Kekasih Vampir

Kekasih Vampir
BAB 31 : REAKSI


__ADS_3

...Happy Reading...


Sherlyn menatap sekeliling kantin kampusnya, hari ini tepat satu minggu setelah kejadian penyerangannya. Walaupun memarnya belum benar-benar hilang, tapi kini ia tampak jauh lebih baik dan memutuskan untuk kembali mengambil jam kuliahnya yang sempat tertinggal.


“Sejak kapan Chris dan Tyron terlihat begitu akrab?”


Sherlyn menatap kearah jari telunjuk Kate, beberapa meter dari tempat mereka berdiri telah duduk Tyron dan Chris yang terlihat mengobrol santai. Sherlyn hanya terdiam, tadinya ramen instan begitu menggugah seleranya beberapa menit lalu. Tapi sekarang, melihat Tyron dan juga Chris membuat selera makannya menurun.


“Ayo kita cari tempat!”


Secara tiba-tiba Angle menarik lengannya, Sherlyn menjadi gugup saat Angle mengarahkannya pada meja Tyron dan Chris. Tanpa bicara apapun, Angle duduk disebelah Tyron dan juga memaksanya untuk duduk disebelah Chris. Kate yang tidak tahu menahu hanya duduk disebelah Angle.



“Kurasa terakhir kali kita seperti ini ketika Tripe Date, aku benar?”


Angle berusaha mencairkan suasana, Sherlyn kembali gugup, terlebih ia merasakan Chris terus memandangnya tanpa berkedip, itu membuatnya sangat tidak nyaman.


“Andrew!”


‘Oh God!’


Kate berteriak dan melambaikan tangan kearah Andrew, Sherlyn semakin gugup ketika Andrew mendekat kearah mereka. Dan dengan seenaknya, Andrew mengambil kursi dan duduk disebelah Sherlyn, membuat dirinya menjadi pembatas antara Chris dan juga Sherlyn. Chris yang merasa tersingkirkan menatap tajam kearah pria itu.


“Kau baik-baik saja Lyn? Sudah hampir satu minggu kau tidak datang ke kampus.”


Andrew kini mulai mengeluarkan suara. Sherlyn menggaruk tengkuknya gugup, aneh sekali bicara dengan seseorang yang diam - diam ingin membunuhmu. Takut, marah, sedih, bingung, telah bercampur menjadi satu.


“Tanganmu kenapa Andrew?!”


Angle bertanya setengah berteriak. Pandangan mereka berenam beralih pada tangan kiri Andrew yang terlihat goresan tebal sekitar 15 senti yang masih begitu basah.


Sherlyn tersentak, dengan cepat ia menggenggam tangan Andrew dan menatap goresannya dengan seksama. Chris dan Tyron yang melihat secara tiba-tiba Sherlyn mengenggam tangan Andrew menatap gadis itu datar. Angle yang melihat wajah Tyron dan Chris begitu dingin, berusaha berdehem dan menyadarkan Sherlyn. Apa Sherlyn tidak sadar betapa cemburunya kedua pria itu?


Sherlyn menatap dan mengusap luka itu dengan lembut, ia mengingat luka ini. Luka yang pernah ia lihat sebelumnya di malam mengerikan itu. Atau jangan-jangan...

__ADS_1


Pandangan Sherlyn kini berlalih pada wajah Andrew, ia dapat melihat dengan jelas Andrew menatapnya dengan senyuman tipis, namun matanya terlihat menatapnya sendu. Sherlyn mematung, tatapan yang sama yang juga pernah ia lihat sebelumnya.


“Sherlyn, kau baik-baik saja?” Kate bertanya, membuat Sherlyn menatap kearahnya.


“Jangan bilang kau masih memikirkan manusia serigala itu.”


Angle terkekeh geli, Sherlyn menatapnya sengit. Kate hanya dapat terdiam, awalnya manusia serigala itu adalah lelucon baginya, tapi melihat Sherlyn yang berusaha untuk mencari, ia mulai meragukan manusia serigala itu hanya sekedar lelucon.


“Manusia serigala?” Tyron tampak kaget dan memandang Angle penuh tanda tanya.


“Sherlyn berkata jika seseorang yang menolongnya adalah manusia serigala, gadis itu sangat lucu bukan?”


Angle terlihat terbahak. Sherlyn merenggut kesal, ingin rasanya ia meninju gadis manis itu. Bisa-bisanya ia berkata tentang rahasianya pada ketiga pria dihadapannya ini. Sherlyn menatap ketiga pria itu, sebenarnya ia juga tidak terlalu menyalahkan Angle dengan mengatakan seperti itu, toh ia juga mau tahu bagaimana reaksi ketiga pria yang penuh tanda tanya ini.


Sherlyn menatap Andrew, pria itu terlihat terkekeh mendengar ucapan Angle. Tyron, pria itu menatapnya dengan senyuman penuh arti, Sherlyn mengerutkan keningnya menatap Tyron, apa ia sedang memberikan kode padanya? Chris, pria itu hanya menatapnya datar seolah tidak peduli.


