Kelas Luar Biasa

Kelas Luar Biasa
episode 11


__ADS_3

"sudah kuduga, kau akan bicara seperti ini ferguso…" gumam Nando pelan.


"maaf kan aku Rafa,tapi aku ngak bawa duit!!…" Nathan menatap Rafa penuh harap dan berbicara dengan penuh nada.


"tidak!!!aku tidak akan memberikan nya padamu!!!…"jawab Rafa mengikuti nada Nathan dengan ekspresi kesal nya.


"tolong Rafa!!!,jangan seperti ini pada ku…aku benar-benar tidak membawa nya…"Nathan menunjukkan wajah pura-pura sedih tentu saja masih dengan nada suara yang sama.


"ku tak peduli…,melihat kau tak membawa uang nya…aku bahagia…, kau di marah olehnya……" Rafa menganti sebuah lirik lagu mengejek Nathan sambil melirik pak kepala sekolah, dan mengerak-gerakkan telunjuk nya di depan wajah Nathan.


"ih… ngak mau pak!… ngak mau!…"Haikal menghentak-hentakan kakinya ke tanah seperti anak kecil yang sedang merujuk.


Vina mengangkat sebelah alis nya bingung,


'ngapain sih mereka ,kek orang stres...'gumam nya dalam hati.


"tapi ngemeng-ngemeng, aku juga ngak bawa duit hari ini,gimana dong?…"Vina berbicara pada dirinya sendiri.


"maaf ya pak, hari ini saya ngak bawa duit nya,jadi kalau besok saya bawa sapu nya aja ngak papa pak?"tanya Vina.


"untuk kamu ngak papa…"ujar pak kepala sekolah yang mengerti keadaan vina.


"Rafa,Nathan,Nando,Haikal kalian bawa uang kan?bayar sekarang!!…"pak kepala sekolah menengadahkan tangannya di depan ke empat serangkai.


"fa…minjam duit lo dulu ya,dompet gue ketinggalan di rumah tadi…"ujar Nando sambil cengar-cengir.


"iya fa,tadi gue habis kecopetan di jalan…jadi minjam duit lo dulu ya…"sambung Haikal sambil memasang wajah minta dikasihani nya.


"fa tadi bokap nyokap gue ngak ngasih gue uang jajan,jadi bayarin gue ya…"Nathan memasang ekspresi paling nelangsa nya.

__ADS_1


"cih!…namanya aja yang dari keluarga kaya, nyatanya kere semua…"ujar Rafa menyindir ketiga temannya.


"iya deh iya, ngak papa gue mah di bilang kere juga, yang penting bayarin ya…"ujar Nando.


"kalau gue emang lagi bokek-bokek nya sekarang,mana habis kecopetan lagi…"


"kata bokap gue ,gue itu di pungut dari kolong jembatan di dalam tong sampah, makanya ngak di kasih jajan…"jawab Nathan dengan ekspresi sok polos nya.


"pfffttt!!…"Vina berusaha menahan tawanya mendengar ucapan Nathan.


Vina langsung terdiam saat semua mata tertuju padanya.


"banyak alasan lo!!…"sambil mendorong dahi Nathan pelan dengan jari telunjuknya.


"alah…tolong lah…sekali aja…"Nathan masih berusaha membujuk Rafa.


"untung temen,kalo ngak habis lo…"Rafa menyerahkan selembar uang yang berwarna merah kepada pak kepala sekolah.


Pak kepala sekolah menatap Vina sambil tersenyum tipis,yang di tatap hanya melongo sambil menunjuk diri nya sendiri,


"aku…"


"ya iya lah, kan cuma lo sendiri yang cewek di sini…"jawab Haikal.


"good job…"Rafa mengangkat kedua jempol nya pada Haikal.


"apa apa an sih,ngak ada pak…besok aja saya bawa sapu lidi nya…"


"udah ngak papa,besok kamu ngak usah bawa sapu lagi, kan udah di bayarin sama calon pacarnya…"jawab pak kepala sekolah sambil melirik Rafa,

__ADS_1


Rafa tersenyum senang sambil mengangkat tangannya membentuk tanda ok pada pak kepala sekolah,pak kepala sekolah membalas tanda Rafa dengan tanda yang sama.


Mungkin Rafa anak yang nakal,namun dia sangat di sayang oleh para guru maupun kepala sekolah karna sifatnya yang ramah dan mudah bergaul, tak jarang ia membantu para guru membawa buku buku tugas ke kantor.


"ya sudah,kalian kembali saja ke kelas biar ini Mang ujang yang beresin…" pak kepala sekolah menyebut seseorang yang biasa membersihkan sekolah.


Setelah pak kepala sekolah pergi ,Vina langsung bergegas hendak kembali ke kelas,


"oh iya,besok duit lo gue ganti ya…"


"boleh…tapi ganti nya sepuluh kali lipat ya…"Rafa mengangkat ke sepuluh hari nya ke udara sambil tersenyum


"kok sepuluh kali lipat sih,mahal amat…"gerutu Vina


"makanya masih mau ganti?…"


"ya udah deh kalau lo maksa,makasih ya…"Vina tersenyum pada Rafa.


"aduh…serasa terbang ke langit ketujuh gue,senyum nya manis bat serasa ketemu bidadari gue…"Rafa pura-pura menjatuhkan badannya ke belakang,teman temannya dengan sigap menahan badan Rafa agar tidak jatuh.


"apa an sih lo,gombalan lo ngak mempan…" Vina beranjak pergi.


"awas aja nanti, pasti lo bakal jatuh cinta sama gue!!!…"teriak Rafa saat Vina sudah sedikit menjauh.


"ngak mungkin,yang ada lo yang jatuh cinta sama gue!!…"balas Vina sambil memeletkan lidah nya mengejek Rafa.


"emang udah jatuh cinta ,maka nya hati hati!! jeratan cinta gue ngak bisa di lepas soal nya…" jawab Rafa.


"ngaco lo!!!…"Vina segera pergi dari lapangan menuju ke kelas nya.

__ADS_1


_____


bersambung……🌸🌸🌸🌸


__ADS_2