
Apa jadi nya jika di sekolah kau terus di bully oleh teman-teman mu?apakah kau bisa terus bertahan disana?bagaimana jika mereka juga mengancam mu agar pindah dari sana?apa yang akan kau lakukan?
Itulah Devina Putri Amelia,gadis cupu yang pindah sekolah karna terus saja di bully teman-temannya,bukan hanya di bully mereka juga mengancam Vina agar pindah dari SMA Nusa 5 dan melakukan kekerasan fisik pada vina.
Sering kali, Vina pulang kerumah dengan keadaan menangis,baju acak-acakan,coretan-coretan di wajah dan bajunya,luka-luka kecil di tubuhnya,bahkan kaca mata yang rusak entah sudah yang beberapa kali setiap minggunya.
Bukannya Vina tak pernah melaporkan kejadian ini kepada pihak sekolah,tetapi mereka seakan menutup telinga dengan kelakuan para murid nya terhadap gadis miskin sepertinya.
SMA Nusa 5, merupakan salah satu dari beberapa SMA terfavorit di kota nya, jadi wajar saja orang yang bersekolah disana merupakan anak orang berpangkat.
Vina bisa masuk ke SMA itu berkat dana beasiswa,selain itu alasan vina masuk ke SMA Nusa 5 saat itu adalah karna desakan teman-temannya saat SMP,namun setelah dia masuk ke sana teman-temannya itu malah pura-pura tidak kenal dengannya.
Akibat banyak faktor itulah, Vina akhirnya memutuskan pindah ke SMA Antariksa pada semester 2 kelas X,ya… ia hanya dapat bertahan kurang lebih satu semester di sana.
SMA Antariksa juga termasuk 5 SMA terfavorit di kota tempat tinggal Vina,SMA ini menempati urutan pertama SMA terfavorit.
Sama seperti SMA Nusa 5, SMA Antariksa juga dipenuhi oleh anak-anak konglomerat dan berpangkat tinggi di negara Indonesia, bahkan ada beberapa yang tingkat Asia.
Lalu mengapa Vina memilih SMA ini?
Tentu saja karna SMA ini lokasi nya lebih dekat dengan panti asuhan tempatnya tinggal,selain itu Vina ingin mencoba keberuntungannya di SMA impiannya ini.
____
Vina dengan santai mengendarai motor kesayangannya menuju SMA baru nya,sebuah motor beat berwarna merah bercampur putih. Ia sesekali melirik jam tangan nya, waktu sudah menunjukkan pukul tujuh lewat lima menit artinya masih ada waktu 15 menit sebelum bel masuk berbunyi.
Setelah masuk ke gerbang sekolah ,Vina langsung memikirkan motornya di tempat parkir sekolah.
Vina melepaskan helm nya dan meletakkan nya diatas jok motor, perlahan ia berjalan untuk melapor di pos penjagaan yang berada di dalam gerbang sekolah.
"permisi pak!, saya ingin bertanya ruang kepala sekolah nya ada di mana ya?" Vina bertanya pada salah satu satpam yang sedang berjaga di sana.
"kamu anak baru ya?"tanya satpam itu,ia meneliti pakaian Vina yang berbeda dari murid-murid yang lainnya.
"iya pak,saya anak baru"jawab Vina sambil tersenyum.
"ohh…,ruang kepala sekolah nya ada di sebelah ruang uks. Nanti kamu dari sini lurus aja terus nanti belok kanan, ruang ke tiga di sebelah kiri itu ruangannya " satpam bername tag Budi itu menjelaskan,Vina mengangguk paham.
" makasih ya pak. Kalau gitu saya permisi dulu " ujar Vina sambil tersenyum.
__ADS_1
pak Budi membalas senyuman Vina,
"iya sama-sama,nanti kalau ngak ketemu tanya aja sama murid yang lain." ia kembali duduk di kursinya melanjutkan kegiatan nya meminum kopi sambil menonton bola yang sempat tertunda.
"ok pak".