“Bagaimana pertandingan besok antara Chris dengan Andrew?” Tanya Angle dengan antusias.


“Pertandingan?” Sherlyn menatap gadis itu dengan bingung.


“Aku yang mengajarkan Chris basket, jika ia menang kalian seharusnya memujiku.” Ujar Tyron dengan penuh percaya diri.


Angle menghela napas berat dan Kate hanya merotasikan matanya. Sherlyn hanya terkekeh melihat reaksi para sahabatnya, sepertinya mereka harus mengakui jika Tyron menyebalkan.


...----------------...


“Sherlyn!”


Sherlyn berbalik dan menatap Andrew yang tengah berlari kearahnya, Sherlyn menjadi gugup. Terlebih mereka berada di lorong perpustakaan yang sangat sepi. Andrew tidak akan menusuknya kan? Ia memang belum bisa memastikan jika yang menyerangnya adalah Andrew, namun mimpinya beberapa hari yang lalu seolah pertanda untuknya.


“Ada acara setelah kuliah?” Tanya Andrew dengan senyuman tipis. Sherlyn kini menatap Andrew dengan gugup.


“Ah, Aku...”


“Hanya perasaanku saja, atau memang akhir-akhir ini kau menghindariku?”

__ADS_1


Sherlyn menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, memang setelah kejadian penusukan Chris diatas rooftop ia berusaha sebisa mungkin memberi jarak dengan Andrew, namun ia tidak tahu jika Andrew akan menyadarinya.


“Apa kau mencoba menyakitiku Drew?"


Sherlyn dapat melihat dengan jelas jika Andrew tersentak kaget, Sherlyn tesenyum sendu, apa Andrew terkejut karena ia mengetahuinya? Sherlyn menghela napas berat, sebenarnya ia tidak ingin mengatakan hal seperti itu kepada Andrew, terlebih ia masih belum memiliki bukti.


Tapi pikiran seperti itu terus menghantuinya akhir-akhir ini dan itu bisa membuatnya gila. Pembunuhan, Chris dan juga manusia serigala itu, semua itu membuatnya frustasi karena tidak bisa masuk kedalam akal sehatnya.


“Kau ini bicara apa Sherlyn?” Tanya Andrew dengan tawa kecil, seolah ia hanya sedang bercanda.


“Kau yang menusuk Chris saat diatas rooftop, kan? Surat ini, surat ini menjadi buktiku satu-satunya!” Sherlyn menyerahkan selembar kertas yang Andrew masukkan pada lokernya. Dan ia masih menyimpannya hingga saat ini.


‘Aku tunggu di Rooftop setelah pulang sekolah, My Queen’


Sherlyn tersenyum miring, seharusnya kertas itu adalah kertas yang terakhir yang ia lihat dihidupnya, kertas yang menjadi pengantar kematiannya jika Chris tidak menolongnya. Tapi kini, kertas itu menjadi senjata yang berbalik menyerang sang pelaku.


“Aku memang memanggilmu dengan sebutan Queen, tapi aku bersumpah tidak pernah menulis surat semacam ini, Sherlyn! Pada saat menunggumu, aku bermain basket, aku berlatih untuk bertanding melawan Chris!”


Ujar Andrew menggebu-gebu dan memegang erat bahu Sherlyn, jadi ini yang menyebabkan Sherlyn menjauh darinya? Begitu menyakitkan jika Sherlyn menjauhinya karena takut disakiti olehnya.


“Kau harus mempercayaiku Lyn! Aku tidak mungkin menyakitimu, tidak akan pernah!” Andrew menatap lekat-lekat mata Sherlyn. Sherlyn harus percaya padanya, Sherlyn harus mempercayainya.


“Cukup Drew!”


Andrew tersentak saat tiba-tiba tubuh Sherlyn ditarik seseorang, membuat genggamannya pada bahu Sherlyn terlepas. Andrew mengepalkan tangannya erat saat melihat Tyron yang mengenggam erat tangan Sherlyn.


“Aku akan menjaga Sherlyn! Dan tidak akan kubiarkan siapapun menyakitinya, itu termasuk dirimu!”


Sherlyn tersentak dengan ucapan tajam Tyron, begitupun dengan Andrew. Sejak kapan Tyron terlihat sangat berwibawa seperti ini? Bahkan membuat Sherlyn dan Andrew tidak bisa mengatakan apapun.


Andrew masih terdiam saat Tyron membawa Sherlyn pergi menjauh darinya, dan ia baru menyadari ketika punggung kedua orang itu menghilang dibalik dinding.


“Arg! Tyron sialan!”


Napas Andrew menggebu-gebu, lagi dan lagi pria pirang itu menjadi masalahnya. Seolah ia selalu kalah darinya untuk mendapatkan Sherlyn. Ini seharusnya tidak dapat dibiarkan, ia harus memberikan pelajaran untuk Tyron.

__ADS_1


To be continue...


__ADS_2