
MENGANDUNG ADEGAN DEWASA‼️
...Happy Reading...
“Ayo kita bercinta Lady!"
Sherlyn tidak mampu untuk berkata-kata. Ajakan polos nan lugu Chris membuat ia hanya mampu menelan salivanya. Sherlyn memandang pria itu dengan dalam, kali ini ia benar-benar tidak tahu Chris hanya sekedar menggodanya atau serius dengan ajakannya. Tapi bola mata hijau milik Chris menatapnya dengan penuh ketulusan, seolah Chris sedang mengajaknya untuk menikah atau semacamnya itu membuat ia bersemu dan menundukkan kepalanya dalam.
“A.. Apa kau gila? Ki.. Kita bahkan tidak saling mengenal dekat."
Ujar Sherlyn dengan sangat gugup dan itu membuat Chris tersenyum tipis, tangan Chris kini mengangkat wajah Sherlyn yang menunduk, membuat bola mata mereka bertemu dan wajah Sherlyn semakin merah merona.
“Aku pernah mendengar ada yang bercinta di toilet kampus, mendengarnya secara langsung.”
“A..Apa?”
Sherlyn menatap Chris dengan pandangan tidak percaya, sedangkan Chris hanya memandangnya dengan polosan dan anggukan keyakinan. Sherlyn memandang Chris, namun pikirannya entah melayang kemana.
Chris yang melihat Sherlyn memandangnya dengan kosong berusaha menerka apa yang berada dipikiran gadisnya, namun hasilnya nihil. Sampai kapanpun ia tidak akan bisa membaca pikiran Sherlyn. Salah satu kelebihan seorang mahluk sepertinya adalah dapat membaca semua pikiran semua orang, kecuali pasangannya, matenya.
“Aku dapat mendengar dengan jelas hentakan mereka.”
Sherlyn tersentak dari lamunannya, ia menatap Chris dengan panik saat wajah Chris mulai mendekat. Sherlyn memundurkan kepalanya namun harus berhenti saat kepalanya sudah mencapai pintu loker, ia benar-benar terpojok sekarang. Tidak mungkin bukan jika Chris akan menciumnya disini? Atau melakukan hal gila lainnya. Setidaknya jangan disini, pria ini masih memiliki rasa malu, kan?
“Desahan nikmat mereka.”
Sherlyn merasakan jika jari nakal Chris mulai mengangkat rok pendek miliknya dan mulai meremas pelan pahanya lembut. Sherlyn menelan salivanya, napasnya mulai memburu dan ia juga merasakan jika napas Chris memburu. Wajah Chris semakin dekat dan itu semakin membuatnya sangat takut. Sherlyn sangat berharap tidak ada yang melihat mereka saat ini, setidaknya tidak ada yang mengenali dirinya.
“Aku mendengar semuanya, mereka sangat menikmatinya. Apa kau tidak ingin mencobanya, Lady?" Ujar Chris seduktif dan berbisik lembut di telinga Sherlyn.
“Ahh...Chris.”
Sherlyn merasakan sesuatu menggelitik perutnya. Untuk pertama kalinya ia disentuh begitu intens oleh seorang pria.
Dengan cepat Sherlyn membungkam mulutnya ketika lenguhan itu keluar. Sherlyn mengigit bibir bawahnya kuat kala tangan Chris mulai naik dan menggerayangi buttnya dan meremasnya dengan sangat lembut, dan itu membuat Sherlyn menjadi gila. Chris memang sering mencium bibirnya, namun ini merupakan pertama kalinya Chris melakukan hal seperti ini padanya.
__ADS_1
Sherlyn memejamkan matanya, ia meremas roknya kuat. Ia merasakan seluruh tubuhnya mulai memanas. Chris yang melihat Sherlyn begitu menikmatinya tersenyum senang. Wajah Chris mulai mendekat dan mencium leher Sherlyn lembut, dan sesekali menghisapnya.
"C.. Chris, Kumohon. Ahh.."
Kali ini Sherlyn tidak bisa mengontrol tubuhnya, ia mencengkeram tangan Chris kuat. Entah mengapa tubuhnya begitu menikmati semua perlakuan Chris padanya.
"Hen.. Hentikan Chris!"
Sherlyn kini mendorong tubuh Chris dengan cukup kuat, membuat pria itu memberi jarak dengan gadisnya. Sherlyn memandang Chris dengan tidak percaya, bisa-bisanya Chris melakukan hal ini padanya. Namun tatapan marah Sherlyn kini terganti dengan penuh keterkejutan.
“Chris, matamu!”
Sherlyn tersentak saat melihat bola mata Chris berubah menjadi merah pekat, dan ujaran Sherlyn mampu membuat Chris menatapnya panik. Chris menutup matanya menggunakan telapak tangan kanannya, dan setelah itu Chris berlari menjauh dari Sherlyn membuat gadis itu menatapnya dengan pandangan bingung.
“Sebenarnya ada apa dengan pria itu?”
......................
Angle mengerutkan keningnya saat melihat Chris berjalan cepat kearahnya. Angle memperhatikan setiap detail wajah Chris. Wajah pucat yang dimilikinya semakin pucat, keningnya dibanjiri keringat dan ekspresi wajahnya menunjukkan jika ia panik dan takut. Bahkan Chris tidak memperhatikannya yang jelas-jelas berjalan melewatinya, bahkan pria itu sama sekali tidak meliriknya.
