukup lama kita tidak ke Mall!”


Angle terlihat bersemangat, ia hanya sedang menolong Sherlyn dari pertanyaan Tyron. Sherlyn begitu gugup, dan tidak biasanya ia seperti itu.


“Yaaa, aku setuju! Bagaimana denganmu Sherlyn?”


Sherlyn kembali tersentak saat Kate bertanya kepadanya. Ia kini begitu merasa khawatir, entah mengapa sejak kejadian kemarin, ia menjadi begitu sering gelisah dan takut.


“Ya..Emm..Tentu.” Jawab Sherlyn seadanya.


Angle dan Kate saling berpandangan, mereka sangat tahu ada sesuatu yang begitu mengguncang Sherlyn. Sedangkan mata Tyron tidak berhenti untuk menatap Sherlyn dengan khawatir.


“Bagaimana jika kita ke perpustakaan? Aku harus membaca buku Bahasa untuk ujian hari ini.” Angle kembali beralasan, karena terlihat sekali Sherlyn terlihat begitu tidak nyaman dengan tatapan dan kehadiran Tyron.


“Tentu, Ayo Sherlyn!” Kate menarik Sherlyn pergi dari cafe, sedangkan Angle telah lebih dulu berjalan didepan.


Tyron menatap ketiga gadis yang telah pergi itu dengan bingung, mengapa ia jadi ditinggal sendirian seperti ini? Padahal ia sangat ingin tahu keadaan gadis yang paling disukainya itu. Tyron menghela napas dan matanya kini beralih kepada seorang pria yang berada dipojok kanan cafe. Tyron dapat melihat dengan jelas Andrew yang tengah menatapnya dengan menyeringai.


To be continue...

__ADS_1


__ADS_2