Kekasih Vampir

Kekasih Vampir
BAB 28 : TERLAMBAT


__ADS_3

...Happy Reading...


Sherlyn memejamkan matanya, Mungkinkah ini adalah akhir hidupnya? Airmata Sherlyn semakin mengalir deras.


Lima detik...


Tiga puluh detik..


Satu menit...


Sherlyn membuka matanya.


Sherlyn tersentak tepat dihadapannya kini terdapat sesosok hewan menyerupai singa kini berjalan mendekat kearah kedua orang yang menyerangnya. Tidak, tidak, itu adalah sesosok serigala.


'Ke.. Kenapa ada serigala di sekitar sini?' Sherlyn menelan salivanya. Kali ini bukan hanya dua orang pria itu yang mengancam nyawanya.


Sherlyn menatap intens serigala yang begitu besar itu, dan Sherlyn benar - benar tersentak ketika serigala itu mulai menyerang pria berambut pirang dihadapannya. Tangan Sherlyn bergetar, sebisa mungkin ia memfokuskan pandangannya. Teriakan-teriakan kepedihan pria itu terdengar, tubuh pria itu kini tercabik-cabik bahkan beberapa darah mengenai wajah dan kemeja miliknya.

__ADS_1


Pria berbadan kekar satunya berusaha untuk menyelamatkan temannya, ia mengambil pisau lipat yang telah terlempar dan menghunuskannya pada kaki depan hewan itu. Hewan itu menggeram dan kini menyerang pria satunya. Sedangkan pria yang berambut pirang itu berusaha sebisa mungkin untuk berdiri dan berlari menjauh, sedangkan dadanya sudah tercabik-cabik dan mengeluarkan banyak darah. Sherlyn meringis mendengar teriakan kesakitan pria satunya, kali ini hewan berkaki empat itu tidak kenal ampun. Ia menggigit dan mencakar tubuh pria itu tanpa henti.


'I.. Ini terlalu sadis.'


"Ber.. Berhenti."


Ujar Sherlyn pelan. Namun gadis itu begitu tersentak ketika serigala itu kini berhenti dan berbalik menatapnya. Ia kini mulai menyesal, menyesal karena harus berbicara seperti itu. Apa ia yang selanjutnya menjadi korban keganasan hewan itu?


Diluar dugaan, serigala itu kini mulai berjalan pelan kearah Sherlyn dan menundukkan kepalanya. Dengan sangat ragu Sherlyn mulai menyentuh hewan berbulu itu. Bulunya begitu lembut.


Awalnya ia berpikir hewan ini sejenis anjing, namun setelah hewan itu menatapnya dengan bola mata merah menyala rupanya ia seekor serigala.


Sherlyn takjub memandang serigala itu, bola mata merah menyala kini berubah menjadi cokelat terang. Dan bulunya yang tadi berwarna silver hitam kini berubah menjadi putih terang. Sangat indah dipandang mata. Hewan itu hanya memandangnya dalam, Sherlyn tersenyum dan mengelus lembut hewan itu. Hewan ini menyelamatkan hidupnya. Lagi, Sherlyn menitikkan air mata.


Hewan itu menghadap wajah Sherlyn dan mengendus darah diwajahnya, dan beberapa detik kemudian hewan itu meringkih, seolah merasa bersalah, dan langsung melolong panjang. Sherlyn terpana, ia kini melihat betapa indah hewan dihadapannya. Terlebih diterangi cahaya bulan seolah bulunya tampak bersinar.


__ADS_1


Hewan itu kini kembali mengendus wajahnya dan mulai menjilatinya, lebih tepatnya menjilati darahnya yang terus mengalir. Sherlyn menghela napas, ia mulai sedikit lega sekarang. Walaupun kepalanya kembali terasa pening, Sherlyn tersenyum sebelum tubuhnya terjatuh tak sadarkan diri.


......................


Chris berlari, sesekali ia terjatuh karena sesuatu didadanya begitu sakit. Ia sadar, semakin lama kekuatannya semakin lemah. Hanya tersisa beberapa bulan lagi waktu yang ia butuhkan untuk membuat Sherlyn mencintainya. Jika tidak, ia akan tamat, benar-benar akan tamat.


Sebuah tiang lampu dipertigaan jalan menarik perhatiannya, Chris terus berlari. Dan kini terhenti, ia tersentak melihat seseorang yang telah tewas dengan begitu mengenaskan. Ia tahu, ia sangat tahu hewan seperti apa yang menyebabkan semua ini terjadi.


Chris berjongkok pada sebuah pinggir dinding dan mencelupkan jari manisnya pada darah dijalan. Chris menciumnya, ia mengenal darah ini. Bahkan sangat mengenalnya. Seketika bulu ditubuhnya meremang, perasaan takut menyelimutinya. Tidak jauh dari tempatnya ia menemukan sebuah ponsel dengan case kucing hitam.


Chris mengepalkan tangannya, ia terlambat. Jika memang terlambat, mengapa ia tidak menemukan siapapun disini? Chris mengacak rambutnya frustasi, ia menitikkan air mata, menangis dalam diam. Namun ia tersentak ketika melihat seorang pria yang melangkah mendekat kearahnya dan menarik kerah jubahnya. Ia mengenal sosok itu.


“Kau bodoh! Kau tidak bisa menjaganya, padahal aku telah memberimu kesempatan.”


Chris hanya dapat mengepalkan tangannya semakin erat, karena pria itu benar. Ia memang tidak bisa menjaganya, ia tidak bisa menjaga Sherlyn. Pria itu semakin mendekat kearahnya, tepat dihadapan Chris ia berhenti. Ia menatap Chris tajam, bola matanya yang semula kecokelatan kini berganti dengan merah darah.


“Aku tidak bisa memaafkanmu karena ini, aku yang akan menjaganya.”

__ADS_1


Pria itu berjalan melewati Chris. Chris hanya bisa menghela napas, ia sedikit lega. Seharusnya Sherlyn selamat. Ia memang bodoh, rasa sakit didadanya mampu menghalanginya menjaga Sherlyn. Ia meremas dadanya kuat dan pergi meninggalkan lorong jalan yang semakin sepi.


To be continue...


__ADS_2