Dengan segala keberanian Angle memanggil pria itu, membuat pria itu menoleh kearahnya. Ingin rasanya Angle mendekat dan menghapus keringat itu. Angle benar-benar sangat penasaran apa yang menyebabkan pria datar seperti Chris sangat takut sekaligus panik seperti itu, ia sangat penasaran.
“Kau baik-baik saja?”
Angle memang mengakui, bagaimanapun ia mencoba untuk tidak peduli kepada Chris, rasa khawatirnya pada pria itu jauh lebih besar dari pada ketidak peduliannya. Angle dapat melihat Chris mengerutkan keningnya saat mendengar pertanyaannya, seolah pria tersebut mengatakan ‘Apa sangat terlihat?’ dan selanjutnya wajah takut dan panik Chris digantikan dengan wajah datar seperti biasanya.
“Aku baik.”
Jawaban singkat Chris membuat Angle tersenyum tipis. Apa pria itu memang seperti ini? Angle sangat merasakan perbedaan Chris sebelum Triple Date dan sesudahnya. Chris yang hangat walaupun dengan wajah datarnya menjadi Chris yang sangat dingin. Apa Chris marah kepadanya karena mengatakan ia adalah kekasihnya dihadapan Sherlyn? Apa Chris dengan Sherlyn memang memiliki suatu hubungan?
“Maaf karena sudah merusak hubunganmu dengan Sherlyn.”
Chris mengerutkan keningnya, seolah kembali mengatakan ‘Apa maksudnya?’. Angle memang baru beberapa hari mengenal Chris, namun ia merasa sudah begitu mengenal pria itu. Bahkan ia bisa mengerti perasaan Chris hanya dari tatapannya, itulah yang membuatnya sangat menyukai Chris. Tapi ia hanya dapat tersenyum pahit saat mengetahui Sherlyn memiliki hubungan dengan pria yang sangat disukainya. Sherlyn, sahabat karibnya.
“Aku tahu Sherlyn sangat berarti bagimu.” Ujar Angle dengan senyuman tipis.
__ADS_1
“Sherlyn adalah nyawaku.”
Jawab tidak terduga dari Chris kini membuatnya merasakan sakit yang sangat didadanya. Angle dapat melihat senyuman tulus yang terukir dibibir milik Chris, dan Angle tidak pernah sekalipun melihat senyuman Chris yang seperti itu sejak pertama kali bertemu. Namun tanpa disadari Angle, Chris hanya mengatakan yang sebenarnya.
“Aku sangat mendukung hubunganmu dengan Sherlyn.”
“Terima kasih.”
Jawab Chris singkat dan berlalu melewati Angle. Angle berbalik untuk melihat punggung kokoh milik Chris. Walaupun ia tidak dapat melihat Chris dari depan, setidaknya ia dapat melihatnya dari belakang. Dan Angle merasa cukup walaupun hanya melihat punggungnya.
Namun Angle cukup terkejut saat tiba-tiba Chris berbalik dan kembali melangkah menghampirinya. Angle mengembangkan senyumannya, apa yang akan Chris lakukan? Apa pria itu akan melakukan sesuatu padanya? Atau setidaknya mengucapkan maaf kepadanya?
“Apa kau mengenal pria bernama Andrew, Angle?”
Angle mengerutkan keningnya, ia hanya mengenal jika pria itu adalah teman kencan Kate pada waktu itu dan secara kebetulan juga begitu mengenal baik Sherlyn. Jadi, selama ini pria yang ia sukai dan Kate sukai sama-sama menyukai Sherlyn? Angle mengepalkan tangannya kuat. Mengapa gadis itu selalu lebih unggul darinya dan juga Kate?
“Ya, ada apa?”
Angle merasa napasnya memburu, entah mengapa ia merasakan emosinya seolah siap - siap untuk meledak. Pikiran Angle kembali melayang pada kemarin malam, dimana ia dan Kate merasa seperti pelayan yang dipersilahkan duduk bersama dimeja tuannya. Saat dimana Chris, Andrew bahkan ditambah dengan Tyron yang sangat memperhatikan Sherlyn. Sedangkan ia dan Kate?
“Apa hubungan pria itu dengan Sherlyn?”
“Entahlah.”
Jawab Angle singkat, ia tetap tidak menahan rasa kesalnya. Jika Angle sedang berada dikamarnya, ia yakin kamarnya sudah sangat berantakan karena emosinya yang meluap-luap. Angle memang bukan tipe orang yang dapat meluapkan emosinya pada orang lain, dan itu yang sangat membuatnya stress akhir-akhir ini.
Angle dapat melihat Chris mengangguk mengerti dan entah mengapa membuat Angle merasa bersalah. Mungkin ia memang sangat marah, tapi ini semua juga bukan kesalahan Chris sepenuhnya.
“Bisa kau membantuku mencari informasi mengenai hubungan Andrew dengan Sherlyn?”
Angle menghela napas dengan berat. Sebenarnya apa rencana Chris? Apa pria itu sengaja membuatnya tersiksa seperti ini? Atau memang pria itu benar-benar meminta tolong kepadanya? Angle memejamkan matanya sejenak, dan kembali menghembuskan napas.
“Tentu, akan aku usahakan.”
“Terima kasih, Angle.”
__ADS_1
To be continue...