Vina melangkahkan kakinya mengikuti arahan yang sudah diberikan oleh pak Budi, ia sampai di sebuah ruangan mewah dengan pintu yang terbuat dari kayu dengan ukiran yang sangat indah.
ternyata tak sulit menemukan ruangan ini, ingat saja satu satunya ruangan dengan pintu yang terbuat dari kayu maka itu lah ruangan kepala sekolahnya.
Vina perlahan mengetuk pintu itu,
"permisi pak…boleh saya masuk?!…"
"silahkan…"jawab sebuah suara dari dalam ruangan.
Vina perlahan mendorong pintu itu dan melangkahkan kakinya ke dalam,di dalam tampak seorang pria paruh baya duduk dengan tenang sambil membaca beberapa berkas.
Ia langsung mengalihkan perhatiannya pada Vina dan meletakkan berkasnya,
"saya Devina pak, murid pindahan dari SMA Nusa 5 " Vina memperkenalkan diri nya.
"iya pak" jawab Vina.
Pak kepala sekolah menanyakan beberapa hal, dan menjelaskan beberapa peraturan sekolah serta beberapa hal penting lainnya,
"bagaimana ,kamu paham?…"
"paham pak…"ujar Vina
"ok, kalau gitu kita langsung ke kelas kamu sekarang!,;bapak akan mengantar kamu sampai ke kelas"ujar pak kepala sekolah
"baik pak…"
Vina berjalan di sebelah pak kepala sekolah sambil mendengarkan penjelasan tentang ruangan yang ada di sekolah ini,mereka berhenti di depan kelas dengan nama IPA 5 yang tergantung di dekat pintu masuk.
"permisi buk…"pak kepala sekolah masuk ke dalam untuk berbicara dengan guru yang sedang mengajar di kelas,ia membisikkan sesuatu pada ibu guru itu.
"baik pak…"ibu guru itu memandang Vina yang berdiri di luar kelas sambil tersenyum.
__ADS_1
"semoga kamu betah di sekolah ini" pak kepala sekolah tersenyum ramah.
" iya pak" jawab Vina.
Pak kepala sekolah langsung kembali keruangan nya untuk melanjutkan pekerjaannya tadi.
"perhatian semuanya!,hari ini kelas kita kedatangan murid baru!!…"ujar bu guru sedikit meninggikan suaranya karna suasana kelas yang lumayan berisik.
"seriusan buk!!,cewek apa cowok buk?!…"tanya seorang anak laki-laki yang duduk di meja paling depan.
"cewek…"ujar Bu Dina yang berhasil membuat kelas kembali ricuh dengan suara siulan serta pertanyaan lain nya yang semakin membuat kelas kembali berisik.
" cantik ngak buk?" cowo yang duduk di meja depan paling ujung bertanya.
"woyy!,inget Lo udah punya cewe ege!" cewe bername tag Della itu melemparkan kertas kepada cowo itu.
"kan cuma nanya ngak selingkuh,ya kan yang?!.." cowo berambut klimis itu menatap pacar nya yang tampak cemberut di belakangnya dengan wajah imutnya.
"dih najis!, jijik gue liat muka Lo" ujar teman sebangku nya sambil bergidik ngeri.
"suka suka gue dong, yang punya muka kan gue, kok Lo yang sibuk?!.." cowo itu menjulurkan lidah nya mengejek temannya itu.
"tolong we yang ada obat rabies kasih ke dia nih!..,kek nya dia sawan tuh!" sontak seisi kelas tertawa melihat wajah cowo itu yang terlihat sangat masam.
"enak aja lo!"
"ayang!..liat tuh si Riko ngejek in aku terus" adu nya pada pacar nya,orang yang merasa mamanya dipanggil mengangkat bahu nya acuh.
"bodo amat" seisi kelas kembali tertawa.
"ayo nak,perkenalkan diri kamu sama teman-teman yang lain…" Bu Dina menatap Vina sambil tersenyum
"anak anak jangan berisik dulu,dengerin temen nya ngomong" Bu Dina memperingati mereka.
Vina mengangguk,ia perlahan melangkahkan kakinya ke samping meja guru tersebut sambil menunduk. Vina membenarkan letak kaca matanya untuk mengurangi rasa gugup sebelum memperkenalkan diri.
_______
Selamat membaca…😊😊😊
__ADS_1